seorang gadis cantik berkulit putih berdiri menatap penampilan pada sebuah cermin...
Rambut di kepang dua, mengunakan kaca mata tebal, wajah nya natural tampa riasan make up tebal seperti gadis lainnya....
Bahkan baju yang di kenakannya kebesaran sehingga menutupi body aslinya....
" Satu hari sejuta impian, semangat Jasmine
kamu pasti bisa" gumam nya tersenyum manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RalenS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laurenzo William
William Company
Sebuah perusahaan terbesar di Jakarta bahkan memiliki cabang di luar negeri, kekayaan dan kekuasaan yang di miliki oleh keluarga Smith Wiliam ...
Smith Wiliam dan Helena Wiliam kedua pasangan yang sangat serasi, mereka memiliki satu orang putra bernama Laurenzo William....
Laurenzo William
Siapa yang tidak mengenal nya?, seorang pria tampan,kaya dan banyak digilai oleh para wanita, tapi sikap nya yang dingin dan angkuh membuat nya sangat sulit di dapat kan....
Helena sebagai seorang ibu sangat ingin melihat putra satu-satunya memiliki pendamping hidup tapi sampai sekarang usia Wiliam 28 tahun masih betah dengan status single nya....
Helena bahkan sering menjodohkan Wiliam dengan anak rekan bisnis nya tapi selalu saja Wiliam berhasil membuat gadis' itu menyerah dengan sendirinya
Alasannya karena sikap dingin dan angkuh yang selalu di tunjukkan Wiliam membuat mereka tak nyaman dan Pada akhirnya menyerah walaupun sebenarnya sangat ingin mendapatkan Wiliam...
" Pah, usia Wiliam sudah seharusnya berumah tangga dan memiliki anak tapi kenapa sampai sekarang Wiliam belum juga ingin menikah,aku sangat khawatir Pada nasib putra kita" Helena merasa sedih
" Mungkin saja Wiliam belum menemukan wanita yang cocok untuk di jadikan istri" jawab Smith
Tuan Smith sebenarnya juga mengkhawatirkan masa depan putranya, walaupun mereka memiliki kekayaan tapi terasa kurang karena sang anak belum juga menemukan kebahagiaan nya Sendiri, mereka ingin melihat Wiliam hidup normal memiliki keluarga dan mereka bisa memiliki menantu dan juga cucu....
" Tapi pah setiap wanita yang mama kenalkan pada putra kita itu adalah wanita yang berpendidikan tinggi, cantik,asal usul nya jelas dan yang paling penting mama menyukai mereka " ujar Helena
" Yang baik menurut mama belum tentu baik untuk Wiliam putra kita" ujar Smith
Helena menghela nafasnya tatapan nya sangat sedih dan putus asa
" Bagaimana jika ternyata putra kita tidak normal Pah? Tanya Helena mengutarakan pendapatnya tentang Wiliam....
Tuan Smith terkejut lalu terkekeh geli mendengar perkataan sang istri
"Papa kok menertawakan mama sih, apa Papa ngak sayang Wiliam?" tanya Helena cemberut karena kesal dengan respon suaminya...
" Percaya sama papa Wiliam akan segera mendapatkan wanita yang cocok untuk mendampingi nya,dan anak kita itu normal sayang hanya masih mencari yang sesuai dengan keinginan nya" ucap Smith meyakinkan sang istri
Ting
Sebuah pesan masuk
" siapa mah?" tanya Smith
" Bella, teman mama mau ngajak ketemu " jawab Helena..
" Papa hubungi Wiliam,mama mau ngajak Wiliam juga" ujar Helena
Smith pun menghubungi Wiliam
" Halo Pah,ada apa?" tanya Wiliam
" Kamu di mana nak?" tanya Smith
" Lagi di luar pah,ada apa?" tanya Wiliam
"Wiliam sayang putra mama yang paling tampan,temenin mama ya ketemu temen mama" ajak Helena
" Maaf mah Wiliam ngak bisa " jawab Wiliam dengan cepat
Tut
Panggilan pun berakhir
Helena menghela nafasnya lalu menatap sang suami
" Maaf mah, papa ngak bisa bantu mama untuk membujuk Wiliam" jawab Smith yang sudah paham saat melihat tatapan istri nya....
Valery Cafe
" Tuan ini pesanan anda, mohon maaf atas kesalahan kami" ujar Naya
" Hm" jawab Wiliam lirih tanpa menatap naya
Sementara itu Jasmine yang melihat dari jauh,merasa harap harap cemas takut jika sahabat nya akan mendapatkan amukan dari pria itu....
Tiba-tiba saja William menatap kearahnya dan membuat Jasmine terkejut, tatapan keduanya membuat tubuh Jasmine menegang,tapi anehnya tubuhnya seakan tidak bisa di gerakan, ingin rasanya Jasmin pergi dan memutuskan tatapan itu tapi sangat sulit, benar' sulit...
Wiliam tersenyum sangat tipis tanpa ada yang menyadari nya, melihat gerak gerik Jasmine membuat nya terhibur....
" Kelinci kecil yang terpojok di antara keramaian "gumam Wiliam dalam hatinya....
" Jasmine" Naya menepuk pundaknya membuat Jasmine tersadar dan menatap bingung ke arah naya
" Loh kapan kamu kesini nya nay?" tanya Jasmine kebingungan
" Hehehe kamu lihatin apa sih, sampai ngak nyadar sama sekelilingnya" tanya Naya yang merasa lucu melihat wajah terkejut Jasmine....
" Itu aku tadi melihat" Jasmine menoleh tapi tidak lagi melihat keberadaan Wiliam
" Melihat siapa jas?" tanya Naya penasaran
" Tuan yang berada di meja 10, bagaimana apa kamu baik' saja?" tanya Jasmin khawatir...
" Yah aku baik' saja,kamu tahu tuan itu sangat irit bicara tapi dia sangat tampan jas"ujar Naya tersenyum senang
" Tampan?" tanya Jasmin lagi
" Hem sangat tampan, cuma minusnya dia sangat irit bicara bahkan tidak menatap ku sama sekali" jawab Naya
"Masa sih nay , tapi tadi aku kok di?" ucap Jasmine terhenti saat melihat pria itu kembali ke meja nya
"Loh dia kok kembali lagi?" ujar Jasmine lirih
Naya mengikuti tatapan Jasmine dan tersenyum setelah memahami sesuatu
" Oh rupanya kamu juga menatap pria itu hehehe,tampan kan jas?" tanya Naya
Jasmine menarik tangan naya untuk segera pergi karena pria itu terus menatap ke arah mereka lebih tepatnya menatap Jasmine dengan pandangan sulit di jelaskan....
" Ada apa jas,kamu kelihatan aneh setelah bertemu pria itu,apa dia melakukan sesuatu?" tanya Naya khawatir
" Naya kita harus hati' sama Pria tadi " ucap Jasmine serius
" Iyah hati' karena ketampanannya bisa bikin kita klepek-klepek kan jas" goda naya yang malah membuat lelucon yang menurut Jasmine sangat tidak cocok untuk Pria menyebalkan seperti nya ....
" Naya aku serius,aku rasa dia berbahaya pokonya kita harus berusaha jangan pernah berurusan dengan nya" ujar Jasmine
" Entah kenapa aku merasa akan ada masalah besar jika sampai terlibat dengan pria itu" batin Jasmine
" Oh okey jas aku paham"
Naya merasa Jasmine hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada mereka, tapi jika boleh jujur naya merasa Jasmine cocok dengan pria tadi
Naya justru membayangkan kedua nya berjodoh dan menikah, hidup mereka akan penuh warna, yang satunya dingin dan terkesan angkuh dan yang satunya lemah lembut dan sangat polos , membayangkan itu membuat naya tersenyum senyum sendri
Jasmine yang melihat naya tersenyum senyum sendri membuat bulu kuduk nya berdiri
" Naya sadar nay,kamu kenapa?" tanya Jasmin Panik
Mendengar itu Alan segera mendekat dan menanyakan apa yang terjadi...
" Ada apa jas?" tanya Alan mendekat
" Ini kak alan, Naya kok tiba-tiba diam dan senyum senyum sendiri" ujar Jasmine
Alan mendekat dan mengkis jarak antara nya dan naya,alan melihat naya dengan serius
"Nay, nay sadar" ujar Alan sembari menggoyangkan lengan naya
" Aaaaaaahh" pekik Naya tiba'
Bugh
" Awww" pekik Alan yang tak siap karena tiba" saja Naya mendorong nya dengan kencang
" Kak Alan" pekik Jasmine yang terkejut
" Dasar mesum " pekik naya menatap kesal pada Alan
( Pesona tuan muda menyebalkan bagi Jasmine)