NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lusi Kembali Sehat

Kesehatan Lusi mulai membaik, begitu juga dengan janinnya. Lusi sakit membuat mama dan papanya kuatir. Sampai mama Wiske berencana untuk datang dari Papua untuk menjaganya. Namun Lusi sendiri tidak mau. Sudah cukup mamanya sedih ataupun susah. Sekarang waktunya mamanya untuk bahagia, menikmati masa tuanya. Menurut Lusi, dari dia sekolah sampai kuliah sudah cukup perjuangan mamanya membesarkan dia, mendengar omongan orang - orang tak bertanggung jawab tentang dirinya dan mamanya.

"Mama harus bahagia. Iren disini baik - baik saja. Kalau mama sudah tidak sibuk baru mama kesini. Kan kita rencana mau liburan ke eropa ma."

"Tapi mama kuatir sama kamu sayang. Sama janin calon cucu mama."

"Iren dirawat dengan baik sama mas Gio, mami dan papi mertuaku, juga kakak iparku dan suaminya."

"Kalau ada apa - apa harus hubungi mama ya."

"Iya mama."

Sebagai seorang intel, Gio tidak terikat jam dinas pada kesatuannya. Jadi kapan saja, dia bisa bertugas. Saat ini, Gio sedang bertugas menjaga istrinya. Antar dan jemput, Gio lakukan setiap hari. Karena saat ini, Lusi belum di ijinkan mengendarai mobil sendiri. Kebersamaan dan kemesraan Gio dan Lusi sedang di amati oleh orang lain.

"Bener Des, mereka sudah menikah."

"Iya Ly di Bali. Meskipun tidak banyak tamu, namun sakral dan romantis dari acara itu sangat dirasakan Wedding Organizernya memang TOP banget. Aku yang hadir saja sangat iri."

"Terus aja."

"Hai sayang.... Kamu ngak mungkin sakit hatikan."

"Iya sih kenapa harus sakit hati. Kan bukan jodohku."

"Ini baru sahabatku."

Sementara dokter Axelo Herman sangat menyesali tindakannya saat itu. Harusnya dia sebelum ke Jerman berbicara dengan Lusi. Namu aku terlalu pengecut, sehingga membuat seorang wanita menangis akibat perbuatanku. Axelo masih terus menatap Lusi dan suaminya yang berjalan bergandengan tangan menuju ke ruangan Lusi, sebenarnya hari ini Lusi dan Gio ada janji bertemu dengan Axelo dokter kandungannya. Untuk kontrol setiap bulan melihat perkembangan janinnya dan dirinya.

Bagun tidur tadi Gio suaminya sudah mendaftar online. Jadi sekarang Gio dan Lusi sedang antri di depan ruang poli kandungan. Setelah Lusi dari ruangannya di poli onkologi. Rencananya selesai Lusi kontrol baru dia praktek di polinya. Urusan selanjutnya akan dilakukan oleh Gio suaminya, mengambil obat dan lain - lain.

Karena sesuai antrian Lusi mendapat urutan ke lima. Setelah mendengar namanya disebut Nyonya Gio Abraham, mereka pun masuk poli itu. Hasilnya kesehatan Lusi dan janinnya membaik. Autoimunnya pun mulai membaik.

"Mas urus obat - obat ade, selesai mas akan ada di ruangan ibu direktur."

"Oke mas." Gio langsung mencium bibir istrinya.

"Ingat jangan kelelahan. Jam makan siang kita sama - sama."

"Mas ade mau rujak buah."

"Iya mas akan pergi beli. Pulang membeli rujak adek baru mas ambil obat untuk istri dan calon anakku."

"Terima kasih suamiku sayang. I live you mas Gio."

"Love you more sayang."

Gio buru - buru setelah menaruh resep obat istrinya. Dia hendak mencari rujak buah buat istrinya.

"Buru - buru amat. Kemana sayang." Gio kaget ternyata Lydia ada di rumah sakit ini.

"Aku hanya menerima panggilan dengan kata sayang dari istriku tercinta."

"Kamu sombong amat Gio. Biasanya perhatian itu yang aku peroleh."

"Itu dulu Ly, sebelum kamu menghianati cinta saya. Dan itu sudah lama. Saya sudah punya Lusi istri saya."

Pertemuan Lydia dan Gio di perhatikan oleh Lusi yang memang sengaja mengejar suaminya mau menyampaikan keinginannya. Mau di telepon ternyata handphonenya Goo tertinggal di ruangan Lusi.

"Mas." Lydia kaget begitu juga Gio. Dan dengan cepat Gio mendekati istrinya memberi ciuman. Bukan karena mau pamer kepada Lydia. Tetapi dia tidak mau Lusi istrinya berpikir macam - macam dan penyakitnya kambuh. Setelah memeluk dan mencium bibir istrinya, Gio berbisik di telinga Lusi.

"Maafkan mas. Tetapi mas bersumpah mas tidak ada hubungan apapun dengan dia. Kami baru bertemu disini sayang."

"Adek percaya mas. Ini ade mau serahkan handphone mas. Tadi ade telepon mau minya belikan alpukat tetapi bunyinya dekat tas adek."

"ooo maafkan mas ya. Nanti mas belikan." Lydia yang tidak sanggup melihat kemesraan pasangan suami istri ini pun berlalu meninggalkan sepasang suami istri itu. Dengan cepat Lusi langsung mencubit perut suaminya. Meskipun sakit Gio tahan, dan dibalas dengan ciuman mesra di bibir istrinya. Lusi langsung melepaskan cubitan di perut suaminya.

"I love you Lusia Irene Pong."

"Love you more Gio Abraham." Gio tersenyum. Akhirnya dia pergi membeli keinginan wanita hamil itu yang adalah istrinya sendiri.

Pasien di poli onkologi sudah selesai. Saatnya Lusi akan makan siang. Dia tahu suaminya ada dimana. Dalam perjalanan menuju ruangan mami mertuanya Dokter Hany, kembali Lusi bertemu dengan Lydia mantan pacar suaminya. Lusi yang lebih bijaksana hanya tersenyum kepadanya. Namun senyuman itu membuat Lydia tidak senang.

"Kamu tahu penyakit yang kamu idap. Lambat laun akan meregut nyawa kamu."

"Mba bukan Tuhan kan yang berprediksi begitu. Seorang dokter saja dalam berkata masih memperhatikan psikologi pasiennya."

"Makanya kamu ngak usah senang karena menjadi istri seorang Gio Abraham."

"Gio perna bilang jika saya sudah tidak ada di dunia ini maka dia akan pergi juga bersama - sama saya. Jadi jangan berharap Gio menjilat ludah yang sudah dia buang." selesai berkata seperti itu Lusi pun pergi meninggalkan dokter Lusi. Di lobi dia bertemu dengan Kellen dan kak Rahel yang juga mau ke ruangan omanya.

Lusi langsung mencium keponakan kesayangannya dan suami dan memberi pelukan. Kemudian memeluk kakak iparnya. Di ruangan mama mertua sudah ada Gio dan kak Roland. Maka kami pun bersama - sama menikmati makan siang di ruangan mama. Lusi tidak tahu, bahwa kak Rahel melihat dirinya berbicara dengan dokter Lydia.

"Dek, tadi kaka melihat, Lydia memegang tanganmu ada apa." Gio kaget. Langsung dia melihat istrinya dan memeluk.

"Sayang kamu baik - baik saja." sebenarnya Lusi tidak mau apa yang dia alami tadi, rencananya dia akan merahasiakan kejadian hari ini dari suaminya.

"Iya mas aku baik - baik saja."

"Dek, kamu sudah tidak ada hubungan sama dia kan."

"Sabar hubungan dengan dokter Lydia maksudnya???"

"Demi Tuhan mi, kak saya tidak ada hubungan apa pun."

"Lagi ngomong apa sih."

"Opa..........Kellen rindu." Kellen sudah berlari menuju opanya. Yang tidak tahu angin dari mana bisa apa di ruangan istrinya dokter Hany, padahal dia beberapa hari lalu sedang di China untuk proyek besar Adiguna Grup. Opa Samuel Abraham langsung mengendong dan memeluk cucu pertamanya dari anak perempuannya.

"Papi tahu dari sekretaris kamu kak. Papi boleh gabung kan." Gio langsung menyiapkan kursi buat papanya dan makan siang bersama pun terjadi.

"Mami ngak mau menantu mami pikiran ingat Gio, jangan ulangi perbuatan papi, cukup mami saja. Jangan Lusi. Trauma dengan sikap papanya membuat dia susah mempercayai laki - laki. Kamu tahu sendiri kan." kata - kata ini, maminya ucapkan sebelum mereka kembali ke rumah mereka masing - masing

"Iya mi."

Sampai saat ini orangtua Rahel dan Gio belum bersatu. Mereka tidak bercerai karena papi Samuel tidak mau. Mami Hany adalah wanita yang sangat papi sayangi. Namun karena perbuatan papi berselingkuh, mereka hidup berpisah. Papi lebih banyak menghabiskan malamnya di apartemen. Malam ini Gio melayani istrinya sangat baik, dia tidak mau Lusi terluka.

"Hanya kamu yang mas cintai sayang." Lusi tersenyum, langsung dia mencium bibir suaminya sangat mesra.

"Ade tahu itu. Ade juga sayang dan Cinta sama mas."

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!