NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Cahaya matahari pagi masuk ke kamar Sintia melalui celah-celah jendela. Gadis itu menyipitkan mata kemudian berdiam diri sebentar, tubuhnya masih loading. Sekitar 3 menit ia lalu bangkit dari tidur dan berniat untuk duduk. Namun, ketika melihat ke arah sofa gadis itu melihat Arga sedang bertelanjang dada sehingga otot-otot ditubuhnya terpampang jelas. Gadis itu melotot, Arga sedang membelakangi ia sembari melakukan peregangan. Mata Sintia tidak bisa berkedip, ketika Arga membalikkan badan barulah ia membuang muka.

"Udah bangun?"

Sintia memalingkan muka, pipinya sudah merah seperti kepiting rebus haha. Gadis itu memejamkan mata untuk menghilangkan rasa awkward ini. Ia berdehem sebentar kemudian menjawab. "Iya."

"Aduhh kok gue jadi ngeres gini sih otaknya," batin Sintia berteriak.

"Kamu mau sarapan apa?" tanya Arga lagi.

Sintia menoleh menatap Arga yang sialnya belum memakai baju. Sintia melihat otot perut Arga yang terbentuk secara sempurna. Pria itu berkeringat menambah aura kesekiannya. Sintia menggelengkan kepala kuat-kuat. Hal ini membuat Arga menatap ia dengan khawatir.

"Kamu kenapa? Ada yang ganggu pikiran kamu?"

Kelakuan kamu yang ganggu pikiran aku, Arga!!! Ngapain coba pagi-pagi udah telanjang dada begitu!! rutuknya dalam hati.

Sintia hanya menggeleng, gadis itu kemudian mengambil minum yang sudah tersedia dinakas, mungkin Arga yang menyiapkan. Ia harus mengalihkan perhatian matanya agar tidak terus menerus menatap pria yang sampai sekarang tidak peka akan kelakuan dia sendiri itu. Sintia mengambil kanvas dan juga cat air. Ada lukisan yang belum ia selesaikan kemarin.

"Mau sarapan apa?"

Setelah lama hening, Arga buka suara kembali. Pria itu sudah memakai kaos santai dan celana training. Ini hari Minggu jadi Arga tidak ke kantor.

Sintia mengetukkan jemarinya pada dagu, hari ini rasanya ia ingin makan ramyeon saja.

"Ramyeon. Aku pengen itu."

Mendengar itu Arga menggeleng kuat-kuat. "Yang ada nasinya Sintia."

Sintia cemberut. "Tadi, kan kamu nanya. Itu kan nanti ditambah nasi bisa!"

"Gak. Itu Mie. Yang lain aja."

Suara Arga tidak ingin dibantah, percuma Sintia merengek. Pria itu tidak akan pernah mengizinkan.

"Aku beliin nasi rames, ya?"

Belum mendapat persetujuan dari Sintia, Arga sudah memesankan lewat online.

Dasar duda tua! batin Sintia dalam hati.

***

Setelah selesai makan tadi Dokter Mutiara datang dan menyuruh Sintia untuk mulai jalan-jalan lagi. Terapi dengan alam katanya bisa mengusir trauma. Dan disinilah, ia sekarang bersama Arga. Duduk dibangku taman. Ditemani oleh kanvas dan juga cat air. Sintia melukis lagi. Kali ini Arga yang jadi objek gadis itu. Sudah lebih 5 menit Arga tidak boleh bergerak.

"Udah belum?" tanya Arga, kaki dan tangannya mulai kram.

"Belum. Kamu diem dong!"

Sintia sedang fokus melukis Arga dengan teliti, namun pria yang menjadi objeknya itu malah garuk-garuk kepala.

"Arga, ih! Kamu diem dulu!"

Teriakan Sintia membuat Arga terdiam. Gadis itu perlahan mulai kembali dengan kebiasaannya dulu.

Akhirnya kamu kembali lagi. Aku udah lama gak denger teriakan itu, Sin.

Sintia akhirnya bisa menyelesaikan lukisannya, Arga langsung meregangkan tangan dan kakinya yang kesemutan —efek tidak bergerak ±30 menit. Tanpa disadari Arga berjalan mendekat ke arah Sintia duduk disampingnya, mereka berdua belum sadar sampai Sintia menoleh ke samping. Wajah mereka begitu dekat, gadis itu mengerjap kemudian....

Ia mendorong Arga menjauh, nafas Pria itu memicu kejadian yang terus berputar-putar dikepala, gadis itu memejamkan mata dan berusaha untuk mensugesti diri sendiri agar tidak ke trigger. Sedang Arga ia mencoba mengajak bicara Sintia.

"Sintia, buka mata kamu."

Gadis itu menurut, Arga menunjukan lukisan yang ia buat untuk mengalihkan rasa trauma Sintia. Sepasang angsa yang sedang berenang di air. Sintia tiba-tiba tertawa, Arga tersenyum kecil. Rupanya cara ia berhasil untuk mensugesti Sintia agar tidak ingat kejadian sialan itu.

"Jelek banget!" komentar Sintia. Arga hanya menggedikan bahu tidak peduli. Pria itu sudah menjaga jarak aman kembali. Ia mulai menggambar lagi di kanvas, sambil terus menoleh ke arah Sintia.

"Kamu lagi ngapain?" tanya Sintia. Ia berusaha mengintip, meski tidak kelihatan karena jauh.

"Kepo."

Sintia mencebikan bibirnya, duda satu ini emang ngeselin.

Arga mengangkat kanvas tinggi-tinggi. Pria itu sedang menggambar seorang perempuan dengan ekspresi marah dan bibir yang maju 5 cm.

"Arga!!!"

Rupanya Pria itu menggambar Sintia. Karena baju yang ia pakai sama persis dengan baju perempuan yang digambar Arga.

****

Arga menerima telfon dari Sagara, ia langsung mengangkat.

"Gimana?"

"Soal bokapnya Jefry ternyata setelah hacker masuk ke sistem mereka banyak banget rahasia perusahaan yang bisa lo manfaatin buat hancurin keluarga Jefry. Nanti gue kirim data ke lo. Kalo gue jelasin bakal panjang soalnya."

Arga hanya menjawab 'ya' dan mematikan telfon. Pria itu membuka sebuah dokumen yang baru saja dikirim oleh Sagara. Betapa terkejutnya, ia ketika melihat bahwa perusahaan Papa Jefry sudah melakukan penggelapan dana beberapa kali. Dan itu bisa ia gunakan untuk alat rusaknya keluarga Jefry. Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Kemudian menyusul Sintia yang ingin kembali ke kamar.

****

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!