NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 015: Kepulangan dan Kejutan Manis

Hari itu, matahari bersinar lebih cerah dari biasanya, seolah turut menyambut kabar gembira yang akan datang. Setelah hampir seminggu berada di luar kota dengan komunikasi yang sangat terbatas, Aries akhirnya menyelesaikan seluruh tugasnya dan segera bergegas pulang.

“Akhirnya selesai juga. Aku tak sabar segera menemuinya,” gumam Aries dalam hati. Namun ia tidak langsung pulang ke rumahnya sendiri, melainkan terlebih dahulu mempersiapkan sesuatu, sebuah kejutan kecil yang sudah direncanakannya jauh hari untuk Aldara.

Sementara itu, di rumahnya, Aldara duduk santai di teras sambil memegang buku. Sesekali ia melirik ponselnya, berharap ada pesan atau panggilan masuk.

“Sudah seminggu tidak ada kabar. Apakah jaringan di sana sesulit itu sampai tidak bisa mengirim pesan sekalipun?” pikirnya. Meski sudah berusaha tenang, rasa rindu tetap menyelinap, dan ia hanya bisa berdoa agar kekasihnya kembali dengan selamat.

Belum lama ia termenung, terdengar suara mesin motor yang berhenti tepat di depan pagar rumahnya. Saat menoleh, matanya langsung terbelalak tak percaya. Sosok yang sangat ia rindukan berdiri di sana dengan senyum lebar dan membawa seikat bunga mawar merah yang segar.

“Aries…!” seru Aldara dengan suara sedikit bergetar karena haru. Ia segera berdiri dan melangkah cepat mendekat.

Aries turun dari motor, lalu membuka pagar dan menyambut Aldara ke dalam pelukan hangatnya. “Aku sudah kembali, Sayang. Maaf membuatmu menunggu lama dan tidak memberi kabar,” bisiknya lembut sambil memeluk erat tubuh wanita itu.

Aldara membenamkan wajahnya di dada bidang Aries, menghirup wangi khas yang sudah ia rindukan. “Yang penting kamu pulang dengan selamat. Aku hanya khawatir, bukan marah,” jawabnya pelan.

Setelah melepaskan pelukan, Aries menyerahkan seikat bunga itu sambil tersenyum nakal. “Ini untukmu. Sebagai tanda terima kasih sudah sabar menunggu dan percaya padaku selama aku pergi.”

“Terima kasih… bunganya sangat indah,” ucap Aldara sambil menerima bunga itu, pipinya merona malu namun penuh kebahagiaan.

“Tapi itu belum semuanya. Ada satu kejutan lagi,” kata Aries sambil menggandengnya duduk. Ia mengeluarkan kotak kecil berbalut kain lembut dari tasnya.

Begitu dibuka, terlihat sebuah kalung sederhana namun elegan dengan liontin berbentuk hati yang terukir inisial A & A.

“Aku mau ini menjadi pengingat, bahwa meski kita terpisah jarak atau kesibukan, hati kita tetap terhubung satu sama lain. Aku berjanji akan selalu menjagamu, seperti kalung ini yang akan selalu melingkar di lehermu,” ucap Aries tulus sambil memasangkannya perlahan di leher Aldara.

Aldara menyentuh liontin itu dengan lembut, matanya berkaca-kaca. “Ini terlalu indah, Aries. Aku sangat menyukainya,” katanya sambil tersenyum lebar.

Mereka pun duduk berdampingan dan mulai bercerita. Aldara menceritakan tentang Mondol yang sering membuat onar dan sempat menghinanya.

“Apa? Pria brengsek itu berani menghinamu? Aku akan membuat perhitungan nanti!” bentak Aries dengan tangan terkepal, hatinya tak terima melihat kekasihnya diperlakukan buruk.

“Tenang saja, Sayang. Semuanya sudah beres. Aku sudah memberinya peringatan tegas, dan aku yakin dia tidak akan berani mengganggu lagi,” jawab Aldara sambil menenangkan Aries.

Aldara bersandar di bahu Aries, Rasa rindu yang menumpuk perlahan terobati dengan kehadiran satu sama lain. Di bawah langit sore yang mulai berubah warna menjadi jingga, mereka menyadari bahwa setiap jarak dan waktu tanpa kabar hanya akan membuat ikatan cinta mereka semakin kuat dan kokoh.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!