NovelToon NovelToon
MY COOL HUSBAND

MY COOL HUSBAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:11.2M
Nilai: 5
Nama Author: Dina Melya

Zanna Kemal lebih memilih tinggal seorang diri setelah ayahnya meninggal dunia dari pada tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, hidup dengan sederhana menjadi seorang perawat di rumah sakit swasta di kota Praha. Anna begitu ia disapa suatu hari terpilih menjadi perawat untuk merawat anak sang pemilik rumah sakit tempatnya bekerja yang bernama Kerem Abraham, ia sudah terbaring koma selama dua belas tahun akibat kecelakaan yang dialaminya.

Setelah beberapa bulan merawat Kerem, pria itu pun akhirnya sadar dari komanya, tapi sejak Kerem sadar mereka tidak pernah bertemu lagi.

Bagaimana kisah pertemuan mereka kembali sehingga keduanya terikat dalam sebuah pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Melya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemani Elif

Anna menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya setelah mengakhiri panggilannya bersama Elif, hari ini Elif tidak masuk kerja dapat jatah libur habis shift malam. Anna menpercepat langkahnya melirik jam tangan

yang melingkar dipergelangan tangannya yang ramping. Malam ini ia berjanji akan

menemani Elif memilih gaun pengantinya, karena bulan depan dia dan Josep akan

menikah.

“Anna…!”

Ia menolehkan wajahnya karena mendengar ada yang memanggil namanya. Anna menghentikan langkahnya saat melihat dokter Lukas berjalan kearahnya, Anna mengernyitkan keningnya merasa heran kenapa dokter Lukas memanggilnya.

“Kau terburuh-buruh sekali,” sapanya begitu berdiri di depan Anna, ia memperhatikan penampilan Anna yang sudah tidak memakai pakaian seragamnya. Lukas mengulum senyumnya melihat Anna sangat berbeda jika tidak memakai seragamnya.

“Iya dok karena saya ada janji, makanya harus buruh-buruh pulang,” sahutnya sopan dan sedikit formal. Lukas tertawa kecil melihat sikap formal Anna padanya. “ jangan formal seperti itu sekarang kita tidak dalam jam

kerja.”

 “Kau bisa memanggil namaku saja, .” Lukas berkata sedikit pun tidak melepaskan tatapanya dari Anna.

“Maaf dok. Aku sudah terbiasa, aneh saja rasanya,” balas Anna menipiskan senyum dibibirnya.

 “Oh begitu baiklah aku tidak bisa memaksamu,” ucap Lukas menggaruk keningnya yang tak gatal, ia merasa begitu kikuk bila berdekatan dengan Anna. “Tempat tinggalmu jauh dari sini,” tanyanya lagi.

“Tidak juga, sekitar 3 km saja. Maaf ya Dok saya harus pergi saya hampir terlambat.”  Anna melirik kembali jam tanganya sambil memutar tubuhnya dan melanjutkan langkahnya kembali.

“Bagaimana  kalau saya antar,” ujar Lukas menyusul langkah Anna dan berjalan disebelahnya. Anna menghentikan langkahnya kembali menyipitkan matanya menatap pada Lukas, ia terkejut mendengar tawaran Lukas padanya.

“Bagaimana?” ulangnya menatap manic Anna yang indah.

“Tidak terima kasih Dok saya bisa pulang sendiri.” Tolak Anna sopan lalu mengalihkan tatapannya.  Anna menelan ludahnya saat melihat Kerem lewat di depannya, pandangan mereka beradu Kerem menatapnya dengan tatapan menusuk, ia berjalan melewatinya tanpa menegurnya. Entah kenapa Anna merasa cemas saat melihat tatapan Kerem padanya.

“Kenapa aku harus takut, bukan urusanya aku bicara dengan siapa,”bathin Anna.

 “Baiklah, tapi kau tidak menolak ajakanku untuk barengan ke parkiran,”ujar Lukas tak menyerah. Tapi Anna yang sedang sibuk dengan pikirannya tak mendengar apa yang dikatakan oleh Lukas membuat pria itu mengernyitkan keningnya melihat Anna diam mematung menatap lurus ke depan mengabaikan pertanyaannya.

“Anna…!”

“I-iya dok, ada apa?” ucap Anna tergagap tersadar kembali menolehkan kembali wajahnya pada Lukas.

“Kau memikirkan apa sampai tak mendengar apa yang aku katakan.”

“Oh, maaf,” Anna tersenyum malu. Ekspresi malu-malu Anna membuat Lukas tak bisa melepaskan tatapannya ia semakin terpesona dengan kecantikan alami yang Anna miliki.

“ Kau tidak menolak kalau kita bersama ke tempat parkir.”

“Oh, baiklah. Ayo.” Ajak Anna melanjutkan langkahnya dan diikuti oleh Lukas, keduanya berjalan beriringan sambil mengobrol menuju ke tempat parkir.

****

Elif dan Anna sibuk memilih model gaun pengantin yang terpajang, Elif merasa bingung memilih gaun yang mana ingin ia pilih karena  hampir semua desainya ia sukai, dan setelah hampir satu jam akhirnya pilihan itu jatuh pada dua gaun pengantin yang

sekarang sedang dipatut-patut oleh Anna dan Elif.

“Anna.... aku bingung,” rengek Elif dengan wajah memelas bingung menentukan pilihannya diantara dua gaun yang sudah mereka pilih dari puluhan gaun yang ada disana. Dan itulah alasannya kenapa ia mengajak Anna untuk menemaninya karena Josep tak akan suka dengan hal-hal seperti itu, dan tidak akan memberikan pendapatnya jika Elif memintahnya.

“Sekarang aku serahkan padamu,” ucapnya menyerah dan berdiri diantara gaun itu.

“Aku lebih suka yang ini,” tunjuk Anna  pada gaun pengantin disebelah kanannya. “ Tidak terlalu mewah tapi sangat elegan.”

“Ya sudah aku menurut saja,” Elif segera membayarnya dan memintah pelayan

butik itu mengirimkan gaun pengantin itu ke rumahnya. Mereka pun segera keluar dari butik itu menyetop taksi yang lewat di depan butik.

“Sekarang kita kemana,” Tanya Elif begitu mereka duduk dalam taksi.

“Sudah hampir pukul sembilan malam, kita pulang saja,” sahut Anna melihat jam tanganya.

“Bagaimana kalau kita pergi kesuatu tempat,” ucap Elif semangat menghadapkan tubuhnya pada Anna. Ia tersenyum lebar menaikkan  kedua alisnya membuat Anna mengernyitkan

keningnya melihat tatapan agak mencurigakan dari Elif.

“Mau kemana?”

“Kau lihat saja nanti,” Elif mengedipkan matanya lalu berbicara pada sopir taksi menyebutkan tempat yang akan mereka kunjungi. Sekitar dua puluh menit mereka pun sampai, setelah membayar ongkos taksi mereka pun turun.

“Kita ada  dimana ,” Tanya Anna menatap tempat asing di depannya.

“Club.” Jawab Elif menyengir tanpa dosa memperlihatkan deretan giginya yang putih.

“Apa…!” Anna terperanjat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Elif. Ia menarik tangan Elif menjauh dari sana, tapi Elif malah menarik Anna balik sehingga keduanya saling tarik menarik.

“Kita pulang sekarang,” dengus Anna kesal. Ia tidak menyangkah kalau Elif akan mengajaknya ke club.

“Please…sekali ini saja,” ucap Elif dengan nada memohon dengan wajah memelas mencoba membujuk Anna.

“Tidak… kalau kau mau pergi silakah. Aku pulang sekarang.” Anna pun melangkah meninggalkan Elif. Seumur hidupnya ia belum pernah pergi ke tempat seperti itu, walaupun ia tinggal di negara bebas tapi ada agamanya

yang mengikatnya.

Elif berlari mengejar Anna dan mencegat langkahnya, membuat Anna terpaksa menghentikan langkahnya.

“Aku tau kau akan menolaknya. Tapi ini untuk pertama dan terakhir kita lakukan. Aku tidak pernah mengajakmu pergi ke club, tapi sekarang anggap saja acara perpisahanku karena setelah menikah aku tidak

mengunjungi tempat seperti ini lagi kecuali Josep mengajakku.”

Elif meraih tangan Anna menatap manik Anna bergantian,” please…sebentar saja, kita tidak minum alkohol karena aku tau kau tidak boleh

meminumnya.” Elif terus merayu Anna agar mau ikut denganya, akhirnya senyum mereka  bibir Elif melihat Anna mengangukkan

kepalanya dengan berat hati.

“Baiklah kita sebentar saja, ini untuk pertama dan terakhir." Anna memberi penegasan. Elif mengangukkan kepalanya penuh semangat senyum bahagia membingkai bibirnya, ia pun segera menarik tangan Anna yang dengan berat hati mengikuti kemauan sahabatnya itu.

****

Dentuman musik yang keras dan lampu yang berkelap-kelip membuat kepala Anna langsung dibuat pusing, belum lagi bau alkohol yang menusuk hidungnya. Anna melirik Elif disebelahnya yang asik menggoyangkan tubuhnya mengikuti hentakan musik yang mengajak orang-orang untuk bergoyang.

Elif menyesap birnya menatap Anna yang terlihat sangat canggung bahkan wajahnya begitu tegang. Anna mengedarkan tatapannya sekelilingnya melihat wanita yang sebagian besar memakai pakaian yang

kekurangan bahan sehingga mempertontonkan tubuh mereka dengan sangat jelas. Ia memalingkan wajahnya saat melihat beberapa pasangan tanpa rasa malu bercumbu ditempat terbuka dan ramai seperti itu.

Elif menyenggol lengan Anna dengan sikunya sehingga membuat Anna terlonjak kaget yang memancing tawa geli Elif melihat ekspresit sahabatnya itu. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Anna. “Bagaimana? Seru tidak

tempatnya.”

“Seru.” Ulangnya dengan mata melotot. “ Aku ingin muntah rasanya melihat tempat gila seperti ini.” Sahutnya yang langsung disambut kekehan oleh Elif, ia memegang perutnya yang sakit menahan tawa.

“Apa yang kau tertawakan, kalau kau sudah selesai ayo kita pulang sebelum aku benar-benar muntah disini.”

“Tunggulah sebentar lagi kita pulang, kalau disini semakin malam semakin ramai Anna sayang. Dan disini juga banyak cowek keren dan tajir,” ucapnya mengedipkan sebelah matanya.

“N…” tolak Anna mentah-mentah. Sungguh tak pernah terbersit dihatinya untuk mencari pasangan di club malam, pasti isinya kebanyakan cowok yang haus sentuhan wanita dan suka berganti-ganti pasangan kencan. Membayangkannya saja sudah membuat  tubuh Anna merinding.

Seorang pria yang sedang duduk di pojokan ruangan sejak tadi tak melepaskan tatapan dari Anna yang sedang duduk di depan meja bartender, sudah beberapa kali ia berkunjung ke club ini tapi belum pernah sekalipun ia

melihatnya, rasa penasaran membuatnya tak tahan ingin berkenalan dengannya, wajah cantiknya yang polos dan canggung menandakan ia bukanlah wanita yang sering

pergi ke club.

Ia mendudukan tubuhnya di bangku kosong sebelah Anna lalu memesan minuman pada bartender, Anna yang sedang asyik mengobrol dengan Elif terkejut ketika bartender menyerhakan segelas minuman untuknya.

“Tidak, saya tidak memesan minuman,” tolaknya menatap Bartender itu bingung.

“Memang bukan anda yang memesannya Nona, tapi tuan itu memesakankan untuk anda,” ucapnya menujuk pria yang duduk disebelahnya yang tengah menikmati minumannya.

.

.

.

.

Bersambung

Selamat membaca 🙏💪

Minta Jempolnya readers😄😄 biar makin semangat nulisnya 😁😁😁

Dukungan Readers suplemen untuk author 💪💪😄

1
Lyana
Oalah jadi emaknya si Anna ini jalang bin pelacur toh
tinuet'z
sangat bagus
Atze Atze
begoooo Banget si kerem...tau Monika itu orang jahat... masih saja percaya kata kata wanita itu...
Atze Atze
biar modar saja itu..si goblok kerem..
Atze Atze
aku heran Thor...masa orang tua karem.. tidak mengenal Anna yang pernah merawat anaknya...
Atze Atze
bunuh saja tu si Elif...
Atze Atze
bunuh saja...si anjing Elif. Ana..
ana jangan pernah percaya sama temen dekat...
Atze Atze
begoooo si Anna.... mending tidak usah punya teman.. kalau gue..
rahayu
ceritanya gantung
dadah mahmudah
kapan lanjutan nya ka.
Boby
kapan dilanjutkan Thor
dadah mahmudah
lanjut ka...jangan lama"...
Aqilla adzkia
kpn lanjut Thor yuk aj trsin crritanya
Quinza Azalea
bagus
Quinza Azalea
lanjut thor
Eli kurnaeli Eliii
gemezz deh
Rina Maya
ceritanya menarik n seru
Endah Lestary
sepertinya keyboardnya bermasalah ini mah...H nya mengganggu melulu
Syafa_Natasya H.1502000
Luar biasa
pipi gemoy
next Thor 🙏🏼☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!