NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Pembatalan Pertunangan

​Pagi harinya, matahari menyiram kawasan perumahan mewah Menteng dengan sinar keemasan yang hangat, namun tak satu pun dari kehangatan itu mampu meresap ke dalam dada Siska.

Dengan langkah kaki yang pasti meski lututnya masih dibalut perban tipis di balik rok panjangnya, Siska melangkah menyusuri pelataran rumah megah berarsitektur klasik milik keluarga Danang.

Wajahnya pucat pasi, namun pandangan matanya tak lagi memancarkan ketakutan yang biasa menyelimutinya selama beberapa bulan terakhir.

​Siska mendorong pintu jati ukir yang besar itu tanpa mengetuk. Di dalam ruang tamu bernuansa emas yang amat luas, Danang sedang duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya, Pak Winarto dan Ibu Retno.

Suasana di ruangan itu sangat tegang; lembaran koran pagi yang memuat berita tentang kebangkrutan beberapa anak perusahaan mereka berserakan di atas meja kaca.

Wajah Danang tampak lebam dengan luka memar di rahang kirinya—jejak pukulan keras Rendy semalam—dan matanya yang merah memancarkan amarah yang teramat pekat.

​Kedatangan Siska membuat ketiga orang di ruangan itu serta-merta menghentikan perdebatan mereka.

​"Siska?!" Ibu Retno berdiri dari kursinya dengan raut wajah penuh kekesalan, memandangi Siska yang datang mengenakan pakaian sederhana tanpa riasan mewah.

"Kurang ajar sekali kamu masuk tanpa permisi! Dan lihat apa yang terjadi pada Danang semalam! Apa yang kamu lakukan sampai tunanganmu pulang dalam keadaan hancur seperti ini?!"

​Danang ikut bangkit dari duduknya, mencengkeram tepi meja kaca dengan rahang yang terkatup rapat.

"Mau apa kamu ke sini, Siska? Mau meminta maaf atas kebodohanmu semalam?!" ​Siska tidak menjawab cacian itu.

Ia berjalan mendekati meja kaca tepat di hadapan Danang. Dengan jemari yang mantap dan tanpa ada sedikit pun getaran ragu, Siska melepaskan cincin berlian murni yang melingkar di jari manis tangan kirinya—cincin pertunangan yang dulu begitu ia banggakan di depan teman-temannya sebagai simbol status sosial.

​TAK!

​Siska melemparkan cincin bermata berlian itu ke atas meja kaca, tepat di depan dada Danang. Denting logam yang beradu dengan kaca tebal memecah keheningan ruangan dengan begitu nyaring.

​"Pertunangan kita selesai, Danang," ujar Siska. Suaranya terdengar sangat tenang, jernih, dan penuh kejelasan yang tak lagi bisa ditawar.

​Pak Winarto dan Ibu Retno terperanjat hebat.

"Apa-apaan ini?! Siska, jangan sembarangan kamu!" bentak Pak Winarto seraya berdiri.

"Keluarga kami yang sudah sudi menerima keluargamu yang hampir bangkrut itu!"

​"Terima?" Siska menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kepahitan dan penghinaan. Ia menatap lurus ke dalam mata Danang yang melotot gila.

"Keluarga kalian tidak pernah menerima kami. Selama satu tahun terakhir, Danang secara diam-diam menguras dana cadangan perusahaan ayahku untuk menutupi utang-utang judi dan investasinya sendiri! Dia menjebak keluargaku, memeras kami, dan semalam... dia bahkan memaksaku untuk menyusupkan obat tidur ke minuman Tuan Adhitama demi skandal murahan!"

​Wajah Pak Winarto dan Ibu Retno seketika pucat mendengarnya, sementara Danang mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

​"Aku bukan lagi wanita bodoh yang bisa kamu bohongi dengan kata-kata manis dan kemewahan palsumu, Danang," lanjut Siska dengan tatapan mata yang penuh ketegasan murni.

"Mulai detik ini, aku menarik seluruh hubunganku denganmu dan keluargamu. Ambil kembali cincin murah yang dibeli dari uang perampokanmu itu!"

​Siska membalikkan badannya, melangkah pasti menuju pintu keluar tanpa sedikit pun menoleh ke belakang.

​"Siska! Berhenti kamu!" teriak Danang histeris. Kepalanya terasa mau pecah oleh rasa malu dan terhina di depan orang tuanya sendiri.

Pria itu berlari kecil menyusul hingga ke ambang pintu luar, menatap punggung Siska yang terus menjauh dengan kegilaan yang sudah meluap dari akal sehatnya.

​"Kamu pikir kamu bisa bebas begitu saja, Siska?!" jerit Danang dengan suara melengking penuh dendam yang membakar udara pagi.

Wajahnya yang memar bergetar hebat saat ia melayangkan sumpah mautnya.

"Ingat kata-kataku! Aku tidak akan biarkan kamu dan si gembel Rendy itu hidup tenang! Aku akan hancurkan kalian berdua! Aku akan seret kalian ke neraka bersamaku dengan cara apa pun!"

​Siska menghentikan langkahnya sejenak di pelataran, meresapi angin pagi yang berembus pelan. Ia tidak membalas teriakan Danang.

Dengan napas yang kini terasa jauh lebih lapang meski masa depannya masih gelap, Siska kembali melangkah keluar dari gerbang rumah itu, membiarkan Danang meratap sendirian di balik cengkeraman dendamnya yang membakar diri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!