NovelToon NovelToon
In Umbra Penitentiae

In Umbra Penitentiae

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:810
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Kehadiran seorang anak kecil berusia tujuh tahun seharusnya membawa kebahagiaan. Namun tidak bagi keluarga itu. Kedatangannya sebagai anak yang tak pernah diharapkan perlahan menghancurkan keharmonisan yang selama ini terlihat sempurna. Sejak kecil ia tumbuh di tengah tatapan benci, kasih sayang yang setengah hati, dan kehidupan yang seolah tak pernah berpihak padanya.

Semakin dewasa, ia mencoba mencari tempat untuk pulang—melalui mimpi, cita-cita, dan cinta yang diyakininya mampu memperbaiki semuanya. Tetapi hidup kembali mempermainkannya. Harapan yang ia bangun perlahan runtuh, meninggalkan penyesalan, luka, dan kenyataan bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk mendapatkan akhir bahagia.

Di balik semua itu, ia hanya ingin satu hal sederhana: diterima sebagai manusia, bukan kesalahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 Putri Es

Hari itu menjadi salah satu hari terbaik dalam hidup Ana.

Duduk di antara Dylan dan Sabine sambil mendengar ocehan mereka membuat hatinya terasa hangat dengan cara yang dulu tidak pernah ia bayangkan.

Karena sejak kecil… Dariela Atlanna Zavira Raespati tidak pernah benar-benar tahu bagaimana rasanya dirayakan.

Tidak pernah tahu bagaimana rasanya menjadi seseorang yang ditunggu saat ulang tahun datang.

Dulu, yang mengingat ulang tahunnya hanyalah beberapa orang.

Amora.

Mbok Yem.

Dan Om Raka.

Hanya mereka.

Amora biasanya datang diam-diam membawa gantungan kecil atau cokelat murah hasil tabungannya sendiri. Sementara Mbok Yem selalu memasakkan mie goreng kesukaan Ela meski sering dimarahi oma karena dianggap terlalu memanjakan anak pembawa sial itu.

Lalu ada Om Raka.

Tangan kanan ayahnya yang diam-diam selalu membelikan kue kecil atau es krim setiap ulang tahunnya. Kadang pria itu datang sambil tersenyum canggung dan berkata,

“Selamat ulang tahun, Non Ela.”

Hal sederhana itu saja sudah cukup membuat Ela bahagia selama berhari-hari.

Sedangkan Damir…

Ayahnya biasanya hanya memberi ucapan lewat telepon singkat. Atau menitipkan hadiah melalui Om Raka karena sibuk bekerja.

Namun dulu Ela tetap bahagia.

Karena sekecil apa pun perhatian yang ia dapatkan dari ayahnya, itu selalu terasa sangat berarti.

Padahal sebenarnya… Ela pernah sekali meminta sesuatu pada Damir.

Sebuah pesta ulang tahun kecil.

Tidak perlu mewah.

Tidak perlu banyak tamu.

Ia hanya ingin makan bersama ayahnya.

Dan saat itu Damir sempat mengiyakan.

Ela bahkan diam-diam sangat bersemangat sampai tidak bisa tidur malam sebelumnya. Ia menunggu hari itu dengan hati penuh harapan seperti anak kecil lain pada umumnya.

Namun semuanya gagal.

Hari itu Damir mengalami kegagalan tender besar di perusahaan.

Suasana rumah langsung berubah tegang.

Dan sejak saat itu, oma mulai memberi julukan baru untuk Ela.

Anak pembawa bencana.

Katanya sejak Dariela lahir, hidup keluarga mereka tidak pernah benar-benar tenang.

Ela kecil yang mendengar semua itu hanya bisa diam sambil menunduk.

Dan sejak hari itu… ia tidak pernah lagi meminta dirayakan.

Namun luka terbesar bukan hanya itu.

Ana masih ingat jelas kejadian di rumah keluarga Sadipta lima belas tahun lalu.

Saat ulang tahun anak kedua Mahatma Akash Sadipta dan Lilika Ayana Sadipta.

Tivara Alana Sadipta.

Vara waktu itu masih kecil dan berbeda empat tahun dengan Ela.

Hari itu rumah keluarga Sadipta sangat ramai. Banyak tamu datang, anak-anak bermain di taman belakang, dan semua terlihat bahagia.

Ela sebenarnya tidak ingin datang. Namun Damir memaksanya ikut karena hubungan bisnis keluarga mereka sangat dekat.

Dan malam itu… hidup Ela kembali berubah.

Saat semua orang sibuk di dalam rumah, Vara kecil bermain di dekat kolam taman belakang.

Di sana hanya ada Vara dan Ela.

Lalu tiba-tiba terdengar suara teriakan.

Byur!

Vara terjatuh ke dalam kolam.

Ela yang panik langsung berusaha menolong gadis kecil itu sambil berteriak meminta bantuan.

Namun yang datang pertama kali justru orang-orang dewasa dengan wajah penuh kemarahan.

Semua mata langsung tertuju pada Ela.

“Dariela!” bentak seseorang.

Lilika langsung memeluk Vara yang menangis ketakutan sambil menatap Ela dengan marah.

“Kamu ngapain anak saya?!”

Ela yang saat itu masih remaja hanya bisa membeku ketakutan.

“A-aku nggak—”

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipinya.

Damir.

Ayah yang paling ia hormati dan kagumi… menamparnya di depan semua orang tanpa memberi kesempatan menjelaskan sedikit pun.

Ela masih ingat jelas bagaimana seluruh tubuhnya gemetar saat itu.

Tatapan kecewa ayahnya jauh lebih menyakitkan daripada tamparan tersebut.

“Ayah…” suaranya bergetar pelan.

Namun Damir sama sekali tidak mendengarkan.

Semua orang langsung mencaci Ela malam itu.

Anak pembawa masalah.

Anak kasar.

Anak pembawa sial.

Sampai akhirnya Vara kecil menangis sambil berkata terbata-bata,

“Kak Ela nggak salah…”

Semua orang langsung diam.

“Aku kepeleset sendiri…”

“Aku jatuh…”

“Terus Kak Ela mau nolong aku…”

Suasana langsung berubah sunyi.

Namun nasi sudah menjadi bubur.

Ela sudah dipermalukan.

Sudah ditampar.

Sudah dicaci di depan banyak orang.

Dan yang paling menyakitkan… tidak ada satu pun yang meminta maaf padanya malam itu.

Beberapa hari kemudian hanya datang sebuah kotak hadiah dari Damir yang diantar Om Raka.

Isinya tas mahal.

Sebagai ucapan maaf tanpa kata maaf.

Dan sejak kejadian itu…

Dariela Atlanna Zavira Raespati berubah menjadi “Ela sang putri es.”

Gadis dingin yang mulai menjauh dari semua orang.

Karena ia sadar satu hal.

Semarah apa pun orang lain…

sesakit apa pun dirinya…

Tidak akan pernah ada yang benar-benar membelanya.

1
Agus Tina
bagus ceritanya ...
wulaniii: makasih kak like dan komen yah 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!