Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Pardi pulang
"Dari mana saja kamu ini kok baru pulang sekarang?" Suminah menyambut Pardi yang baru pulang dalam keadaan sedikit kotor.
Pardi hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut istri dia, bahkan pria itu hanya menyambar handuk dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri tanpa ada jawaban sepatah kata saja yang keluar dari mulut tersebut.
Suminah rasa ingin mengamuk karena memiliki suami yang terkadang begitu keras kepala dan tidak pernah bisa diajak untuk berbicara baik, padahal dia sudah bingung ke sana kemari untuk mencari keberadaan Pardi dan bahkan mereka juga sampai kena tuduh oleh orang yang tak dikenal.
Ini sekali dia pulang malah bersikap cuek dan seolah tidak peduli sama sekali sehingga wajar saja bila Suminah merasa marah dan ingin menghajar suami dia, tapi itu hanya angan di dalam hati karena Suminah tidak pernah memiliki nyali untuk melawan Pardi yang sifatnya sangat keras dan bahkan nanti sampai main tangan.
Pardi sejak dulu hingga sampai saat ini memang begitu keras kepala dan dia tidak akan pernah menerima masukan dari orang lain, ini saja bila dia tidak keras kepala maka tidak akan pernah mengalami hal buruk seperti itu dan tidak akan pernah membuat sang istri merasa kesulitan untuk mencari dia.
Sekali pulang malah diam saja tanpa penjelasan sama sekali sehingga wajar bila Suminah merasa kesal dengan pria tersebut, karena dia juga sudah berusaha untuk mencari bahkan meminta pertolongan dari pak lurah desa ini untuk menemukan keberadaan Pardi, aman sekali pulang tidak ada penjelasan dari pria itu sehingga Suminah ingin mengamuk sendiri.
Nanang sang bocah kecil juga hanya diam saja melihat ekspresi Suminah yang sudah tidak karuan karena emosi yang hanya bisa terpendam di dalam hati, tapi hidung bocah itu mencium aroma yang tidak enak dari tubuh Pardi sehingga dia ingin berbicara namun mengurungkan karena takut nanti akan kena sembur oleh Suminah.
Pardi yang masuk dalam kamar mandi segera membersihkan diri dan dia terlihat cukup ketakutan namun berusaha untuk menyembunyikan rasa takut itu, dia tidak mau bila Suminah sampai mengetahui dan nanti pasti akan didengar oleh banyak orang bila sampai Suminah mengatakan kepada seluruh warga yang ada di sekitar tempat mereka.
"Tidak, aku tidak boleh berbicara kepada Suminah!" Pardi menggeleng karena dia memang cukup ngeri.
"Siapa mereka sebenarnya Dan kenapa melakukan itu kepada diriku?" Pardi bertanya-tanya di dalam hati ini.
"Bila kau tidak menuruti permintaan yang kami berikan maka kau akan sangat menderita bersama dengan anak kesayanganmu itu!"
Suara itu terus terngiang di dalam telinga Pardi sehingga dia mau tidak mau menerima ancaman tersebut, sekarang dirinya telah terikat dengan sesuatu yang tidak pasti dan Pardi sendiri masih belum yakin apa itu memang nyata atau hanya sekedar tipuan belaka, sebab kondisi juga sangat mendesak sehingga dia tidak bisa memastikan.
"Sial, kau begini aku tidak akan pernah masuk ke dalam rumah itu." sesal Pardi sangat besar.
"Biar saja mereka semua dihantui oleh arwah itu Dan harusnya aku tidak usah ikut campur, ini sekarang malah aku yang terkena masalah dan tidak bisa bercerita." sesal Pardi di dalam hati karena dia memang sangat menyesali sekarang.
"Ikut campur apa?" Suminah muncul di hadapan Pardi dan dia memang mendengar barusan.
"Hah!" Pardi terlihat kaget sekali melihat kemunculan sang istri.
"Kamu sebenarnya dari mana dan apa saja yang sudah kamu lakukan?" Suminah bertanya dengan tatapan mata penuh curiga.
"Kenapa pasangan ingin tahu urusan yang aku miliki." Pardi berkata ketus dan segera pergi.
"Andai kau mengetahui bahwa aku dan seluruh warga di sini bingung mencari keberadaan mu, belum lagi kami harus kena tuduh dari orang kota yang tidak punya sopan santun itu!" bentak Suminah sudah terlanjur emosi.
"Ka..kau bertemu dengan orang kota?" Pardi menoleh karena dia terdengar kaget.
"Ya! kami masuk ke dalam rumah Sayuti dan mereka datang lalu menuduh bahwa kami ingin mencuri harta milik Sayuti." Suminah menjelaskan secara singkat.
"Lalu apa yang dia katakan lagi?" Pardi mendekati Suminah karena dia terlihat sangat penasaran.
"Itu tidak penting sekarang untuk dibicarakan, yang paling penting itu kamu habis dari mana?!" desak Suminah.
Pardi terdiam seribu bahasa dan tidak ada niat untuk menjawab sama sekali dia datang dari mana, sebab Dia juga sudah memikirkan konsekuensi yang harus diterima bila sampai mengatakan kepada Suminah bahwa dirinya telah pergi ke sebuah tempat yang sama sekali tidak akan para warga tebak.
"Kalau tahu kamu sehat walafiat seperti ini maka aku tidak akan bingung mencari kamu!" kesal Suminah.
"Apa aku ada meminta tolong kepada dirimu untuk mencari aku?" Pardi bertanya balik sehingga Suminah tambah kesal.
"Harus nya kau sadar bahwa aku masih peduli dan sibuk mencari keberadaan dirimu itu, bukan malah seperti ini dan tidak tahu terima kasih!" teriak Suminah.
Pardi tidak peduli lagi dan dia segera masuk ke dalam kamar untuk memakai baju, biar saja Suminah tenggelam dalam pikiran dia sendiri karena Pardi sama sekali tidak peduli dengan hal itu Dan dia juga tidak ada merasa bersalah terhadap sang istri.
"Dasar perempuan cerewet, tidak tahu apa-apa tapi terus saja mengoceh seperti itu." Pardi merutuk sambil mengambil kaos.
"Ibu pusing mencari Bapak karena hilang sangat lama." Nanang muncul di hadapan Pardi.
"Ah kau itu diam saja dan tidak usah ikut berbicara urusan orang tua!" sergah Pardi karena dia tidak mau Nanang ikut campur.
Nanang kecil melipat bibir yang mungil itu karena sudah kena bentak sehingga dia tidak mungkin berani untuk berbicara lagi, jadi bocah kecil itu hanya bisa pergi dan meninggalkan Pardi yang masih memakai baju yang memiliki urusan tersendiri dengan orang yang sebelumnya tidak pernah dia kenal selamat tinggal di desa ini.
"Padahal Ibu sangat cemas dan bingung mencari tapi malah Bapak galak seperti itu." ujar Nanang sambil berlalu.
"Anak dan Ibu sama saja cerewetnya dan selalu ikut campur dalam urusan orang lain." kesal Pardi.
"Nanti kalau sudah aku tempeleng satu persatu maka baru bisa diam dan tidak ikut campur urusan orang."
Pardi memang sangat angkuh dan keras kepala sehingga kadang Suminah juga merasa kesal memiliki suami seperti ini, sudahlah kadang dia hanya membuat repot saja karena penyakit asam urat yang terus membengkak pada bagian kaki sehingga Pardi terkadang kesulitan untuk berjalan meski itu hanya ke kamar mandi rumah ini.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.
dari kota aja lagaknya kaya dewa saja, orang yang dewa iblis aja gak sesombong kamu.
dan
hanya Purnama yang bisa ngadepin Angelina
Arya sama Nolan juga boleh lah kasih pelajaran ke mereka...
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣
lagian biarin ja sih rusak , orang nya dh PD koit 🤣
aku kira kedatangan tamu orang jahat itu ,, eee ... gak thu nya tamu nya adalah Arya 🤭🤭
mereka mafia kah ❓ atau mereka melakukan pesugihan ❓
orang PD sibuk mencari dan ngomongin si Pardi ,,, tahu-tahu wonge wes mati 🤣🤣
para tetangga jg ogah mo bantu mencarinya 🤣