NovelToon NovelToon
Terjebak Di Sarang Serigala

Terjebak Di Sarang Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.


yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23p

Pagi hari, setelah sholat subuh... perut Nina terasa sangat lapar, karena semalam ia tidak jadi makan sesuatu akibat rasa kantuk yang berlebih..., Nina berniat masak untuk sarapan bersama sang suami sirihnya, siapa tahu ia bisa melihat wajah sang suami dinginnya.

Langkah kaki Nina yang bersemangat menuju dapur mendadak terhenti di ambang pintu. Sepasang matanya yang jernih membelalak sempurna, menatap dapur megah berdesain minimalis modern itu dengan raut wajah melongo.

Dapur itu begitu bersih, mengilap, dan... sangat hampa..., semalam lampu dapur dalam keadaan gelap,jadi Nina tidak bisa melihat semuanya,hanya ada susu bubuk di dalam toples di atas meja samping dispenser. Itu sebabnya Nina lebih memilih membuat susu hangat untuk mengganjal perutnya.

Dengan rasa penasaran yang membuncah, Nina melangkah mendekati deretan lemari dapur atas dan membuka pintunya satu per satu. Tak ada toples gula, tak ada garam, tak ada kecap, apalagi ketumbar atau penyedap rasa. Jangankan mie instan makanan wajib anak kos, sebiji beras pun tidak tampak di dalam lemari penyimpanan!

"Masa dapur sebesar ini nggak ada berasnya sama sekali?" gumam Nina heran.

Karena Penasaran, Nina beralih menekan tombol pintu kulkas dua pintu yang berdiri gagah di sudut dapur. Ssshh... Udara dingin langsung menyapa wajahnya. Namun, isi di dalamnya justru makin membuat kepala Nina pening.

Tidak ada sosis, tidak ada nugget, apalagi sisa makanan semalam seperti di rumah Ibu tirinya. Di dalam kulkas raksasa itu hanya berjejer rapi berbagai jenis buah-buahan impor, potongan daging dan ikan segar yang sudah divakum, serta beberapa butir telur dan sayuran organik.

"Minyak goreng mana? Cabai mana?" Nina mengacak-acak rak kulkas dengan panik.

Niat hatinya ingin membuat ayam goreng atau sekadar menumis sayur sederhana hancur lebur. Jangankan tumisan, minyak goreng untuk menggoreng telur saja nihil! Di rumah Faris dan Anggun yang terpandang pun, bumbu dapur tetap lengkap tersedia karena Anggun hobi mengoleksi makanan enak. Tapi di tempat ini... semuanya serba asing.

Nina sama sekali tidak tahu bahwa Jafar, sang penguasa penthouse memiliki pola hidup yang sangat ketat dan disiplin. Pria dingin itu hanya memakan makanan sehat yang direbus atau dikukus, ditunjang dengan asupan buah-buahan segar serta sayuran tanpa sentuhan bumbu penyedap instan maupun minyak goreng berlebih.

Di tengah kebingungannya yang melanda, mata Nina mendadak berbinar terang saat pandangannya menangkap deretan kotak karton di rak paling bawah kulkas.

"Susu!" pekik Nina gembira, melupakan sejenak rasa peningnya.

Apapun jenis susunya, mau yang murni hambar, manis, atau berasa cokelat, susu adalah minuman favorit Nina sejak kecil di desa. Tanpa membuang waktu, Nina mengambil satu kotak susu segar dingin, menuangkannya ke dalam gelas porselen besar, lalu meneguknya dengan sangat nikmat hingga menyisakan kumis putih tipis di atas bibirnya.

"Bismillahirrahmanirrahim....Ahhh... segar," desah Nina lega.

Namun, setelah tegukan susu itu habis, perutnya yang kosong kembali berbunyi nyaring. Nina menatap nanar ke arah keranjang buah dan telur organik di meja.

"Masa iya pagi-pagi aku harus makan telur rebus tanpa garam sama makan apel?" gumam Nina meratapi nasib perutnya yang terbiasa dengan sarapan nasi uduk desa. "Ini rumah orang kaya apa tempat orang diet sih?"

Di tengah kebingungan Nina yang masih meratapi nasib perut nya, sebuah bayangan tinggi tegap mendadak muncul di ambang pintu dapur. Jafar berdiri di sana, masih mengenakan kaus polos hitam dan celana santai, dengan masker kain hitam yang menutupi separuh wajahnya.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Jafar melangkah maju. Suasana dapur mendadak mencekam dan penuh tekanan. Nina yang tadinya ingin mengeluh langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat, melangkah mundur dua tindak hingga punggungnya menempel di tepi lemari.

Jafar meraih mangkuk kaca besar. Dengan gerakan jemari yang sangat cekatan dan tenang, pria perkasa itu mengambil beberapa helai sayuran hijau, memotong dua butir telur rebus yang baru ia ambil dari alat pengukus otomatis, lalu memotong buah alpukat serta apel segar di atas papan pemotong. Dalam hitungan menit, piring itu terisi penuh oleh salad sayur, telur, dan buah tanpa sedikit pun bumbu penyedap atau saus gurih.

tuk...

Jafar mendorong mangkuk kaca itu ke hadapan Nina.

"Makan," ucap Jafar singkat, berat, dan datar.

Nina menatap mangkuk hijau di depannya dengan raut wajah meringis. "T-Tuan... ini tidak ada nasinya?" tanya Nina polos, matanya mengedip pelan. "Kalau cuma makan daun sama buah begini, Nina bisa lapar satu jam lagi. Orang desa kalau belum ketemu nasi namanya belum makan, Tuan..."

Jafar menatap Nina datar. Sepasang mata tajamnya yang memancarkan dominasi mutlak membuat Nina perlahan menunduk, tak berani melanjutkan keluhannya.

"Makan," ulang Jafar, kali ini dengan nada yang jauh lebih dingin dan menekan, tak menerima bantahan.

Nina akhirnya menyambar sendok dengan pasrah, mengunyah potongan sayur dan telur rebus hambar itu sembari membatin meratapi nasib sarapan paginya.

Di saat Nina sibuk mengunyah dengan wajah cemberut yang menggemaskan, Jafar menyandarkan tubuh mewahnya di tepi meja, menatap Nina dengan ketegangan yang kembali menyelimuti udara.

"Dengar baik-baik," ujar Jafar dengan suara berat yang menggelegar pelan di dapur yang hening. "Jangan pernah katakan pada siapa pun di luar sana bahwa kamu adalah istriku. Tidak ada satu orang pun yang boleh tahu hubungan kita."

Nina menghentikan kunyahannya, menatap Jafar serius sembari mengangguk cepat.

"Kamu boleh melakukan apa saja. Kamu boleh memakai kekayaanku, kamu boleh berkuliah, dan melanjutkan hidupmu," lanjut Jafar, melangkah satu cengkeraman lebih dekat hingga aura intim sekaligus mengancam itu mengurung Nina. "Tapi ingat satu hal... jangan pernah berpikir untuk kabur dariku. Karena statusmu di sini... adalah tawanan milikku."

Deg.

Kata tawanan yang terlontar dari mulut pria di depannya membuat bulu kuduk Nina berdiri. Namun, saat mata jernih Nina bertatapan langsung dengan mata tajam Jafar, ia tidak melihat niat jahat, melainkan sebuah batasan tegas dari pria yang sangat protektif dengan caranya sendiri.

"Dan satu aturan terakhir," pangkas Jafar seraya melirik jam di dinding. "Setiap malam, sebelum pukul delapan, kamu sudah harus berada di penthouse ini. Mengerti?"

Nina menelan saladnya perlahan, lalu memeluk mangkuk kacanya dengan erat seolah takut makanannya direbut kembali oleh sang pemburu.

"I-Iya, Tuan Firaun... eh, Tuan Jafar," sahut Nina terburu-buru dengan polosnya, membuat alis Jafar di balik masker langsung terangkat tajam. "Nina mengerti! Nina janji tidak akan kabur, lagian di luar sana tidak ada kulkas yang isinya gratisan seperti di sini!"

Jafar hanya membuang muka, menahan napas pelan melihat tingkah aneh istri sirinya yang sama sekali tidak ada takut-takutnya setelah diancam. Pria dingin itu berbalik dan berjalan meninggalkan dapur, meninggalkan Nina yang kembali melanjutkan siksaan makan sayur hambarnya dengan helaan napas pasrah.

1
Sri Supriatin
Juhuuuu saya mau mudik ah, di undang ngk yah🤭🤭🤭🤭
@Mita🥰
habis Nina nanti pernikahan martha🤭🤭
@Mita🥰
Alhamdulillah akhirnya Tante Miska taubat
Sri Supriatin
Semoga lancar paman Juan n tante Miska hubungannya ke pelaminan 💪💪💪💪
Ani Sulastri
akhirnya Miska bertaubat juga dan paman Juan membuka hati untuk Miska , jd ikut senang 🥰🥰 akhir nya semua menemukan kedamaian dan kebahagian masing²
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Tks upnya thor 😍😍😍😍
Ani Sulastri
seneng banget jadi Nina di cintai dan di sayangi serta di manja dengan ugal²an sama Jafar 🥰🥰 .. kalau masih ada stok laki² seperti jafar sisain buat aku Thor 😂😂😂
Ani Sulastri: 😂😂 BS aja 🤭🤭
total 2 replies
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Jd g sabar nunggu bedrestnya Nina... Kita2 diundang g yah🤣🤣🤣tks upnya thor 💪💪💪
@Mita🥰
semoga Nina bisa menghadiri acara pernikahan taniza 🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Terimakaasih upnya thor n sehaat selalu🙏🙏🙏
Susi C
terimakasih udh up tho🙏...tetap semangat💪 krn kami selalu menunggu kelanjutan ceritanya..
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: terimakasih, maaf telat up, lagi sibuk ☺️☺️☺️
total 1 replies
@Mita🥰
wih semoga nanti Nina bisa hadir di pernikahan taniza .....buat kejutan
@Mita🥰
Tania kamu lama gak nongol eh gimana kabarnya taniza ya apa udah merrid sama bang Diaz
@Mita🥰
semoga Martha bisa benar benar berubah
Sri Supriatin
Mana ada cilok di restourant, sy kalau mudik ke Bogor beli di pinggir jalan... Juga combro🤣🤣🤣🤣
suti markonah
tlg di usaha'in nina bisa dtg ke pernikahan taniza dong thor🙏 biar jafar dan keluarga tahu pemandangan di desa tmpt nina di lahirkan pula..kan pd punya jet kan
suti markonah: yo ke pye carane lah thor🙏🙏pake heli jg boleh, mendarat neng kebonku jg boleh🤭..soale cukup luas, tp ojo lali ngasih duit parkir yo😁😁😁
total 2 replies
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
terimakasih semuanya 🙏 sehat selalu 🥰
@Mita🥰
nyonya Robert lagi mode pasrah 🫣🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!