Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.
Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.
Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.
Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.
"Plot novel sialaaaan!!!"
Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
One Night 23
"Jadi, apa yang terjadi selama aku tidak ada di Istana?"
Lucien sudah tiba di Istana, tepatnya di ruang kerjanya. Dia tentang duduk di kursi dengan menghadap ke tumpukan berkas yang harus mulai dikerjakannya.
Erson juga ada di sana, ia duduk d tempatnya sendiri. Kedatangan Lucien yang tiba-tba tak membuat Erson terkejut karena sudah mengerti.
Erson bangkit dari duduknya untuk menghadap Lucien. Ulah keluarga Duke Mortain dilaporkannya, tentang Adelle yang mengklaim dirinya sebaga calon permaisuri.
Lucien tersenyum sinis mendengar laporan dari Erson tentang hal tersebut. Namun dia tak bereaksi banyak dan terkesan tak acuh.
"Baginda tidak akan mengambil tindakan kah?" tanya Erson. Tak biasanya Lucien bersikap demikian. Tenang dan seolah tak peduli.
"Akan ada waktunya, biarkan mereka menikmati permainan yang mereka ciptakan itu. Panggilkan Norman kemari, dimana dia?" jawab Lucien. Tangan dan matanya terus menatap ke kertas-kertas yang menggunung.
"Ada di tempat lathan. Saya akan memanggilkannya."
Erson bergegas pergi untuk memanggil Norman. Tak butuh waktu lama, ia kembali dengan membawa Norman.
"Anda sudah kembali, Baginda? Selamat datang kembali," sapa Norman. Ia membungkukkan tubuhnya, memberi hormat kepada Lucien.
"Ya, meski sebenarnya malas. Winslow, apa kau tahu tentang keluarga itu?" tangannya terhenti melakukan pekerjaan. Kini mata Lucien menatap lurus ke arah Norman.
"Kurang lebih tahu, Baginda," jawab Norman cepat dengan mendekat ke arah meja Lucien.
"Ceritakan," pinta Lucien. Tubuhnya duduk dengan tegap, kedua tangannya dilipat di depan dada. Lucien siap mendengarkan secara seksama.
"Marquis Cale Winslow mewarisi kedudukan itu saat usianya 17 tahun, tepat setelah ayahnya meninggal. Sedangkan Ibunya kembali ke wilayah keluarganya tinggal dan tidak berada di rumah Winslow. Ternyata Cale Winslow memang memilik seorang adik perempuan yang jarang diperlihatkan. Konon kabarnya dia adalah anak haram dari seorang pelayan dimana ibunya telah meninggal sejak lama. Jadi Baginda apa benar calon permaisuri adalah adik dari pria itu? Ada yang aneh, kabar yang beredar Cale sangat menyayangi adiknya, akan tetapi dia tak pernah membawa adiknya ke setiap acara bangsawan. Hanya sekali dan itupun nona Winslow menghilang setelahnya."
Lucien mengetukkan jarinya di meja. Cattleya yang pertama dan terakhir kali muncul di pesta bangsawan itu mungkin saat bertemu dirnya waktu itu.
Hubungan Cattleya dan Cale jelas sangat buruk, mengingat Cattleya yang melarikan diri lalu bersembunyi.
"Apa kau mendengar hal yang lain lagi?" tanya Lucien yang masih belum puas dengan laporan Norman.
"Kabarnya Cale Winslow sedang mencari adiknya yang pergi beberapa tahun ini. Mata-mata yang saya susupkan di kediaman itu mengatakan bahwa Cale akan melemparkan adiknya ke pasar pernikahan. Sepertinya kebaikan Cale kepada Nona Cattleya hanya kedok semata."
Tangan Lucien mengepal erat. Rahangnya juga mengeras mendengar soal Cattleya yang akan dijadikan alat oleh Cale Winslow.
"Apa kau mendengar tentang cerita kematian ibunya?" tanya Lucien lag.
"Guild yang saya minta mencari tahu menyebutkan bahwa ibu Nona Cattleya dibuang begitu saja setelah meninggal."
Lucien memejamkan matanya, dadanya naik turun mendengar betapa kejamnya keluarga Winslow kepada Cattleya.
Meski ibunya seorang pelayan, namun sangat kejam jika perlakuan mereka demikan.
"Mereka jahat sekali,"ucap Erson lirih.
"Terus selidiki pergerakan Cale Winslow," ucap Lucien.
"Siap!"
Norman pamit undur diri. Lucien sendiri masih duduk terpaku dengan semua laporan yang Norman berikan.
"Lalu Baginda, kapan akan membawa Nona dan Pangeran ke Istana?" tanya Erson. Dia mencoba memecah kesunyian yang sedikit menakutkan itu.
"Belum saatnya. Aku akan membereskan semua kecoa yang ada di sini agar Catty dan Leo merasa aman."
TBC