NovelToon NovelToon
TERJEBAK HASRAT LIAR KAKAK IPAR KU

TERJEBAK HASRAT LIAR KAKAK IPAR KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Las Manalu Rumaijuk Lily

Brakkk..!
"Apa yang kakak lakukan?" teriak Laura terkejut,pasalnya kakak iparnya,Lexi menerobos kamarnya lalu mengunci pintu dari dalam.
"Apa yang kulakukan? tentu saja menemui wanita yang berhasil membuatku berhasrat!" kekehnya tidak tahu malu.
"keluar kak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menyerang mental Lexi

Laura semakin kesal karena Lexi kembali mengungkungnya dengan penuh dominan.

Setiap hari setiap saat Lexi selalu menghantuinya.

dominasinya,,otoriter nya,dan kungkungan nya,semuanya membuat Laura trauma.

Seperti pagi tadi,sebelum Lexi berangkat ke luar kota,dia terlebih dahulu mendatangi nya dan meminta jatah,menjenguk anaknya,baru berangkat ke luar kota.

sialnya Laura tidak menolak,malah mengimbangi permainan menjijikkan Pria itu.

Cup!

"Jaga anakku,,saat aku pulang nanti dari luar kota,pastikan anakku sehat didalam sana,tidak kekurangan suatu apapun," nasehatnya sebelum berangkat.

"Hmm,," Laura hanya berdehem malas menanggapi.

"Bagus,,dan satu lagi,,jangan pernah mau disentuh oleh Alex lagi,"

"Bukan urusan mu! dia suamiku,sudah menjadi haknya menyentuh ku."

tegas Laura.

"Tapi aku keberatan!" sela Lexi penuh dominan.

"Keberatan?" Laura terkekeh pahit.

"jangan bilang kalau kamu mulai tidak ingin berbagi kenikmatan lagi dengan yang lain,,jangan lupa Lexi sayang,,kamu hanya pria simpanan ku,,bukan suamiku!" Laura meniru kalimat Lexi yang selalu mendominasi nya.

Lexi mengeraskan rahangnya mendengar kalimat Laura.

"ohhh,atau jangan jangan kamu mulai cemburu padaku hmm?" Laura menyerang mental pria dingin itu.

"sudah bicaranya?" Lexi menekan kedua pipi Laura menggunakan satu tangan.

"Kamu sudah puas berbicara kan? gantian aku yang berbicara dan dengarkan!"

Laura menepis cengkeraman tangan Lexi di pipinya.

"Pertama,aku tidak cemburu,,dan kedua,,aku tidak pernah memikirkan apapun tentang mu selain kesehatan bayiku,jadi jangan terlalu percaya diri." Lexi menatap tajam Laura,"dan yang ketiga,,aku melakukan itu karena aku takut anakku kenapa napa saat kalian memadu kasih," sambung Lexi dengan gigi gemelatuk.

"Ohh,, soal itu kamu tenang saja,aku akan bilang pada Alex agar pelan pelan,,dia juga pasti paham,karena dia tahu ada anaknya didalam."

"Dia anakku Laura!" desis Lexi tidak Terima.

"hahaha,,sekalipun ini anakmu,tapi bagi Alex,imi adalah anak nya,anak kami dari hasil cinta kami," Laura semakin membuat mental Lexi terjatuh.

"Jangan memancing kemarahan ku Laura!" mata Lexi memerah menahan amarah yang memuncak.

"Inilah kekalahan mu Lexi,,sekalipun ini adalah anakmu,kamu tidak bisa mengakuinya selain mengakui keponakan,hahahah,,"

Laura yang sudah pasrah mengatakan apapun yang ingin dikatakannya.

Lagi lagi Lexi mencengkram pipi Laura,

"Silahkan sakiti aku Lexi,tapi ingat,jika aku kesakitan dan stress maka anakmu yang menjadi taruhan nya,jika anakmu gugur maka lebih mudah lagi bagiku menjauh darimu,,"

Lexi segera melepaskan cengkeraman nya,lalu beranjak dari sana.

"ingat apa yang kuucapkan tadi,jangan pernah di sentuh oleh Alex,atau kamu tahu akibatnya!" desis nya lalu pergi.

Laura tidak menanggapi,dia memilih turun kebawah menikmati udara pagi,sementara suaminya sudah berangkat subuh tadi ke luar kota.

***

Laura masuk ke dapur menghampiri bik Nah yang menyelesaikan masakannya.

"Ada nyonya,kenapa masuk ke dapur?" Tanya pelayan itu sedikit terkejut.

"Aku bosan bik,hanya duduk saja tidak melakukan apa apa." Jawab Laura santai.

"Bagaimana kalau tuan Lexi melihat? Tuan pasti akan marah besar."

Laura menoleh ke samping menatap lekat wanita tua itu.

"Kenapa kak Lexi yang marah besar? Bukannya alex? Kan alex yang suami ku?" Pancing Laura,meskipun dia sudah tahu dari Lexi kalau bik Inah sudah tahu hubungan gelap mereka.

Tampak wajah bik Nah sedikit pucat mendengar pertanyaan Laura.

"Uhmmm,,itu,,itu,,,"

"Itu karena aku mengandung bayinya Lexi kan? Bik Nah sudah tahu akan hal itu bukan?" Potong Laura tersenyum pahit.

Pelayan itu tergagap mendengar kalimat Laura.

"Bibik pasti jijik padaku kan? Bibik pasti menganggap ku wanita murahan kan?" Lanjut Laura tertawa pahit,sepahit hidupnya saat ini.

"Tidak nyonya,bibik tidak menganggap begitu pada nyonya,justru bibik salut pada nyonya,,mampu menaklukkan hati tuan yang mengeras."

Laura mengerutkan keningnya menanggapi pernyataan bik Nah.

"Salut? Salut karena mengandung anak si brengsek itu? Asal bibik tahu,mimpi terburuk dalam hidupku adalah mengenal Lexi," Desis Laura dengan mata berkaca kaca.

"Maafkanlah tuan nyonya,jika cara tuan memperlakukan nyonya kurang tepat."

"Hah? Kurang tepat? Lebih tepatnya sangat tidak tepat,karena aku adalah adik iparnya,istri dari adik kandungnya sendiri."

Laura menggigit bibir bawahnya kencang.

Bik Nah menyentuh pundak Laura dengan lembut,"nyonya,,jika nyonya memahami tuan Lexi,mungkin nyonya pasti mengerti dengan sikap beliau,,"

"Sudah lah bik,jangan membelanya mentang mentang dia majikanmu."

ketus Laura hilang mood.

"Bibik bukan membela nyonya,,tapi nyonya lah wanita pertama yang diperlakukan seperti itu,dan nyonya lah wanita pertama yang mau disentuh oleh tuan Lexi."

Mendengar itu Laura tertawa lucu.

"Memangnya bibik memantau kesehariannya diluar sana? bibik tahu apa yang dilakukannya diluar sana? nggak kan?"

"Bibik memang tidak memantau apa yang tuan Lexi lakukan diluar sana,tapi bibik bisa pastikan kalau tuan tidak pernah bermain wanita,karena bibik sangat tahu sifat tuan Lexi,beliau bukan sembarangan orang berteman dengan wanita,"

Laura tidak menjawab.

Dia tidak perduli dengan pembelaan pelayan itu terhadap pria yang menghamili nya.

"Bik,aku mau makan salad buah,banyakin alpukat nya ya?" ucap Laura mengalihkan topik.

"Baik nyonya,,apa lagi? mau camilan lain?" tawar bik Nah lembut.

"Buatkan apapun bik camilan nya,aku nggak pilih pilih makanan."

"Silahkan tunggu diruang tamu nyonya,sambil nonton dulu,,bibik akan segera menyiapkan."

Laura mengangguk lalu beranjak dari dapur.

Laura memilih menonton di ruang tamu.

Ibu hamil itu menonton sambil berbaring do sofa panjang.

Baru juga lima menit rebahan,kantuk menyerangnya.

Membuatnya tertidur pulas.

bersambung...

1
Sarinah Quinn
kasian Laura Thor tolong lah Laura dari kebejatan lexi🙏🙏🙏
Sarinah Quinn
lanjut lagi thor 🙏
Fitria Syafei
waduh maju kena mundur kena nih 🙄 KK cantik kereen 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!