NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 23

Sementara di sudut lain kota Jakarta, sebuah mobil SUV dengan bumper depan yang agak lecet melaju kencang, membelah malam sebelum akhirnya berhenti mendadak di pelataran parkir apartemen mewah tempat tinggal Arum.

Brak!

Adam membanting pintu mobilnya kasar. Langkah kakinya menyapu cepat lorong lantai dua belas, membakar sisa-sisa napasnya yang terengah-engah. Wajahnya yang biasa tampan kini berantakan: rahang kanannya membengkak memar kebiruan, sudut bibirnya meneteskan darah kering, dan kemeja kerjanya tak lagi terpasang rapi.

Ia berhenti di depan pintu unit nomor 1204, lalu menghantam papan kayu jati itu dengan kepalan tangannya tanpa henti.

TOOOKK

TOOOKK

"Arum! Buka pintunya! Arum!" teriak Adam hysteris, tak peduli jika keributan itu mengganggu penghuni unit lainnya.

Tak sampai satu menit, kunci pintu berbunyi klik. Pintu terbuka sedikit, menampilkan wajah Arum yang terbalut gaun tidur sutra. Namun bukannya menyambut dengan senyuman hangat, wajah wanita itu langsung mengeras penuh kekesalan saat melihat penampilan Adam yang mengenaskan.

"Mas Adam?! Kamu gila ya gedor-gedor malam-malam begini?!" desis Arum tajam, mengedarkan pandangan ke lorong sebelum menarik lengan Adam masuk dan membanting pintu rapat-rapt.

"Kamu mau bikin reputasiku hancur di sini, hah?!"

"Reputasi?!" Adam tertawa keras, tawa parau yang penuh ironi dan frustrasi. Pria itu menyapu kasar rambutnya yang berantakan, menatap Arum dengan mata yang memerah darah.

"Kamu masih mikirin reputasi kamu, Arum?! Semuanya sudah hancur! Rumah tanggaku, perusahaanku, statusku di keluarga... Semuanya habis!"

Arum membeku di tempat, mengernyit jijik sekaligus cemas melihat noda darah di sudut bibir Adam.

"Maksudmu apa sih, Mas?! Jangan asal teriak-teriak begitu! Apa yang hancur?!"

"Senja datang ke rumah orang tuaku!" bentak Adam, maju dua langkah hingga Arum terperanjat mundur menabrak meja konsol.

"Dia membawa semua bukti foto dan video gila yang kamu kirimkan ke dia! Papa dan Mama sudah lihat semuanya, Arum! Semuanya!"

Deg.

Napas Arum tertahan seketika. Riasan tipis di wajah cantiknya tak mampu menutupi warna kulitnya yang mendadak memucat bagai mayat.

"Papa dan Mama kamu... sudah tahu?"

"Bukan cuma tahu!" suara Adam makin menggelegar di ruang tengah yang sepi itu.

"Papa menampar dan memukulku di depan Senja! Aku diusir malam ini juga! Nama aku dicoret dari hak waris, dan Papa bilang dia bakal menarik seluruh dukungan keuangan untuk perusahaanku! Kamu dengar itu, Arum?! Aku diusir karena ulah impulsifmu!"

Arum menelan ludah yang terasa bagai duri tajam di tenggorokannya. Kekepanikannya merambat liar ke seluruh tubuh. Jika orang tua Adam tahu, itu artinya... status hubungan mereka sudah bukan lagi rahasia.

"Lalu... Senja?" bisik Arum dengan suara gemetar, mencoba mencari kepastian yang paling ia takuti.

"Senja bilang apa? Apa dia... apa dia menyebut nama Pak Angkasa atau membawa-bawa namaku di depan media?!"

Adam mengepalkan tangannya kuat-kuat, melangkah makin menghimpit Arum hingga wanita itu tak punya ruang untuk melarikan diri.

"Dia tidak perlu membawa media untuk menghancurkanku, Arum!" desis Adam, suaranya kini melow membawakan rasa putus asa yang teramat dalam.

"Aku sudah berlutut di depannya... Aku mohon-mohon agar dia menarik gugatan cerainya di Pengadilan Agama. Aku bilang aku bakal tarik talakku, aku janji bakal berubah dan memperlakukan dia seperti istri seutuhnya... Tapi Senja menolak mentah-mentah! Dia tertawa di depan mukaku!"

Arum membelalakkan mata, rasa terkejutnya mendadak berubah menjadi kemarahan liar. "Kamu... kamu berlutut dan minta dia balik jadi istri kamu?! Kamu gila, Mas?! Kamu janji sama aku kalau kamu bakal ceraikan dia! Kenapa kamu malah mengemis pada wanita murahan itu?!"

"Karena aku tidak mau jatuh miskin, Arum!" bentak Adam tak kalah melengking, mencengkeram kedua lengan Arum hingga wanita itu meringis kesakitan.

"Kamu pikir kalau aku tidak punya uang dan perusahaanku bangkrut, kamu masih mau hidup denganku?! Hah?! Jawab aku!"

"Lepasin, Mas! Sakit!" jerit Arum sambil memukul-mukul dada Adam.

"Dan kamu tahu siapa yang menjaga Senja di luar rumah orang tuaku?!" lanjut Adam, abai pada rintihan Arum, matanya menyalang liar.

"Rian! Asisten pribadinya Angkasa! Pria itu memukul rahangku sampai berdarah saat aku mencoba menahan Senja! Angkasa mengirim pengawalnya sendiri untuk melindungi Senja dari aku!"

Arum menghentikan gerakannya seketika. Tubuhnya mendadak kaku bagai patung. Cengkeraman tangan Adam di tangannya bahkan tak lagi terasa sakit dibandingkan rasa takut luar biasa yang menghantam otaknya.

"Rian...?" gumam Arum, suaranya nyaris tak terdengar.

"Pak Angkasa... mengirim Rian untuk membela Senja?"

"Iya!" pangkas Adam frustrasi, melepaskan cengkeramannya kasar hingga Arum terdorong sedikit.

"Aku yakin Pak Angkasa ada di balik ini semua, Arum! Dia yang memfasilitasi Senja dengan pengacara, dia yang melindungi Senja, dan dia yang sengaja memakai Senja untuk menghancurkan perusahaanku! Aku tidak tahu apa hubungan Senja dengan Angkasa sampai CEO raksasa itu mau turun tangan mengurus perceraian staf biasa!"

Arum menyandarkan punggungnya pada dinding cold-marble, napasnya memburu cepat dan singkat. Pikirannya melayang pada obrolannya dengan Angkasa di kantor tadi siang, sikap dingin pria itu, penolakannya yang halus, dan senyuman misteriusnya yang berbahaya.

Tidak... Ini bukan cuma soal perusahaan Adam, batin Arum memekik ketakutan.

Angkasa sudah tahu semuanya. Dia sengaja menahan diri tadi siang... Dia sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih mengerikan untukku dan Papi!

"Mas..." suara Arum melunak, kali ini dipenuhi getaran kepanikan yang nyata. Ia memegang jemari Adam yang masih bergetar.

"Kamu... kamu harus cari cara untuk hentikan Senja! Kita tidak bisa biarkan perceraian ini jalan terus! Kalau perceraian ini sah dan semua buktinya tersebar ke publik..."

"Hentikan bagaimana, Arum?!" potong Adam, tertawa pahit seraya menepis tangan Arum.

"Senja sudah pindah ke tempat yang bahkan aku tidak tahu di mana! Dia dikawal pengawal pribadi Angkasa! Aku sudah tidak punya akses apa-apa lagi! Semuanya sudah terlambat!"

Adam menghempaskan tubuhnya ke atas sofa kulit Arum, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Isakan frustrasi yang tertahan keluar dari selah-selah jarinya.

Sementara Arum berdiri mematung di tengah ruangan, menatap Adam yang hancur dengan rasa jijik sekaligus ketakutan yang kian membesar. Ia menyadari satu hal dengan pasti, Adam sudah tidak berguna lagi. Pria di hadapannya kini hanyalah bangkai tanpa harta dan kuasa.

Namun yang jauh lebih menakutkan bagi Arum adalah badai besar yang kini sedang bergerak pelan menuju acara makan malam keluarga besarnya dengan Angkasa minggu depan.

1
YuWie
garcwp aen.. si arum niatnya pamer dan manas2i..ehhh malah jadi senjatamu ya sen
YuWie
wow..wow..garcep ya sensen
YuWie
mpussss pak adam
YuWie
nahh begitu tho sensen
YuWie
Luar biasa
YuWie
baikmen kamu sensen..sdh dijadikan ban cadangan aja..masih mau menyelesaikan dg baik2
YuWie
apakah angkasa jg bkdoh spt senja..atau hy sedang ber drama
YuWie
katanya gak mau nodoh, kenapa masih nunggu mas adam
YuWie
dibodohi kau senja2
YuWie
kok kamu mau jadi ban serep ja senja.. padahal ya kamu gak ada hubungan dg adam dan arum
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
nely_48
najis banget sih adam msh tinggal d apartemen arum,, bukan nya pergi tinggalkan apartemen arun n adam bs nge kos, bebas
nely_48
semoga senja ga jd nikah sm angkasa,, bpak n emak na angkasa az aura kunti terasa pisan kitu
sunaryati jarum
waah emak nggak sabar melihat kalian menikah dan melihat kehancuran Lyra bersama keluarga serta kekecewaan dan Penyedalan orang tua Pak Angkasa Tanuwijaya dan Ibu Fransisca
ryuka
aaaduuhhh dduuuhhh.. speechless kan 🤭🤭🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
nikmatilah adam hahaha
nely_48
PD sangan ngana ini Lyra,, ngatain senja wanita murahan eh ga tau nya ngana sendiri yg murahan, sana sini boleh masuk✌✌
nely_48
klau udh tau rasa nya n mengalami lgsg az adam lgsg menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!