NovelToon NovelToon
Jenderal Langit : Terbangun Di Benua Dewa

Jenderal Langit : Terbangun Di Benua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Identitas Tersembunyi / Fantasi Timur
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Update 5 bab dijam yang sama 12.00 WIB.


Vano Andrian, seorang aktor muda berbakat yang baru berusia dua puluh satu tahun, tewas tragis setelah meminum air beracun yang diberikan oleh kru setianya. Kematian akibat pengkhianatan itu membawanya melintasi dimensi ke Benua Dewa.


Di dunia kultivasi tersebut, jiwanya merasuki tubuh Gu Yan-Zhi, seorang pemuda lemah yang baru saja dibantai oleh sepupunya sendiri. Terperangkap dalam raga asing dengan Dantian yang tersegel rapat, Vano harus bangkit melawan takdir kejam. Berbekal insting tempur modern dan aliansi tak terduga dengan makhluk mitos, akankah Vano menuntut balas atas penderitaan Gu Yan-Zhi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harta Karun Rawa dan Gerbang Menuju Lembah Kuno

Permukaan air kanal rawa berangsur-angsur tenang setelah kepergian Feng Lie dan rombongan Sekte Langit Berkobar. Sinar matahari pagi kini sepenuhnya menembus celah-celah kanopi pohon bakau, menghangatkan udara lembap di perbatasan selatan dan memberikan kelegaan nyata bagi kelompok kecil Gu Yan-Zhi.

Gu Chen dengan cekatan menarik beberapa barang berharga milik Feng Lie yang mengapung di atas air menggunakan sebilah dayung kayu. Ia mengangkat sebuah kantong penyimpanan spasial berwarna merah tua yang terbuat dari kulit binatang langka, serta tiga botol pil giok yang masih tersegel rapat tanpa mengalami kerusakan sedikit pun akibat ledakan sebelumnya.

"Tuan muda, barang-barang milik utusan sekte itu berhasil kita selamatkan," lapor Gu Chen sambil menyerahkan kantong kulit merah tersebut kepada Gu Yan-Zhi dengan gestur hormat. "Kualitas wadah penyimpanannya cukup tinggi, sepertinya ini adalah inventaris pribadi milik seorang tetua muda."

Gu Yan-Zhi menerima kantong tersebut dan mengalirkan sedikit kesadaran spiritualnya untuk membuka segel pembatas sederhana di permukaannya. Begitu kesadarannya menembus ruang penyimpanan di dalam kantong itu, ia mendapati puluhan keping batu spiritual kelas atas yang memancarkan pendar cahaya biru jernih, beberapa gulungan peta topografi wilayah tengah, serta sebuah lempengan giok komunikasi jarak jauh yang masih aktif.

"Bagus," ucap Gu Yan-Zhi singkat sambil menyeringai tipis. "Meskipun Feng Lie berhasil melarikan diri dengan nyawanya, ia meninggalkan cukup banyak modal logistik yang akan sangat berguna untuk membiayai perjalanan kita menuju lembah perbatasan."

Gu Ruoxi mendekat, merapikan beberapa perlengkapan perahu yang sempat berantakan akibat benturan gelombang energi sebelumnya. "Kakak, mundurnya Feng Lie hari ini pasti akan menciptakan gempa besar di dalam struktur Sekte Langit Berkobar. Mereka tidak akan tinggal diam setelah dipermalukan di wilayah perbatasan selatan."

"Tentu saja mereka tidak akan tinggal diam," jawab Gu Yan-Zhi tenang, memasukkan kantong penyimpanan itu ke dalam jubahnya. "Tetapi perjalanan mereka dari wilayah pusat ke lembah perbatasan ini membutuhkan waktu setidaknya beberapa minggu. Waktu itu lebih dari cukup bagi kita untuk memasuki reruntuhan Kuil Langit Kuno dan mengamankan warisan yang tertinggal di sana."

Hu Yijie melompat turun dari haluan perahu, mendarat dengan ringan di atas bahu Gu Yan-Zhi. Tuan, peta topografi yang baru saja Anda ambil dari musuh itu sepertinya mencantumkan jalur pintas rahasia menuju lembah kuil kuno. Kita bisa memotong perjalanan melewati Rawa Kabut Hitam tanpa harus melalui pos pemeriksaan militer faksi lain, ucap Hu Yijie melalui telepati.

Gu Yan-Zhi mengangguk menyetujui. Ia memberi isyarat kepada pengayuh perahu bayaran—yang kini sudah mulai sadar dan pulih dari rasa takutnya—untuk kembali memutar arah perahu menuju jalur kanal barat yang mengarah langsung ke gerbang utama perbukitan selatan.

Menjelang tengah hari, perahu kayu yang ditumpangi rombongan Gu Yan-Zhi akhirnya mencapai ujung dari kanal air rawa. Di hadapan mereka, bentangan rawa yang berlumpur dan berair keruh mulai digantikan oleh lanskap perbukitan berbatu yang curam dan diselimuti oleh kabut putih tebal yang tidak pernah pudar sepanjang tahun. Wilayah itu dikenal sebagai Lembah Perbatasan Kuno, tempat di mana reruntuhan peradaban era para dewa purba tersembunyi dari dunia luar.

Begitu mereka menepi di daratan berbatu yang kering, Gu Yan-Zhi membantu Gu Ruoxi turun dari perahu, diikuti oleh Gu Chen yang membawa seluruh perbekalan logistik.

"Terima kasih atas bantuannya, kawan. Kembalilah ke Kota Rawa Tersembunyi dan sampaikan salamku kepada Tuan Mo," ucap Gu Yan-Zhi kepada pengayuh perahu bayaran tersebut sambil melemparkan beberapa keping batu spiritual kelas menengah sebagai bayaran dan bonus.

Pengayuh perahu itu menangkap koin-koin tersebut dengan tangan gemetar karena takjub melihat kemurahan hati sang pemuda. Ia membungkuk hormat berulang kali, lalu segera memutar balik perahunya dan meluncur pergi meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru.

Gu Yan-Zhi berbalik, menatap jalur setapak berbatu yang menanjak curam di antara kabut tebal lembah. Di ujung jalur tersebut, samar-samar terlihat silar tiang-tiang batu raksasa berukir aksara kuno yang mulai tertutup oleh lumut tebal—gerbang masuk menuju kompleks reruntuhan kuil.

"Mari kita lanjutkan perjalanan," titah Gu Yan-Zhi dengan suara mantap. "Tetap waspada terhadap jebakan formasi kuno di sepanjang jalur perbukitan ini. Energi spiritual di sekitar sini jauh lebih liar dibandingkan di perkotaan."

Ketiganya melangkah bersama, menyusuri jalan setapak berbatu yang sunyi di bawah naungan kabut tebal. Setiap langkah membawa mereka semakin dekat ke dalam misteri masa lalu yang terkubur selama ribuan tahun, tempat di mana takdir baru sang Jenderal Langit di Benua Dewa akan benar-benar ditempa.

1
Siskasuryaningsih
bapak mu piye nang? bok no tinggal ta?
ᵣₕyₜₕₘ.ₒf.ᵣₐᵢₙ: 😂😂lha harus gimana kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!