NovelToon NovelToon
SISTEM KEADILAN ABSOLUT

SISTEM KEADILAN ABSOLUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Arga akhirnya mengakhiri siaran langsungnya.

Namun, kolom komentar masih bergerak liar di layar, penuh kegaduhan dan rasa penasaran.

“Hah? Kasus apa tadi yang dibahas?”

“Anjir, ini kasus yang tadi pagi gue baca di berita!”

“Beritanya udah viral banget! Coba cek sekarang, vonisnya baru keluar hari ini!”

“Baru aja diputus, tapi mereka udah berhasil hubungi Mas Arga?”

“Kasus ini susah banget, sumpah. Bahkan kalau Mas Arga yang pegang pun rasanya mustahil menang. Buntu total!”

“Gue cek berita lengkapnya dulu!”

Benar saja, berita itu baru dirilis beberapa jam lalu dan langsung naik ke daftar trending media sosial.

Judul besarnya terpampang mencolok:

[Kasus Pembunuhan Surya oleh Krisanto Resmi Diputus! Pelaku Dijatuhi Hukuman Mati!]

Isi berita itu membahas detail kejadian secara lengkap, termasuk rekaman pengakuan dan wawancara langsung dengan Krisanto.

Dalam video tersebut, wajah Krisanto terlihat pucat dan penuh luka. Matanya merah, suaranya bergetar saat menjawab pertanyaan wartawan.

Wartawan:

“Pak Krisanto, kenapa Anda membunuh korban? Apakah Anda menyesali perbuatan Anda?”

Krisanto menunduk beberapa detik sebelum akhirnya bicara dengan suara serak.

“Dia... dia berkali-kali menyakiti istri saya. Memperkosa dia terus-menerus. Istri saya tuna rungu, dia nggak bisa bicara, nggak bisa membela diri... tapi mereka memperlakukan dia kayak binatang.”

Tubuh Krisanto mulai gemetar.

“Saya udah tahan semuanya selama bertahun-tahun. Mereka bahkan pernah pasang kalung anjing di leher saya... nyeret saya ke mana-mana. Badan saya penuh luka. Istri saya juga sama... tapi saya nggak pernah berniat bunuh dia. Saya cuma takut. Saya cuma pengen keluarga saya selamat.”

Wartawan kembali bertanya.

“Lalu kenapa pembunuhan itu bisa terjadi?”

Krisanto menarik napas berat, matanya mulai berkaca-kaca.

“Hari itu istri saya bilang dia udah nggak sanggup hidup lagi... dia pengen mati aja. Saya marah, tapi saya cuma mau minta Surya berhenti ganggu kami.”

“Tapi dia malah mukul saya. Dia bilang bakal bunuh saya sekeluarga.”

“Saya lihat dia jalan ke mobil, ambil pisau besar... dia mau nusuk saya. Saya panik... saya ambil gunting yang ada di dekat situ... saya tusuk duluan...”

Suara pria itu pecah.

“Saya takut... saya takut dia bunuh istri saya... bunuh anak saya... kami udah disiksa terus-menerus... dia bunuh anjing kami... saya udah nggak kuat lagi...”

Wartawan langsung menyela.

“Tapi polisi tidak menemukan pisau apa pun di lokasi kejadian. Apa mungkin Anda mengarang cerita supaya terlihat tidak bersalah?”

Mendengar itu, Krisanto langsung emosi.

“Saya nggak bohong!! Saya lihat sendiri pisaunya!”

Dia hampir berdiri dari kursinya.

“Kalau nggak percaya, cek CCTV! Di depan rumah ada kamera! Dia pasti bawa senjata!”

Namun wartawan kembali menjawab dengan nada dingin.

“Menurut warga sekitar, kamera di rumah Anda sudah lama rusak dan tidak merekam apa pun. Polisi juga sudah mencari ke mana-mana, tapi tidak ada pisau yang ditemukan.”

Wajah Krisanto berubah putus asa.

“Itu bohong... kameranya nggak rusak... saya lihat pisaunya... kenapa nggak ada yang percaya sama saya?!”

Air mata mulai jatuh dari matanya.

“Dia memperkosa istri saya demi Tuhan...!”

Namun wartawan masih terus menekan.

“Pihak keluarga korban mengatakan hubungan korban dan istri Anda terjadi atas dasar suka sama suka. Mereka bilang Anda marah karena cemburu lalu membunuh korban. Benarkah begitu?”

“NGGAK MUNGKIN!!”

Krisanto langsung berteriak histeris.

“Itu fitnah! Semuanya bohong!”

“Tapi istri Anda sendiri sudah menandatangani surat pernyataan bahwa hubungan itu dilakukan atas kemauan sendiri. Ada tanda tangan dan cap jempolnya.”

“Lagipula, kalau benar terjadi pemerkosaan selama bertahun-tahun, kenapa Anda tidak melapor ke polisi sejak dulu?”

“Kenapa baru bicara setelah membunuh seseorang?”

Krisanto benar-benar kehilangan kendali.

“Pergi!! Pergi sana!! Kalian nggak tahu apa yang kami alami!! Semua itu bohong!!”

Di akhir video, dua petugas dan seorang dokter mendekat untuk membawa Krisanto pergi.

Dokter itu, yang ternyata seorang psikiater, berkata singkat kepada kamera.

“Kondisi mental pasien sedang tidak stabil. Dia perlu diberikan obat penenang.”

Video pun berakhir di sana.

Namun media tidak berhenti sampai situ.

Judul-judul berita lain mulai bermunculan dan semakin memojokkan Krisanto.

[Kondisi Mental Pelaku Diduga Tidak Stabil, Pembunuhan Diduga Sudah Direncanakan]

Bahkan ada media yang membuat judul sangat provokatif.

[Istri Berselingkuh dengan Pria Lain, Sang Suami Membunuh Karena Cemburu Buta]

Tak lama kemudian, muncul pula wawancara dengan ayah korban, Pak Harun, serta beberapa warga Desa Bukit Indah, Bogor.

Pak Harun menangis sambil menunjuk kamera dengan wajah penuh amarah.

“Krisanto harus dihukum mati!”

“Dia bunuh anak saya dengan sengaja! Nyawa dibayar nyawa!”

Pria tua itu nyaris histeris.

“Saya cuma punya satu anak laki-laki! Kenapa kamu bunuh dia?!”

“Anak saya sama istri kamu saling cinta! Istri kamu aja yang mau! Kenapa anak saya yang dibunuh?!”

“Kembalikan anak saya!”

Setelah itu, wartawan mulai mewawancarai warga desa.

Namun anehnya, sebagian besar warga justru memilih menghindar.

Begitu melihat kamera dan mendengar nama Krisanto atau Yunita disebut, mereka langsung pergi sambil menggeleng.

“Maaf, nggak tahu apa-apa.”

“Yo Ndak Tau Kok Tanya Saya.”

Hanya sedikit yang bersedia bicara, dan komentar mereka rata-rata bernada buruk.

“Krisanto itu orangnya kasar. Emang tempramennya jelek.”

“Pasti dari awal dia udah niat bunuh.”

“Yunita memang bisu, tapi dia genit kok.”

“Kalau nggak ngasih harapan, mana mungkin almarhum mau sama dia?”

“Mas Surya itu orang baik. Kaya, sering bantu warga juga.”

Komentar seperti itu terdengar di mana-mana, seolah seluruh desa memiliki pendapat yang sama.

Padahal kenyataannya, kebanyakan warga memilih diam.

Dan setelah media mulai berdatangan terus-menerus, desa itu akhirnya menutup akses dan melarang wartawan masuk.

Tak lama kemudian, Arga akhirnya bertemu langsung dengan Yunita.

Wanita itu terlihat sangat kurus.

Wajahnya masih cantik dan bersih, tetapi sorot matanya dipenuhi rasa takut yang dalam.

Dia terus memeluk anak perempuannya erat-erat, seolah takut seseorang akan merebut anak itu kapan saja.

Setiap melihat orang asing, tubuhnya langsung gemetar.

Matanya merah dan bengkak karena terlalu banyak menangis.

Indah, sahabat Yunita, mulai berbicara menggunakan bahasa isyarat.

Dia menjelaskan bahwa Arga datang untuk membantu. Untuk menyelamatkan Krisanto dan melindungi keluarga mereka.

Begitu memahami maksud itu, Yunita langsung jatuh berlutut di depan Arga.

Bahkan anak kecil di pelukannya ikut terseret berlutut bersama ibunya.

Air mata Yunita langsung pecah.

Dia menangis tersedu-sedu sambil berkali-kali bersujud ke lantai.

Dengan tangan gemetar, dia mulai menggunakan bahasa isyarat.

Indah menerjemahkannya dengan suara tercekat.

“Pak Pengacara... tolong selamatkan suami saya...”

“Saya sangat mencintai dia... saya nggak bisa hidup tanpa dia...”

“Surya yang memaksa saya... dia memperkosa saya... saya nggak pernah mau...”

“Badan saya penuh luka... keluarga Surya terus menyiksa kami...”

“Tolong selamatkan suami saya... anak saya masih kecil... dia nggak boleh kehilangan ayahnya...”

Dengan tangan gemetar, Yunita membuka sedikit bagian bajunya.

Bekas memar dan luka ikatan masih terlihat jelas di kulitnya.

Karena tidak bisa bicara maupun mendengar, satu-satunya cara dia memohon hanyalah terus bersujud sambil menangis.

Seolah ingin membuktikan bahwa semua yang dia katakan adalah kebenaran.

Anak perempuan itu bernama Dinda.

Usianya baru lima tahun.

Sama seperti ibunya, Dinda juga tuna rungu.

Anak kecil itu perlahan ikut berlutut di depan Arga.

Matanya berkaca-kaca saat menatap pria itu.

Lalu, dengan gerakan tangan kecil yang sederhana namun begitu menyayat hati, dia berkata:

“Ayah...”

“Aku kangen Ayah...”

“Tolong selamatkan Ayah...”

1
Yuliana Tunru
ayo arga waktu x beraksi hancurkan
ラマSkuy
wah makin penasaran dengan kelanjutannya Thor aku tunggu up berikutnya 👍
ラマSkuy
👍
ayrhte
cepetin dong. lngsng ruang pengadilan, males baca komentar netizennya
semangat author/Determined/
ayrhte
di fitnah² saya diam, di hina² saya diam
tapi kali ini, saya akan lawan💪
ayrhte
kemarin tempo, skrng kompas. saya lapor mas aiman kamu ya thor/Sob/
Iyyan Kasela
bagus
Orimura Ichika
kalau up banyakin Thor 😄
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭
ayrhte
watak cwe yg gk pnya logika😁
Yuliana Tunru
sulit tp bkn.mustahil.kan ayo arga 💪💪 smoga hakim ketua orang jujur dan punya empati yg besar
Fajar Fathur rizky
bongkar kebusukan orang itu thor
ラマSkuy
ditunggu upnya Thor aku sangat penasaran dengan kelanjutannya👍
ラマSkuy
sumpah sampai mau nangis saya baca bab ini
ラマSkuy
related sekali sih woman standar toktok 🤣 suka bet bikin drama
ラマSkuy
buset aku baca kalimat "Demi Tuhan" jadi keingat kasus perseteruannya Adi Bing Slamet, Arya Wiguna dan eyang subur ditahun 2013 🤣🤣🤣
Yuliana Tunru
smoga arga berhasil banding jg dapat bukti2 x jgn sampai yunita dan.klga x kelar krn mafia.kampung biadab bgt
Orimura Ichika
KEREN THOR UP YG BANYAK YA AKU KASIH 2 KOPI DULU BIAR SKIN SEMANGAT👍🤩
Yuliana Tunru
ayo sitem. bantu argacari bukti jg sepak terjang surya ..jika hari itu kamera x rusaktpkan kebejatan x sdh lama dan oasti byk bukti2 lainx yg terekam jgn sampe lolos ya jgn lupa kasih huiuman drnda 1 oo milyar buat semua oenderitaan klga yunita 💪💪💪 arga
ayrhte
seandainya pengadilan hukum di konoha bisa gitu/Shy/
ラマSkuy: bisa saja kak jikalau hakim dan jaksanya menjujung tinggi keadilan untuk semua, bukannya memihak yang punya kekuasaan
total 1 replies
ayrhte
hakim yg nonton pengacara adu bacot "lanjut aja kalian, atur sendiri. gw mau mokel aja"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!