NovelToon NovelToon
Takdir Yang Ditukar

Takdir Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:875
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Kemarahan Keluarga Dewantara

Perjalanan pulang dari rumah sakit terasa sangat panjang bagi Liana. Ia menyetir mobilnya dengan pandangan yang kosong, namun di dadanya kini ada kepastian. Perasaan lega bercampur dengan kesedihan yang mendalam. Lega karena akhirnya ia tahu di mana anak kandungnya berada, sedih karena menyadari betapa besar kebohongan yang menutupi hidupnya selama 17 tahun ini.

Sesampainya di rumah besar keluarga Dewantara, suasana terasa berbeda dari biasanya. Liana sudah mengirim pesan kepada suaminya, Leonardo, dan juga meminta agar kedua orang tuanya serta kedua mertuanya datang berkumpul di rumah. Ia ingin memberitahu semuanya sekaligus.

Ketika Liana melangkah masuk ke ruang keluarga, semua orang yang ditunggunya sudah duduk rapi di sana.

- Leonardo duduk di sofa utama dengan wajah serius dan tenang.

- Ayah dan Ibu Liana tampak duduk dengan wajah penasaran.

- Ayah dan Ibu Leonardo juga terlihat bertanya-tanya apa yang begitu penting hingga mereka dipanggil berkumpul sore ini.

- Ada juga Alex dan istrinya anggun duduk berdampingan .

Nayla tidak ada di rumah, entah pergi keluar dengan teman-temannya atau ke mana, tapi Liana memutuskan untuk tidak menunggu. Kebenaran harus segera diungkapkan.

"Ada apa ini, Nak? Kenapa wajahmu pucat sekali? Dan kenapa kamu mengumpulkan kami semua di sini seperti ada pengumuman penting?" tanya Bu Rosa , ibu dari liana .

"Iya, Liana. Apa yang terjadi? Kamu tadi pergi ke mana?" tanya lagi Bu Ajeng . Dengan nada khawatir .

Liana meletakkan amplop cokelat berisi hasil tes DNA itu di atas meja dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Ia menarik napas panjang, mengumpulkan seluruh keberaniannya.

Di sisi lain, Leonardo hanya diam menyimak. Sebenarnya ia sudah tahu kebenarannya berkat laporan Rian dan rekaman CCTV yang dilihatnya di kantor beberapa hari lalu. Ia juga tahu tentang tes DNA ini. Namun ia memilih diam, membiarkan istrinya yang menyampaikannya dengan caranya sendiri. Hatinya ikut hancur melihat wajah istrinya yang pucat dan berlinang air mata itu.

Dengan Suara yang bergetar, matanya menatap satu per satu orang yang ada di ruangan itu "Maafkan aku karena mengumpulkan Ayah, Ibu, Papa, Mama semua di sini. Tapi... aku tidak bisa menyimpan ini sendirian lagi. Aku harus memberitahu kalian semua kebenaran yang sebenarnya."

Liana membuka amplop itu dan mengeluarkan kertas hasil tes tersebut.

 "Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang gadis bernama Dinda. Gadis yang diceritakan Nayla tempo hari, yang wajahnya sangat mirip denganku. Aku merasa ada ikatan batin yang kuat, jadi aku mengajaknya melakukan tes DNA."

Semua orang di ruangan itu menahan napas. Suasana menjadi hening total.

"Dan hari ini hasilnya keluar. Hasil tes DNA ini membuktikan... bahwa Dinda adalah anak kandung biologis ku. Dia darah dagingku yang sebenarnya."

BRUK!

ibu rosa langsung memegangi dadanya, terkejut setengah mati. Ayahnya juga terlihat pucat dan terguncang.

 "Apa yang kamu katakan, Liana?! Jadi... selama ini... Nayla yang ada di rumah kita itu bukan anakmu?" tanya Bu Rosa .

Liana mengangguk pelan, air matanya jatuh membasahi pipi.

 "Benar, Bu. Nayla bukan anakku. Dan Dinda... anakku yang sebenarnya, tumbuh besar di luar sana dengan hidup yang sangat sederhana, bahkan mungkin susah."

Kedua orang tua dan mertua mereka langsung heboh. Mereka tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

 "Lalu... bagaimana ini bisa terjadi? Apakah ada kesalahan di rumah sakit waktu itu?" tanya ayah Bram mertua Liana .

Leonardo Akhirnya angkat bicara dengan suara berat "Bukan kesalahan, Pa. Tapi kesengajaan. Kami sudah mendapatkan bukti rekaman CCTV dari 17 tahun yang lalu. Orang yang menukar mereka adalah... Sari."

Semua mata terbelalak kaget.

 "Iya. Sari, mantan pembantu kita. Dia yang sengaja menyamar jadi perawat dan menukar bayi kita dengan bayinya sendiri saat petugas lengah. Dia iri melihat kehidupan kita, dan dia ingin anaknya hidup mewah menggantikan anak kita."

Suasana di ruangan itu menjadi ricuh namun penuh kesedihan dan kemarahan. Mereka semua syok mendengar pengakuan itu. Betapa jahatnya perbuatan Sari, memisahkan ibu dan anak selama hampir dua dekade.

 "Dasar wanita tidak tahu diri! Berani-beraninya dia melakukan hal sekejam itu! Kita harus laporkan dia ke polisi!" geram pak samuel ayah dari Liana .

"Aku juga marah, Yah. Sangat marah. Tapi sekarang yang paling penting adalah Dinda. Kita harus mengambil anak kita kembali. Kita harus memberinya kehidupan yang layak, kehidupan yang seharusnya dia dapatkan sejak dulu."

Liana memeluk kertas hasil tes itu erat-erat.

 "Hari ini juga... aku ingin menjemput Dinda. Aku ingin memeluk anakku yang sebenarnya."

Tanpa disadari oleh siapa pun, Nayla sebenarnya sudah pulang sejak tadi. Ia baru saja masuk lewat pintu samping dan hendak naik ke kamar, namun langkahnya terhenti tepat di balik pintu ruang keluarga saat mendengar suara orang tuanya dan kakek-neneknya yang terdengar serius dan tegang.

Awalnya ia hanya ingin menguping sebentar, ingin tahu apa rahasia besar yang selama ini disembunyikan darinya. Tapi apa yang ia dengar selanjutnya... bagaikan guntur yang menyambar tepat di kepalanya.

 "...Hasil tes DNA ini membuktikan bahwa Dinda adalah anak kandung biologis ku. Dia darah dagingku yang sebenarnya." ucap Liana .

 "...Orang yang menukar mereka adalah Sari... Nayla... sebenarnya adalah anak kandung Sari." seru Leonardo .

Dunia seakan berhenti berputar.

Nayla berdiri terpaku di balik dinding, tangannya gemetar hebat memegang gagang pintu. Kakinya terasa lemas, seolah seluruh tenaganya tersedot habis seketika. Air matanya meluncur deras tanpa bisa ditahan, membasahi pipinya yang biasanya selalu tampil percaya diri.

"Apa... apa yang aku dengar ini? Aku... aku bukan anak Papa dan Mama? Aku anak Sari? Anak pembantu itu?"

Hatinya hancur berkeping-keping. Selama 17 tahun ia hidup di rumah mewah ini, memakai baju bermerek, makan enak, dan merasa menjadi putri tunggal yang paling berharga. Ternyata... semua itu bukan haknya. Ternyata ia hanyalah "pengganti" yang ditempatkan di sini karena ulah ibunya kandungnya sendiri.

Ia merasa malu. Ia merasa kotor. Ia merasa seperti pencuri yang telah mencuri kasih sayang dan kehidupan orang lain selama hampir dua dekade.

"Jadi... Dinda yang berhak ada di sini. Dinda yang seharusnya menjadi Nona muda di rumah ini. Dan aku... aku seharusnya hidup susah di rumah sempit bersama Sari pembantu itu .

Nayla menahan isak tangisnya agar tidak terdengar. Ia melihat sekilas ke celah pintu, melihat wajah Liana yang menangis sedih dan Leonardo yang tampak murung.

Mereka... orang yang ia panggil Mama dan Papa selama ini... sebenarnya bukan keluarganya. Dan sekarang, mereka berencana menjemput anak mereka yang sebenarnya, Dinda.

Artinya... posisinya di sini sudah berakhir. Ia tidak lagi diinginkan. Ia akan digantikan.

Tanpa berpikir panjang, Nayla mundur perlahan. Ia tidak sanggup mendengar lebih jauh lagi. Rasanya sakit sekali, sangat sakit. Ia berbalik dan berlari kecil keluar dari rumah, menjauh dari tempat yang selama ini ia sebut sebagai "rumah", tapi kini terasa asing dan menakutkan baginya.

Ia naik ke atas motornya dengan tangan yang masih gemetar. Matanya kabur oleh air mata.

Nayla Bergumam pelan dengan suara pecah "Aku bukan siapa-siapa... Aku cuma anak pembantu...."

Nayla memutar gas motornya dan melaju pergi, meninggalkan kediaman megah itu. Ia tidak tahu harus ke mana, yang jelas ia tidak bisa berada di sana saat ini. Ia ingin menghilang.

 Di dalam ruangan, suasana masih tegang.

"Baiklah, kalau begitu kita tidak perlu menunda lagi. Kita akan pergi ke rumah Sari sekarang juga. Kita bawa pulang anak kita, Dinda. Dan kita akan minta penjelasan dari Sari tentang semua kejahatan yang dia lakukan."

Semua orang setuju. Mereka bersiap-siap untuk berangkat. Namun, Liana tiba-tiba menyadari sesuatu.

"Eh... mana Nayla? Bukannya tadi aku dengar suara motor masuk? Apa Nayla sudah pulang?"

Seorang asisten rumah tangga yang lewat menjawab, "Iya, Non Nayla tadi sudah masuk, Bu. Tapi sepertinya langsung keluar lagi naik motor, wajahnya kelihatan sedih sekali."

Liana dan Leonardo saling bertatapan. Sebuah firasat buruk menyelinap di hati mereka.

"Jangan-jangan... Nayla mendengar semua pembicaraan kita tadi?" ucap Leonardo .

Liana Tersentak, memegangi dadanya "Ya Ampun... Jangan bilang begitu. Kasihan anak itu... Meskipun dia bukan darah daging kita, tapi kita sudah sayang sama dia kayak anak sendiri. Apa yang dia pikirkan sekarang?"

Meskipun marah pada Sari, mereka tidak bisa memungkiri bahwa kasih sayang pada Nayla itu tulus. Namun kini, situasi menjadi semakin rumit. Mereka harus menjemput anak kandung mereka, tapi di saat yang sama, anak yang mereka besarkan selama 17 tahun kini mungkin sedang hancur dan lari entah ke mana.

...----------------...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!