NovelToon NovelToon
Luka Yang Tak Bersuara

Luka Yang Tak Bersuara

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Romantis
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: wnd ayn

Alice selalu terlihat biasa-biasa saja di mata semua orang—culun, pendiam, dan mudah dibully.

Tak ada yang tahu bahwa di balik senyumnya, ia menyimpan luka… dan sebuah rasa yang tak pernah terucap.

Danzel, sahabat yang selalu ada di sisinya, menjadi satu-satunya tempat Alice merasa aman. Namun, Danzel tak pernah menyadari bahwa kehadirannya adalah alasan Alice bertahan selama ini.


Mencintai dalam diam, terluka tanpa suara.

Bisakah perasaan yang tak terbalas menemukan jalannya?

noted: terbagi dua season

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wnd ayn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Setelah bel pulang sekolah berbunyi,

Danzel menaiki motornya bersama Rachel. Mereka melaju pelan ke arah gerbang, bercakap ringan di tengah keramaian siswa yang mulai meninggalkan sekolah. 

Saat mereka mendekati gerbang menuju jalan raya, tiba-tiba mata Danzel menangkap sosok Alice yang ingin menyebrang menuju mobilnya.

Alice tampak sedang menyebrangi jalan tanpa memperhatikan sekitar. Di saat yang sama, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya.

Danzel, yang melihat situasi berbahaya itu, tanpa berpikir panjang, turun dari motor dengan cepat, meninggalkan Rachel yang terkejut.

"Alice! Awas!" teriak Danzel dengan suara penuh kepanikan, berlari sekuat tenaga ke arah Alice.

Waktu seolah melambat. Alice belum menyadari bahaya yang mendekat, tetapi suara teriakan Danzel akhirnya menyadarkannya. 

Dalam sepersekian detik, Danzel berhasil meraih tubuh Alice dan menariknya menjauh dari jalan. Tubuh mereka yang berpelukkan terhempas, berguling di aspal hingga berhenti di tepi trotoar.

Dughhh

Tubuh Danzel menghantam keras pinggiran trotoar.

Alice membelalakkan mata, terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Napasnya terengah-engah, sementara jantungnya masih berdetak kencang. 

Danzel menahan rasa sakit di punggungnya membantu Alice untuk bangkit bersama.

"Apakah kamu terluka?" tanya Danzel, suaranya terdengar penuh kekhawatiran. Tatapan paniknya tak bisa disembunyikan, matanya berkaca-kaca.

Alice melihat tatapan itu—tatapan yang begitu ia rindukan, tatapan kekhawatiran Danzel yang selama ini hilang.

"Aku..aku baik-baik saja, Tapi kamu? kamu terluka..."ujar Alice, suaranya masih bergetar karena shock

"Aku tidak apa-apa. yang penting kamu selamat, syukurlah."

Tanpa peringatan, Danzel tiba-tiba menarik Alice ke dalam pelukannya. Tubuh Alice membeku sesaat, jantungnya berdegup kencang, tapi dia tak bisa menolak pelukan itu.

Danzel memeluknya erat, seolah menyalurkan segala kekhawatirannya yang tak terkatakan. Ketakutan yang baru saja dia rasakan begitu nyata, dan tanpa sadar, Danzel merasa sangat takut jika mobil itu benar-benar menabrak Alice.

"Non... non Alice tidak apa-apa?" Suara panik supir pribadi Alice tiba-tiba terdengar, mengejutkan keduanya.

Danzel melepaskan pelukannya dari Alice.

"Aku baik-baik saja, Pak...," jawab Alice sambil mencoba berdiri di bantu oleh Danzel

"Segeralah pulang Alice, dan bila perlu periksa kondisimu terlebih dahulu."ujar Danzel

"Tapi kamu juga-

"Jangan khawatir punggungku tidak apa-apa, benturan nya tidak terlalu keras."Sela Danzel

"Hm baiklah, terimakasih banyak Danzel."ucap Alice dengan pandangan yang dalam

"Sama-sama."balas Danzel tersenyum 

Alice melangkahkan kakinya pergi dengan perasaan yang sulit di jelaskan. ia tidak ingin bertanya tentang jarak yang dibuat oleh Danzel selama ini.

Sementara itu, Danzel hanya bisa menatap Alice yang sudah memasuki mobilnya. Ada sesuatu yang bergetar di dadanya, perasaan asing yang membuatnya terdiam lama.

Baru kali ini ia sadar betapa jauhnya ia dari Alice selama ini. Betapa besar jarak yang telah ia biarkan tumbuh di antara mereka.

Dan kini, untuk pertama kalinya, Danzel merasa benar-benar kehilangan arah tentang siapa yang sebenarnya ia ingin jaga.

Sementara di lain sisi,

Rachel yang melihat penyelamatan Danzel, mengeram kesal. tangannya mengepal erat dan perasaan benci semakin membuncah di hatinya.

"Aku tidak akan membiarkanmu kembali kepada Alice, Danzel."

"Hari ini adalah hari terakhirmu menyelamatkannya, aku akan merencanakan sebuah rencana untuk membuatmu membenci Alice selamanya."

"Dan kali ini akan ku pastikan, tidak ada lagi tatapan kekhawatiran dan kepedulian di matamu untuk Alice!"

**

Angin berembus lembut di sepanjang jalan yang dipenuhi pepohonan rindang. Rey mengendarai motornya dengan pelan, melintasi jalan yang sama seperti kemarin, berharap bertemu dengan seseorang yang tak pernah ia bayangkan akan memenuhi pikirannya—si gadis bunga.

Harapannya terkabul saat Rania mulai melintas di jalan itu dengan sepedanya. mata Rey berbinar dan langsung melajukan motornya mendekati Rania.

"Hai..."sapa Rey 

"Kau lagi?" ucap Rania datar, sambil menarik napas panjang. Sepedanya berhenti seketika, diikuti Rey yang menghentikan motornya di sampingnya.

Mereka saling menatap sejenak—Rania dengan tatapan dingin dan tidak suka, sementara Rey tetap menatapnya dengan senyum yang lebar

Rania menghela napas, melipat tangannya di depan dada. "Ada keperluan apa?

Rey menggaruk tengkuknya, mencoba terlihat santai. "Tidak ada sih, aku hanya ingin berkenalan lebih jauh denganmu," ucapnya sambil tersenyum.

"oh ya aku juga sudah tahu namamu, Rania kan? aku mengetahuinya dari Alice."lanjut Rey 

Rania tidak terlalu menanggapi dan melanjutkan perjalanannya, namun Rey lebih dulu mencegahnya.

"Tunggu, kau mau kemana?"

"kemana lagi, aku akan kembali bekerja menjual bunga-bunga ku. bertemu denganmu adalah hal yang tidak penting dan membuang waktu."cetus Rania 

"Jangan pergi dulu, aku hanya ingin mengobrol sebentar denganmu. dan jangan takut, aku tidak menggigit kok. aku juga tidak akan mengkeretek kakimu lagi."

"Dan soal bunga-bunga mu, aku akan membeli semuanya."

Rey segera turun dari motornya, kemudian mengambil semua bunga di keranjang sepeda Rania, lalu memberikan sejumlah uang di tangan Rania.

Rania melongo tidak bisa berkata apa-apa, ucapan dan tindakan Rey begitu cepat membuatnya membeku.

"Sekarang bisakah kita mengobrol sebentar di tempat duduk taman disana."ajak Rey 

Rania tersadar mengedipkan matanya dengan cepat, bisa bisanya ia sampai lupa berkedip. Rania terlihat gugup dan tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya.

"y-ya tentu saja, tetapi kau harus memejamkan matamu terlebih dahulu."

Rey mengerutkan keningnya sedikit ragu."Tapi kenapa harus memejamkan mata?"

"Kau mau mengobrol denganku kan?"ujar Rania tersenyum licik

Dengan sedikit enggan, Rey akhirnya menurut."ya baiklah."ucapnya sambil menutup matanya rapat

Rania memandang Rey yang berdiri dengan mata terpejam, sambil menahan tawa ia mulai mengayuh sepedanya dengan secepat mungkin.

Rey menunggu Rania dengan perasaan yang tidak enak.kerutan muncul di dahinya. "Rania?" panggilnya, masih dengan mata terpejam.

Tak ada jawaban.

Rey membuka salah satu matanya sedikit, kemudian sepenuhnya. Rania sudah jauh, hampir menghilang di kejauhan dengan sepedanya. "Hei!..."teriaknya 

Rania yang mendengar teriakan itu, menoleh dan tertawa keras."Terimakasih sudah memborong bunganya, dan lain kali saja mengobrol nya."balas Rania dengan berteriak 

Rey menghela napas dan menggelengkan kepalanya ."Astaga dia kabur lagi."gumamnya terkekeh kecil.

1
Ophy60
Danzel....jangan datang membawa masalah untuk Alice.Selesaikan dulu hubunganmu sama Rachel...
Mundri Astuti
preeet lah danzel, kesalahan terberat kamu mengabaikan Alice saat Alice butuh bantuan kamu tuk bawa papanya ke RS, hingga papanya Alice meninggal dunia
Ophy60
Susah y Alice melupakan masa lalu..
Ophy60
Danzel jangan menemui Alice lagi. Yg ada nanti Rachel salah paham dan mengganggu Alice.
Nurhayati
ngapain jg dy dket2 sm kamu danzel, dy udh berdamai dgn diri sendiri. klo bs jgn ganggu dia deh ntar pcar mu tau rachel mlah ganggu alice. kan bahaya
Sari Nilam
up nya lama
Mundri Astuti
nih ya danzel klo kamu beneran nikah sama Rachel, kamu akan kehilangan harga dirimu, Krn kamu dibawah kuasa Rachel dan keluarganya, suatu saat kamu bermasalah sama Rachel, bisa abis harga dirimu diinjak" , secara kamu kerja di perusahaan keluarga rachel
Ophy60
Bingung kan Danzel.Ninggalin Rachel kerjaan dr keluarga Rachel,sama Rachel tapi ga benar² cinta sama Rachel.
partini
sekarang dulu masa bodoh,, mending balik deh yg dulu masih cinta biar ga terlalu banyak drama nanti kamu kerja aja lagi
Ophy60
Semangat pak Dokter...
Meski masih mengingat masa lalu paling tidak Alice sudah mulai berusaha menerima orang baru.
Ophy60
Maunya Alice sama orla thor.Enak saja udah ninggalin Alice,bahkan saat Alice dalam kondisi sangat terpuruk juga ga ada masa mau sama Alice lagi.
partini
si dokter tamvan mau bertempur dengan masa lalu ,cape loh dok harus siap kan mental dan kesabaran seluas samudra dan patah hati
Nurhayati
sperti komen ku yang eps kmrn ato yg eps sblumnya, aq gak rela klo Alice berjodoh sm danzel. klopun berjdoh aq berharap alice sm orang lain dlu bru ktemu danzel lg. klo bisa danzel lah yg berjuang u mndapatkan hati alice kmbli. bru impas pnderitaannya
partini
ye elah zel kamu jadi kacung keluarga pacar mu ,, penyesalan datang di Ahir kalau awal itu pendaftaran nama nya
hemmmm masa lalu itu berat bersaing dengan masa lalu melelahkan,jarang sih novel yg bisa move on jadi aku tebak pemenang nya masa lalu
Sari Nilam: aku sih timbya alice dengan doker ..lupakan danzel yang dengan mudah melupakanmu .
jadi pelayan kel pacar sendiri biarpun punya jabatan ...miris .tp itu pulihanmu zel..nikmatilah.
total 1 replies
Ophy60
Alice jangan sama Danzel y thor....buat Danzel menyesal.
Ophy60
Danzel cowo jd cowo ga tegas.
Mundri Astuti
yg berikutnya buat Alice bahagia dng dunia barunya thor, lebih sukses dan mandiri Thor, buat danzel tau Rachel yg aslinya
partini
S2 apa kaya gini juga Thor mengseddih terus
Nurhayati
aku kcewa smga alice tdak bejdoh sm danzel. wlo ibu danzel yg mnolong pun aq tak rela klo alice berjdoh sm danzel
partini
kamu akan menyesal seumur hidup mu zel.,semoga yg di katakan ayahmu betul nanti ada seseorang yg begitu sayang dan cinta padamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!