NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Demi Kembaranku

Terpaksa Menikah Demi Kembaranku

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:273.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Bilqies

Alex.. Menikahlah dengan Denada, Berjanjilah ! Jaga Denada, sayangi Denada, lindungi Denada, perlakukan Denada seperti kamu memperlakukanku. Deswita Jovanka

Kenapa, Kenapa kamu memberikanku pilihan yang terberat dalam hidupku... sampai kapanpun tidak akan ada wanita yang bisa menggantikan posisi kamu di hatiku, sekalipun dia adalah kembaranmu. Alexander Harison Galaxi

Tidak kak, aku tidak mau menikah dengan pria yang tidak ku kenal, terlebih aku sudah punya kekasih. Denada Jovanka

Pernikahan yang terjadi tanpa cinta itu, apakah berlangsung lama atau hanya akan bertahan seumur jagung saja ?

Yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja kepoin ceritanya disini yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Bukan Pembunuh

🌷Mansion Keluarga Harison🌷

"Marcell? Kau disini rupanya?" tanya Sarah sembari duduk di samping Marcell.

"Hmm ... aku sedang merokok di luar!" jawab Marcell datar tanpa menatap Sarah.

"Sarah, boleh aku bertanya sesuatu?"

Sarah tersenyum sumringah dan menganggukkan kepala, "Boleh," jawabnya.

"Hmm ... kalau boleh tau siapa gadis yang berkebaya tadi?" tanya Marcell kembali.

"Yang mana?" Sarah mengernyitkan dahinya bingung.

"Maksudku wanita yang tadi bawa kopi," terang Marcell hati-hati takut Sarah curiga padanya.

"Wanita itu? Aaah sudahlah itu tidak penting, lagian ngapain juga sih Kak Marcell nanyain dia." Bukannya menjawab tapi Sarah menjawab dengan pertanyaan.

Marcell bergeming, sorot matanya terlihat suram. Lalu meninggalkan Sarah begitu saja tanpa ada basa basi sedikit pun, membuat Sarah menekuk wajahnya.

🌷🌷🌷

Denada masuk dalam kamar Alex, mengunci rapat pintu, lalu duduk di lantai. Kedua tangannya di lipat menopang wajahnya di atas sofa, dia menumpahkan segala kegundahan yang ada di dalam relung hatinya. Tak terasa butiran kristal keluar dari ujung ekor matanya. Denada masih tak percaya bertemu Marcell di mansion ini, di saat yang tidak tepat. Terlebih status Denada sekarang sebagai istrinya Alex.

"Hiks ... hiks ... hiks ... Marcell kenapa kita harus bertemu di saat yang seperti ini? Tiga tahun kita bersama tapi kenapa seolah semesta tak merestui kita. Aku yang salah telah menerima pernikahan ini demi kakak ku, hiks ... hiks ... hiks ...," lirih Denada.

Tring ... tring ... tring ....

Suara ponsel Denada berbunyi, seketika membuyarkan lamunan nya, dia mengusap kasar air mata nya. Denada segera mencari asal suara ponselnya dan ternyata dia simpan di dalam laci, yang kemudian dia ambil ponsel tersebut. Di bukanya ponsel itu dan terdapat sebuah nomor yang tidak dia kenal, berkali kali ponselnya berbunyi, ada 15 panggilan dari nomor itu. Namun ada keraguan dalam benak Denada, dan pada akhirnya Denada memberanikan diri untuk mengangkatnya.

"Halo," ucap Denada pelan.

"Denada ... ini aku Marcell."

"Hiks ... hiks ... hiks ...."

"Dena, aku mohon jangan menangis. Kau tau bukan kalau aku paling tidak bisa melihat mu menangis. Aku janji padamu kita akan segera menikah, dan saat dirumah nanti, aku akan bicara pada Daddy dan Mommy, meminta mereka untuk segera melamarmu."

"Jangan Marcell! Aku mohon, tolong jangan lakukan itu," pinta Denada dengan suara seraknya di seberang telpon.

"Baiklah ... tapi kau masih berhutang penjelasan padaku," sahut Marcell.

"Marcell kenapa kau menelpon ku? Bagaimana kalau ada yang curiga?" tanya Denada khawatir.

"Kau tenang saja Dena, aku sedang tidak bersama mereka. Dena ... aku sungguh merindukan mu. Aku rindu ingin mendengar suara merdu mu, kapan kita bisa bertemu lagi? Tolong jangan siksa aku seperti ini."

"Tolong jangan kau hubungi aku dulu, nanti kalau ada kesempatan baru aku akan menghubungimu," pinta Denada dengan bibir sedikit bergetar.

"Baik, aku akan menunggu kabar darimu, sekarang aku dan keluargaku mau pulang. Bisakah kau keluar sebentar untukku, aku hanya ingin melihat wajah indah mu."

"Maaf Marcell, aku tidak bisa! Mataku bengkak, aku tidak ingin mereka curiga dengan kondisi ku saat ini," tolak Denada dengan halus.

"Baiklah ... jaga dirimu baik baik ya,

Ich liebe dich (Aku mencintaimu)."

"Ich liebe dich auch (Aku mencintaimu juga)," jawab Denada dengan suara tercekat di tenggorokan nya, seakan dia tak mampu untuk mengatakan hal tersebut.

Rombongan keluarga Bastian sudah pulang meninggalkan Mansion Harison, sedangkan Denada di suruh Opa Harison untuk menginap di mansion ini, terlebih Alex sedang sibuk mengurus bisnisnya di luar negeri. Dan asisten Carlos barusan saja mengabarkan pada Opa Harison bila malam ini Alex akan segera tiba di tanah air.

🌷🌷🌷

Setelah selesai acara, semua pelayan sibuk beres-beres. Semua orang sudah masuk dalam kamar masing-masing, termasuk Denada yang sudah selesai mandi, dan kemudian memakai kimono.

Jam sudah menunjukkan 21.00 malam, Denada menyetel Chanel TV, seperti biasa denada merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil memakan camilan yang dia ambil di dalam kulkas. Beberapa menit kemudian, Denada tertidur dengan memegang beberapa camilan yang dia makan dan jemari tangan satunya memegang remote, tanpa Denada sadari TV masih menyala.

Tak terasa waktu sudah tengah malam, kini jam sudah menunjukkan 01.00 dini hari. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, seorang pria masuk masih dengan setelan tuxedo nya. Pria itu melihat TV masih menyala, dia mencari remote yang berada dalam genggaman tangan Denada.

Alex berjongkok mengambil remote itu dari jemari tangan Denada dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidur nya.

Setelah remote berada di genggaman Alex, lalu dia matikan TV itu. Alex menatap lekat wajah teduh Denada yang sedang tidur dengan damai. Wajah cantik putih bersih itu sudah membuat Alex terpanah, saat jemari tangan Alex ingin membelai surai hitam Denada, lalu dia hentikan. Tiba-tiba Alex ingat perbuatan Denada yang sudah membuat Deswita kecelakaan sampai berakhir dengan kematian. Kemudian Alex mengangkat jemari tangan nya kembali. Pria itu segera beranjak, membuka pakaian lalu masuk ke dalam kamar mandi. Tak berselang lama Alex keluar dan sudah memakai kimono.

Alex mengambil sebotol wine di minibar nya, lalu bersandar di atas sofa samping ranjangnya. Sesekali Alex menatap wajah Denada yang masih tertidur pulas.

Kenapa kau terus bersandiwara di depanku? Aku sudah cukup tau dengan apa yang kau lakukan pada Deswita, tapi mengapa sedikitpun kau tak mau jujur padaku? Aku hanya ingin mendengar itu semua dari bibir mu, nyatanya kau lebih memilih diam dan terus berbohong padaku. Alex

Alex masih terus memandangi wajah Denada, hingga akhirnya di tertidur di atas sofa.

Seperti biasanya Denada bangun jam 06.00 pagi. Dia melihat Alex duduk di sofa samping ranjang nya yang masih menggenggam botol wine.

Denada masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu Denada dengan cekatan mengambil pakaian kotor Alex yang tergeletak di atas lantai. Denada yang mencium bau alkohol begitu menyengat di indra penciuman nya. Seketika Denada mengambil pengharum ruangan dan menyemprotkan nya, dan membuat Alex terbangun. Alex membuka kedua bola matanya, menatap Denada yang masih menyemprot di seluruh kamar.

"Apa yang kau lakukan, hah?" bentak Alex menatap tajam ke arah Denada.

"Aku hanya menyemprotkan pengharum ruangan di kamar karena bau alkohol yang begitu menyengat. Aku tidak suka dengan bau itu!" sahut Denada tegas.

Alex beranjak dari tidurnya, kemudian turun dan menghampiri Denada, sementara Denada terus memundurkan langkahnya ke belakang. Saat Denada sudah terpojok di dinding, lalu Alex tersenyum smirk. Menatap setiap inci lekuk tubuh Denada yang terbalut dengan pakaian santainya, dan memikirkan cara untuk memberi pelajaran pada wanita di hadapan nya yang berstatus sebagai istrinya. Alex mendekatkan wajahnya dan mencengkram kuat lengan Denada.

"Tidak! Kak Alex jangan! Aku mohon tolong jangan lakukan itu!" teriak Denada histeris sambil meronta berusaha lepas dari cengkeraman tangan kekar itu. Akan tetapi Denada tetap kalah dengan kekuatan Alex yang memiliki tubuh atletis.

"Kau jangan membohongiku terus! Katakan bahwa kau telah membunuh Deswita, cepat jawab!" bentak Alex dengan dada yang bergemuruh, matanya memerah memancarkan sebuah amarah yang ingin meledak.

Karena terus terpojok, Denada masih tetap berusaha berharap dia bisa lepas dari cengkeraman suaminya. Sampai akhirnya Denada berontak sekuat tenaga, dan tidak sengaja Denada menendang bagian bawah perut Alex.

"Auuuuuwww ...," pekik Alex meringis menahan sakit.

"Aku bukan pembunuh! Aku sama sekali tidak ada niatan untuk membunuh Kak Deswita. Justru Kak Deswita lah yang merelakan dirinya untuk menyelamatkan ku!" teriak Denada tegas menatap tajam ke arah Alex. Alex pun tak ingin kalah, dia menatap Denada dengan tatapan elang nya, dan kemudian ....

BRUK!

.

.

.

🌷Bersambung🌷

1
Shifa Burhan
jika kalian bisa berpikir jernih saat kalian melaknat semua jenis interkasi alex (suami) dengan wanita lain makan kalian juga harus melaknat semua interaksi denada (istri) dengan pria lain
tapi karena wanita terkenal dengan mahluk egois jadi nya kalian malah membenarkan semua interakasi denana dengan marchel yang sudah kelewatan batas

*apakah wajar istri pergi bersenang2 dengan pria lain
*apakah wajar istri jalan dengan pria lain pegangan tangan dengan jari2 saling bertautan kayak sepasang kekasih
*apakah wajar istri terlalu sering kontak fisik, pelukan dengan pria lain

pakai akal sehat Thor biar bisa bedakan mana salah mana benar,
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Smile/
total 1 replies
Ikramina Taufik
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
dena ini bodoh banget nurut aja sama ana
Ririn Nursisminingsih
jadi rindu sama malang...
Bilqies: Ayo main kesini kak, kak Ririn orang mana?
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
ceo ko labil dikit2 mabok2...ndak mnyelesaikan masslah dodol alex😡😡
Ririn Nursisminingsih
dena jg goyah dan lemah kmu...
Ririn Nursisminingsih
hadeh gregeten sama alex egois kmu...
Ririn Nursisminingsih
ayoo mayang cepat bawa pergi denada
Ririn Nursisminingsih
bener dena udah tingalin pergi aja lak2 ndak tanggung jawab kyak alex
Ririn Nursisminingsih
kasian denada udah jadi korban dihianati disakiti.....
Ririn Nursisminingsih
deswita ndak sadar diri ...kmu
Ririn Nursisminingsih
otw bucin kmu alex..mak lampir 1 anya harus dibasmi tuh
Ririn Nursisminingsih
ingin ku gibeng kau lex🤔🤔
Ririn Nursisminingsih
ruwet deh
Ririn Nursisminingsih
alex2 ceo yg bodoh dikibulin aja sama deswita mnyesal.kmu udah nyakitin denada
Ririn Nursisminingsih
ayo lawan terus denada jg kemah
Ririn Nursisminingsih
denada jadilah dirimu sendiri jg mau...klau disamakan dg deswita tunjukan kelebihanmu
Ririn Nursisminingsih
semoga kmu bucin alex thor jg bikin karakter denada cewek yg lemah
Rajwa Alfiyah
Luar biasa
Alfiah🐣
waww.. seorang Alex mau mengakui kesalahan & minta maaf... sungguh ajaibb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!