NovelToon NovelToon
I Love You Tante..!

I Love You Tante..!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: de'rini

Bobby seorang pelajar SMA, umur 18 tahun. Jatuh cinta dengan Nia, 32 tahun. Sahabat dari Tante nya Bobby yang bernama Farah.

Tante Nia yang cantik, cuek,dan konyol mampu membuat Bobby jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sayangnya Bobby harus bersaing dengan lelaki bernama Roy, yang juga menyukai Tante Nia.

Bagaimana Bobby bisa menaklukkan hati Tante Nia?

Ikuti kisahnya ya. :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22# Andreas

Seminggu pun berlalu, Bobby yang baru saja keluar dari rumah sakit terpaksa harus mampir ke kantor polisi terlebih dahulu. Untuk identifikasi pelaku pengeroyokan dirinya yang sudah tertangkap.

Petugas kepolisian sudah bekerja keras untuk menangkap pelaku pengeroyokan, dengan berbekal informasi plat kendaraan yang Bobby ingat.

Untuk pertama kalinya, Bobby bertatap mata dengan orang yang pernah mengeroyok dirinya. Bobby yang datang bersama Naya, pengacaranya. Mencoba melihat wajah lelaki tersebut.

"Iya benar dia orangnya." Ucap Bobby yang tangan nya masih berbalut perban dan gips.

Tampak pelaku pengeroyokan Bobby, hanya mampu menundukkan kepalanya.

"Siapa yang telah menyuruh anda, untuk mengeroyok saudara Bobby?" Tanya salah satu petugas yang menangani kasus ini.

Lelaki pelaku pengeroyokan tersebut menatap Bobby sejenak, lalu ia kembali menundukkan kepalanya.

"Saya disuruh oleh seorang perempuan yang satu sekolah dengan korban." Ucap lelaki itu.

Sontak saja Bobby terkejut mendengar pengakuan lelaki itu.

"Siapa namanya? Bagaimana ciri-cirinya?" Tanya petugas.

"Namanya Siska, orangnya cantik, putih, tinggi dan rambutnya tergerai panjang berwarna hitam." Ucap lelaki itu.

Bobby menghela nafas panjang saat mendengar nama Siska disebut oleh lelaki itu.

"Anda bisa mempertanggungjawabkan kata-kata anda?" Tanya petugas.

"Bisa Pak." Ucap lelaki itu dengan yakin.

"Kami akan menjemput dan memeriksa saudari Siska." Ucap petugas kepada Bobby dan Naya, pengacara Bobby.

Bobby dan Naya hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui tindakan petugas.

Setelah urusan di kantor polisi selesai, Naya mengantarkan Bobby pulang ke rumahnya. Farah tidak bisa mendampingi Bobby, karena dirinya harus bekerja. Maka, Naya lah yang bertanggung jawab atas Bobby saat ini. Selain Bobby adalah kliennya, Bobby juga keponakan dari sahabat baiknya yaitu Farah.

"Jadi, kamu tinggal di rumah Tante mu?" Tanya Naya, saat Naya mengantarkan Bobby sampai di depan pintu rumah Farah.

"Iya Mbak, Eh Tante." Ucap Bobby yang takut keliru saat memanggil Naya yang ternyata adalah sahabat Tante nya.

"Kenapa Siska temanmu itu, melakukan itu kepadamu? Apakah kalian punya masalah sebelumnya?" Tanya Naya.

"Kami tidak punya masalah, hanya saja dia sangat menyukai saya. Tetapi, saya tidak menyukainya." Terang Bobby.

"Astaga, seperti itukah kelakuan anak muda zaman sekarang?" Ucap Naya tak percaya.

"Bukan kelakuan anak zaman sekarang Tante. Tetapi, tergantung orangnya sih. Siska itu anak orang yang berkuasa dia merasa bisa melakukan apa saja. Apabila keinginan nya tidak tercapai, maka ia seperti itu." Ucap Bobby.

"Anak orang berkuasa? anak siapa?" Tanya Naya penasaran.

"Anak pejabat gitu, anak petinggi lah, saya kurang tahu." Ucap Bobby.

Naya mengangguk-angguk paham. Lalu ia menyuruh Bobby untuk masuk dan beristirahat. Lalu Naya pun bergegas kembali ke kantornya.

..

Farah baru saja keluar dari ruangan meeting yang dihadiri oleh para pengusaha.

"Pak, saya ke toilet dulu ya." ucap Farah kepada Roy.

"Oke, saya tunggu di depan." Ucap Roy. Lalu, lelaki itu bergegas menuju lobby gedung meeting tersebut.

Setelah mendapat izin dari Roy, Farah pun bergegas menuju ke toilet.

Roy yang sedang berdiri di depan lobby gedung, berpapasan dengan Andreas yang baru saja datang ke gedung tersebut.

"Bapak Roy apa kabar?" Sapa Andreas yang mengenal Roy saat mereka sama-sama bersaing untuk mendapatkan tender.

"Bapak Andreas, kabar saya baik. Apa kabar Pak?" Sahut Roy, lalu ia menjabat tangan Andreas.

"Baik, baik. Sudah lama tidak bertemu ya. Sedang apa di sini Pak?" Tanya Andreas kepada Roy.

"Biasalah Pak, urusan itulah." Ucap Roy, sambil tertawa. Andreas pun ikut tertawa.

"Ini baru datang atau sudah mau pulang?" Tanya Andreas lagi.

"Baru saja ingin pulang Pak, lagi menunggu sekretaris saya, dia lagi ke toilet." Ucap Roy.

"Oh begitu. Kapan-kapan boleh lah kita ngopi bareng Pak." Ucap Andreas.

"Boleh,boleh Pak. Kalau saya selalu punya waktu luang, kalau Bapak Andreas, seperti nya sibuk sekali. banyak proyek ya Pak?" Ucap Roy.

"Hahahhahah, Aamiin, Aamiin." Ucap Andreas.

"Andreas?" Sapa Farah, saat ia melihat Andreas yang sedang berdiri di depan Roy.

"Farah?" Andreas terkejut melihat parah yang menyapa nya dan berjalan menghampiri dirinya.

Roy pun langsung menoleh kebelakang menatap Farah yang sedang menatap Andreas dengan seksama.

"Bapak Andreas kenal dengan sekretaris saya?" Tanya Roy kepada Andreas.

"I,iya. Farah adalah kenalan saya." Ucap Andreas dengan terbata-bata.

"Hai Far, apa kabar?" Tanya Andreas kepada Farah.

"Ba, baik. Apa kabar?" Jawab Farah. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan Andreas disana.

"Baik." Ucap Andreas sambil tersenyum ragu dengan Farah.

"Ok, Pak. Kebetulan saya ada meeting yang lain nya. Saya permisi dulu Pak Andreas." Ucap Roy, saat mobilnya sudah siap.

"I,iya Pak Roy, silahkan." Ucap Andreas kepada Roy.

Roy menjabat tangan Andreas. Lalu, ia pun masuk ke dalam mobilnya. Farah pun bergegas menyusul Roy untuk masuk ke dalam mobil.

"Farah..!" Panggil Andreas, saat Farah akan memasuki mobil Roy.

"Ya?" Sahut Farah yang baru saja membuka pintu mobil Roy.

"Maaf pak Roy, berikan saya waktu satu menit untuk berbicara sebentar dengan Farah." Ucap Andreas kepada Roy.

Roy hanya mengangguk dan mempersilahkan Farah untuk berbicara dengan Andreas.

"Sorry Far, gue mengganggu. Gue ingin tahu, apa lu tahu kabarnya Naya?" Ucap Andreas.

Farah tertegun mendengar pertanyaan Andreas.

"Far, gue tahu gue tidak termaafkan. Tetapi, izin kan gue untuk meminta maaf dan menembus dosa-dosa gue kepada Naya." Ucap Andreas bersungguh-sungguh.

"Sorry Andreas, gue sibuk sekarang." Ucap Farah.

"Far, gue boleh minta nomor ponsel lu?"

Farah terdiam sejenak, Ia mempertimbangkan permintaan dari Andreas.

Akhirnya Farah pun memberikan nomor ponselnya kepada Andreas, lalu ia pergi meninggalkan gedung tersebut bersama Roy.

"Kamu kenal Andreas?" Tanya Roy kepada Farah yang duduk disampingnya.

"Kenal Pak."

"Kenal di mana? dia kan pengusaha sukses, apa kamu mantan sekretaris yang juga?" Tanya Roy lagi.

"Andreas adalah mantan tunangan sahabat saya Pak." Ucap Farah.

"Mantan tunangan sahabat kamu? Nia maksudnya?" Tanya Roy dengan suara yang tercekat.

Roy mulai terlihat gelisah dan menahan rasa cemburunya. Farah menatap Roy dengan seksama, lalu ia pun tersenyum.

"Bukan Nia Pak, tapi Rara. Memangnya sahabat saya cuma Nia doang ya?"

Ucap Farah sambil tersenyum.

"Oh, syukurlah." Ucap Roy, ia pun kini dapat bernafas lega.

Farah melirik Roy, Farah bisa melihat dengan jelas bahwa Roy sangat menyukai Nia.

"Menurut kamu, Nia itu orangnya Bagaimana? Kamu kan sahabatnya, pasti kamu sangat mengenal dirinya." Tanya Roy kepada Farah.

"Hmmm, Nia adalah orang yang asik. Dia orangnya selalu ceria. Yang paling penting dia adalah sahabat yang baik dan sangat setia kawan."

Roy mengangguk-angguk mendengar ucapan Farah.

"Kalau sisi buruknya?" Tanya Roy, penasaran.

"Semua manusia punya sisi buruk Pak. Tetapi, yang saya lihat semenjak pulang dari Inggris. Nia lebih baik dan jauh lebih baik." Ucap Farah.

"Apakah kamu tahu Nia sudah berpacaran berapa kali?"

Farah mengernyitkan dahinya saat mendengar pertanyaan Roy.

"Suka sih suka sama Nia. Tetapi, masa bertanya berapa kali pacaran begitu sih sama gue? gawat nih orang kalau jadi pacarnya Nia, pasti posesif." Gumam Farah.

"Hmmm, Saya tidak tahu Pak. Itu kan urusan pribadi sahabat saya. Saya tidak berhak untuk mengulik nya." Jawab Farah.

"Tetapi kan biasanya perempuan selalu cerita gitu." Ucap Roy.

"Berbeda dengan persahabatan kami Pak. Kami tidak terlalu ikut campur dengan urusan pribadi masing-masing."

Ucap Farah, kesal.

"Oh, begitu." Roy tidak lagi bertanya-tanya tentang Nia. Begitu pun Farah, ia hanya diam tanpa sepatah kata pun.

Pikiran Farah melayang tentang Naya dan Andreas, saat Andreas mengirim pesan text kepada nya.

"Apakah lu tau keberadaan Naya Far?"

Begitulah bunyi pesan text dari Andreas.

1
Bekasi Timur
👌👌👍👍
Jesi Marini
thor...saya baca lg cerita ni setelah d cari2 judul a.akhir a jmp jg ni novel 😊
joko wae
bagus tapi ter lalu singkat
Sesilia Juwita
suka dgn alur ceritanya tidak membosankan,best pokoknya 👌👌👌
Sesilia Juwita
top ,,,novel yg GK bikin bosan
Hikky :>
roy sama farah pasti
Vlink Bataragunadi 👑
Aduuuuh sakit perut aduuuuuh 🤣🤣🤣
Vlink Bataragunadi 👑
Ih childish bgt sih 😵
Vlink Bataragunadi 👑
Aduh gaya banget sih enyak babe manggilnya darling honey wkwkwkwk
susi 2020
🥰🤩🤩🥰
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
susi 2020
🤔🤔😘
susi 2020
😂😂🤣🤣🤣🤣
susi 2020
😂😂🤣
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
😂🤣😂🤣😂🤣
susi 2020
😂😂😂🤣
susi 2020
,😘😘🥰
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
😂😂😂
susi 2020
🤣🤣🤣🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!