NovelToon NovelToon
HALAMAN TERAKHIR

HALAMAN TERAKHIR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:238
Nilai: 5
Nama Author: T.K. OKVIANDI

Bagi Rindu Setia Wiratman, hidup adalah buku catatan yang penuh dengan aturan ketat, ekspektasi, dan kesempurnaan semu. Sebagai gadis populer yang selalu memegang kendali, ia tidak pernah menyangka bahwa takdir akan menuliskan babak paling menyakitkan di saat ia merasa paling rapuh—ketika keluarganya runtuh dan dunianya hancur perlahan.

Di sisi lain, ada Langit Batara Nugroho, cowok arogan yang kehadirannya selalu berhasil menyulut emosi Rindu. Di balik sikapnya yang menyebalkan, Langit menyimpan luka masa lalu yang belum tuntas dan sebuah rahasia besar yang sengaja dikubur rapat-rapat.

Pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari halaman-halaman berat yang harus mereka balik bersama. Ketika badai menerpa hidup Rindu, justru Langit—seseorang yang paling ia benci—menjadi satu-satunya tempat untuk bersandar.

Namun, pertanyaannya: apakah mereka akan bertahan hingga akhir babak cerita, atau justru terhenti di halaman terakhir kisah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T.K. OKVIANDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HALAMAN TIGA PULUH LIMA

            Setibanya di rumah Langit, setelah memarkirkan sepeda motornya, mereka langsung menuju kamar Langit di lantai 2. Setibanya didalam kamar, mereka langsung meletakkan tas mereka di pojokkan kamar.

"Baju nya ambil aja sendiri dah dilemari gue, pilih aja sesuka lu" ucap Langit.

"Sip dah" ucap Rizky.

            Rizky, Andy, dan ferry tanpa ragu langsung mengganti pakaian mereka dengan pakaian milik Langit dari lemarinya. Saat akan menganbil pakaian dari lemari Langit, Andy melihat sebuah kotak berwarna coklat yang di kunci dengan sebuah gembok. Andy penasaran dengan kotak tersebut, tanpa sungkan dia menanyakan kepada Langit.

"El, itu kotak apaan, pake digembok segala kalo mau di colong mah tinggal diambil aja sama kotak-kotaknya" tanya Andy.

 "Oh itu, itu foto-foto almarhum nyokap sama ade gue, kalo lagi kangen gue buka kotak itu" ucap Langit.

"Ohh, boleh dong gue liat" ucap Andy.

"Nggak, nggak boleh itu hal paling privasi buat gue" ucap Langit dengan tegas.

"Dih pelit amat lu , kan gue Cuma mau liat almarhum nyokap lu sama ade lu aja, masa nggak boleh" ucap Andy.

"Pokoknya nggak boleh, lu boleh liat apapun disini asal bukan privasi gue yang itu" ucap Langit.

            Akhirnya Andy mengurungkan niatnya untuk mengetahui isi kotak tersebut. Andy segera mengganti pakaiannya, dan langsung ikut bergabung dengan Rizky dan Ferry yang sedang duduk di depan televisi bermain PES disana.

"Cup aja sih yuk bikin, 2 team 2 team tar kalo Robby datang tinggal ulang aja" ucap Andy.

"Boleh-boleh, 8 tim ya berarti, bikin dah Fer" ucap Rizky.

            Mereka berempat terlihat semangat bermain game tersebut, teriakkan sering kali keluar dari mulut mereka pada saat salah satu dari mereka mencetak goal, atau hanya hampir menciptakan goal. Ditengah permainan, Robby tiba-tiba datang ke kamar Langit dan langsung mengganggu Andy Ferry yang sedang bermain.

"Ulang-ulang, gue ikutan" ucap Robby .

"Udah nggak usah ulang, tim gue lu pake aja udah sono, gue mau lanjut ngetik aja" ucap Langit.

            Andy dan Ferry melanjutan permainannya, sementara Robby dan Rizky tetap menunggu giliran mereka. Di atas tempat tidurnya, Langit terlihat sedang menghidupkan Laptop miliknya. Ditengah waktu menunggu gilirannya bermain, Rizky menghampiri Langit yang telah mulai menulis menggunakan laptopnya.

"Ngapain sih lu El? Serius banget keliatannya" ucap Rizky.

"Kepo dah lu, ini gue masih ngelanjutin tulisan gue, kali aja gitu kelar UN nanti , tulisan gue udah bisa diterima penerbit" ucap Langit.

"Oh yang novel itu ya, masih penasaran gue ceritanya tentang apa sih? Lu pelit sih masa nggak mau ngasih bocoran" ucap Rizky.

"Biarin sih, tar juga lu bakal tau kalo ini udah diterima penerbit, hahahah biar lu beli bukunya nanti" ucap Langit.

            Langit terus terlihat melanjutkan menulisnya, sedangkan teman-temannya sibuk bergantian bermain PES bersama-sama. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan waktu magribh, mereka memutuskan menghentikan aktifitasnya untuk shalat berjamaah dikamar langit dengan Ferry berlaku sebagai Imam. Seusai shalat selesei, mereka berencana untuk membeli makanan keluar, Langit menyarankan agar delivery saja, namun Robby dan Rizky ingin membeli makanan yang di pinggiran jalan saja, apalagi Rizky yang ingin sekali makan nasi goreng yang berada tidak jauh dari rumah Langit. Akhirnya mereka sepakat untuk membeli nasi goreng saja, dan beberapa cemilan serta minuman di sebuah minimarket. Robby dan Andy memutuskan untuk berangkat membeli nasi goreng, sedangkan Rizky dan Ferry yang akan ke minimarket, sementara Langit hanya menunggu dikamarnya saja.

            Satu jam telah berlalu semenjak mereka meninggalkan kamar langit, tak menunggu lama Rizky dan Ferry datang dengan membawa 3 buah plastik belanjaan ang berisikan minuman-minuman ringan dan berbagai macam cemilan, tak berselang lama Robby dan Andy juga datang membawa nasi goreng. Langit yang sudah merasa enakkan, akhirnya turun dari tempat tidurnya keluar kamar untuk mengambil piring dan gelas ditemani oleh Rizky.

            Tak butuh waktu lama, Langit dan Rizky akhirnya kembali ke kamar langit dengan membawa piring beserta alat makan dan tak lupa gelas serta sebuah termos berisikan es batu. Masing-masing dari mereka memindahkan nasi goreng dari bungkusnya ke piring yang tersedia, dan menumpahkan minuman ringan ke dalam ermos yang berisi es batu untuk di sajikan ke gelas masing-masing kemudian. Mereka mulai memakan nasi goreng mereka masing-masing diselingi dengan sebuah percakapan ringan yang membuat mereka sering kali tertawa kecil.

 “Tahun baruan kemana nih" ucap Rizky.

 "Bakar-bakar aja lah, males gue ke tempat rame-rame gitu, padet pastinya" ucap Andy.

"Iya gue juga sama males , susah jalan nya pasti soalnya padet banget. Pengalaman gue tahun kemarin bubar jam 1 baru bisa keluar jam 3an" ucap Robby.

"Ya udah sih bakar-bakar aja di sini rumah gue, bokap gue paling juga dines malem tahun baru, asal jangan pada ngebala aja" ucap Langit.

 "Oke dah tar gue bawa daging dah, ada yang bawa jagung atau ikan gitu" ucap Rizky.

            Mereka yang telah usai makannya melanjutkan perbincangan tersebut, untuk merencanakan malam tahun baru yang akan dilaksanakan acara bakar-bakar di rumah Langit. Obrolan mereka dilanjut dengan kembali bermain game PES sementara Langit tetap melanjutkan tulisannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30, ditengah mereka sedang seru-serunya bermain, terdengar suara ramai dari depan rumah Langit, seperti suara teriakan orang-orang sekitar yang berteriak "Kebakaran, kebakaran", Langit dan teman-temannya memutuskan untuk menghentikan kegiatannya, dan bergegas keluar rumah untuk melihat situasi disana.

            Di luar rumah Langit tampak warga berlalu lalang berusaha membantu warga lain yang tertimpa musibah kebakaran di kampong sebelah.

"Ada apa ini pak?" tanya Langit.

"Itu dek kampung sebelah ada kebakaran, 2 ruko kebakar, mana katanya masih ada yang terjebak disana" ucap seorang warga.

"Astagfirullah, kesana yuk bantuin, oh iya pak udah telepon pemadam?" ucap Langit.

"Udah dek, tapi jalan menuju sana sempit banget susah kayaknya" ucap warga tersebut.

            Langit dan teman-temannya bergegas mengikuti warga menuju lokasi kebakaran di kampung sebelah komple rmah Langit. Setibanya di lokasi, Langit terkejut melihat api sudah membumbung tinggi pada 2 buah ruko disana. Disaat bersamaan ada seorang ibu yang menangis , dia bilang bahwa anaknya masih ada didalam sana. Langit yang mendengar ucapan ibu itu tak berpikir panjang lagi, Langit berlari kepada seorang warga yang mengenakan sebuah jaket berukuran besar.

 “Mas maaf boleh minjem jaketnya? Tapi saya nggak janji bisa ngembaliin, buat nolong anak ibu itu" ucap Langit.

            Pemilik jaket akhirnya memberikan pinjam kepada Langit. Setelah mengenakan jaket tersebut, Langit berlari kesumber air untuk membasahi sekujur tubuhnya. Basah sudah sekujur tubuh Langit, tanpa mengulur-ngulur waktu lagi, Langit langsung berlari kedalam ruko yang masih terbakar tersebut. Teman-teman Langit terkejut, mencoba menghentikan tapi terlambat.

"Mau ngapain lu? Jangan belajar gila deh" ucap Rizky saat melihat Langit berlari menuju ruko yang terbakar tersebut.

            Bermenit-menit berlalu, teman-teman Langit terlihat cemas akan nasib Langit yang bisa dibilang bermodal nekat, hingga akhirnya datang pemadam kebakaran dan segera memadamkan api yang masih berkobar disan. Sesaat kemudian, muncul sesosok bayangan dari balik api, ya itu adalah Langit yang berhasil keluar ruko dengan menggendong sang anak kecil dalam jaket yang dikenakannya. Keluar dari ruko tersebut, Langit langsung menurunkan sang anak dan anak tersebut langsung berlari kearah ibunya. Sementara Langit terlihat sempoyongan dan langsung jatuh pingsan, mungkin akibat kekurangan oksigen selama didalam ruko yang terbakar. Teman-teman Langit dan warga langsung menggotong Langit menuju sebuah rumah warga yang ada di dekat situ.

            Beberapa waktu berlalu, hingga akhirnya Langit terlihat membuka matanya dan mendapati teman-temannya, beserta ibu dan anak korban kebakaran berada disana. Bukan kondisinya yang baru saja siuman yang dikhawatirkan Langit, tapi begitu tersadar dia langsung menanyakan kondisi sang anak yang tadi sempat terjebak didalam ruko.

"Gimana kabar ade yang tadi nggak apa-apa kan" ucap Langit.

 "Aku nggak apa-apa kok kak, makasih ya kak tadi kakak udah nolongin aku, kakak hebat berani banget" ucap seorang anak perempuan yang masih polos dengan tulus.

"Tau lu El, nekat banget lu, kaget gue tadi. Tadinya gue mau bantu tapi Rizky megangin tangan gue mulu" ucap Robby.

 "Lah siapa yang megangin tangan lu , ukannya lu tadi yang megangin baju gue?" ucap Rizky

            Semua tertawa mendengar hal tersebut.

"Iya dek makasih ya, kalo nggak ada kamu mungkin nggak ada yang berani buat nekat begitu, nggak tau deh nasibnya Dhea ini" ucap ibu korban kebakaran.

 "Oh namanya Dhea ya cantik kayak orangnya, hehehe... iya bu sama-sama kan namanya sesame manusia bu. Tapi bu it uterus rukonya gimana? Ada yang selamet bu barang-barangnya?" ucap Langit.

"Kalo materi mah bisa dicari dek, yang penting anak ibu selamat, alhamdulillah ruko juga sudah diasuransikan" ucap Ibu korban kebakaran.

            Sang ibu pun terlihat memeluk Langit sambil meneteskan air matanya, setelah merasa tubuhnya sudah fit sudah biasa kembali, Langit berpamitan kepada ibu dan Dhea serta kepada para warga sekitar dan langsung pulang kerumahnya untuk beristirahat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!