NovelToon NovelToon
Kalau Memang Serius Lamar Aku Pada Ayahku.

Kalau Memang Serius Lamar Aku Pada Ayahku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: DP aja

perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab23

Di dalam kamar asri dan dani masih lanjut ngobrol sebelum tidur,semenjak menikah kegiatan ini seperti menjadi wajib dilakuan,asri bersandar di dada bidang suaminya dan memeluk pinggangnya,entah mengapa posisi ini membuat asri sangat nyaman,dan dani sangat suka sifat manja asri ketika dia di kamar,dani membalas pelukan dan sesekali mencium pucuk kepala asri yang tidak tertutup hijab.

"Mas mas risih ndak sih aku peluk kayak gini?kalau risih bilang ya!aku ndak tau kenapa posisi ini sangat nyaman buatku,mas maaf mas tidak keberatan kan uang mahar dari mas aku gunakan bantu rizal,dan rencananya aku juga mau buka toko pupuk sama bibit di rumah,soalnya disini susah mas kalau mau beli pupuk dan bibit,aku kasihan mas sama rizal kayaknya dia terinspirasi kamu." ucap Asri memulai percakapan.

"Yang uang mahar itu sudah hak kamu,terserah kamu mau apain,mas ndak masalah,malah kalaupun kamu minta  mas belikan mas akan belikan tapi kalau tipe rizal,dia ndak mau nerima mas malah suka kalu kamu mau minta,sedang kamu mas kasih kartu juga ndak di pakai,kecuali buat beli mahar kemarin.jadi gunakan kekayaan mas untuk keperluanmu sayang,mas sangat suka bila kamu memintanya,mas merasa kamu perlukan,mas tau kamu perempuan kuat dan mandiri,jadi mas ndak masalah kamu gunakan harta mas,kalau kamu ndak gunakan buat apa mas kerja.yang kamu kalau manja gini bikin ada yang tegak tapi bukan kebenaran."jawab Dani sambil tersenyum ke arah istrinya

"Mana yang tegak biar aku tidurin." goda asri pada dani dan akhirnya mereka melakukan kegiatan yang mengasikkan itu.

Di pagi hari asri bersiap berangkat dan pamitan kepada ayah dan ibuknya,dan asri mengutarakan niatan ke ayahnya untuk jualan pupuk dan bibit tanaman dan ayahnya setuju.dan dari kejauhan halaman rumah pak arjo bu siti memandang dengan sinis kepada keluarga asri.

"Yah,buk asri berangkat dulu ya doain selamat sampai tujuan,zal kamu baik baik di rumah,besuk ngabarin kalau mau berangkat trus kamu mau beli motor di sini atau di kota?" ucap Asri berpamitan kepada orang tua dan adiknya.

"Di sana aja mbak,tolong beliin ya,nanti uangnya aku transfer,modelnya terserah aja." jawab Rizal seadanya, memag Rizal tipe pemuda yang tidak pernah macam macam.

"Iya besuk aku belikan."sahut Asri

"Yah,buk kami berangkat," lanjut dani,dan mereka berangkat. Lanjut dani dan mereka menyalami punggung tangan pak arjo dan bu sumi,lalu mereka masuk mobil begitu juga yuni juga ikut,dan yuni duduk di kursi belakang.melihat itu bu siti makin kesal apalagi ingat perkataan bambang bahwa dani benar pemilik perusahaan tempat dia bekerja,dan bambang memperingatkan pada ibunya untuk tidak macam macam karena akan berimbas pada posisinya di perusahaan.

Di dalam mobil dani,asri dan yuni membahas kelanjutan kerjanya di toko tempat mereka kerja,dan rencananya nanti akan singgah di showroom untuk membelikan motor rizal.

"Yang nanti kita langsung ke toko bosmu sekalian kamu pamitan ya,baru tak antar ke kos untuk pindahan." seru dani membuka obrolan.

"Iya mas,jangan lupa mampir ke showroom mbeliin motor rizal juga... mas yuni gimana kalau mau ikut aku pindah,bisa ndak?kan aku sama yuni kayak amplop sama prangko mas,nggak bisa pisah." ucap Asri menanyakan tentang kelanjutan Yuni.

Yuni yang merasa tak enak kepada Dani langsung menyahut.

Kalau aku gampang sri, kalau ndak ada lowongan, kita kan masih satu kota,kalau minggu masih bisa ketemu,ya kan?" sahut yuni tidak enak.

Dani tampak tersenyum menatap istrinya yang menampakkan wajah memohonnya, dan itu menurut Dani tampak sangat menggemaskan.

"Tenang,sekarang ada 3slot di bengkel,jadi mbak yuni sekalian pamit aja,nanti gantiin lutfi,nah rizal biar nanti belajar di bengkel dan bagian keluar,kan dia lebih fleksible kalau dia mau mulai bisnis sendiri,nah kalau mas parjo tetap jadi kepala mekanik." jawab dani menjelaskan rencananya.

Seketika Asri tampak berbinar, tapi sedetik kemudian wajahnya jadi murung dengan bibir yang cemberut.

"Lah kalau aku mas? jangan bilang aku di suruh jadi montir?" tanya asri lagi penasaran karena dani tidak menyebutkan kerjaannya.

Dani kembali menatap istrinya dengan bingung,

"Lah gimana to ini? ya kamu sebagai pemilik sayang,kerjamu merintah dan mengawasi kerjaan anak buahmu. bengkel itu sudah mas jadikan mahar pernikahan kita, kamu lupa? jadi terserah kamu di sana mau ngapain, ndak datang juga ndak apa apa." jawab Dani seenaknya.

Asri dan Yuni sama sama menepuk keningnya, mereka saling pandang dan menggelengkan kepala heran.

"Memang horang kaya mah bebas,mahar bengkel... biasa seperangkat solat, di kampung itu mahar paling banter motor mas, itu pun setelah 9 bulan di jual karena buat persiapa lahiran." kekeh asri dan yuni pun geleng geleng dengan kelakuan suami saudaranya itu.

"Apapun sayang, yang penting kamu bahagia." sahut dani yang terus fokus nyetir.

Di toko maju motor,cik lan dibuat heran dengan andi yang bekerja seperti tidak semangat dn lesu,juga dengan suaminya,mereka saling bertukar pandang seolah sedang berdiskusi.dan akhirnya koh yus pun menanyai andi.

"Ndi kamu setelah itu sini dulu aku mau ngomong." perintah bos andi itu.

"Baik ko, sebentar ya, ini tinggal mberesin aja kok." sahut andi sambil bekerja.sampai beberapa menit andi mendekat.

tak lama setelah Andi membereskan pekerjaannya lansung menemui bosnya itu.

"Ada apa ko, maaf baru selesai." tanya andi yang mendekat dan duduk di depan meja bosnya itu.

Koh Yus tampak memandang salah satu anak buahnya dengan lekat, dia heran dengan anak buahnya itu, karena sepertinya kurang bersemangat.

"Ndi aku mau tanya sebenarnya kamu itu kenapa? sepertinya beberapa hari ini kamu terlihat lesu tidak bersemangat? apa kamu mau bon atau libur?" tanya ko yusak pada andi penuh selidik.

Andi tampak salah tingkah ketika di tanya seperti itu sama bosnya.

"Ndak ko, mungkin agak kurang sehat aja." jawab andi.

"Kurang sehat atau kangen asri ndi? ndi kamu kan tahu asri sudah menikah. jadi kamu harus muf on dong, kan wanita bukan asri aja, tuh ada si pipit,yuni juga ada,trus si dewi.asal jangan nekat ndeketin asri ndi, berat." nasehat cik lan panjang lebar.

"Loh emang andi suka asri? kenapa ndak di tembak dari dulu ndi? kalian kerja udah bertahun tahun lo?" sahut koh Yusak yang heran dengan anak buahnya itu.

"Soalnya asri cewek matre koh. kan aku cuma karyawan, sedang suaminya bos bengkel lagi." jawab andi.

"Itu namanya bukan matre ndi, tapi realistis, aku itu faham jalan fikiran asri, aku tau kamu beberapa kali nembak asri di gudang kan?ngajakin dia pacaran? coba kamu ngajakin dia nikah pasti dia mau,soalnya cewek seperti asri itu langka ndi, jadi kalau ketemu langsung sikat." jelas cik lan panjang lebar dan Andi pun manggut manggut dengan segala penyesalannya. sampai sebuah mobil rubicon hitam berhenti di depan toko,lalu keluar dani segera membukakan pintu untuk asri turun dan di susul yuni,lalu mereka masuk dengan membawa oleh oleh untuk teman teman mereka.dan setelah menyapa mereka lalu mereka bertiga menemui cik lan di mejanya.

"Pagi bos! Gimana kabarnya pagi ini? tokonya keliatan rame? sapa dani kepada pemilik toko, lalu mereka bertiga duduk di sebrang meja cik lan dan koh yusak.

"Pagi bosq, kebalik brow, kamu yang bos besar." jawab koh yus.

"Wah pesona pengantin baru nih,ceria bener sampai lampu di atas kalah ama mukamu yang ceria sri?" goda cik lan sambil memainkan alisnya.

Asri yang di goda sama bosnya tampak malu malu.

"Ndak juga cik biasa aja." jawab asri sambil tersipu malu.

"Oiya ini bu bos kapan mulai masuk kerja? Masih di bolehin kerja ndak? Secara kalau masih kerja ibarat menabur garam di laut,masak kaum duafa seperti kita ngegaji istri bos besar?" sahut koh yus merasa rendah diri.

"Itu dia bos, aku nganter istri sama mbak yuni sekalian mau pamit katanya, soalnya istriku sudah harus ngurusin bengkelnya, dan nanti biar di bantu mbak yuni, jadi sekalian ini pamit, makasih sebelumnya,dimana istri dan mbak yuni sudah di ijinkan belajar dan bekerja di sini." jawab dani dengan mantap,sepasang bos itu sedikit bingung kapan asri punya bengkelnya?

"Bentar, jadi selama ini asri punya bengkel sendiri?" tanya cik lan penasaran,

"Bukan cik, tapi dia dapat mahar dari suaminya bengkel seker garage itu!" Bukan asri atau dani yang menjawab tapi yuni.

"Yaudah kalau gitu, ndak papa, semoga sukses ya sri,yun.tapi tetep ya kalau cari sparepart kesini." kelakar cik lan.

"Iya cik." sahut asri dan yuni.

akhirnya mereka meninggalkan toko setelah pamitan dengan bosnya,dan juga semua teman temannya,termasuk andi,ada rasa penyesalan di hati andi tapi apa daya,itu di luar jangkauannya.sedang pipit merasa sedikit lega,karena setidaknya orang yang di kagumi andi sudah menikah bahkan sudah tidak kerja di sini lagi.

1
Merpati Putih
jangan pernah memandang sesuatu dari luarnya,pasti tertipu
Merpati Putih
menerima kekurangan masing masing
Merpati Putih
lanjut tor
Merpati Putih
contoh cowok jentle,langsung datangi orang tuanya ,dan minta secara baik baik
Merpati Putih
👍
Merpati Putih
menginspirssi,kehidupan nyata
Merpati Putih
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!