NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jalur dua dunia

Pagi harinya, suasana di kompleks yang kini sudah berubah total terasa sangat hidup. Kuil Beringin berdiri megah dan bersinar, sedangkan tidak jauh dari sana, gubuk tua tempat mereka tinggal selama bertahun-tahun masih berdiri kokoh namun terlihat sederhana.

"Oke Kek, hari ini kita bagi tugas!" seru Deon Key sambil membetulkan tali ranselnya. "Aku mau ke kota lagi, mau beli peralatan tulis, buku catatan tebal, dan beberapa alat ukur presisi yang kita butuhin buat riset di dalam kuil."

"Siap! Dan Kakek di sini mau kerjas!" jawab Genpo semangat, memegang linggis dan palu besarnya. "Kakek mau beli kayu-kayu pilihan, paku, genteng, dan cat. Kita benerin gubuk ini biar layak huni, dan yang paling penting..."

Genpo tersenyum licik, menunjuk ke arah dinding belakang gubuk yang menghadap ke arah hutan.

"Kita bikin jalan rahasia! Biar dari dapur langsung nyambung ke halaman kuil! Jadi nanti kalau mau ambil air zamrud atau mau sembahyang, nggak perlu jalan muter jauh lewat hutan!"

 

Di Pasar Kota Alengka

Rasanya beda sekali jalan-jalan sekarang.

Aku berjalan dengan santai di tengah keramaian. Kali ini aku tidak pakai baju lusuh, tapi baju bersih dan rapi hasil belanja kemarin. Penampilanku tetap sederhana, tapi ada aura berbeda yang memancar, membuat orang-orang spontan menyingkir memberi jalan tanpa sadar.

Aku langsung menuju toko alat tulis dan buku terbesar di kota itu.

"Selamat siang Tuan! Mau cari apa?" sapa pemilik toko dengan ramah.

"Saya mau buku catatan paling tebal dan kuat, kertas kalkir, tinta permanen, dan penggaris baja yang presisi," jawabku santai.

Sambil memilih-milih barang, mataku tak sengaja menangkap pandangan orang-orang yang sedang mengobrol di kedai kopi sebelah.

"Eh, dengar-dengar Nona Prizeyl berhasil bawa batu zamrud raksasa lho! Katanya lebih bagus dari yang hilang! Klan Awan jadi heboh besar!"

"Wah hebat... tapi siapa penjualnya ya? Kok misterius banget?"

Aku hanya tersenyum kecil membayar belanjaanku. Rahasia itu tetap rahasia.

 

Sementara Deon sibuk berbelanja ilmu pengetahuan, di rumah...

Hahaha! Masa tua masih bisa kerja berat begini, nikmat sekali Gusti.

Aku sudah membawa pulang kayu-kayu jati pilihan yang dibeli dengan uang hasil jualan batu. Kayunya kering, keras, dan beraroma wangi.

Tujuanku jelas: Menyatukan dua dunia.

Gubuk ini adalah dunia kita yang biasa, tempat makan, tidur, dan masak. Sedangkan Kuil di belakang adalah dunia suci dan rahasia.

Aku mulai bekerja. Pertama, aku rapikan dulu atap gubuk yang bocor, ganti dengan genteng baru. Cat dinding aku warnai cokelat kayu yang hangat. Lantai yang tanah, aku pasangi ubin batu licin yang nyaman di injak kaki.

Tapi proyek utamanya ada di bagian belakang.

Aku mengukur jarak antara dapur gubuk dengan gerbang samping kuil. Jaraknya sekitar 10 meter.

"Nah, di sini kita bikin teras tertutup," gumamku.

Aku buat bangunan panjang seperti lorong penghubung. Atapnya tinggi, dindingnya berupa anyaman bambu yang rapi dan papan kayu. Lantainya aku ratakan.

Lorong ini berfungsi jadi penyangga dan perantara.

Jadi kalau kita jalan dari dalam gubuk, kita jalan di lorong ini, lalu ujung lorong ini tepat menghadap ke area perisai kuil. Karena Deon adalah kuncinya, dia bisa dengan mudah membuka jalan di ujung lorong itu kapan saja.

Jleb...

Aku pasang pintu kayu besar ukir bunga di ujung lorong. Dari luar terlihat seperti gudang atau pintu biasa, tapi sebenarnya itu adalah gerbang rahasia.

"Gimana kalau hujan? Nggak masalah. Lorong ini bikin kita tetap kering dan hangat pas jalan ke kuil."

Aku juga pasang bangku panjang di lorong itu, buat tempat istirahat atau merokok sambil memandang keindahan batu zamrud di halaman.

 

Sore harinya, Deon kembali dari kota dengan membawa tumpukan buku dan alat-alat canggih.

Mata Deon terbelalak melihat perubahan drastis di rumahnya.

"Wah Kek! Ini gubuk kita? Jadi bersih dan bagus banget!" seru Deon takjub.

"Terus lihat yang ini Nak!" Genpo dengan bangga menunjuk ke arah belakang.

Deon berjalan mengelilingi gubuk, dan matanya makin lebar melihat bangunan baru yang terbentuk.

Sebuah Lorong Penghubung yang panjang, teduh, dan sangat artistik terbentang dari dapur menuju ke arah hutan, tepat berhenti di batas tak terlihat dari wilayah kuil.

"Ini... Kakek bikin jalan pintas ya?"

"Betul!" Genpo menepuk-nepuk dinding kayu itu bangga. "Sekarang hidup kita jadi gampang Deon.

- Mau masak? Di gubuk.

- Mau tidur? Di gubuk.

- Mau belajar rahasia alam, lihat pilar, atau bersihkan batu zamrud? Langsung jalan lewat lorong ini! Nggak kepanasan, nggak kehujanan."

Deon berlari kecil masuk ke dalam lorong itu, lalu berjalan sampai ke ujung. Ia mengulurkan tangannya ke udara kosong di depan pintu kayu ujung.

Sreeeeet...

Dinding dimensi itu terbuka, memperlihatkan pemandangan megah Halaman Kuil Beringin dengan batu-batu hijau dan bangunan megah di sana.

"Sempurna!" Deon bertepuk tangan senang. "Sekarang rumah kita jadi satu kesatuan yang utuh. Gubuk buat hidup biasa, Kuil buat warisan leluhur."

Deon memeluk erat Kakek Genpo.

"Terima kasih Kakek. Sekarang tempat ini benar-benar jadi rumah yang nyaman buat kita berdua."

"Sama-sama Nak. Ayo masuk! Kakek mau masak sayur pakai wajan baru! Perut sudah keroncongan!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!