Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Kesal sungguh kesal melihat Citra baru pulang belanja bareng Bik Sumini, apa lagi saat mendengar ART nya Citra dibelikan banyak barang terutama perhiasan. Sejujurnya iri sekali sama Bik Sumini bisa dibelikan apapun yang diinginkan tanpa diprotes sama sekali, andaikan Citra bisa terima kehadirannya pasti bahagia rasanya tinggal di rumah Citra.
"Mba kok tega sih kita tidak diajak bahkan tidak dibelikan apapun sih!" protes Winda kesal sekaligus iri.
"Siapa kamu iya, apa layak kamu mendapatkan barang mewah ini hah ngaca kali, masih bagus dibolehin tinggal disini banyak protes lagi. Hari ini saja kamu tidak kerja sama sekali mau saya baikin mimpi kali ye, sampah seperti kamu tidak pantas dipedulikan sedikit pun mengerti, ke kamar sana jangan ganggu kebahagiaan saya habis dari salon dan belanja pergi sana!" bentak Citra tidak ingin ngobrol sedikit pun sama Winda, bawaannya emosi terus menerus.
"Sayang apa ada makanan untuk aku? " tanya Angga berharap istrinya membelikan makanan untuknya.
"Ada tuh makanan kucing kalo mau silahkan makan ajak tuh sampah kamu makan bareng haha hahaha" ledek Citra ketawa puas, ada-ada saja Angga berharap dirinya belikan makanan untuknya.
Ajak Bik Sumini untuk tinggalkan sepasang suami-istri yang tidak tahu malu, dari pada kebahagiaan sirna bicara lama-lama lebih baik langsung ke kamar untuk istirahat.
Geram mendengar ledekan Citra barusan, pertama kalinya Citra bicara sembarang seperti tadi.
**
Rencana apa yang diinginkan Angga tiba-tiba susul dirinya ke depan kamar, membuat Citra tidak jadi masuk kedalam kamar dan tidak memberikan ijin untuk Angga masuk lagi kedalam kamar yang sudah lama ditinggalkan Angga karena suaminya jarang pulang ke rumah.
"Mau apa kamu ke sini, nanti istri tercinta kamu ngamuk loh kalo ke sini jadi pergi sana saya muak lihat wajah kamu terlalu lama?" tanya Citra sinis melihat Angga.
"Jangan bicara seperti itu sayang, aku mencintaimu dan mencintai Winda juga kalian wanita sempurna yang aku pilih jadi pendamping hidup ku, aku mau minta saran sama Bunda apa sebaiknya aku menceraikan Winda dan meninggalkan dia dari hidup ku, kita bisa mulai semuanya dari awal bagaimana ijinkan aku memperbaiki kesalahan aku selama ini sayang." bujuk Angga berharap Citra mau percaya.
"Sorry ye tidak sedikit pun saya percaya, selama sepuluh tahun pernikahan kita kamu banyak bohong, mengabaikan saya, dan banyak merugikan saya. Tidak ada kesempatan kedua untuk orang seperti kamu mengerti, jadi jangan banyak berharap, dari pada jadi gila karena keinginan kamu tidak jadi kenyataan kan, ingat Angga setelah saya puas bikin kalian menderita saya akan buang kamu dari hidup saya, jadi jangan banyak mimpi untuk kita bisa seperti dulu lagi karena saya tidak bisa dibohongi lagi mengerti!" tolak Citra tegas tidak mau dibohongi dan dimanfaatkan sama Angga lagi.
Sudah cukup selama sepuluh tahun jadi perempuan bodoh dan sekarang sudah tidak mau lagi jadi perempuan bodoh lagi percaya sama ucapan Angga, bisa saja Angga pura-pura menceraikan Winda demi mendapatkan kehidupan layak seperti dulu lagi. Merasa sudah cukup bicara sama Angga memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan meninggalkan Angga sendirian didepan pintu kamar dengan perasaan kesal.
Gagal dan gagal lagi bujuk Citra untuk percaya sama ucapannya, semakin bingung bagaimana bisa membuat Citra seperti dulu lagi yang mudah di manfaatkan dan dibohongi demi kebahagiaan Winda bisa mendapatkan kemewahan lagi seperti dulu.