NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:207.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Berita pagi ini, Perusahaan Matahari resmi dinyatakan bangkrut."

Suara dari televisi layar datar itu memecah keheningan ruang keluarga Ayodhya.

"Pemiliknya, Bapak Surya, kini menjadi buronan kejaksaan atas kasus penipuan dan percobaan pembunuhan."

Adrian mematikan televisi itu dengan remot di tangannya.

"Akhirnya tikus tua itu tamat juga," ucap Adrian dengan nada puas.

Baskoro menyesap tehnya dengan senyum penuh kemenangan.

"Itu akibatnya kalau berani mencari masalah dengan keluarga kita."

Arini datang dari dapur membawa keranjang piknik besar yang berisi banyak makanan.

"Sudah cukup bahas bisnis dan balas dendamnya, hari ini kita liburan keluarga," potong Arini ceria.

Lula berlari masuk ke ruang keluarga dengan memakai topi jerami bundar dan gaun pantai.

"Lula sudah siap pergi ke pantai Mama!" seru Lula sambil melompat-lompat kecil.

Cakra muncul dari balik sofa dan langsung mengangkat tubuh Lula tinggi-tinggi.

"Ayo kita berenang sampai kulit kita hitam seperti arang!" sorak Cakra heboh.

Dewa menepuk kaki Cakra dari belakang dengan wajah kesal.

"Jangan ajari dia yang tidak-tidak, kau mau dia terbakar matahari dan sakit kulit?" omel Dewa.

Bastian sibuk memasukkan kotak pertolongan pertama ke dalam tas ranselnya.

"Aku sudah bawa salep anti serangga, perban, dan obat merah," kata Bastian serius.

"Jaga-jaga kalau ada kobra liar atau hewan aneh lagi di sana."

Adrian memutar bola matanya melihat kelakuan adik-adiknya yang terlalu berlebihan.

"Kita cuma mau ke villa pribadi Papa di Anyer, bukan ke hutan rimba Amazon," komentar Adrian dingin.

Keluarga Ayodhya akhirnya berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil van mewah mereka.

Sopir pribadi melajukan mobil itu keluar dari pekarangan rumah menuju jalan raya.

Di belakang mereka, ada dua mobil hitam berisi pengawal yang mengikuti dengan jarak aman.

Perjalanan menuju pesisir Anyer memakan

waktu sekitar tiga jam lewat jalan tol.

Di dalam mobil, suasananya sangat ramai oleh suara Cakra dan Lula yang bernyanyi bersama.

"Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya," nyanyi Lula dengan suaranya yang lucu dan sedikit cadel.

"Hijau kuning kelabu, merah muda dan biru!" sambung Cakra dengan suara melengking keras.

Dewa menutup kedua telinganya menggunakan bantal kecil karena merasa terganggu.

"Bisakah kalian diam? Suara kalian membuat telingaku berdarah," gerutu Dewa dari kursi belakang.

Lula tertawa melihat wajah kesal kakak bungsunya itu lalu menengok ke belakang.

"Kak Dewa mau ikut nyanyi juga? Sini duduk dekat Lula," ajak Lula dengan wajah polosnya.

Dewa mendecih pelan lalu membuang muka menatap ke luar jendela.

"Tidak mau, lagu anak kecil itu membosankan," tolak Dewa gengsi padahal telinganya mulai memerah malu.

Adrian yang duduk di sebelah Lula menyodorkan sebotol jus jeruk dingin yang sudah dibuka tutupnya.

"Minum dulu, tenggorokanmu nanti kering kalau terus-terusan mengoceh," suruh Adrian.

Lula menerima botol itu dan meminum isinya dengan ngoceh girang.

Setelah dua jam perjalanan santai, mobil mereka keluar dari gerbang tol dan masuk ke jalan raya lintas kota.

Jalanan itu cukup sepi dengan pepohonan besar yang rindang di sisi kanan dan kiri.

Lula yang mulai mengantuk karena kekenyangan menyandarkan kepalanya di lengan kuat Adrian.

Namun tiba-tiba udara di dalam mobil terasa sangat dingin menusuk tulang.

Bulu kuduk Lula meremang dan rasa kantuknya menguap hilang seketika.

Lula membuka mata dan melihat ada kabut hitam kemerahan menyelimuti kaca depan mobil mereka.

"Kabut jahat datang lagi," bisik Lula pelan dengan tubuh mulai bergetar.

Adrian yang mendengar bisikan itu langsung menegakkan duduknya dengan waspada.

"Ada apa Lula? Kau melihat sesuatu?" tanya Adrian dengan nada tegang.

Sebelum Lula sempat menjawab, sebuah mobil SUV hitam tiba-tiba menyalip dari arah belakang dengan sangat kencang.

Mobil itu memotong jalur van mereka secara mendadak di tengah jalan yang sepi.

Cittt.

Sopir keluarga Ayodhya menginjak rem dalam-dalam untuk menghindari tabrakan yang mematikan.

Brak.

Semua orang di dalam mobil terdorong ke depan karena rem mendadak yang sangat kasar itu.

Lula hampir terbentur kursi depan jika Adrian tidak memeluknya dengan cepat dan kuat.

"Sopir, ada apa ini?!" bentak Baskoro marah sambil memegangi bahu istrinya.

"Ada mobil yang sengaja menghadang jalan kita Tuan," jawab sopir itu dengan suara panik.

Dewa langsung mengintip dari kaca jendela samping untuk melihat situasi di luar.

Tiga mobil SUV hitam lainnya tiba-tiba muncul dan mengepung mobil van keluarga Ayodhya dari segala arah.

Dua mobil pengawal di belakang mereka ternyata sudah dihadang jauh di persimpangan sebelumnya.

"Kita dikepung Pa," lapor Bastian dengan wajah pucat menyadari bahaya.

Pintu mobil-mobil SUV hitam itu terbuka secara serentak.

Sepuluh orang pria berbadan kekar dan berwajah garang turun membawa tongkat besi dan senjata tajam.

Mereka adalah pembunuh bayaran profesional yang disewa oleh Surya dengan sisa uang terakhirnya.

Surya yang sudah buron berniat menghabisi seluruh keluarga Ayodhya sebelum dia kabur ke luar negeri.

"Kunci semua pintu dan jangan ada yang keluar," perintah Adrian dengan suara rendah yang sangat mengancam.

Brak brak brak.

Para preman itu mulai memukul kaca mobil van menggunakan tongkat besi mereka secara beringas.

Beruntung kaca mobil keluarga Ayodhya sudah dimodifikasi menjadi kaca anti peluru tingkat tinggi.

"Keluar kalian semua! Atau kami bakar mobil ini sekarang juga!" teriak pemimpin preman itu dari luar.

Lula memeluk lengan Adrian dengan sangat erat sambil menutup matanya karena takut.

"Kak Adrian, orang jahat itu mau pukul kita," tangis Lula dengan suara bergetar.

Cakra yang biasanya selalu ceria kini memiliki tatapan mata yang sangat gelap dan menakutkan.

"Berani sekali tikus-tikus ini membuat Lula menangis," desis Cakra menahan amarah.

Dewa sudah melepas sabuk pengamannya dan meregangkan otot lehernya bersiap untuk bertarung.

"Kaca ini tidak akan bertahan lama kalau terus dipukul pakai palu godam besar itu," analisa Bastian melihat salah satu preman.

Baskoro mengeluarkan ponselnya untuk memanggil bala bantuan polisi secepatnya.

"Polisi butuh waktu sepuluh menit untuk sampai ke jalan sepi ini," lapor Baskoro dengan rahang mengeras.

Prang.

Kaca jendela di dekat kursi sopir mulai retak karena hantaman palu godam yang bertubi-tubi.

"Papa jaga Mama dan Lula di dalam, biar kami yang mengurus sampah ini di luar," ucap Adrian tiba-tiba.

"Adrian kau gila? Mereka bawa senjata tajam dan jumlahnya banyak!" larang Arini panik.

"Kalau kita diam saja di sini, kaca ini akan pecah dan mereka bisa melukai Lula," balas Adrian logis dan tegas.

Dewa membuka pintu mobil di sisi kiri dengan tendangan kaki yang sangat keras.

Brak.

Pintu tebal itu menghantam wajah salah satu preman yang sedang berdiri di dekatnya hingga preman itu jatuh pingsan.

1
Wulan
Luar biasa
Wulan: suka banget aq sm crita ny kak 😘😘
total 2 replies
Ida Lailamajenun
msh kecil aja dah kayak gini si manda gimana gede nya nanti
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Ida Lailamajenun
tamat la dirimu manda hbs ini
Sri Wulandari
Lula hatinya terlalu bersih jd dia mudah tersentuh klu ada yg sakit atau menderita
kiyoe: hehehe iyaa kak
total 1 replies
Didin Setyawan
mama arini mana😄
kiyoe: lagi istirahat kak
total 1 replies
Sri Wulandari
knp kalian tdk menawarkan sm karto utk menolong mengobati warga dr wabah yg melanda desanya dg membawa tim medis k sana dg begitu kalian bs melindungi Lula tanpa menyakiti siapapun
Didin Setyawan
bingung😄🤣
Ida Lailamajenun
mendgn ke sekolah SD negri aja Lula siapa tau mrk welcome klu sekolah elite emg bgt bersaing nya gk sehat pd sok kaya semua pdhl kaya nya baru setengah
Sri Wulandari
mulai skrng persiapkan utk menghadapi tantangan d masa depan karna kesatria Ayodya g selamanya bs melindunginya.....bw Luna belajar beladiri agar bs melindungi dirinya apalagi kelompok militer Eropa sdh mengincarnya pasti g akan berhenti mencari Luna utk bahan percobaan mereka sprti janji Arthur yg akan menghancurkan Lula d masa depan
Sri Wulandari
sprtinya kekuatan Arthur mmng hasil percobaan mutasi militer yg sengaja d jadikan petarung & anjing pelacak utk mangsanya yg mempunyai kekuatan sprti Lula ..... sedangkan kekuatan Lula murni sejak dia lahir
Yulya Muzwar
maaf ya kak, sedikit koreksi
pada bab 5, disitu ditulis bastian adalah putra kedua dan statusnya mahasiswa kedokteran, dan dewa adalah putra bungsu status masih smp.
kok disini malah dewa jadi anak kedua 🤔
kiyoe: yaa allah maaf yaa kak othor lupa kak makasih yaa kak atas koreksinya sekali lagi othor ucapkan minta maaf dan terimakasih buat kakak yulya 🥰🙏
total 1 replies
Sri Wulandari
pengen nya buat makanan special buat adik kecilnya yg ada mlh buat dapur kebakaran sprti medan perang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yulya Muzwar
kok jadi kak dewa?
bukannya dewa itu anak bontot ya, sebelum adopsi lula?
di bab awal bukannya nama anaknya baskoro dan aruni itu :
adrian(ceo), bastian(mahasiswa kedokteran),cakra(sma),dewa(smp)
Didin Setyawan
bastian itu anak kedua😄
Didin Setyawan
adiknya🤣
Sri Wulandari
apa salahnya menurunkan ego mu sedikit Andrian qm lebih suka membuat dirimu terluka & membuat Lula terus²an sedih & menangis gara² kakaknya yg terus mengurung diri & menghindari smua klrgnya
Sri Wulandari
sikapmu yg overprotektif itu yg akan membuatmu d benci & musuhi oleh adik² mu sendiri Andrian bersikaplah bijak dlm bertindak qm punya klrg yg hangat diskusikan dg mereka smua & cari solusinya jg tanya pendapat Lula klu kalian mmng ingin Lula bahagia & punya banyak teman kalian jg harus tanya apa yg d inginkan Lula bkn mlh mengambil keputusan yg membuat Lula semakin sedih & tertekan karna Lula hanya ingin hidup normal sprti yg lainnya bkn penjagaan & perlindungan yg overprotektif dr kakak²nya smua yg sllu membuat orang takut dekat dg Lula
Sri Wulandari
sebagai guru harusnya menjadi memberikan pengertian & contoh yg baik sm murid²nya bkn mlh ikutan gara² mendengar cerita yg g benar justru anak yg sekecil Elvano yg lebih bijak dlm menilai sifat seseorang tanpa harus mendengarkan berita yg g benar
Novita Sari
ceritanya the best...
Novita Sari
hadir thor
kiyoe: Terimakasih kaka semoga senang dengan ceritanya xixixi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!