Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Berdebat
"Kan aku sudah bilang kepada kalian semua bahwa aku tidak mungkin melakukan perbuatan buruk seperti itu!" Pak Bonar berteriak marah di depan banyak orang.
"Maafkan atas prasangka dari para warga yang tidak tahu ya, Pak Bonar.'' Pak RT mewakili mereka semua untuk meminta maaf.
''Nah kalau sudah terbukti begini maka kalian baru sibuk minta maaf!'' kesal Pak Bonar.
''Saya selaku dari cucu kakek maka meminta maaf juga kepada Pak Bonar.'' Danu ikut berbicara karena sebelumnya dia juga merasa curiga terhadap Pak Bonar.
''Ah sudahlah, aku juga tidak tahu harus bagaimana Karena kalian pun sibuk sekali menuduh aku seolah aku ini sama sekali tidak punya hati.'' Pak Bonar segera berlalu pergi.
Para warga yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi terdiam dan tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasi masalah itu, sebab sebelumnya mereka memang sudah sangat yakin bahwa Pak Bonar telah melakukan kesalahan dan dia membuat santet untuk keluarga Pak Bayan.
Namun sekarang opini itu berhasil dipatahkan ketika kematian dari Pak Kades dan juga Andi yang secara mendadak, membuat mereka semua menjadi sangat kebingungan sehingga tidak tahu harus bagaimana untuk meminta maaf kepada Pak Bonar ini, sebab pria itu juga pasti merasakan sakit hati atas tuduhan yang telah para warga berikan kepada dia.
Kini sudah tidak ada prasangka lagi karena mereka tidak tahu mau menuduh Siapa yang telah membuat masalah tanpa sejauh itu, bila yang mati masih tetap keluarga Pak Bayan maka para warga jelas akan terus menuduh Pak Bonar dan bahkan mungkin akan mengambil tindakan juga terhadap orang tua tersebut.
Namun ini sekarang sudah terbukti bahwa yang membantai mereka semua bukan Pak Bonar, sebab Pak Bonar sama sekali tidak memiliki masalah dengan Pak Kades atau juga dengan Andi, bisa di bilang selama ini andi cukup dekat dengan Pak Bonar karena mereka masih memiliki ikatan sehingga tidak mungkin bila mereka saling bertengkar satu sama lain.
''Tapi Aku punya firasat sendiri sih tentang masalah ini.'' Prakasa menatap mereka semua.
''Sebaiknya firasatmu itu tidak perlu kau katakan kepada kami, sebab nanti hanya akan mengundang emosi saja.'' Revan sudah sama sekali tidak tertarik.
''Kau bocah kecil jangan terlalu tengil ya!'' Prakasa menatap Revan penuh emosi.
''Sudah!'' Pak RT membentak mereka berdua yang sudah siap untuk berdebat.
''Kalian Lihatlah ini desa kita yang sudah semakin hancur dan yang menjadi korban juga sudah semakin banyak.'' Lutfi menatap mereka semua dengan wajah sedih.
''Lalu kenapa kalau korban semakin banyak? apa menurutmu itu juga salahku!'' tanya Prakasa kepada Lutfi.
''Dia itu kenapa sih kalau berbicara selalu saja mengundang emosi semua orang?!'' Davin bangkit berdiri untuk menghajar Prakarsa.
''Vin, sudah Vin!'' Lutfi cepat menahan karena dia tahu Davin saat ini pikirannya sedang kacau setelah kematian Andi.
''Jangan ladeni orang seperti dia karena nanti hanya akan membuat kita emosi saja.'' Revan juga menepuk pundak Davin.
Prakasa sendiri masih menantang dengan wajah yang begitu songong sekali karena dia merasa yakin bahwa ini semua pasti ada sebuah konspirasi yang membuat Desa semakin rumit, bahkan menurutnya para warga seperti ini yang membuat Desa semakin tidak terkendali dan hanya mengandalkan satu orang saja untuk di mintai tolong.
Padahal warga sendiri yang ada di sini sebenarnya sudah tahu bahwa hanya Purnama yang bisa membantu kalau sudah tragedi seperti ini, rasanya Dia tidak mau menerima kenyataan bahwa Purnama memang mampu untuk mengurus itu semua tanpa harus melibatkan banyak dukun lain yang kemungkinan hanya membuat masalah semakin lebar saja.
''Kita ada di sini untuk diskusi dan tadi juga sekalian untuk meminta maaf kepada Pak Bonar, jadi tolong jangan menambah masalah lagi.'' Pak RT berkata dengan suara pelan.
''Lalu Apa yang mesti kita lakukan sekarang untuk menghentikan masalah ini?'' Prakasa bertanya dengan nada tidak sopan.
''Kita sudah meminta tolong kepada mbak purnama dan butuh waktu juga beliau untuk mengurus ini.'' jawab Pak RT.
''Secara pribadi aku kurang yakin dengan dia dan aku akan mencari dukun untuk melindungi rumahku.'' ujar Prakasa.
''Ya silakan saja kau cari dukun dan bila dia mampu menghadapi ini semua maka aku akan bersujud di kakimu itu.'' Davin berkata dengan emosi tinggi.
Prakasa yang mendengar hal itu tentu saja menjadi sangat tertarik dan ingin mengalahkan Davin begitu saja, niat dia untuk mencari dukun semakin besar karena dia ingin bahwa Dukun itu nanti mengalahkan purnama dan segera mengungkap siapa yang telah menebar teror di Desa Ujung Pandang ini.
''Kalian Tunggu saja masak itu tiba maka aku akan membawa Dukun itu datang ke sini.'' Prakasa berkata dan dia berlalu pergi.
''Astaga, Kenapa ada orang yang tidak tahu diri seperti dia itu.'' Revan bergumam pelan.
''Aku berharap dia saja yang mati menggantikan Andi!'' kesal Davin.
''Mari tidak usah kita hiraukan yang menambah masalah seperti itu, masalah yang ada saja belum selesai dan kita tidak tahu mau menuju arah mana.'' Pak RT berusaha mendinginkan hati mereka.
''Benar juga, malah kalau bisa kita tutupi karena nanti kalau Mbak Purnama dengar maka akan menambah masalah lagi.'' Lutfi setuju dengan ucapan Pak RT.
''Itu yang saya takutkan sejak kemarin, Mbak Purnama sangat mudah emosi dan siapa saja sebenarnya kalau mendapat omongan seperti itu pasti akan tersinggung.'' Ucap pak RT.
''Ya kita saja mau emosi lho dari tadi mendengar omongan dia yang sangat tidak berguna itu.'' Davin berkata dengan sangat sengit.
''Kau juga jangan emosi terus seperti itu!'' Lutfi menggeplak pundak Davin.
Davin segera duduk kembali karena dia tidak mau nanti bila suasana semakin panas dan memang benar kalau Purnama dengar maka menjadi semakin berantakan, Oleh sebab itu lebih baik mereka diam saja dan jangan terlalu menampakan kekesalan kepada Prakasa, karena nanti justru akan menambah masalah di antara semua warga Desa Ujung Pandang ini.
''Aku berharap begitu dukun dia datang dan langsung bertemu dengan mbak Purnama.'' ujar Revan.
''Eh Ya jangan dong, kalau itu sampai terjadi maka nanti yang ada masalah akan semakin besar!'' Pak RT jadi panik sendiri membayangkan hal itu.
Mereka semua yang ada di sana Saling pandang satu sama lain karena mereka sudah terbayang Ketika nanti Dukun itu datang dan malah bertemu dengan Purnama, sudah pasti dukung tersebut hanya akan menjadi makanan untuk Purnama karena kekuatan yang dia miliki jelas tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh ratu ular itu.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua karena nanti autor rencana mau ngeluarin cerita baru tentang tuyul.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻