Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
manusia setengah-setengah
Isyana sedang di dalam ruangan khusus untuk perawatan meni pedi dan make-up. Ketika Nency ingin melakukan meni pedi tiba-tiba Isyana menampar nya.
"Kenapa kau memukulku?! " Teriak Nency dengan suara khasnya.
" Maaf aku gak sengaja. Itu tadi reflek... " Isyana meminta maaf kepada Nency. Dia merasa tidak enak hati karena respon spontannya.
"Aku gak Terima kamu memukulku! " Nency berlari keluar dari ruangan
"Maaf... " Isyana mencoba bicara tapi Nency sudah berlari keluar ruangan.
Dia pun mengikuti Nency keluar ruangan. Ternyata Nency menghampiri Briyan yang duduk di ruang tunggu. Dan mengadukan Isyana kepadanya.
"Bebeb dia memukulku... Sakit... " Adu Nency pada Briyan dengan logat khas manjanya ditambah wajah memelasnya. Dan bergelayut manja di lengan Briyan.
Briyan berusaha melepas tangan Nency yang bergelayut padanya. Dia merasa jijik. 'Ini manusia setengah-setengah ngapain Pegang-pegang kayak gini' batin Briyan masih berusah melepas pegangan Nency.
Briyan melihat kearah Isyana yang berjalan menyusul Nency dan memberikan tatapan yang penuh tanya.
"Ada apa ini Isyana? " Tanya Briyan setelah berhasil melepas pegangan Nency
" Maaf... Aku tidak sengaja. Itu tadi reflek spontan karena aku terkejut" Jelas Isyana setelah sampai di tempat Nency dan Briyan berada.
"Tiba-tiba Nency menarik tanganku. Aku terkejut tidak sengaja menampar nya" Jelas Isyana
"Dia juga laki-laki, sebagai wanita wajar kan aku waspada untuk melindungi diriku" Alasan Isyana
"Hei...! Jangan sembarangan ya... Aku sukanya sama bebeb Brayen. Bukan cewek barbar kayak kamu... " Ucap Nency sambil mencoba meraih tangan Briyan. Tapi Briyan lebih gesit untuk menghindar
'Terserah lo... Emang gue pikirin selera lo. Kalo perlu bungkus tuh si bebeb brayen lo... Bawa pergi jauh no... Gue malah berterimakasih sama lo... ' batin Isyana
"Y sudah lah nency... Dia kan sudah minta maaf. Lagi pula dia gak sengaja. Nanti aku akan ganti rugi" Ucap Briyan
"Kita pergi dulu, nanti biar diurus asisten Tiyo. Ayo syana..." Briyan mengajak Isyana pergi karena mulai tidak nyaman dengan tatapan orang-orang yang ada didalam salon.
"Bebeb... " Ucap Nancy yang ditinggal pergi Briyan dan menatap sebal ke arah Isyana
"Maaf... " Lagi-lagi Isyana meminta maaf sebelum pergi.
Briyan dan Isyana berjalan keluar salon dan menuju parkiran mobil. Sesampainya didalam mobil Briyan coba menginterogasi Isyana lagi.
"Kenapa tadi kamu menampar nya? " Tanya Briyan sambil melajukan mobilnya
"Tadi kan aku bilang. Aku reflek tidak sengaja menampar nya. Dia tiba-tiba menarik tanganku dan aku terkejut" Jelas Isyana
" Walaupun dia tidak suka wanita tapi pada dasarnya dia tetap laki-laki, jadi wajarkan aku berhati-hati" alasan Isyana
" Kamu itu wanita. Kenapa tidak bisa lembut sedikit? Nanti jangan merusak rencana kita gara-gara tingkah kamu"
Peringatan Briyan
"Nanti kamu harus terlihat anggun dan lembut" Titah sangat maha raja.
"Haish... Kenapa hidup ini sangat berat" Isyana mengeluh sendiri
"Aku tidak janji. Aku bukan aktris... " Jawab Isyana
"Kau harus berakting dengan baik. Kalau sampe ketahuan semua yang kau kenakan akan ku anggap sebagai hutang. Dan kau harus ganti rugi" Ancam Briyan
" Kau suka sekali mengancam. Dasar tukang ancam" Isyana sebal dengan keadaan ini.
" Pantas mamamu berusaha mencarikan jodoh untukmu" Ucap Isyana
" Ternyata seleramu manusia setengah-setengah kayak Nency hahaha..." Ucap Isyana sengaja meledek Briyan
"Bebeb brayen... Hahaha..." Isyana menirukan logat Nancy
'Cewek ini perlu diberi pelajaran' batin Briyan
"Jangan sembarangan bicara!" Briyan menghentikan mobilnya merasa tersinggung dengan ledekan Isyana
"Aku cowok normal. Apa perlu aku buktikan?" Ucap Briyan sambil mendekatkan duduknya ke pada Isyana. Isyana hanya bisa meringkuk di tempat duduknya.
'Ini kenapa malah semakin deket' batin Isyana.
"TIDAK...!!! " Teriak Isyana
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya