hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
secuil perhatian
Sebenarnya hari sial ku tidak berakhir di sana dan tempat duduk yang kosong kini hanya tersisa di samping si tuan pertama Do itu,
Sebenarnya aku ingin menghindar tetapi itu akan merusak suasana nya dan aku mencoba berdamai dengan diriku dan duduk di tempat kosong itu,
" sepertinya wajahmu tidak asing?,,," ujar wanita berambut sebahu bernama yee rime, wanita itu istrinya hyun jae dan dia seorang vidiografer ,
Mungkin kita pernah berpapasan atau berada di sebuah acara bareng tampaknya dia begitu mengingat ingat wajahku,
" benarkah? Apa kita pernah bertemu?" ujar ku heran dan memulai perbincangan karna tampak kikuk di antara orang² yang sama sekali tidak ku kenal,
"aku ingat sekarang, apa nama panggungmu S2? Pemenang vidiografer cantik di gunung fuji" ujarnya membuatku menutup mulut kaget,
Dia ada di event itu? 2 tahun lalu saat aku mahasiswa aku ikut sebuah event di jepang yang mana event itu khsus vidiografer handal dengan tema keindahan gunung fuji dan yah akulah pemenang nya,
Tentang S2 adalah singkatan dari nama ku yaitu Sun Sarang jadi dua S besar jadi 'S TWO'
"kamu juga ikut event itu,,," aku sedikit exsaitide menemui orang yang sepropesi bahkan aku lupa kalau di sampingku ini ada orang yang amat aku hindari,
Sebenarnya aku berharap selama 3 bulan ini aku tidak bertemu dengannya di kebetulan mana pun, tetapi baru juga 2 hari malah sudah bertemu lagi,
Aku akan tetap berpura² tidak mengenalnya dan melanjutkan obrolan seputar vidografer bersama ye rime.
Setelah beberapa saat duduk dan mengobrol aku merasa tidak nyaman karna cuaca cukup dingin sehingga aku sedikit bergidik karna angin malam menyentuh sebagian kaki ku yang hanya terselimuti rok jeans setengah paha,
"mau teh hangat,,," kini lin shui menawariku sembari mengangkat cangkir nya,
sebelum aku mengangkat cangkirku do yanqi lebih dulu mengangkat nya dan menyimpannya di hadapanku,
"minumlah,,, cuaca malam akan semakin dingin,,," ujarnya dengan suara berat khas nya itu,
Aku hanya diam dan mengangguk tanpa menoleh ke arah nya,
entah suasana seperti apa ini benar² membuatku tidak nyaman, aku hanya menyimak pembicaraan mereka yang di selingi dengan candaan dan sesekali aku hanya menanggapi dengan anggukan tanpa melontarkan sepatah katapun,
Sebenarnya aku ingin pamit pulang terlebihdahulu tapi rasanya agak tidak sopan mereka tampak asik berbincang gak mungkin kan aku pamit tiba², jadi aku putuskan untuk tetap diam hingga acaranya selesai.
Jam menunjukan pukul 1 malam saat aku naik ke atas mobil untuk pulang dan tidak ikut ke sesi 2, yah mereka mengadakan sesi 2 di karoke aku memilih pamit dengan alasan besok ada kerjaan lebih pagi,
mobilku mulai melaju tetapi agak aneh rasanya, seperti ada yang tidak beres dan beberapa detik kemudian benar saja mesinnya benar² mati,
Apa lagi ini ya tuhannn, kayaknya ini beneran belum cukup apesnya sampe² mobil juga harus mati tiba² padahal tadi tuh masih fine² aja.
Aku turun dan mecoba membuka kap mesinnya, dan aku gak bisa melakukan apapun, yah aku buta tentang otomotif benar² buta, bahkan aku tidak tau kalau tiba2 mati seperti ini kesalahannya di mana,
dengan kesal aku menutup kap mesin dan menendang roda nya hingga tiba2 hils yang ku kenakan hampir tersangkut saat sebuah mobil berhenti dan menyalakan klaksonnya.