NovelToon NovelToon
Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: exozi

CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU

AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.

GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.

Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.

Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.

Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.

Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?

A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANGAN SENTUH DIA!

Malam itu, suasana di restoran cukup ramai. Suara tawa orang-orang bercampur dengan musik latar yang pelan, menciptakan suasana makan malam yang cukup nyaman.

Ayunda dan Giovanni duduk bersebelahan di meja yang agak ke pojok. Ayunda terlihat ceria, matanya berbinar sambil mengoceh soal hari-harinya, sesekali tertawa renyah mendengar jawaban Gio. Gio sendiri hanya tersenyum lebar menatap istrinya, sesekali mengambilkan makanan dan menyuapi Ayunda dengan penuh kasih sayang.

Mereka terlihat sangat bahagia, sangat kompak, dan sangat mencolok keimutannya.

Tapi sayangnya, kedamaian itu tidak berlangsung lama.

Di meja tidak jauh dari situ, ada sekelompok cowok yang sepertinya sudah cukup banyak minum. Mereka berisik, tertawa terbahak-bahak, dan tatapan mereka mulai tidak sopan. Sejak tadi, mata mereka tidak lepas dari Ayunda.

"Wih... liat deh yang disana. Cewek tomboy gitu kan emang seger ya bro?" bisik salah satu dari mereka dengan suara yang sengaja dibuat keras.

"Iya nih... badannya kelihatan padet gitu. Ganteng juga mukanya. Coba deh deketin, kali aja bisa diajak seru-seruan." temannya yang lain menyahut, disambut tawa jahil lainnya.

Ayunda yang mendengar itu langsung menghentikan makanannya. Wajahnya berubah masam, dan dia secara refleks memeluk lengan Gio erat-erat, mendekatkan tubuhnya ke arah suaminya karena merasa risih dan tidak nyaman.

"Gio..." panggilnya pelan, suaranya terdengar sedikit takut. "Mereka ngeliatin gue terus. Risih banget."

Gio yang awalnya tersenyum, seketika senyumnya hilang lenyap. Wajahnya yang biasanya hangat dan lembut, berubah total menjadi datar dan dingin. Matanya yang tadi memancarkan kasih sayang, kini berubah menjadi tajam dan menusuk, seperti mata elang yang siap menerkam mangsa.

Aura marahnya keluar begitu kental, sampai-sampai Ayunda yang ada di sampingnya bisa merasakan hawa dingin yang menggelitik tulang belakang.

Gio tidak langsung bicara. Dia hanya menatap lurus ke arah kelompok cowok itu dengan tatapan mematikan. Tatapan yang bilang kalau dia sedang tidak main-main.

Tapi bukannya takut, cowok-cowok itu malah merasa tertantang. Salah satu dari mereka, yang badannya paling besar dan kelihatan paling berani, berdiri dan berjalan mendekat dengan gaya sok asik dan congkak.

"Hi cantik..." sapanya dengan nada genit, berdiri tepat di samping meja mereka. "Lagi makan sama siapa nih? Sendirian aja? Mau ikut kita gak? Pasti lebih seru loh dibanding sama cowok kaku gitu."

Tangannya bergerak, dengan sangat berani dia mencoba menyentuh bahu Ayunda, bahkan berniat mengusap pipi cewek itu dengan seenaknya!

BRUK!!

Belum sampai tangannya menyentuh kulit Ayunda, tiba-tiba tangan Gio bergerak lebih cepat.

Dengan satu gerakan kilat, tangan besar itu menangkap pergelangan tangan cowok itu dengan sangat kuat. Sangat erat, sangat kencang, sampai terdengar bunyi sendi yang berderit pelan.

"AAAAWW!! SAKIT SAKIT! LEPASIN!!" teriak cowok itu kaget dan meringis kesakitan, wajahnya memerah menahan sakit.

Gio berdiri perlahan dari kursinya. Dia berdiri tegak, memancarkan aura yang sangat besar dan mengintimidasi. Wajahnya datar, tapi matanya menyala sangat marah.

Dengan satu sentakan kasar, Gio melempar tangan cowok itu hingga tubuhnya terhuyung mundur beberapa langkah dan hampir jatuh tersungkur ke lantai.

"Lo buta apa gimana hah?!"

Suara Gio rendah, dingin, tapi sangat menggelegar dan menakutkan.

"Lo liat gak dia sama siapa?! Dia sama GUE! Dia ISTRI GUE! Berani-beraninya lo nyampein tangan lo yang kotor itu ke arah dia hah?!" bentak Gio. Suaranya begitu keras sampai membuat seluruh restoran menjadi hening seketika. Semua orang menoleh ke arah mereka.

Cowok itu kaget bukan main, mukanya pucat pasi melihat cowok rapi dan ganteng ini tiba-tiba berubah jadi iblis galak.

"E-eh santai bro... kan aku cuma bercanda doang kok. Ngapain sih jadi marah-marah gitu," jawabnya terbata-bata, mencoba terlihat berani tapi kakinya gemetar.

"Bercanda? Bercanda macam apa?! Mulut lo bau tau gak!" Gio melangkah maju satu langkah, membuat cowok itu dan teman-temannya mundur ketakutan serentak.

"Dengerin baik-baik ya sama temen-temen lo itu..." Gio menatap mereka satu per satu dengan tatapan tajam yang menusuk sampai ke ulu hati.

"Cewek yang ada di samping aku ini, MILIK GUE SEPENUHNYA! Gak ada satupun orang di dunia ini yang berhak ngeliat dia dengan mata kotor, apalagi berani nyentuh dia!"

Gio menunjuk hidung cowok itu dengan jarinya yang gemetar karena menahan amarah yang meluap-luap.

"JANGAN SENTUH DIA! NGARTI?! JANGAN PERNAH BERANI SENTUH DIA! Kalau kalian berani sentuh dia satu inci aja, atau bikin dia risih dikit aja... gue pastiin hidup kalian bakal sengsara! Gue gak peduli kalian berapa orang, gue gak peduli kalian sekuat apa! Gue bakal hancurin lo semua!"

Suasana mencekam sekali. Teman-teman cowok itu yang tadinya berisik, sekarang pada diam semua menunduk tak berani angkat muka. Mereka sadar mereka sudah berurusan dengan orang yang salah.

"Ma-maafin kami bro... kami gak tau kok. Kami minta maaf..." salah satu temannya yang lain akhirnya angkat bicara dengan suara gemetar.

"Cepet pergi dari hadapan gue sebelum tangan gue yang gerak!" gertam Gio.

Tanpa perlu disuruh dua kali, kelompok cowok itu langsung kabur bagai dikejar setan. Mereka keluar dari restoran dengan tergesa-gesa, meninggalkan segala sesuatu di meja mereka.

 

Setelah mereka benar-benar hilang dari pandangan, Gio masih berdiri mematung dengan napas yang memburu-buru. Dadanya naik turun, emosinya masih belum stabil. Dia benar-benar marah besar.

Dia lalu cepat-cepat berbalik menghadap Ayunda. Wajah galak dan seramnya luluh seketika berubah menjadi wajah panik dan khawatir.

"Yun... kamu gapapa kan?" tanya Gio cepat dengan suara parau. Dia langsung memegang kedua bahu Ayunda, memeriksa tubuh istrinya dari atas sampai bawah seolah takut ada yang kurang. "Dia gak nyentuh kamu kan? Kamu gak takut kan?"

Ayunda menatap Gio dalam-dalam. Matanya berbinar-binar, bukan karena takut, tapi karena haru dan bangga yang luar biasa.

Dia melihat Gio yang tadi begitu galak, begitu menyeramkan, tapi semua itu dilakukan cuma demi membela dia, demi melindungi dia.

"Gio..." panggil Ayunda pelan. "Gue gapapa kok. Lo... lo keren banget tadi."

Gio menghela napas panjang, lalu langsung menarik tubuh Ayunda dan memeluknya sangat erat, seolah ingin memastikan kalau cewek itu masih ada di sana, utuh, dan aman dalam pelukannya.

"Maaf ya... maaf aku bikin rusuh. Tapi aku gak bisa Yun... aku gak bisa liat ada orang lain yang berani macam-macam sama kamu. Rasanya pengen ngamuk aja kalau ada yang nyentuh kamu."

Gio menempelkan dagunya di puncak kepala Ayunda.

"Kamu itu segalanya buat aku. Aku gak bakal biarin siapapun nyakitin kamu, bahkan cuma buat bikin kamu risih aja aku gak rela."

Ayunda tersenyum manis di dada bidang itu, membalas pelukan itu dengan sama eratnya.

"Iya... aku tau. Aku aman kok karena ada lo. Makasih ya Gio."

Malam itu, meski makan malamnya tidak berjalan mulus, tapi hati mereka berdua terasa semakin hangat dan semakin yakin. Bahwa Gio akan selalu menjadi tameng terkuat bagi Ayunda, dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti istrinya sedikitpun.

1
Alex
meleleh abanng🥳
Alex
love sekebon gio🥰🥰
shabiru Al
ok mampir nih... moga aja seru gak ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!