Bagaimana jika seseorang kembali ke masa lalu....
LI ANYA sejak usia dua tahun dia harus menjadi yatim piatu, meski begitu hidup Li Anya tetap menyenangkan karna dia di angkat sebagai anggota keluarga LU yang terkenal kaya raya, dimana keluarga Lu sangat memanjakannya, terlebih putra bungsu keluarga Lu yg kini menjadi pewaris keluarga Lu sekaligus kepala keluarga Lu. Yang sering Anya panggil dengan sebutan Paman Hanting, karna jarak usia keduanya terpaut lima belas tahun.
Namun hari hari indah Li Anya berubah seketika, saat Nyonya besar Lu atau Ibu Lu Hanting mengadopsi putri mendiang pelayan keluarga Lu, yang bernama Gu Xi Xi, kasih sayang yang biasa di dapatkan oleh Li Anya dari keluarga Lu perlahan beralih pada Gu Xi Xi, yang mana membuat Li Anya sangat membenci Gu Xi Xi, apa lagi di saat Anya tahu jika Lu Hanting jatuh cinta pada Gu Xi Xi, menjadikan Anya berubah menjadi gadis kejam, dia selalu bersuaha melukai Gu Xi Xi, hingga suatu hari Li Anya tak sengaja melukai Gu Xi Xi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Lu Hanting yang sedang melakukan rapat dengan para meneger tiba tiba merasakan jantungnya berdetak gelisah, dan entah kenapa dirinya langsung kefikiran pada Anya, lalu Lu Hanting melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dan ternyata sudah menunjukkan pukul satu kurang dua puluh menit.
''Rapatnya sampai di sini, kita lanjutkan besok'' ucap Lu Hanting beranjak berdiri lalu pergi begitu saja dan asisten Zhao segera mengikuti Tuannya.
Sedangkan para anggota rapat merasa lega, karna sejak tadi mereka sudah merasakan situasi yang sangat tegang, entah presdir mereka sedang marah ataupun tidak mereka tetap merasa takut.
''Zhao, kita jemput Anya'' tukas Lu Hanting di tengah tengah langkah lebarnya menuju pintu lift khusus presdir
''Baik Tuan'' sahut asisten Zhao.
Saat sudah masuk ke dalam lift Lu Hanting segera meraih ponselnya yang sejak tadi ia mode silent, kedua mata Lu Hanting menyipit ketika melihat ada belasan panggilan tak terjawab dari Lu Sicheng, dan tiba tiba dirinya di landa rasa gelisah takut terjadi sesuatu pada Anya, lalu buru buru menghubungi Lu Sicheng kembali.
''Sicheng, ada apa?'' tanya Lu Hanting sarkas saat panggilan telfonnya baru terhubung pada Lu Sicheng.
Jantung Lu Hanting seperti berhenti berdetak, saat mendengar perkataan Lu Sicheng dari sebrang telfon, tanpa bertanya lagi Lu Hanting langsung menutup telfonnya.
''Tuan, ada apa?'' tanya asisten Zhao.
''Kita ke rumah sakit ''
Saat sudah di parkiran mobil khusus pemilik perusahaan, Lu Hanting meminta kunci mobilnya pada asisten Zhao, karna dia akan mengendarai sendiri mobilnya, dan asisten Zhao tanpa membantah langsung menyerahkannya, dan kini dirinya yang duduk di jok samping kemudi.
Lu Hanting mengendarai mobilnya sudah seperti orang kesetanan, dia tidak perduli meskipun mendapat teriakan amarah dari pengendara lain, karna saat ini yang ada di fikirannya dirinya harus segera tiba di rumah sakit besar pusat kota, sedangkan asisten Zhao dia hanya bisa memejamkan kedua matanya sembari berpegangan dengan sangat kuat, dia sudah pasrah jika hidupnya sampai di sini saja.
Tak butuh waktu lama kini mobil yang di kemudikan oleh Lu Hanting sudah tiba di teras rumah sakit, dan Lu Hanting langsung keluar dan berlari masuk ke dalam rumah sakit, dia tidak perduli maski kini dirinya menjadi pusat perhatian para petugas dan pengunjung rumah sakit, karna hampir semua orang di ibu kota mengenali sosok Lu Hanting.
Sedangkan asisten Zhao dia lebih dulu meletakkan mobil milik Tuannya di parkiran, agar tidak mengganggu pengunjung rumah sakit, lalu dia segera menyusul Tuannya, sebenarnya asisten Zhao sendiri tidak tahu pasti siapa yang sedang berada di rumah sakit, namun dari raut panik dan hawatirnya Tuannya dia bisa menebak jika itu Nona Mudanya.
Dari kejauhan Lu Hanting melihat dua orang gadis yang memakai seragam dari sekolah Anya berdiri di depan ruang UGD, dan Lu Hanting langsung menghampirinya.
''Dimana Anya?'' tanya Lu Hanting.
Suara Lu Hanting membuat semua orang menoleh, termasuk laki laki muda yang sedang duduk berjongkok dia langsung beranjak berdiri.
''Paman''
Deg
Jantung Lu Hanting semakin berdetak tak karuan, saat melihat kedua tangan dan hodie yang di pakai oleh Lu Sicheng berlumuran darah.
''Apa yang terjadi dengan Anya!!'' triak Lu Hanting.
''Anya,, Anya jatuh dari tangga'' jawab Lu Sicheng dengan lemah.
''Kenapa?, kenapa dia bisa jatuh dari tangga?, bukannya aku menyuruhmu untuk menjaganya ha,,!!'' bentak Lu Hanting marah, lebih tepatnya Lu Hanting sangat takut akan kehilangan Anya, apa lagi saat melihat betapa banyaknya darah di tangan dan hodie Lu Sicheng, itu sudah bisa menggambarkan betapa parahnya keadaan Anya saat ini.
''Maaf, aku sudah lalai menjaga Anya'' sahut Lu Sicheng merasa bersalah, tidak bohong jika saat ini bukan hanya Lu Hanting yang takut akan kehilangan Anya, bahkan Lu Sicheng juga tak kalah takutnya, apa lagi selama ini Lu Sicheng sudah sangat menyayangi Anya seperti adiknya sendiri, meskipun tak jarang keduanya sering adu mulut.
Lu Hanting terduduk di atas lantai, dengan air mata yang perlahan merembes jatuh, Lu Sicheng yang melihat keadaannya Pamannya kini tahu, kekuatan dan kehidupan Pamannya hanya Anya, jika terjadi sesuatu pada Anya maka Pamannya akan menunjukkan sisi lemahnya, bahkan saat kakek Lu meninggal Paman masih terlihat tegar, tak sekacau saat ini, Lu Sicheng tidak bisa membayangkan bagaimana jika Anya pergi pasti Pamannya akan gila.
Sedangkan tanpa di sadari oleh siapapun, gadis yang terisak di samping Mo Mo, dia perlahan menyunggingkan senyumnya.
"Heh,, Untung saja aku memilih tempat yang tidak terekam oleh CCTV, jadi mereka tidak akan kejadian yang sebenarnya terjadi" batin gadis itu yang tak lain adalah Gu Xi Xi.
Semua orang menunggu dengan gelisah di depan pintu ruang UGD, begitu juga dengan asisten Zhao yang baru tiba, dia tadi sudah mendengar pembicaraan Tuannya dan keponakannya, dan ternyata benar sedang terjadi sesuatu dengan Nona Mudanya. Beberapa menit kemudian mereka yang ada di depan ruang UGD, di buat terkejut dengan kedatangan tiga sahabat Lu Sicheng.
''Sicheng, kami sudah menemukan pelaku yang melukai Anya '' ucap Jinan semangat, sembari menyodorkan laptopnya kepada Lu Sicheng.
Lu Hanting yang mendengar itu langsung berdiri, dan mengambil laptop yang di bawa oleh Jinan, dan melihat semua rekaman yang di putar di laptop.
Di rekaman laptop itu memang terlihat Anya pergi seorang diri ke rooftop, namun kedua mata Lu Hanting langsung menajam tatkala melihat Gu Xi Xi menuangkan sesuatu di anak tangga nomer tiga paling atas lalu bergegas pergi, dan tak berselang lama terlihat Anya berbalik untuk turun, namun saat melangkah menuruni anak tangga, Anya terpeleset tepat di tangga yang sudah Xi Xi tuangkan sesuatu, dan yang lebih membuat mereka terkejut saat mereka melihat Xi Xi dengan kejamnya membenturkan kepala Anya yang sudah tak berdaya ke atas lantai berkali kali.
Gu Xi Xi yang awalnya biasa biasa saja tiba tiba merasa gelisah dan takut, apa lagi saat melihat wajah menyeramkan Lu Hanting yang menatap ke arahnya.
"Tidak, tidak mungkin mereka menemukan buktinya, aku sudah melihat sendiri kalau lokasi itu sama sekali tidak ada CCTV'' batin Gu Xi Xi ketakutan.
''Zhao, seret gadis j***ng ini ke ruang bawah tanah" perintah Lu Hanting dengan nada penuh amarah, membuat siapa saja yang mendengarnya merasakan ketakutan termasuk Lu Sicheng dan ketiga sahabatnya.
''Baik Tuan'' sahut Asisten Zhao.
Gu Xi Xi seketika panik saat tangannya di tarik paksa oleh asisten Zhao.
''Paman, Xi Xi mau di bawa kemana?, Xi Xi tidak salah'' ucap Gu Xi Xi ketakutan, sembari meronta dari cekalan asisten Zhao.
Plakkkk
Semua orang hanya diam saat melihat Mo Mo melayangkan tamparannya di pipi Gu Xi Xi.
''Kamu memang kejam Xi Xi, kamu memang pantas di hukum'' ucap Mo Mo dengan nafas naik turun, dia marah karna bukti sudah ada tapi Gu Xi Xi masih menyangkalnya.
Jinan mendekat keara Gu Xi Xi lalu mencengkram dagu Xi Xi dengan sangat kuat, membuat Gu Xi Xi meringis kesakitan.
''Kamu pasti sebelumnya berfikir jika tempat itu sama sekali tidak ada CCTV kan, tapi sayangnya kamu tidak tahu jika ada CCTV di gedung sebelah yang mengarah ke tempat itu'' tukas Jinan tersenyum devil dan membuat Gu Xi Xi terkejut.
Lalu Asisten Zhao segera menyeret Gu Xi Xi pergi, dan di bawa ke raung bawah tanah seperti yang di katakan oleh Tuannya.
sementara anya masih labil
ada sedih ada heppy nya juga lengkap sudah 🙂