NovelToon NovelToon
KATA KATA YANG TAK SEMPAT KU SAMPAIKAN PADAMU

KATA KATA YANG TAK SEMPAT KU SAMPAIKAN PADAMU

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen / Tamat
Popularitas:212
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Duniaku selalu sunyi, tetapi Kaito mengajarkanku cara mendengar melalui jemarinya. Kehadirannya adalah kepastian yang selalu kuanggap wajar—sampai sesosok warna baru bernama Haruto mengetuk duniaku dan menawarkan keindahan yang belum pernah kurasakan.
Di antara rasa penasaran dan ketulusan yang mulai terabaikan, sebuah jarak tak kasatmata perlahan membentang. Saat aku akhirnya menyadari arti kehadiran Kaito yang sebenarnya, akankah suara hatiku masih memiliki kesempatan untuk sampai padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEJAK JEJAK YANG TERGENANG

Tiga bulan berlalu dalam keheningan yang kian pekat.

Musim gugur telah sepenuhnya meluruh, berganti dengan paparan dingin musim dingin yang merayap masuk hingga ke celah-celah jendela kamar. Dalam rentang waktu sembilan puluh hari itu, duniaku bergerak dalam kesunyian yang asing. Haruto makin sibuk dengan dunianya sendiri—dunia yang kini terasa begitu jauh dan penuh rahasia—sementara Kaito benar-benar telah menjadi sosok asing yang tak lagi terjangkau oleh tanganku.

Malam itu, angin dingin berembus kencang di luar rumah. Suasana kamarku yang sunyi terasa begitu dingin dan hampa.

Karena tidak sanggup lagi menahan rasa sesak yang terus membendung di dada, aku melangkah menuju lemari tua di sudut kamar. Jemariku yang dingin meraba tumpukan kotak di bagian paling bawah, hingga akhirnya menemukan sebuah album foto bersampul kain lusuh yang sudah lama tidak kubuka.

Album foto masa kecilku bersama Kaito.

Dengan perlahan, aku duduk bersila di atas karpet dan membuka lembaran pertamanya.

Halaman demi halaman menyajikan potongan-potongan masa lalu yang begitu hangat. Di sana, ada foto kami berdua saat berusia tujuh tahun di taman belakang rumah. Kaito kecil tersenyum lebar ke arah kamera sambil memegang krayon, membantuku menggambar karena saat itu aku belum pandai mengekspresikan diri.

Ada pula foto saat kami duduk di bangku sekolah menengah. Kaito selalu berdiri satu langkah di depanku atau di sampingku—memegang payung saat hujan, membawakanku tas yang berat, atau sekadar menggerakkan jemarinya yang polos untuk mengajariku bahasa isyarat baru dengan penuh kesabaran.

Dalam setiap foto itu, sorot mata Kaito padaku tak pernah berubah. Matanya selalu memancarkan kehangatan, ketulusan, dan rasa perlindungan yang begitu murni. Kaito adalah rumah tempatku pulang, tempat di mana aku tak pernah merasa cacat atau terasing dari dunia.

Tanpa sadar, hangat air mata mulai menetes membasahi pipiku, jatuh tepat di atas permukaan kaca bening album foto tersebut.

Bagaimana bisa aku membiarkan semua kehangatan ini hancur?

Rasa kesadaran itu menghantam dadaku dengan amat telak, meninggalkan rasa sakit yang tak tertahankan. Selama ini, aku begitu lugu dan buta. Aku tidak pernah benar-benar menyadari betapa besarnya perasaan yang disimpan Kaito untukku, dan betapa besarnya pengorbanan yang ia lakukan demi membiarkanku menggenggam apa yang kuanggap sebagai kebahagiaan.

Bayangan Kaito di masa sekarang mendadak terbayang jelas di benakku, berbenturan keras dengan foto-foto hangat di pangkuanku.

Kaito yang sekarang bukan lagi Kaito yang tersenyum hangat di foto ini. Kaito yang sekarang adalah pria yang wajahnya tirus dan pucat pasi, yang matanya selalu memerah menahan derita, yang tubuhnya kian kurus karena terus-menerus mengabaikan dirinya sendiri. Kaito yang sekarang adalah pria yang sengaja menabrakkan bahunya ke dinding lorong, yang mengepalkan tangannya hingga berdarah di dalam saku, dan yang memilih berjalan menembus hujan deras sendirian tanpa berteduh.

Kaito sedang menyiksa dirinya sendiri sampai ke batas terendah usianya.

Ia memilih membakar hatinya sendiri hingga menjadi abu, membuang seluruh kebahagiaannya ke dalam neraka kesepian, hanya agar ia tidak menjadi beban atau pengganggu bagi hubunganku dengan Haruto. Ia sengaja membuat dirinya menderita, sengaja bertindak dingin dan kasar padaku, agar aku membencinya dan berhenti mencemaskannya.

"Kaito..." cicitku tanpa suara.

Isak tangisku pecah di dalam kamar yang gelap dan sunyi. Aku merengkuh album foto tua itu ke dadaku, menunduk dalam-dalam sambil menangis sesenggukan. Bahuku bergetar hebat. Tidak ada suara tangisan yang terdengar di udara, tetapi keheningan malam itu terasa begitu memekakkan oleh rasa sakit dan penyesalan yang membuncah.

Aku menangisi masa lalu kami yang penuh tawa. Aku menangisi setiap detik ketulusan Kaito yang dulu kuanggap sebagai hal biasa. Dan yang paling menyayat hati, aku menangisi Kaito yang sekarang—seorang pria yang terperangkap dalam kesiksaan batin luar biasa yang diciptakannya sendiri demi melindungiku.

Rasa bersalah yang teramat besar merayapi seluruh pembuluh darahku. Aku merasa seperti sosok penjahat paling kejam. Aku yang membuat Kaito terluka separah ini. Aku yang memaksa pria yang paling menyayangiku sejak kecil untuk hidup dalam neraka yang dingin.

Di tengah tangisan yang kian tak terkendali, kepalaku juga dipenuhi kebingungan yang tak bertepi tentang Haruto.

Haruto yang belakangan ini kian dingin dan penuh rahasia, aroma parfum manis yang terus menempel di pakaiannya, kebohongan-kebohongannya yang kian menumpuk, serta foto gadis berambut cokelat yang terselip di kartu mahasiswanya. Fondasi hubunganku dengan Haruto terasa begitu retak dan bersiap untuk hancur kapan saja.

Aku mengusap air mata di pipiku dengan telapak tangan yang gemetar.

Malam itu, di atas karpet kamar yang dingin, aku menyadari satu hal dengan sangat jelas: duniaku yang tenang kini telah sepenuhnya runtuh. Dan di tengah kehancuran itu, ada seorang pria di seberang sana yang sedang hancur berkeping-keping dalam hening—pria yang masa kecilnya terikat erat denganku, yang kini memilih mati rasa hanya agar aku bisa terus melangkah.

1
Prayy
JANGAN LUPA DI LIKE DAN KOMEN YA GUYS AGAR AKU SEMANGAT NULISNYA DAN NGEMBANGIN CERITA CERITA LAIN NYA🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!