Serenity Martinez adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang menjalani kerasnya kehidupan sejak kecil. Berasal dari keluarga miskin, berantakan dan berakhir tragis. Sempurna sekali kan. Mendiang ayahnya meninggal tertabrak truk ketika mencoba merampok truk tersebut. Sedangkan ibunya bunuh diri karena lelah dengan kehidupannya yang miskin dan menderita.
Ada sesuatu yang unik dari Seren yaitu dia memiliki mata heterochromia. Itu artinya dia memiliki 2 warna mata yang berbeda, tetapi dia memilih menutup kelebihannya itu dengan menggunakan softlens agar tidak mencolok.
Regan Riley Robert, seorang pria tampan dengan kehidupan yang sempurna tanpa cela. Dilahirkan di keluarga kaya raya dan bahagia. Menjalankan bisnis warisan sang ayah dan merupakan putra tunggal. Dan dikelilingi oleh wanita wanita cantik yang ingin menjadi pendampingnya.
Mereka dipertemukan oleh takdir dan dipisahkan pula oleh takdir..bagaimana kisah mereka? yuk Ikuti kisah mereka ya...
Semua novel otor minim konflik seperti biasanya...jangan suruh otor untuk bikin konflik berat ya..semua tergantung otor mau dibuat apa cerita dan endingnya..skip aja kalau ga suka ya gaees...
ig author @zarin.violetta
(sedang proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#12
Regan membuka bajunya karena merasa gerah. Tatonya di badan kekarnya terlihat oleh Seren.
Sesekali dia mencuri pandang ke arah Seren yang serius melakukan tugasnya.
Seren segera menjauh jika dirasanya berada terlalu dekat dengan Regan. Dan Regan merasakan hal itu.
Seren tidak banyak bicara. Dia hanya bicara jika ditanya saja seperti biasanya.
Ponsel Agatha tiba tiba berbunyi. Dan dia mengangkatnya. Agatha tampak berbicara sebentar kemudian menutupnya.
"Sayang...akan ada nyonya Daven kemari..mommy tinggal dulu oke?nanti mommy kembali", kata Agatha dan langsung keluar dari sana.
Regan dan Seren hanya tinggal berdua. Seren tidak suka suasana seperti ini. Dia berusaha menjauh dari Regan dan menghindari mata mereka bertemu.
"Apa kau takut padaku?", tanya Regan akhirnya.
"Tidak", jawab Seren singkat tanpa menoleh pada Regan.
"Lalu mengapa kau menghindariku?".
Seren sebenarnya malas menjawab, hanya saja dia mencoba bersikap hormat pada Regan karena Regan termasuk majikannya.
"Aku tidak menghindari anda tuan..aku hanya sedang bekerja", jawab Seren datar.
Regan menghampiri Seren. Dan Seren pun mulai menjauhinya tetapi Regan memegang tangan Seren agar Seren tak menghindarinya lagi.
"Ada apa Tuan?", tanya Seren tanpa melihat Regan.
Sungguh, Seren sangat tidak suka situasi ini.
"Tatap aku jika aku mengajakmu berbicara...jika kau membuang muka, itu sangat tidak sopan nona", Regan semakin mendekat pada Seren.
Seren tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia tidak pernah berada dalam situasi seperti ini. Situasi yang sangat dihindarinya.
Tangan Seren masih dipegang oleh Regan dan membuat tangannya menyentuh dada bidang Regan.
"Le..lepaskan tanganku Tuan", pinta Seren.
"Sudah kubilang..tatap aku jika berbicara denganku", kata Regan.
Akhirnya Seren menatap mata Regan. Regan menatapnya dan membuat Seren semakin tak nyaman.
Lalu Reganpun melepaskan tangan Seren.
"Ingat..tatap lawan bicaramu jika berbicara dan jangan menghindariku lagi", Regan mengingatkan.
Seren hanya terdiam dan kembali melakukan tugasnya.
Regan tidak tahu mengapa dia harus melakukan ini pada Seren. Dia hanya merasa diremehkan dan tidak dianggap ada oleh Seren.
Baru pertama kalinya ada seseorang yang bersikap seperti itu pada Regan. Apalagi ini seorang wanita.
Siang harinya Agatha memaksa Seren untuk makan siang bersama didalam mansion.
Seren mandi terlebih dahulu dan mengganti bajunya. Begitu pula dengan Regan.
Seren memasang softlensenya. Sebenarnya sudah jadwalnya untuk mengganti softlense tapi dia belum sempat keluar atau lebih tepatnya malas keluar dari mansion.
Seren segera menuju mansion dan bergabung dengan majikannya meskipun sebenarnya Seren tidak ingin makan siang bersama di mansion. Sekali lagi dia masih sangat canggung dengan kebaikan Agatha.
Rambut Seren masih basah karena tadi dia mencuci rambutnya yang kotor terkena tanah. Dan belum sempat mengeringkannya karena dia tidak ingin sang majikan menunggunya terlalu lama.
Regan tampak memandangi Seren. Agatha melihat hal itu.
Merekapun makan bersama dan hanya Agatha yang tampak antusias bercerita. Regan hanya menanggapi seperlunya saja. Sedangkan Seren hanya diam dan sesekali tersenyum tipis.
"Sayang..apa kau tidak ingin keluar jalan jalan jalan?kau sudah lebih dari 2 minggu disini tapi tidak pernah keluar jalan jalan..apa kau tidak bosan?".
"Tidak aunty..aku suka didalam rumah", jawab Seren.
"Aunty ingin sekali shopping..temani aunty ya..pleaseeee", Agatha mulai memainkan dramanya.
"Baiklah aunty", jawab Seren pasrah. Dia menganggap ini sebagai bagian dari pekerjaannya.
"Regan...antar mommy sebentar lagi ya", Agatha mengerlingkan matanya pada Regan.
Lalu mereka bertiga pun pergi ke salah satu mall terbesar di kota itu.