NovelToon NovelToon
Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Varha

[Baca Season 1 Agar Paham Alur]
Season 2 Dari Cewek Berandal SMA

Genre: School, Comedy, Slice Of Life

Hari hari baru Vani dan ketiga orang temannya ( Agnes, Putri, Awani) di kelas Dua SMA, yang mereka jalani dengan suka riang dan tentunya banyak rintangan yang menghadang

[Next.. Jan lupa baca Cewek Berandal SMA 3]

_____________________________________________
WARNING!!
Cerita ini hanyalah Fiktif Belaka
____________________________________________

Bantu Author dengan Like, Comment dan Vote :)
Makasih dah Baca (≡^∇^≡)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Varha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBS2_023

"Ahahahahaaaa" Ray tertawa kecil melihat perubahan ekspresi Vani karenanya

"Hum.. Kamu ketawa terus, sekarang udah nggak ada masalah lagi kan?" Tanya Vani

ketika Ray melirik ke arah Vani, Vani tanpa sengaja menoleh ke arahnya dan menatap balik, "Blushh..", "Jangan tatap aku begitu" Ucap Ray sambil memalingkan pandangannya

("yang ngeliatin duluan kan dia!") batin Vani heran, "Masalahnya beres, kamu harus balik ke Ray yang biasanya yaa" Ucapnya sembari menyandarkan tubuhnya ke kursi taman

"kenapa kamu mau lakuin semua ini?" Tanya Ray

"Hm... Apa ya... karena kau temanku" Jawab Vani

("Teman ya") batin Ray murung

Vani kembali menoleh ke arah Ray, "Kenapa ekspresimu begitu? pasti kaget ya kalau aku perhatian" Ucapnya bangga

"Hmm.. iya" Jawab Ray dengan senyuman kecil

Vani mengecek waktu di jam tangan yang ia kenakan, "oh, udah jam setengah delapan, aku harus pulang. Khakim bisa marah kalau aku keluyuran malam malam" Ucapnya sembari berdiri dari duduknya

"Aku akan mengantarmu" Ucap Ray

"Nggak usah. Masa sih kamu antar aku pake sepeda itu. Ntar aku yang naik sepeda trus kamu yang dorong. Trus pas udah sampai rumahku, aku antar kamu lagi pake sepeda itu, gantian kamu yang naik, trus aku yang dorong" Ucap Vani

"Ngocehin apa sih, dasar" Ucap Ray sambil tersenyum kecil

"Tapi aku perlu bantuanmu Ray" Ucap Vani

"Apa?"

"Pesenin taxi online"

"Handphoneku di rumah"

("njirrr, dia juga nggak bawa handphone. Berarti aku harus naik sepeda lagi dong sampai rumah") batin Vani kesal, "Gapapa deh, aku suka naik sepeda malem malem" Ucapnya sembari berjalan menghampiri sepedanya

"Tunggu" Ucap Ray menghentikan langkah Vani

Vani menoleh ke arahnya, "Kenapa?"

"Ada pertanyaan di pikiranku, kamu bisa jawab jujur kan?" Tanya Ray

"Hum.. okeoke, ku jawab jujur. Kalau bukan hal yang harus dirahasiain hehe" Jawab Vani

"Cowok itu.. Di Negara A, kamu kelihatan akrab sama dia", "Siapa dia?" Tanya Ray

"Oh, Kai ya.. Dia itu anak dari salah satu konglomerat di negara A. Hubungan keluarga kita bisa dibilang cukup dekat, jadi mereka bebasin kai nginep di rumahku, begitu juga sebaliknya. Dari kecil dia udah ngoceh kek orang dewasa, aku yang ga paham cuma bisa iyain aja. dia...."ucap Vani terhenti, "Aku nggak tanya tentang dia, tapi siapa dia bagimu" Ucap Ray menyela

"Hum.. Dia temanku, dari kecil aku main sama dia. Kalau Khakim sekolah, dia antar aku ke rumah Kai trus jemput lagi pas pulang sekolah. Pas aku ikut pindah ke negara B, dia nangis keras banget pas antar aku ke bandara. Ahahaha, kalau di ingat ingat, ekspresinya bikin ngakak. Trus pas Smp, aku juga pernah ke negara A sekali, aku bawa tiga temanku juga. Di bandara, Kai yang datang jemput kita. kaget banget aku pas liat Kai dah ga kecil lagi, dia tinggi banget. trus juga..." Ucap Vani terhenti, "Cukup, katakan intinya" Saut Ray

("anjirr, panjang kali lebar, ditolak! dia mo cerita yang mana sih") batin Vani, "Huuhh.. Ceritaku terlalu ngebosenin  ya" Ucapnya sambil menghela nafasnya, "Intinya dia itu... Orang yang berharga buatku, setelah Khakim dan orang tuaku. Hustt, Aku cuma cerita ini ke kamu, jadi tolong rahasiain. jangan ceritain ke tiga temenku juga, mereka pasti kaget kalau mereka di urutan ke empat"

"Deg" Ray terdiam, ("Orang yang berharga ya? Apa yang ku harapkan, aku bahkan nggak disebut"), "Sebaiknya kamu pulang sekarang, keburu malam" Ucap Ray

"Hm.. ngoge. Lagian ini emang udah malam kan, aku pulang ya" Ucap Vani sambil tersenyum. ia menaiki sepedanya dan mengayuhnya pulang menuju rumah

Satu jam lebih mengayuh sepeda, ia akhirnya sampai di depan rumah. ia segera menyimpan sepedanya ke garasi dan masuk ke dalam rumahnya

"Huh.. mengcapek, untung Khakim belum kesini" Ucapnya lega saat melihat keadaan rumahnya yang sepi. ia duduk di lantai dan meluruskan kakinya, "Huuuuhhh..", "Anjirrr, capek banget sumpah. Kakiku rasanya kejang kejang"

Beberapa saat kemudian, ia berdiri dan pergi ke kulkas di dapur. ia duduk di depan kulkas yang terbuka sambil meminum minuman dingin, "Glek.. glekk... glekk.. ", "Enak banget duduk di depan kulkas"

Sepuluh menit duduk di depan kulkas yang terbuka, ia mulai merasa hawa dingin dari kulkas dan acnya yang selalu menyala, "padahal tadi gerah banget, sekarang dingin amat" Ucapnya sambil berdiri. ia menutup pintu kulkas dan pergi duduk di sofa ruang tamu

"Laper" Ucap Vani sambil memegang perutnya. ia menoleh ke arah jam dinding di ruangan itu, "Udah jam sepuluh, kenapa Khakim belum selesai juga. Gimana nasib perutku", "Besok sekolah, mending tidur deh" ia bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamarnya, saat melewati sebuah meja dengan sebuah telepon rumah di atasnya, ia menghampirinya, ("Cek Khakim bentar deh. Kalau dia kenapa napa, ntar gimana aku jelasin ke mama sama papa kan") batin Vani. ia menghubungi nomor Kim

"Nomor yang anda tuju sed.....", "tut.. tutt..tut.."

"hihh, kok nggak diangkat" Ucap Vani. ia mencoba menghubunginya berulang kali, namun hasilnya tetap sama, "Tcih... Nimir ying indi tiji siding sibik.. Bicid"

"Hm.. Nggak hapal nomor Kak Zuan lagi, nggak ada pilihan lain. Aku telpon kantornya"

.

.

.

("Kesambung...") batin Vani

'Halo, ini dengan perusahaan DV. Ada yang bisa saya bantu?' Tanya pegawai dari telepon

"Hum... Sambungin telponnya ke Presdir Kim" Ucap Vani

'Maaf, ada keperluhan apa dengan Presdir Kim? sampaikan saja, saya bisa bantu sampaikan'

"Sambungin aja, aku ngomong sendiri" Ucap Vani

'Maaf, saya tidak bisa menyambungkannya jika anda tidak memiliki alasan yang jelas. Saya bisa bantu menyampaikan, apa yang anda ingin sampaikan ke presdir Kim?' tanya pegawai dari telepon

"Aku adiknya" Ucap Vani

Maaf atas kelancangan saya, akan segera saya sambungkan'

(" tcih... Mereka buat kesalahan yang sama berulang kali") batin Vani kesal

1
Jennynanda
lama g ngomong2
🌌~Putri Chan~🌌
eh thor,jdi ini season 2 ny yak?
Annissyah
kumpulan jomblo2
Marnisp marni Marni
seru ceritanya
Raju Verma
Hii
Raju Verma
hyw
Dora Revoluna
😭😭😭😭😭😭
BINTANG PENGHACUR
semoga makin bagus nih, bab satu lumayan lucu...
🌌~Putri Chan~🌌
si Nova jadi memutar balikkan fakta bikin kesel aja deh
senior apaan itu mau ngajak ke jalan yg benar
dia aja blm bnr kok😑😏😏
Dora Oktavia Okta
gue tebak pasti pak Azka🤣
Anci NcaSs
kesian amat Ama Vani sih😂🤦
Yuanita Yuan
kak saya izin memakai novel ini untuk tugas bahasa Indonesia ya kak terimakasih, semoga lancar selalu kak
Lisdayanti
yah lanjut donk Thor . lg seru2xa ini😁😁😁
Rahmatika Ika
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fany Fany
bagus ini banyak pesan moral yang bisa diambil
✳️Nåtåßÿå_ßÿå✳️🐣
Uwaa,,, pengen ku pelintir mulutnya si Nova, bisa²nya dia ngomong begitu sama Kai😌😌

Awas sja, klo sampai mereka berantem gegara omongan mu😡😡😡
✳️Nåtåßÿå_ßÿå✳️🐣
Mampooss kau Nova,, kena mental😝😝
Makanya kalau bicara tuh di rem dikit biar gak kelewatan, mwahaha😆🤙🤙
titikduabintang
❤❤❤
gempi
lallallallalala
Bude Bekti
hahaha bs ketawa sendiri nih, lanjut ada lg gak crita yg kaya gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!