NovelToon NovelToon
TYPO DI ANTARA KITA

TYPO DI ANTARA KITA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

Aruna dan Genta adalah definisi air dan minyak. Di kantor penerbitan tempat mereka bekerja, tidak ada hari tanpa adu mulut. Namun di balik layar ponsel, mereka adalah dua penulis anonim yang saling mengagumi karya satu sama lain melalui DM NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Di Balik Tinta Merah

​Sore itu kantor Aksara Muda mulai sepi, tapi gue masih berkutat dengan beberapa draf yang perlu dipoles. Saat hendak menuju ruang arsip, gue melewati ruangan Genta yang pintunya sedikit terbuka. Niat gue cuma mau lewat, tapi suara percakapan telepon yang cukup keras dari dalam bikin langkah gue terhenti.

​"Iya, Ma. Genta tahu. Genta nggak akan bikin malu keluarga lagi... Iya, posisi Editor Kepala ini bakal Genta jaga. Nggak akan ada celah buat kesalahan."

​Gue mematung. Suara Genta kedengaran beda banget. Nggak ada nada otoriter atau dingin yang biasanya dia pakai buat nakut-nakutin gue. Suaranya terdengar... kecil. Kayak anak kecil yang lagi disidang karena nilai ujiannya.

​Gue mengintip sedikit lewat celah pintu. Genta duduk membelakangi meja, menatap kosong ke arah jendela. Bahunya yang biasa tegap itu kelihatan sangat lesu.

​"Genta bukan Papa, Ma. Genta nggak akan gagal kayak naskah Papa yang bangkrut itu. Genta bakal pastiin semuanya berjalan sesuai standar... Iya, Genta tutup dulu."

​Genta meletakkan ponselnya, lalu dia melepas kacamata dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Dia mendesah panjang, sebuah desahan yang penuh beban, beban yang selama ini dia tutupin pakai kemeja rapi dan sikap kaku yang nggak masuk akal.

​Gue mundur selangkah, napas gue agak berat. Tiba-tiba semua potongan teka-teki tentang Genta mulai menyatu di kepala gue. Kenapa dia benci banget sama typo. Kenapa dia gila efisiensi. Kenapa dia selalu bertingkah kayak robot yang diprogram buat sempurna. Ternyata, dia bukan monster karena bakat lahir, tapi karena dia dipaksa buat nggak boleh punya celah. Dia dihantui sama kegagalan masa lalu keluarganya yang mungkin dianggap aib.

​Dada gue mendadak sesak. Bayangan Genta yang selalu ngomel soal "naskah kura-kura" gue sekarang berubah jadi bayangan seorang pria yang ketakutan setiap kali melihat kesalahan kecil, karena satu kesalahan berarti dia gagal jadi "kebanggaan" mamanya.

​Gue nggak jadi ke ruang arsip. Gue malah jalan ke dapur kantor, bikin teh chamomile hangat. Gue tahu dia sukanya Americano pahit, tapi saat ini, dia butuh sesuatu yang bisa bikin sarafnya rileks, bukan malah makin tegang.

​Gue mengetuk pintu ruangannya pelan. Genta langsung tegak, buru-buru pakai kacamatanya lagi, dan dalam sekejap, mode ‘Robot’ itu balik lagi.

​"Masuk," katanya, kembali datar.

​Gue taruh teh itu di mejanya. Dia ngerutin dahi. "Saya nggak pesan teh, Aruna."

​"Bapak nggak perlu pesan semuanya buat saya kasih, kan?" balas gue, tapi kali ini tanpa nada nyolot yang biasanya. Suara gue lembut, bahkan mungkin terlalu lembut sampai dia kelihatan bingung. "Minum aja, Pak. Biar otaknya nggak isinya cuma tinta merah terus."

​Genta menatap teh itu, lalu menatap gue. Ada curiga di matanya, tapi kemudian dia melihat tangan gue yang tanpa sadar merapikan tumpukan kertas di mejanya yang sudah rapi, sebuah gerak-gerik protektif yang bahkan gue sendiri nggak sadar lakuin.

​"Kamu... dengar sesuatu tadi?" tanyanya pelan.

​Gue terdiam sebentar, lalu narik napas panjang. "Bapak tahu nggak? Di novel saya, tokoh Kastara itu kaku karena dia takut dunia bakal hancur kalau dia salah satu huruf aja. Tapi akhirnya dia sadar, kalau pembaca lebih suka tokoh yang manusiawi, yang boleh salah, yang boleh capek."

​Genta tertegun. Dia nggak membantah. Dia cuma meraih gelas teh itu, menyesapnya perlahan.

​"Tehnya... enak," gumamnya singkat.

​Gue tersenyum tipis. Malam itu, gue pulang dengan perasaan yang beda. Rasa benci gue ke Genta benar-benar sudah hilang perlahan, diganti sama rasa ingin jagain pria itu. Gue nggak mau lagi ngetes batas kesabarannya. Gue mau jadi orang yang bikin dia merasa kalau punya typo dalam hidup itu... nggak apa-apa.

​Karena mulai sekarang, siapa pun yang berani bikin Genta merasa gagal, mereka harus urusan sama gue duluan.

1
-Thiea-
apa nih? cinta diam-diam kah.
Kaka's: 🤭🤭.. 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
-Thiea-
jangan-jangan mereka orang yg sama 🤔
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
awal yang menarik 👍
Kaka's: mkasih kak
total 1 replies
Serena Khanza
wah genta udah tau senja ya 🤭
Hunk
hahah ternyata malah chatan sama orang yg di sebelah.🤣
Hunk
Berawal dari benci. Malah jadi suka🤣
Hunk
Jodoh nih🤣
Sean Sensei
cieee... saling lirik melirik nih 🤭
Hunk
Tsundere kah ni si genta?
Kaka's: yah sedikit kaku sih alias professional.. tapi bakal terjawab semua di salah satu bab nantinya🤭
total 1 replies
Serena Khanza
puitis banget tp keren kata katanya🤭
Sean Sensei
/Hey/ promosikan noveltoon /Ok/
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣 pusing masa apk F🤭
total 1 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Serena Khanza
yaah ketahuan deh gegara mati lampu 🤭 coba ada lagu nassar thor 🤣
genta sama aruna biar sambil joget 🤭
SarSari_
Kak, aku mau kasih sedikit masukan yaa 🙏 Karena ini pakai sudut pandang orang pertama (gue), mungkin bagian “ada rasa kagum yang selama ini dia tutup rapat-rapat” bisa dibuat lebih seperti dugaan si tokoh, bukan kepastian. Soalnya di POV orang pertama kan kita cuma tahu apa yang dia lihat dan rasakan.
Mungkin bisa ditambah kata-kata seperti “seolah-olah”, “kayaknya”, atau “gue merasa” biar tetap konsisten.

Overall adegannya sudah tegang banget kok, ini cuma detail kecil aja 🤍 Maaf ya kak🫣🙏🏻🙏🏻
Kaka's: menarik.. terima kasih masukannya kaks
total 1 replies
Sean Sensei
/Sweat/ : punya dendam kayaknya tuh
Hunk
Masih mening pak dari pada sianida.🤣
Hunk
kenapa ga biji kopi dari luwak nya langsung🤣
®Astam
Nah kan... betul🤭
®Astam: Okay bang😆
total 4 replies
®Astam
Bagus👍, kadang-kadang bikin penasaran dengan bab selanjutnya.
Kaka's: makasih kaks🤭
total 1 replies
®Astam
Kayaknya si genta, adakah kaka's deh🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!