NovelToon NovelToon
AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Ibu Mertua Kejam / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.

Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.

Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??

Happy Reading...
Enjoy guys 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 03

Keesokan hari nya...

Setelah acara pertunangan kemarin, hari ini Audrey sudah mulai kembali menjalankan aktifitasnya seperti biasa.

"Kamu mau kemana ?" tanya Mama Ruby yang melihat Audrey sudah rapi sepagi ini. Meski waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh, tapi bagi Mama Ruby ini terlalu pagi untuk Audrey bangun.

"Aku mau ke toko buku, Ma." Sahut Audrey sambil memasukkan sepotong roti ke mulutnya.

"Di antar Pak Osa, ya ? Kebetulan Mama lagi nggak mau kemana-mana hari ini." Mama menuangkan segelas orange jus untuk Audrey.

Pak Osa adalah supir pribadi Mama Ruby.

"Nggak usah, Ma. Aku bakal lama. Kasian Pak Osa kalau harus nunggu aku."

Mama Ruby mengangguk, "Yasudah. Kamu hati-hati bawa mobilnya, ya ?! Kabarin Mama kalau sudah sampai toko buku."

Audrey pun pamit.

Dengan mengendarai mobil pribadi nya, Audrey mulai membelah jalanan pagi itu.

Ponsel Audrey berdering,

Lula...

Nama yang tertera di layar ponsel..

Audrey mengangkat sambungan itu sambil memasang earphone di telinga.

Audrey : Halo, Lul ? Kenapa ?

Lula : Drey... Lo dimana ? Gue udah sampe parkiran nih. James sama Dean juga bentar lagi sampe.

Audrey : Gue masih di lampu merah, sebentar lagi sampe. Macet banget asli!

Lula : Yaudah, gue tunggu di parkiran aja ya sekalian gue juga nunggu James sama Dean. Eh, itu mobil James. Mereka udah nyampe, yaudah gue samperin mereka dulu. Lo hati hati.

Audrey : Oke Lul. Bye.

Setelah sambungan terputus lampu lalu lintas berubah hijau. Audrey kembali melajukan kendaraan nya lagi untuk sampai ke tempat tujuan.

Ting!

Suara notifikasi pesan masuk di ponsel Audrey.

Audrey membuka pesan tersebut sambil berusaha tetap fokus pada jalanan di depan.

+62811100001 : Kamu pergi kemana ?

Audrey membaca pesan itu berkali-kali dengan dahi berkerut.

Ting!

Satu pesan masuk lagi ke aplikasi berbentuk gagang telepon berwarna hijau.

+62811100001 : Lihat ke samping kanan

Membaca pesan kedua Audrey reflek langsung menoleh ke kanan,

Deg!

"Kak Wira,"

Ternyata di samping mobil yang sedang di kendarai Audrey ada Wira yang duduk di kursi penumpang belakang. Didepan nya ada supir dan asisten pribadinya, Hendra.

+62811100001 : Angkat telepon nya

Selang tiga detik dari pesan ketiga, ponsel Audrey berdering.

Audrey : Halo

Wira : Kamu mau kemana ?

Audrey : Ketoko buku

Wira : Aku antar

Audrey : .....

Audrey diam sejenak. Merasa aneh dengan sikap Wira yang tiba-tiba menunjukkan kepeduliannya.

Audrey : Antar ? Aku bawa mobil, Kak! Kalau antar itu kakak jemput aku dirumah.

Wira : Hentikan mobilmu!

Audrey : Astaga! Sudahlah nggak perlu, lagi pula aku sudah janjian dengan teman.

Wira : Siapa ?

Audrey : Kakak nggak perlu tau!

Wira : Aku tunangan mu!

Audrey : ......

Audrey kembali terdiam untuk kedua kali.

Wira : Siapa ?

Wira kembali bertanya dengan nada yang lebih tegas.

Audrey : Lula, James dan Dean.

Wira : Aku temani!

Audrey : Astaga! Kak Wira tu kenapa sih ? Mabok kecubung ya ? Kemarin pas acara pertunangan kita kaya nggak perduli sama aku, sekarang malah sok perduli!!

Wira : Cerewet!

Tut........

Telepon di matikan sepihak oleh Wira. Audrey mendengus kesal.

"Dasar kanebo kering! Menyebalkan!!" Umpat Audrey saking kesalnya.

Sampai di parkiran mobil, sengaja Wira menyuruh supirnya untuk parkir tepat di samping mobil Audrey. Untunglah pagi itu parkiran Mall belum terlalu ramai.

Tok! Tok!

Wira mengetuk kaca mobil Audrey.

Bukannya keluar dari mobil, Audrey justru hanya menurunkan kaca jendelanya.

"Kak Wira ngapain sih ? Aneh banget tau nggak ?!"

Tanpa menjawab Wira malah memasukkan tangannya lewat jendela mobil, lalu...

Klik!

Pintu terbuka. Wira membukanya dari dalam sebab tau Audrey masih mengunci mobilnya.

"Ayo turun! Aku ada rapat jam satu siang, jangan lama-lama cari buku nya!"

Audrey melongo dengan mulut yang membentuk huruf O.

"Audrey!"

Audrey menoleh ke sumber suara, ada yang memanggil namanya.

"Hi, Lul...." Audrey melambaikan tangan

Lula, James dan Dean semakin memperkecil jarak hingga sampai di depan Audrey dan Wira.

"Eh...Drey, lo sama....tunangan lo ?" Bisik Lula yang kemarin hadir bersama James.

"ah..e...i-iya..sorry ya, gue juga nggak tau kenapa dia tiba-tiba pengen ikut!"

Ekhem!

Wira berdehem keras, membuat Audrey dan Lula yang sedang bisik-bisik langsung memisahkan diri.

"Oh iya, guys...Kenalin, ini Kak Wira, dia tunangan gue.." Audrey mengenalkan Wira secara resmi sebagai tunangannya di depan ketiga teman dekatnya.

Lula dan James mengangguk pelan karena memang sudah tahu, sementara Dean, pria itu justru terlihat tidak suka dengan kehadiran Wira ditengah-tengah mereka.

Wira melirik ke jam yang melingkar di punggung tangannya,

"Cukup perkenalannya! Dimana letak toko bukunya ?"

Audrey memicingkan mata nya dengan sinis, "Ck! Sudah yok guys, langsung jalan aja.."

Audrey dan Lula jalan di depan, dibelakangnya ada Dean dan James, lalu di belakang mereka semua barulah ada Wira.

"Drey! Tunangan lo kenapa ngintilin kita terus sih ? Gue kira cuma nganterin lo sampai parkiran.. Emang nya dia mau cari buku juga ?" Lula menyikut lengan Audrey sambil bergumam kecil.

"Gue juga nggak tau! Tadi ketemu dijalan eh tau-taunya dia malah ngikut anjir!!"

Audrey tidak bisa berbuat banyak, buktinya sampai di toko buku pun Wira terus mepet seolah tak suka jika ada yang dekat dengan Audrey selain dirinya.

"Kak! Geser dong! Ngapain sih deket-deket terus.. Lihat tuh temen-temen aku jadi nggak nyaman." Omel Audrey kesal.

"Kenapa mereka tidak nyaman ? Aku tidak berbuat apapun.."

Audrey memberikan tatapan sinis lagi sambil komat-kamit.

Wira yang melihat itu berusaha menahan tawanya. Gemas juga melihat Audrey kesal dan marah.

"Lul...sini deh, untuk KKN nanti kayanya kita butuh buku ini..."

"KKN ?" batin Wira.

"Eh iya..Bagus-bagus..." Sahut lula sambil memasukkan buku itu ke dalam keranjang belanja untuk memudahkan mereka membawa buku-buku yang mau dibeli.

"Em...Drey, kita jadi nonton kan ?" Lula sengaja bersuara sedikit keras agar James dan Dean ikut menimpali. Anggap saja itu sebuah kode darinya untuk mereka berdua.

Audrey reflek melihat ke arah Wira.

"Iya, drey.. Kita kan udah janji buat luangin waktu satu hari sebelum berangkat KKN." Sambung James membuat Audrey semakin bimbang.

"Drey...Bisa kan kita pergi ?" Dean yang dari tadi irit bicara akhirnya buka suara juga. Suara Dean nyaris terdengar sangat lembut.

Wira yang tadi menatap Audrey jadi berpindah menatap Dean dengan sorot nya yang tajam.

"Audrey tidak bisa pergi!" Wira yang menjawab dengan tegas dan tatapan nya yang terus menghunus tajam ke arah Dean.

"Si-siapa bilang ? Nggak kok guys... Gue bisa ikut kalian nonton..." Jawab Audrey dengan senyum yang di paksakan.

Wira tiba-tiba menggenggam tangan Audrey. Sebuah gerakan yang posesif, seolah sedang menegaskan wilayah kekuasannya di depan teman-teman Audrey.

"Audrey tidak bisa ikut kalian! Silahkan jika kalian mau pergi nonton atau apapun!"

Dean mengepalkan tangan di samping tubuhnya. Pria itu cemburu. Ya. Dean sudah lama menyimpan rasa pada Audrey, sayang nya dia terlalu pengecut untuk mengungkapkan perasaannya pada gadis itu.

"Ayo. Aku harus ke kantor sekarang!"

Belum sempat Audrey bahkan Lula dan James mengeluarkan suara lagi, Wira dengan posesifnya membawa Audrey pergi dari hadapan mereka.

"Kak! Lepasin! Apaan sih ?" Audrey mencoba melepaskan genggaman tangan Wira, tapi tentu saja usahanya hanya sia-sia. Tenaga Audrey tidak ada apa-apanya dibanding tenaga Wira.

Wira tidak bergeming, langkah panjangnya membawa Audrey tiba di parkiran lebih cepat dari mereka tiba di toko buku beberapa saat yang lalu.

Sampai di parkiran genggaman tangan Wira melemah hingga Audrey langsung menghempaskan tangan Wira dengan kasar.

"Kak Wira apa-apaan sih ? Jangan pernah mencampuri urusanku lagi!!" Audrey menatap nyalang, mukanya merah menahan marah. Dia berbalik hendak meninggalkan Wira dan kembali masuk menemui teman-teman nya lagi.

Namun belum sempat Audrey berjalan, Wira lebih dulu menahan tangan Audrey.

"Ayo..." Wira menarik tangan Audrey, tidak terlalu kuat tapi juga tidak terlalu lemah. Cukup untuk membuat Audrey mengikuti langkahnya.

"Masuk!" Wira membuka pintu mobilnya, menyuruh Audrey masuk ke kursi penumpang belakang.

"Nggak mau!!" Audrey langsung menolak

"Masuk!" Kata Wira lagi yang kali ini suaranya berat dan lebih tegas.

Audrey menghentakkan kaki nya dan terpaksa masuk ke dalam mobil Maybach Wira.

Hendra sudah keluar dari mobil ketika melihat Bos nya itu datang dengan raut tak bersahabat.

Wira menadahkan tangan pada Audrey.

"Apa lagi ??" tanya Audrey kesal

"Kunci mobil!" Jawab Wira

Audrey pun mau tak mau menyerahkan kunci mobilnya ke tangan Wira.

"Nih!!" Kata Audrey dan dia langsung membuang muka ke sisi jendela sambil melipat tangan di depan dada.

"Kau bawa mobil Audrey! Kita ke kantor sekarang."

1
Sri Rahayu
itu si Shena dan Nabila anak ayah Adiwangsa atau anak bawaan bunda Sinta 😇😇😇....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
marahin aja itu si Shena....kurang ajar sama.kakak iparnya 😡😡😡....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn bilang ga mungkin jatuh cinta ma kanebo kering Drey....bisa2 BUCIN ntar.lo ya....🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Bang kanebo kering ternyata baik hati.... membawakan makanan utk teman2 Audrey....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena jauh2 dtng dari kota utk mengitimidasi Audrey....tp salah lawan dia 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Audrey....mulai memikirkan Wira...apa uda ada rasa😇😇😇...semoga kalian berdua sama2 ada rasa...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Good Wira....kamu hrs tegas pd adik dan mama....kl kamu uda menikah dan hrs mempertahankan nya 😍😍😍.. lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
nah gitu donk berduan jalan2 walau didesa, jalin komunikasi biar jadi deket tdk kaku lg....dan timbul rasa saling cinta😍😍😍....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha...si kanebo kering ternyata.nyusul Audrey ke tmpt KKN....kangen apa cemburu tu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah masa engga tau kl Dean menyukai mu Audrey....kasihan tu patah hati si Dean 🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
baik sekali ayah mertua Audrey...ga seperti suaminya si kanebo kering...palagi ipar dan ibu mertuanya. . lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
bukan lo yg bermasalah ma Dean...tp suami lo itu Audrey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha....apakah Wira juga cemburu pd pak Andreas ayah nya😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
makanya Wira jgn sembarang ngomong ma Audrey....jgn anggap Audrey anak kecil lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kamu kelamaan mandi jd Wira keluar kamar Audrey 🤩🤩🤩...lanjut.Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
uda tinggal tidur aja si Wira....kl dia cuek ya cuekin balik aja....Audrey....lanjur Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Wira akan mencintai Audrey setelah mengenal nya lbh dekat...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
mama Audrey blm kenal suara calon menantu....jgn khawatir mama Audrey bersama Wira...amab 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!