Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dara Mengemasi Barang Barangnya
"Hiks Hiks,, apa perempuan yang gak bisa mempunyai anak merupakan aib?, aku baru nikah 2 tahun loh, sedangkan di luaran sana ada yang baru dikasih kepercayaan ketika menginjak sembilan tahun pernikahan. Aku juga sudah pernah berkonsultasi dan periksa kesehatan rahim ku hasilnya juga bagus. Yang bermasalah itu justru kamu, tapi kamu seenaknya jidat selalu mengatai aku mandul" guman Dara sambil menyeka air matanya. Dara pun merebahkan tubuhnya. Tiga puluh menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.
DOR
DOR
DOR
"Dara keluar kamu, enak banget jam segini malah didalam kamar, tidur kan kamu!" teriak Bu Dewi dari luar.
"Hufft,, gini amat,, gak bisa apa biarin menantunya ini tenang sebentar" guman Dara. Karena tak mau berdebat dengan mertuanya, Dara memilih langsung membukan pintu.
"Apa buk?" Tanya Dara malas.
"Baju ibu belum kamu setrika loh, satu jam lagi ibu mau keluar ini. Nih, kamu setrika ibu mau mandi" ucap Bu Dewi sambil memberi baju yang hendak di setrika kepada Dara.
Dara menerima baju tersebut dan mau tak mau Dara harus ke kamar yang ditempati Bagas karena setrika ada di dalam kamar.
Ceklek,, Dara membuka pintu kamar.
"Udah makan dek?" Tanya Bagas sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
"Belum, mau nyetrika baju ibu dulu" sahut Dara tanpa melihat Bagas.
Dara pun mempersiapkan alat alat untuk menyetrika lalu menyetrika baju mertuanya dengan tenang. Setelah selesai menyetrika Dara dan menaruh baju ibu mertuanya di kamar mertua nya Dara memilih kembali lagi ke kamar lalu langsung menuju ke lemari. Dara menata bajunya kedalam tasnya. Tanpa menghiraukan Bagas yang bingung melihat nya yang beberes baju.
"Kamu mau kemana, kok baju kamu di masukin kedalam tas jadul mu?" Tanya Bagas dengan tatapan bingungnya.
"Mau aku pindahin ke ruang tamu mas, kamar ini kan akan menjadi kamar mu dan istrimu" sahut Bagas tanpa melihat Bagas.
"Kenapa harus dipindahin sih,, taruh sini aja, lagian bajumu juga tidak mengganggu aku dan Dita" ucap Bagas yang tidak memperbolehkan Dara memindahkan barang barangnya. Ada rasa yang mengganjal di hati Bagas saat melihat istrinya memberesi bajunya perasaan tidak rela menyelimuti hatinya.
"Lah,, misal ya mas, aku kan terbiasa bangun subuh terus mandi. Habis itu aku mau ganti baju masak aku harus gedor gedor kamar mu dulu?, atau misal pagi pagi kamu sama si onoh lagi olahraga pagi tiba tiba aku gedor gedor pintu kamar karena ingin ambil barangku apa enggak keganggu?" ucap Dara.
Bagas pun membenarkan ucapan Dara. Namun di lubuk hatinya yang paling dalam juga sedikit gak rela jika dia harus pisah kamar dengan Dara. Tapi kalau dia tidur bertiga juga gak mungkin pasti Dita gak mau.
"Udah biarin aja si Dara, sebentar lagi ada Dita yang akan menyempurnakan hidupmu dia yang berhasil memberikan mu anak" batin Bagas
DOR
DOR
DOR
"Bagas ayo,, ibu udah siap nanti keburu panas loh" ucap ibu Dewi. Teriakan Bu Dewi seketika langsung menyadari Bagas yang tengah melamun.
"Mas,, udah dipanggil ibu, cepetan keluar keburu nanti pintu rusak karena di gedor ibu dengan kencang" ucap Dara.
Bagas pun langsung menyambar kunci mobil yang ada diatas meja, tak lupa ia memakai jaket yang sudah dia siapkan. Setelah Bagas dan mertuanya keluar. Dara pun keluar kamar untuk sarapan yang tertunda tadi.
"Akhirnya sarapan juga,," ucap Dara yang sedang mengambil piring lalu membuka tudung saji.
"Hais,, apa ini?,, tinggal kuah sama cekernya aja?, dagingnya udah habis aja, ya Allah terus siang sama sore mau makan apa, huh,, kalau gini terus bisa boncos aku jadi istrinya mas Bagas,, emang udah bener aku mengajukan gugatan cerai" ucap Dara yang ngedumel. Dara pun sarapan dengan tenang sambil menonton orang yang sedang mukbang ayam geprek celup yang lagi viral siapa tau nanti ayamnya bisa pindah dipiring nya.. Wwkwk
Tok
Tok
Tok
"PAKET........" Teriak seseorang dari luar rumah.
"Paket apa?, apa mas Bagas belanja online" guman Dara yang sedang mencuci piring. Dara pun mematikan kran dan meninggalkan kan piring piring yang belum di bilasnya.
Ceklek... Pintu di buka oleh Dara.
"Astaga .. Riska Lo cosplay jadi tukang paket beneran hahaha" ucap Dara yang sedikit meninggikan suaranya serta menahan tawa melihat penampilan Riska serta motornya yang dikasih tas obrok persis seperti Abang kurir yang membedakan ini kurirnya cewek.
"Katanya suruh cosplay tukang paket,, gimana udah persis kan?,, tadi pas mau kesini aku lihat mobil suami kamu di pom bensin terus aku lihat didalamnya ada ibu ibu ya bisa ketebak kalau itu pasti mertua mu makanya deh aku kesini langsung, gak aku titipin pesanan Bu bos yang cantik jelita ke tetangga seperti perintah kemarin" jelas Riska sambil senyum Pepsodent.
"Haha,, tebakan mu betul itu mereka emang lagi keluar ya udah ayo masuk,,, gak usah sungkan anggep aja rumah sendiri" ajak Dara menyuruh Riska masuk kedalam rumah.
"Eh eh,, tunggu dulu,, kamu gak ada kerjaan kan?" Tanya Dara yang berhenti mendadak.
"Enggak,, cafe udah aku titipin ke Rosa" sahut Riska.
"Boleh minta tolong?" Tanya Dara dengan menunjukkan wajah memelasnya.
"Apa?, biasanya langsung ngomong" ucap Riska yang penasaran.
"Tadi aku kan sedang cuci piring tuh,, tapi belum selesai tolong lanjutin ya,, tinggal bilas kok" ucap Dara yang meminta tolong untuk melanjutkan acara cuci piring yang belum selesai.
"What... Udah disuruh cosplay jadi tukang paket lah ini malah disuruh jadi ART,, tapi oke deh,, eh eh,, terus barang barang pesanan mu ditaroh dimana?" Tanya Riska yang teringat barang pesanan bosnya belum dibawa masuk.
"Biar diluar dulu aja gak papa, ibu sama mas Bagas katanya mau cari barang buat seserahan paling pulangnya sore" jawab Dara dengan santai.
"Oh,,, oke,, ini dimana dapurmu?,, katanya disuruh lanjutin cuci piringnya" tanya Riska yang memang baru pertama kali nya kerumah Bagas.
"Ayo aku anterin" sahut Dara. Lalu mengantarkan Anggun ke dapur.
"Aku tinggal mandi dulu ya,,, nanti kita keluar cari makan oke,, tenang aja aku traktir" ucap Dara dan tanpa menunggu jawaban dari Riska langsung meninggal kan Riska yang berada di dapur.
Setengah jam kemudian kini Dara sudah rapi sambil mengendong tas yang berisi daster bolong serta barang barang milik Dara untuk dibawa ke kost nya Riska.
"Ayo..." Ajak Dara sambil mengendong tas milik nya.
"Daster mu jadi kamu tinggal disini satu?" tanya Riska.
"iya, emang kenapa?" tanya Dara bingung.
"mending di bawa aja semua, takutnya nanti si Bagas tau kamu orang kaya malah ngajak kamu nikah lagi terus kamu tolak eh amit amit jabang bayik yang lagi viral cinta di tolak dukun bertindak" ucap Riska yang teringat video di aplikasi tok tok.
"kamu kok malah jadi nakutin aku sih, ya udah dasternya gak jadi aku tinggal" ucap Dara yang takut.
"Ya udah,, ayo berangkat...." Seru Riska dengan semangat. mereka pun keluar dari rumah.
"Astaga Bu boss,, ini barangnya mau ditaruh dimana?" Tanya Riska yang baru ingat dengan barang milik Dara.
"Ya Allah,, aku lupa Ris,, kalau barang pesananku masih di motor. Ya udah,, ayo taruh di kamar tamu aja" ucap Dara sambil menepuk jidatnya. Dara pun membawa dua paperbag yang entah isinya apa. Dan Riska membawa tas make up milik Dara.
"Taruh sini aja, aman ini, gak mungkin mas Bagas sampai membuka lemari" ucap Dara lalu menaruh paperbag dan tas make up di dalam lemari yang berada di kamar tamu.
"Oke,, ya udah,, yuk,, keburu panas ini!" Ajak Riska
"Ayukk" sahut Dara dengan semangat.