👉KHUSUS CERITA SANTAI‼️
"BANGKIT TANPA DANTIAN!!
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.
👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23, 3800 musuh menyerang yefan yang hanya seorang diri
Melihat serangan diam-diam melesat begitu cepat, mengarah tepat di hadapan nya menuju Yefan tanpa memberi diri nya sedikit pun waktu untuk bereaksi atau memblokirnya, Jiun Yi seketika diliputi murka yang membakar.
Terlebih lagi, kini Yefan telah berstatus sebagai tuannya.
Bagi Jiun Yi, serangan tersebut bukan sekadar tindakan sederhana. Akan tetapi,"Itu sama saja dengan menampar wajahnya sebagai Tuan Muda Keluarga Ji yang terhormat!
"Kurang ajar! Dasar pengecut! Beraninya kalian menyerang secara diam-diam!"
Suara teriakan Jiun Yi menggema ke segala penjuru, dipenuhi kemarahan yang tak dapat disembunyikan.
"Tuan Muda Jiun Yi, seorang bangsawan terhormat dari Keluarga Ji... aku tidak menyangka Anda sudi menjadi pesuruh seorang pendosa."
Sebuah suara terdengar dari udara tipis di atas langit.
Perlahan, sosok seorang pria paruh baya melangkah keluar dari kehampaan. Jubahnya berkibar tertiup angin, sementara sepasang mata keruhnya menatap Jiun Yi dengan tatapan penuh ejekan.
"Xijing Li... Tetua Keluarga Xi, kultivator Puncak Transenden!"
Jiun Yi menggertakkan gigi karena marah.
"Hahaha... ya, ini aku."
Xijing Li tertawa kecil dengan senyum meremehkan di wajahnya.
"Untuk apa kedatangan Anda kemari dengan niat memusuhi kami?!" bentak Jiun Yi.
Mendengar bentakan pemuda arogan tersebut, Xijing Li langsung menyipitkan matanya.
Jelas sekali ia sangat tersinggung oleh kesombongan Jiun Yi. Seberkas niat membunuh bahkan sempat melintas di pupil matanya yang keruh.
Namun, Xijing Li segera menahannya.
Ia menarik napas dalam-dalam, kemudian memasang senyum tipis yang dipaksakan di wajah tuanya.
"Tentu saja kedatanganku kemari bukan untuk bermusuhan dengan Tuan Muda Jiun Yi, ataupun menyinggung Keluarga Ji yang terhormat."
Ia membungkuk sopan.
"Namun, hamba datang demi pria bermarga Ye itu."
Tatapan Xijing Li segera beralih kepada Yefan yang berdiri dengan tenang sambil mengamati bilah pedang yang berada di genggamannya, seolah-olah sama sekali tidak menganggap serius serangan yang baru saja dilancarkan kepadanya.
"Keparat! Beraninya Anda bertindak lancang hendak menyentuh orang yang berada di sisiku!"
Geraman Jiun Yi terdengar berat.
Niat membunuh yang pekat seketika memancar dari seluruh tubuhnya.
"Haha... sepertinya Tuan Muda Jiun Yi bersikeras hendak melindungi seorang pendosa, bahkan setelah mengetahui bahwa dia adalah buronan nomor satu di Kota Kekaisaran."
Suara lain tiba-tiba terdengar.
Seorang pria paruh baya perlahan muncul dari celah udara.
BOOM!
Gelombang tekanan yang mengerikan langsung menyebar dari tubuhnya.
Alam Roh Awal!
Tekanan tersebut menimpa tubuh Jiun Yi dalam sekejap, membuat tungkainya terasa berat. Bahkan kedua kakinya sedikit bergetar akibat tekanan tersebut.
"Bai Feng, Penjaga Kiri Keluarga Bai!"
Jiun Yi terkejut.
Namun, ternyata itu masih belum cukup.
Puluhan aura kuat mulai berdatangan dari kejauhan.
Dari tingkat Awal hingga Puncak Transenden.
Wusss! Wusss! Wusss!
Desiran angin kencang menderu dari segala arah. membuat pedalaman Hutan Belantara Timur yang terkenal berbahaya itu bergetar di bawah tekanan ratusan sosok yang terus berdatangan yang membawa niat membunuh yang memenuhi udara.
Wusss! Wusss!
Dalam sekejap, ratusan sosok tersebut tiba dan langsung berbaris rapi, mengelilingi area tempat Yefan berada.
Perlengkapan perang mereka seragam.
Tombak.
Perisai.
Serta baju zirah perak yang dipenuhi bekas goresan senjata tajam yang menutupi seluruh tubuh mereka.
Jelas sekali mereka bukan pasukan biasa.
Mereka adalah pasukan elit Keluarga Yujin yang telah menempa diri melalui pertempuran selama bertahun-tahun.
Tubuh mereka dipenuhi bekas luka pertempuran, sementara sorot mata mereka tampak dingin dan kokoh.
Di dalam diri mereka, tidak ada rasa gentar.
Yang tersisa hanyalah naluri bertempur dan kesiapan menyambut kematian di medan perang.
BOOM!
Tiba-tiba, sebuah aura yang jauh lebih mendominasi melintasi langit secepat kilat.
Membuat Awan tebal yang menghiasi langit terbelah seketika, membentuk sebuah jurang panjang seolah-olah tidak memiliki ujung.
Semua orang terkejut.
Mereka bisa merasakan niat peperangan yang luar biasa pekat dari sosok itu.
Bahkan hanya dari auranya saja, awan hitam yang menghiasi langit sudah terkoyak sedemikian rupa.
BOMM!
Sosok seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun muncul di tengah-tengah ratusan prajurit berzirah perak.
Wajahnya tanpa ekspresi.
Namun, kehadirannya saja telah menebarkan hawa dingin yang menusuk tulang.
Aura pertempuran tak kasatmata terus meruap dari tubuhnya, membuat udara di sekitarnya bergelombang seolah takut pada kebuasan yang tersimpan di dalam aura Peperangan tersebut.
Orang-orang di sekitar bahkan secara tidak sadar melangkah mundur akibat aura peperangan itu.
"Hormat kami kepada Komandan!"
Teriakan para prajurit menggema secara serempak.
Suara itu penuh antusiasme dan penghormatan.
Gemuruhnya bahkan mengguncang seisi hutan.
Melihat kedatangan sang komandan beserta delapan ratus prajurit elit di bawah komandonya, nyali Jiun Yi seketika menciut.
Sikap sombongnya sebagai Tuan Muda Keluarga Ji perlahan menghilang.
Melalui indra spiritualnya, ia dapat merasakan puluhan sosok lain masih mengintai dari kejauhan.
Dan jumlahnya terus bertambah.
Semakin banyak hingga Semakin padat.
Hingga akhirnya seperti menyerupai lautan manusia yang mengelilingi tempat diri nya berada.
Tiga ribu kultivator datang secara bersamaan hanya untuk menangkap Yefan?
Jiun Yi menelan ludah.
Apakah Ayah benar-benar tidak akan bertindak?
Tangannya tanpa sadar menggenggam perahu kertas di telapak tangannya.
Lalu, untuk apa Ayah menyuruhku mengikuti perintah Yefan jika pada akhirnya membiarkan pemuda ini berjuang sendirian?
Tubuh Jiun Yi terasa semakin tegang.
Jika situasinya seperti ini... apakah Yefan sanggup menghadapi tiga ribu kultivator dari berbagai faksi?
Tatapannya beralih kepada Yefan.
Meskipun dia memiliki Kuas Bertinta Hitam dan pedang yang baru saja ia tempa. itu semua seperti nya tidak cukup untuk menghadapi mereka.
Mbatin nya dengan tubuh yang mulai gemetar.
Tentu saja, Jiun Yi tidak khawatir nyawanya sendiri akan terancam meskipun berdiri di pihak Yefan.
Para faksi tersebut tidak akan berani menyentuhnya.
Kecuali mereka benar-benar siap menanggung murka dan pembalasan mutlak dari Keluarga Ji.
"Hahaha... ternyata Komandan Qiong Qi dari Keluarga Yujin yang datang."
Bai Feng, Xijing Li, serta puluhan master dari berbagai faksi berbicara hampir bersamaan.
Mereka membungkuk memberi hormat.
Setelah itu, mereka sedikit menarik diri.
Mereka tahu diri.
Kekuatan keluarga mereka tidak bisa dibandingkan dengan Keluarga Yujin.
Karena itu, dengan penuh hormat mereka memberikan muka kepada sosok menakutkan seperti Komandan Qiong Qi untuk bergerak lebih dulu dan berurusan dengan Yefan.
Meskipun mereka sendiri datang atas perintah patriark masing-masing untuk meringkus buronan tersebut, tidak ada seorang pun yang ingin menjadi pihak pertama yang berhadapan langsung dengan Yefan setelah kedatangan sang komandan Qiong qi.
Menanggapi hal tersebut, Komandan Qiong Qi hanya melirik mereka dengan acuh tak acuh.
Tatapannya kemudian beralih kepada Yefan.
Yefan sedikit menyipitkan mata.
Ia mengamati aura peperangan yang secara alami memancar dari tubuh Komandan Qiong Qi.
Udara di sekitar pria tersebut bahkan tampak bergelombang, seolah takut terhadap kebuasan tak kasatmata yang terpancar dari tubuhnya.
Meskipun tingkat kultivasi komandan itu berada di tahap awal seperti panatua Yan Feng, ia bisa langsung merasakan bahwa komandan perang di hadapannya ini bukanlah karakter biasa. yang tidak seperti panatua Yan Feng.
Namun, Yefan tidak pernah menilai kekuatan seseorang hanya berdasarkan basis kultivasi.
Bukankah dirinya sendiri, yang berada di tingkat Transenden menengah, mampu menumbangkan kultivator Alam Roh?
"Apakah kau pemuda bermarga Ye itu yang berani mengusik Keluarga Yujin kami?!"
Bentak nya keras dari seorang Wakil Komandan pada yefan dengan mengibarkan bendera perang berkarakter Yujin Huo yang dipenuhi bekas sayatan senjata tajam.
Melihat anggota Keluarga Yujin yang hanya seorang bawahan berani membentak Yefan di hadapannya, seolah sama sekali tidak menghormati diri nya sebagai tuan muda kelurga ji yang terhormat, membuat Jiun Yi langsung bernapas cepat.
Ia bersiap hendak melontarkan makian.
Namun—
Yefan mengangkat satu tangan.
Isyarat sederhana itu langsung menghentikannya.
Bagi Yefan, meladeni anjing pesuruh dengan makian bukanlah gayanya.
Jiun Yi tertegun kaku.
Wajahnya berganti warna antara merah dan hijau karena menahan amarah.
Di satu sisi, ia kesal kepada musuh.
Namun di sisi lain, Yefan secara terang-terangan menyuruhnya diam di hadapan para petinggi berbagai faksi besar.
Hal itu membuatnya semakin kehilangan muka.
Padahal, ia sedang berusaha membela Yefan meskipun tidak secara langsung.
Meski mengetahui gejolak emosi Jiun Yi, Yefan sama sekali tidak menggubrisnya.
Wusss!
Dengan wajah tanpa ekspresi, Yefan melayang ke udara.
Tubuhnya berhenti tepat sejajar dengan barisan musuh.
Dalam sekejap, ribuan pasang mata tertuju kepadanya.
Namun, dengan rasa takut yang telah tidak ada di dalam hidup nya. Yefan sama sekali tidak gentar sedikit pun untuk menghadapi mereka
melainkan tampak senyuman tipis yang penuh makna di wajah tampan tanpa ekspresi nya
Bagi orang lain, senyuman itu mungkin tampak anggun.
Namun di balik keanggunan tersebut, tersimpan berbagai kepahitan hidup yang telah mengukir di jiwanya.
Kematian Penghinaan dan.
Penderitaan sang ibu.
Dan kebencian yang telah terpendam di lubuk jiwa nya pada kelurga yujin..
Semuanya seolah tercermin di balik senyuman tipisnya.
Dan di balik senyuman itu.
Tersimpan niat membunuh yang amat sangat mematikan.
Melihat Yefan tidak menjawab dan justru bersikap arogan dengan senyumannya, salah satu prajurit di bawah Wakil Komandan langsung murka.
"Keparat! Kau berani bersikap sombong di hadapan Wakil Komandan k—!"
Namun, sebelum kalimat itu selesai—
"Mati."
Suara Yefan terdengar dingin.
sambil Satu tangannya diletakkan di belakang.
BOOM!
Dalam sekejap, entitas tak berbentuk menyelimuti tubuh prajurit berzirah perak tersebut tanpa kesempatan untuk melawan apa lagi untuk berteriak.
Tubuhnya langsung meledak menjadi kabut darah.
BOM!
Darah dan serpihan daging berhamburan ke udara.
Namun, sebelum serpihan daging tersebut sempat terserap oleh energi langit dan bumi untuk di reinkarnasi ke kehidupan selanjutnya—
Namun, Entitas tak berbentuk yang diciptakan Yefan yang menentang segala aturan hukum alam, bahkan langit itu sendiri. dengan cepat menyelimuti serpihan itu dan menghapus nya secara paksa dari muka bumi tanpa bisa bereinkarnasi.
"Hah...?"
Semua orang yang menyaksikan kejadian mengerikan itu terkesiap.
Bahkan Komandan Qiong Qi tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
Desas-desus mengenai kemampuan aneh buronan Keluarga Yujin ini ternyata bukan sekadar bualan muda-mudi di kedai teh.
Kini mereka telah menyaksikannya dengan mata kepala sendiri.
Seorang prajurit yang beberapa saat lalu masih berdiri hidup di hadapan mereka...
Kini telah lenyap tanpa meninggalkan sedikit pun jejak.
Dan yang paling mengerikan—
Prajurit itu bahkan mustahil bereinkarnasi.
Punggung banyak orang mendadak terasa dingin.
Pantas saja Penatua Yanfeng tak berkutik di hadapan pria aneh itu, bahkan setelah mengerahkan esensi langit dan bumi untuk bertahan...
Xijing Li bergumam dalam hati.
Para master faksi lainnya pun hanya bisa mengangguk setuju.
Komandan Qiong Qi menyipitkan matanya.
Berdasarkan laporan intelijen Keluarga Yujin, Yefan seharusnya terluka parah akibat pertempuran sebelumnya melawan Penatua Yanfeng.
Itulah alasan Qiong Qi sangat yakin bahwa dirinya bisa meringkus Yefan tanpa harus mengorbankan terlalu banyak prajurit.
Namun...
Apa ini?
Apakah luka separah itu bisa pulih hanya dalam waktu enam belas hari?
Mustahil!
Luka separah itu setidaknya membutuhkan waktu sebulan penuh untuk pulih total.
Tatapan Qiong Qi menjadi semakin tajam.
Sungguh akting yang luar biasa.
Dia bisa tetap tenang di tengah kepungan ribuan kultivator, bahkan menunjukkan dominasi mutlak hanya dengan satu serangan pembunuhan.
Qiong Qi segera menyimpulkan bahwa Yefan sedang bersiasat.
Ia sengaja menunjukkan kekuatan mengerikan tersebut untuk meruntuhkan mental pasukannya.
Dengan begitu, para prajurit akan mengalihkan perhatian mereka pada tubuh Yefan yang menurut laporan masih terluka.
Namun, Qiong Qi sama sekali tidak menyadari satu hal.
Yefan telah pulih dari luka pertempuran sebelumnya melawan Penatua Yanfeng.
Benar saja.
Kematian rekan mereka yang mengerikan sempat membuat mental para prajurit berzirah perak goyah.
Selama bertempur di medan perang, mereka belum pernah menemui musuh seaneh ini.
Mereka bahkan tidak tahu bagaimana cara melawan atau menangkis teknik tak terlihat yang digunakan sang buronan di hadapan mereka.
Melihat barisannya mulai kehilangan mental sedikit demi sedikit, Wakil Komandan yang berada di Alam Roh Awal segera mengibarkan bendera perang.
"Jangan gentar meski nyawa kita berada di ujung tanduk! Sekalipun kita mati, nama kita akan abadi di jajaran para pahlawan Keluarga Yujin! Kita mati membawa kehormatan yang akan dikenang oleh Patriark Yujin Huo!"
Teriakannya menggema di tengah hutan.
Mendengar nama Yujin Huo yang mereka sembah, serta keyakinan bahwa sang Patriark akan menghormati mereka apabila gugur di medan perang, mental seluruh pasukan kembali bangkit.
Bagai disuntik darah ayam, semangat para prajurit kembali membara.
"Bunuh! Bunuh! Bunuh!"
Teriakan mereka mengguncang langit.
Komandan Qiong Qi tersenyum tipis melihat kelihaian wakilnya dalam membangkitkan mental pasukan hanya dengan beberapa patah kata.
Sementara itu, Yefan hanya tersenyum dingin.
Ia membiarkan seluruh gelombang niat membunuh tersebut diarahkan kepadanya.
"Bentuk segi tiga Formasi! Serang bersamaan! Jangan pernah remehkan musuh, meski itu hanya seekor semut musuh kita!" perintah Wakil Komandan menggelegar.
"Baik! Serang! Serang! Serang!"
Wusss! Wusss! Wusss!
Delapan ratus prajurit bergerak serempak.
Gelombang aura pertempuran yang mereka lepaskan begitu dahsyat hingga jajaran pepohonan di bawah mereka rata dengan tanah.
Melihat dirinya dikepung dari segala arah dalam formasi segitiga yang menutup seluruh jalur pelarian, Yefan tetap berdiri tanpa ekspresi.
Perhatiannya justru tertuju sepenuhnya pada pedang baru yang berada di genggamannya.
"Kebetulan sekali..."
Yefan menatap bilah pedang tersebut.
"Aku sangat ingin menguji ketajaman pedang yang baru saja kutempa ini."
Suaranya terdengar dingin.
Tatapannya kemudian beralih sekilas kepada delapan ratus prajurit yang sedang menerjang ke arahnya membentuk barisan segitiga.
Lalu kepada tiga ribu kultivator yang memiliki niat permusuhan terhadapnya dan kini mengamati dari kejauhan.
"Keluarga Yujin, ya?"
Senyum tipis muncul di wajah Yefan.
"Kalian yang telah menghina ibuku..."
Aura membunuh di tubuhnya perlahan meningkat.
"Yujin..."
Suara Yefan mulai bergetar oleh amarah yang telah terkubur begitu dalam.
"Yujin Huuuuoooo!"
TERIAKANNYA menggelegar ke seluruh penjuru.
Dipenuhi niat membunuh yang begitu pekat.
BOOM!
Aura beringas meledak dari tubuh Yefan.
Langit yang tadinya cerah seketika tertutup awan hitam pekat yang dipenuhi energi Yin.
Aura tersebut menyebar ke segala arah, menebarkan ancaman maut bagi siapa saja yang berani menantangnya.
Sontak, orang-orang di kejauhan mundur serempak.
Rasa ngeri tampak jelas di wajah mereka.
Namun, Komandan Qiong Qi tetap berdiri di tempatnya.
Ia mengamati Yefan dengan kening berkerut.
Aura Yin hitam pekat yang menyelimuti dirinya sama sekali tidak berpengaruh pada nya. seolah aura yin itu hanya asap biasa pada umum nya
Sementara itu, di sisi lain—
Tatkala Jiun Yi hendak menerjang maju untuk membantu Yefan, sesosok bayangan tua tiba-tiba telah berdiri menghalangi jalannya.
Pria tua itu berniat menghentikan Jiun Yi agar tidak memperkeruh jalannya pertempuran.
Sekaligus mematuhi perintah patriark keluarga mereka untuk tidak melukai Tuan Muda Jiun Yi.
"Yufan Xi, enyah kau dari hadapanku!"
Jiun Yi murka.
"Hehe... sebagai seorang guru beladiri di Keluarga Yujin, hamba sangat tertarik menyaksikan teknik Tombak Penghancur Gunung milik Tuan Muda Jiun Yi."
Pria tua itu membungkuk formal.
"Jika berkenan, mohon izinkan hamba mencobanya agar dapat memperluas wawasan hamba yang tua ini."
Mendengar itu, amarah Jiun Yi mencapai puncaknya.
Ia sangat paham bahwa pria tua tersebut hanya menggunakan alasan basi untuk menghalanginya bergabung dengan Yefan.
"Kurang ajar! Akan kubunuh kau!"
BOM! BOM!
Kedua sosok itu melesat ke udara.
Pertarungan mereka pun dimulai di tempat yang berbeda.
Meski Jiun Yi mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mendesak Yufan Xi agar dapat mendekati posisi Yefan, Yufan Xi seakan mengetahui maksud pihak lain.
Dengan cepat, ia terus menutup setiap celah.
Membuat usaha Jiun Yi untuk mendekati Yefan selalu menemui jalan buntu.
(Bersambung)
Bagi yang suka cerita ini, ramaikan komentar ya, dan like, agar aku semakin bersemangat dan cerita ini tetap berlanjut sampai tamat.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏