NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Setelah Runa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar namun masih tampak lelah, ia mendapati Azel sedang berdiri di balkon, membelakangi kamar. Pria itu tampak sedang menelepon seseorang, suaranya rendah dan tegas—khas seorang pimpinan yang tidak terbiasa dibantah.

"Pastikan pengiriman susunya yang rendah asam lambung. Dan jangan lupa, stok buah-buahan segar di kulkas kecil kamar atas. Ya, sekarang," ucap Azel sebelum mematikan ponselnya.

Runa berdiri mematung di dekat ranjang, mengenakan piyama panjang bermotif bunga matahari yang sudah agak pudar warnanya. Ia merasa asing di kamar yang aromanya sangat maskulin—campuran antara kayu cendana dan wangi sisa parfum Azel yang mahal.

Azel berbalik, matanya menyapu sosok Runa. Ia terdiam sejenak melihat betapa kecilnya wanita itu di dalam kamar luasnya.

"Sudah mandinya? Kenapa nggak langsung tidur?" tanya Azel sambil berjalan masuk dan menutup pintu balkon.

"Zel... soal tidur... beneran kita satu ranjang?" Runa meremas ujung bajunya, kebiasaan lamanya saat sedang merasa tidak nyaman. "Maksudku, ranjang ini luas sih, tapi tetap saja..."

Azel menghela napas, ia melepas jam tangannya dan meletakkannya di atas nakas. "Runa, aku sudah capek seharian. Aku nggak punya tenaga buat berdebat soal moralitas tempat tidur. Kamu tidur di sebelah kiri, aku di kanan. Ada guling di tengah kalau kamu merasa terancam."

Runa naik ke atas kasur dengan sangat hati-hati, seolah takut akan merusak sprei sutra yang begitu halus. Begitu tubuhnya menyentuh kasur, ia menyadari betapa empuknya ranjang itu—jauh berbeda dengan kasur tipis di kosannya yang sering membuat punggungnya pegal.

"Zel, kamu nggak akan... maksudku, kita kan cuma kontrak," gumam Runa pelan, menarik selimut sampai ke dagu.

Azel menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, membuka sebuah buku laporan tanpa menoleh ke arah Runa. "Jangan terlalu percaya diri. Aku lebih tertarik pada laporan tahunan perusahaan daripada pada wanita yang hobi lupa sarapan dan berat badannya bahkan nggak sampai 45 kilo. Tidur, Runa. Kamu bawel sekali kalau lagi gugup."

Runa mendengus, membalikkan badannya membelakangi Azel. "Aku nggak bawel! Aku cuma memastikan."

Keheningan kembali menyergap. Runa mencoba memejamkan mata, namun pikirannya mulai berputar—kebiasaan overthinking-nya kambuh. Ia memikirkan bagaimana besok di sekolah, bagaimana perasaan Ayahnya, dan bagaimana ia harus menghadapi Mama Sofia yang sangat baik itu.

Gimana kalau nanti mereka tahu aku cuma pura-pura? Gimana kalau kontrak ini berakhir dan aku nggak punya tempat buat pulang lagi?

Napas Runa mulai tidak teratur. Azel, yang meski matanya tertuju pada buku tapi indranya fokus pada wanita di sampingnya, langsung menyadari perubahan itu. Ia mendengar Runa mulai bergerak-gerak gelisah dan helaan napasnya terdengar berat.

"Runa," panggil Azel pelan.

"Ya?" sahut Runa kaget.

"Berhenti memikirkan skenario kiamat di kepalamu. Suara napasmu berisik, aku jadi nggak fokus baca."

"Aku nggak mikir apa-apa kok," dusta Runa.

Azel menutup bukunya dengan suara pelan. Ia mematikan lampu utama, hanya menyisakan lampu tidur yang temaram. "Besok sekolahmu akan menerima surat resmi dari Zelbarra Foundation. Gajimu akan dinaikkan, fasilitas sekolah akan diperbaiki. Semua yang kamu khawatirkan tadi pagi sudah selesai. Jadi, tutup matamu sekarang."

Runa terdiam. Sial, pria ini selalu tahu apa yang sedang ia pikirkan. "Kenapa kamu baik banget soal sekolah itu, Zel? Kamu bisa saja cuma kasih uang secukupnya."

"Karena aku nggak mau melihat kamu bagi-bagi brosur di bandara lagi," jawab Azel jujur, meski suaranya terdengar datar. "Itu merusak pemandangan."

Runa tersenyum tipis di kegelapan. "Dasar sombong."

"Tidur, Runa Elainzica."

"Iya, iya. Makasih, Azel."

Hampir setengah jam berlalu, Runa akhirnya mulai terlelap karena kelelahan yang luar biasa. Azel perlahan menoleh, melihat wajah Runa yang tampak damai saat tidur, meski sesekali keningnya berkerut.

Azel mengulurkan tangannya, dengan gerakan yang sangat lembut—sangat berbeda dari sikap ketusnya tadi—ia memperbaiki letak selimut Runa agar menutupi bahunya dengan sempurna. Ia juga menjauhkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Runa.

’Masih suka mengigau pelan kalau lagi stres,’ batin Azel.

Ia kemudian meraih ponselnya, membuka catatan rahasianya lagi.

’Malam pertama: Dia kesulitan tidur karena overthinking. Harus cari cara supaya dia merasa kamar ini adalah tempat amannya. Dan besok pagi, pastikan pelayan tidak menyajikan kopi untuknya. Lambungnya sedang sensitif.’

Azel menyimpan ponselnya, lalu ia ikut merebahkan tubuhnya. Matanya menatap langit-langit kamar sebentar sebelum akhirnya ikut terlelap di samping satu-satunya kekacauan yang paling ia cintai di dunia ini.

1
Ayusha
ya ampun kirain aku yg kelewat baca beneran ke IGD. 😄
Ayusha
nyatet nya tar aja kenapa si jel, lg panik masih sempet2nya nulis /Facepalm/
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣
kelakuan ajel emang...
total 1 replies
Ayusha
ya ampyuun sampe segitunya jel /Facepalm/
Ayusha: kalo aku di posisi Runa mungkin udh gila. gila karena ke absurdan Ajel, dan Ter gila2 Karena kebucinan nya 🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Ayusha
/Joyful//Joyful/
Ayusha
katanya kayak meluk kayu kering, emang masih naf su juga 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar ajel mah bilangnya apa tapi kelakuannya apa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
balon kali terbang /Sob/
Ayusha
mantap jel, aku padamu 😍
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nesya
dapat suami yang mencintai, mertua yang baik dan pengertian beruntung ny kamu runa, nikmati harimu runa waktunya bahagia
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nesya
👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya kak♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
sa ae lu jel. melting kan gue 🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
tinggal bilang "menikahlah denganku"
apa susahnya sih, pake alesan dijodohin segala 🤣
Ariska Kamisa: tsundere banget ya kak ...🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
oke, tim cowok posesif dengan segala obsesi nya🤭
Ariska Kamisa: oke satu tim kita kak.. terimakasih banyak ♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!