NovelToon NovelToon
Terpisah Oleh Takdir

Terpisah Oleh Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:205
Nilai: 5
Nama Author: Diah Lubis27

Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

Tubuh Aisyah gemetar karena terkejut.

"Ini.... ini benar-benar kak Farhan. " Air mata Aisyah langsung mengalir begitu saja.

Ia berlari sambil memegang handphone Vina.

"Kak Karisa, Abi, umi. " Teriaknya sambil terus berlari mencari keberadaan mereka. Tanpa perduli tatapan aneh dari para tamu undangan.

"Aisyah ada apa, kenapa lari-lari?" Humaira yang tadinya sedang berbicara dengan para tamu undangan segera menghampiri Aisyah.

"Umi lihat ini, ini kak Farhan!" Ucap Aisyah penuh semangat sambil menunjukkan foto Albert di dalam layar handphone Vina.

"Praaaang... " Sebuah nampan berisi beberapa gelas yang tadinya akan di suguhkan kepada para tamu oleh Karisa langsung jatuh dari tangannya dan berserakan di lantai namun tak diperdulikan oleh wanita itu. Ia segera berlari menuju kearah Aisyah.

"Apa yang kamu katakan di mana mas Farhan, apa dia sudah kembali?" Karisa mengguncang tubuh Aisyah karena tidak sabar menunggu jawaban dari adik iparnya itu.

"Katakan Aisyah di mana mas Farhan. "

"Tenang dulu kak, lihat ini!" Aisyah kembali menyodorkan handphone Vina kepada Karisa.

Akhirnya mereka semua saling pandang.

"Benar ini memang Farhan tidak mungkin salah!" Kata Humaira, lalu kiyai Usman juga mengangguk.

"Sebaiknya semua tenang dulu masih banyak tamu, selesai acara nanti baru kita bahas." Kiyai Usman mencoba menenangkan semuanya.

"Untuk nak Mela dan nak Vina saya harap tetap tinggal sampai acara selesai. Saya ingin bertanya lebih detail tentang pemuda ini. " Kiyai Usman.

"Baik Pak kiyai. " Ucap Mela dan Vina bersamaan.

Karisa mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia tak lagi bersemangat untuk mengikuti acara resepsi pernikahan Aisyah, dia hanya berharap acara itu segera selesai agar dia bisa segera mendengar kabar tentang Farhan.

Dan akhirnya sekitar jam sembilan malam acara itupun selesai di selenggarakan. Para tamu pun sudah pulang semua hanya tinggal kerabat dekat saja.

"Mas Amar kita temui abi dan umi dulu ya. " Aisyah berkata dengan lembut kepada suaminya itu. Ia takut suaminya akan tersinggung kalau harus mengurus masalah kakaknya. Pasalnya malam ini adalah malam pertama mereka tapi Aisyah benar-benar ingin tau apakah pria dalam foto itu benar kakaknya atau bukan.

"Ayo kita kesana. " Amar tersenyum lembut kepada Aisyah.

"Mas Amar tidak marah?"

Aisyah sangat senang karena ternyata Amar mau ikut dengannya padahal Aisyah sudah menyiapkan mental jika suaminya itu menolak atau bahkan marah.

"Kenapa harus marah? Karena kita sudah menikah artinya kakakmu kakakku juga tentu aku juga ingin tau kabarnya. "

"Tapi.... " Aisyah ragu untuk melanjutkan ucapannya.

"Kita masih punya banyak waktu. " Seolah mengerti apa yang di fikirkan oleh Aisyah. Kemudian Amar membelai kepala Aisyah lalu menuntun tangannya membawanya pergi menemui abi dan uminya.

"Mela, Vina sekarang coba ceritakan tentang pria yang mirip kak Farhan itu. "

Aisyah segera meminta kedua temannya itu untuk menceritakan apa yang mereka tau.

"Seminggu yang lalu ada pasangan suami istri yang datang dari desa ke rumah sakit kami untuk memeriksakan kandungan istrinya. Aku merasa orang ini sangat mirip dengan kak Farhan jadi aku sengaja mengambil foto mereka untuk di tunjukkan sama kamu. " Vina menjelaskan.

"Istrinya... " Gumam Karisa. Air mata Karisa mulai bercucuran. "Jadi selama ini dia tidak pernah kembali karena sudah menikah lagi?" Ucapnya dengan sangat pelan seolah berbicara kepada dirinya sendiri.

"Kak Karisa sebaiknya tenang dulu, menurutku ada yang aneh dalam hal ini. " Melihat Karisa yang agak linglung dokter Mela pun berusaha menjelaskan situasi yang terjadi.

"Aneh, apanya yang aneh dia memang sudah tidak menginginkan aku lagi. "

Karisa semakin tidak bisa mengendalikan dirinya, nada bicaranya sudah mulai meninggi dan tidak teratur.

"Karisa tenang nak dengarkan dulu baik-baik. " Ustaz Jamal berusaha menenangkan putrinya.

"Benar kak Karisa kita dengarkan dulu ya?" Aisyah pindah duduk ke sebelah Karisa lalu memeluknya dengan lembut. Ia takut kalau emosi Karisa tidak terkontrol depresinya bisa kambuh lagi.

"Mela lanjutkan!" Perintah Aisyah.

"Pria ini bernama Albert dan beragama Kristen, jadi menurutku dia pasti bukan kak Farhan. Hanya mirip saja. "

Ucapan dokter Mela ini seketika meruntuhkan harapan semua orang.

"Jadi ternyata memang bukan Farhan." Humaira merasa kecewa.

"Tapi bagaimana jika dia benar-benar kak Farhan hanya saja dia sedang lupa ingatan karena kecelakaan waktu itu dan di berikan identitas baru oleh penolongnya yang sekarang dia nikahi karena balas budi. " Celetuk Vina.

"Vina udah deh stop berandai-andai, kamu kayak lagi nulis skenario sinetron deh. " Mela kehabisan akal menghadapi sahabatnya yang selalu saja memiliki pemikiran di luar nalar itu.

"Tapi hal itu bukan tidak mungkin terjadi. " Amar yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara. Menurutnya apa yang di katakan oleh Vina itu walaupun sedikit tidak masuk akal tapi masih ada kemungkinan nya.

"Lalu bagaimana kita memastikannya, kitakan nggak tau di mana alamat mereka?" Aisyah.

"Taraaaa... "Vina mengeluarkan sebuah foto kopi KTP atas nama Albert.

"Apa dengan ini bisa?" Tanya nya sambil memperlihatkan foto kopi KTP itu.

"Vina kamu memang bisa di andalkan. " Ucap Mela takjub, tidak menyangka kalau sahabatnya itu sudah mempersiapkan semuanya.

"Baiklah kalau begitu semuanya pergilah istirahat, ini sudah malam. Untuk Mela dan Vina menginap saja di sini. " Kiyai Usman.

Dan akhirnya semua orang kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat. Begitu juga dengan Karisa dia kembali ke kamarnya namun sama sekali tidak bisa beristirahat berbagai fikiran berkecamuk di benaknya.

"Ya Allah, cobaan seperti apa lagi ini. " Karisa menangis sendiri di kamarnya.

"Nak Albert terimakasih ya sudah membantu membuatkan irigasi untuk kami juga. Ternyata kamu itu hebat sekali maafkan kami yang selama ini sudah meremehkan kamu. " Para tetangga Pak Pohan dengan tulus meminta maaf kepada Albert mereka sadar kalau selama ini Jesica melarang suaminya itu untuk membantu mereka itu semata karena dia marah atas perkataan mereka yang sudah menjelek-jelekkan Albert.

"Tidak perlu sungkan begitu bapak-bapak toh saya juga sudah menerima upah atas jasa saya ini. " Albert merasa tidak enak melihat para tetangganya itu begitu sungkan padanya.

"Itu memang sudah menjadi hak kamu nak Albert. Pokoknya terimakasih banyak, karena kamu kami tidak perlu lagi memikul air setiap hari dari sungai untuk menyirami ladang-ladang kami. "

"Albert ini aku bawakan makan siang. " Jesica datang menyusul Albert ke ladang dengan menenteng rantang bekal untuk Albert.

"Ngapain ke sini, ingat kamu itu lagi hamil, jalan di ladang ini licin dan tidak rata, bagaimana jika kamu terpeleset. "

Jesica mengerutkan keningnya mendengar ucapan suaminya itu. "Jadi aku nggak boleh datang ni?" Melipat tangan di depan dada.

"Bukan begitu sayang cuma khawatir. " Langsung nyengir.

Membuat beberapa tetangga yang melihat langsung tertawa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!