Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
"What?" Pekik Alundra. Wanita cantik itu sangat terkejut saat mendengar perkataan Sabiru.
"Kamu sesenang itu ya jadi wanitaku, sampai teriak-teriak begitu," ucap Sabiru sambil mengusap-usap kedua telinganya. Pekikkan Alundra nyaris saja membuat gendang telinganya pecah.
Alundra mengerjapkan matanya berulang kali, belum juga hilang keterkejutannya, Sabiru justru membuatnya bertambah shock. Alundra tidak menyangka, di balik sikap dinginnya, pria itu memiliki jiwa narsis yang tinggi.
"Bapak jangan kegeeran, siapa juga yang mau sama cowok tu---"
"Sekali lagi kamu bilang saya tua, saya pastikan, perusahaan Aldero Grup hanya akan tinggal nama, dan sebagai pewarisnya, Kalandra Alaska akan menjadi orang yang paling hancur," ucap Sabiru penuh penekanan.
Pria tampan itu paling tidak suka jika disinggung soal usia. Menurutnya, dia tidak tua, hanya sedikit dewasa saja. Jika bersanding dengan Alundra pun rasanya masih cocok.
"Cih, bisanya ngancam," gumam Alundra. Bibirnya mengerucut lucu, membuat Sabiru diam-diam mengumpat wanita cantik itu.
Sial, kenapa dia terus menggodaku! Batin Sabiru.
Tingkah Alundra berhasil membuat pria tampan itu ketar-ketir. Bibir Alundra yang terus bergerak seolah mengundangnya untuk mencicipi bibir ranum itu.
"Kamu hanya punya 2 pilihan, ikuti perintahku, atau nasib Kalandra akan tamat," ucap Sabiru.
Pria tampan itu menyeringai puas. Alih-alih mengancam Alundra dengan kebohongannya, Sabiru lebih suka menekan wanita cantik itu dengan menggunakan nama Kalandra.
Setelah melakukan penyelidikan sebelumnya, Sabiru sangat tahu, Alundra sangat menyayangi saudara kembarnya itu melebihi nyawanya sendiri. Dan Kalandra adalah kelemahan terbesar bagi Alundra, begitupun sebaliknya.
Karena itu Sabiru sengaja menggunakan nama Kalandra untuk memberikan pelajaran pada wanita cantik itu karena sudah menipunya.
Sabiru paling tidak suka dibohongi, terlepas dari alasan Alundra menipunya karena Qireia. Sabiru tetap menganggap Alundra bersalah. Baginya, kebohongan tetaplah kebohongan. Lebih baik jujur walaupun pahit, daripada berbohong yang manisnya hanya sesaat saja.
"Tapi, Anda sudah memiliki tunangan, Pak. Aku tidak mau jadi orang ke-tiga."
"Kamu tidak perlu memikirkan itu, lagipula, orang lain tidak perlu tahu hubungan kita."
Entah apa yang ada dalam pikiran Sabiru, hubungan pria tampan itu dengan Qireia belum sepenuhnya berakhir. Pria tampan itu hanya mengikuti keinginan Qireia untuk menunda pertunangan mereka.
Sabiru tetap pada rencana awalnya untuk membalaskan dendam pada Qireia, namun kehadiran Alundra sudah mengacaukan semua rencananya.
"Jadi, Bapak hanya menjadikanku simpanan?"
"Ya, kira-kira seperti itu."
Ucapan Sabiru itu berhasil membuat darah Alundra mendidih. Seumur hidupnya baru kali ini ia merasa terhina. Sungguh, harga dirinya benar-benar terluka.
Kurang ajar, dasar pria brengsek! Umpat Alundra dalam hati. Wanita cantik itu mengepalkan erat tangannya, ia berusaha menahan amarahnya yang kapan saja bisa meledak.
"Aku tidak mau!"
Alundra jelas tahu, penolakannya itu tidak akan berhasil. Namun, ia tetap berusaha memperjuangkan harga dirinya. Ia tidak ingin menjadi wanita simpanan. Apa yang akan orang pikirkan nantinya, jika tahu Alundra menjadi wanita simpanan.
"Sudah kubilang, pilihanmu cuma 2. Kalau kamu menolak, berarti kamu sudah siap melihat kehancuran Kalandra," ucap Sabiru dengan seringai di wajahnya.
Alundra menghela napasnya yang terasa menyesakkan. Harga diri yang begitu ia junjung tinggi, kini luruh tak berarti. Bersama dengan air mata yang perlahan mulai membasahi pipi.
"Baiklah, aku mau."
Sabiru tersenyum puas, ia tahu, pada akhirnya Alundra akan menyerah. Wanita itu rela melakukan apa pun demi saudara kembarnya, termasuk membuang harga dirinya.
Hanya saja, Sabiru merasa sedikit kesal, di saat semua wanita berbaris memujanya, Alundra justru menangis karena mendapatkannya.
Lihat saja, sebentar lagi kamu akan terBiru-Biru memujaku, batin Sabiru.
...----------------...
Setelah hampir setengah jam berdebat dengan Sabiru, Alundra akhirnya keluar dari ruangan pria menyebalkan itu.
Alundra memilih untuk pulang, ia tidak sanggup melanjutkan jam pelajaran hari ini. Otaknya benar-benar tidak bisa untuk berpikir.
"Dasar pria sialan, menyebalkan, arrrggghhhttt...!"
Sepanjang perjalanan, Alundra terus mengumpati dosen menyebalkannya, yang sayangnya kini berstatus sebagai kekasihnya itu. Alundra tidak memperdulikan keberadaan sopirnya yang sejak tadi menatapnya penuh kebingungan.
"Maaf ya, Pak. Pasti Bapak pusing dengar aku teriak-teriak," ucap Alundra saat menyadari bukan hanya ia yang berada di dalam mobil itu.
Alundra sengaja memakai sopir untuk mengantar jemputnya, ia tidak ingin terlalu mencolok jika ke kampus memakai mobilnya sendiri.
"Gak apa-apa, Nona. Nona sedang banyak pikiran, ya?" Tanya sang sopir yang bernama Pak Bagas itu.
Pak Bagas sudah bertahun-tahun menjadi sopir pribadi Gefanda. Pria itu kira-kira seumuran Rigel, Daddy Alundra. Sifatnya yang jujur dan ramah membuat Gefanda menganggapnya seperti keluarga sendiri.
Bagas bukan hanya sekedar sopir. Dulu Gefanda khusus mengajarinya ilmu bela diri dan juga beberapa teknik ilmu pembelajaran lainnya. Sekarang, Bagas ditugaskan untuk menjadi sopir Alundra, sekaligus menjaga keselamatan Alundra.
"Kok Bapak tahu?" Tanya Alundra.
Bagaimana tidak tahu, dari wajah Alundra saja sudah jelas menggambarkan, jika wanita cantik itu sedang memiliki banyak beban pikiran. Bahkan, orang bodoh pun bisa melihatnya, apalagi Bagas yang notabene orang kepercayaan Gefanda.
"Tentu saja Bapak tahu, kelihatan dari wajah Nona," ucap Pak Bagas.
Alundra hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan sang sopir itu.
Tidak lama kemudian, Alundra sampai di pekarangan rumah mewah opanya. Wanita cantik itu masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai. Ia tidak sabar ingin segera merebahkan tubuhnya.
Namun baru beberapa langkah saja, Alundra bisa mendengar sayup-sayup percakapan beberapa orang. Dari suaranya saja Alundra sudah bisa menebak, suara itu milik Allano.
Dan tidak lama kemudian suara opanya terdengar lantang mengatakan sesuatu yang membuat hati Alundra tersayat.
"Apa mereka tidak bisa memikirkan perasaan Alundra sedikit saja? Kenapa mereka secepat itu memutuskan untuk bertunangan?"
Deg
Jadi benar, dulu aku hanya penghalang diantara mereka, batin Alundra.
Bak sudah jatuh tertimpa tangga, Alundra merasa saat ini dunianya sudah benar-benar runtuh. Ketegaran yang semula ia pertahankan, kini seolah tak bisa lagi menopangnya.
"Alundra!"
Kalandra yang menyadari kehadiran saudara kembarnya itu langsung berlari memeluk tubuh ringkih itu.
"Aku gak apa-apa," ucap Alundra lirih dalam dekapan Kalandra.
Alundra tidak ingin Kalandra terlalu mengkhawatirkannya. Sudah cukup selama ini Kalandra berkorban untuknya. Kali ini, Alundra harus bisa menjaga dirinya sendiri. Ia tidak akan membiarkan Kalandra menanggung bebannya lagi.
"Jangan pura-pura kuat di depanku! Aku tahu, kamu pasti menderita."
Kalandra mengusap air mata yang mengalir di pipi Alundra. Ia menatap wajah wanita yang selalu ia sayangi itu dengan tatapan sendu. Kalandra bisa melihat, Alundra berusaha untuk terlihat baik-baik saja di depannya.
Alundra menggelengkan kepanya, lalu menggenggam tangan Kalandra yang tengah menangkup kedua pipinya. Seulas senyum terukir di wajah cantiknya.
"Aku baik-baik saja. Dan aku akan datang ke pertunangan mereka."
To be continued
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄