Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat Tugas
Pagi ini tiga sahabat, Joe, Jefry dan Belle harus menghadap ke kepala rumah sakit. Karena ini tugas pengabdian pertama mereka di rumah sakit tentara. Bekerja sama dengan tentara bukan hal yang baru bagi mereka bertiga, satu tahun satu bulan Joe, Jefry dan Belle perna bekerja sama dengan mereka waktu mereka menjalankan tugas sebagai tim medis nusantara di kota Mulia di Puncak Jaya Papua Pegunungan.
Menghadap kepala rumah sakit sudah dan mereka pun ditempatkan pada poli masing - masing sesuai keahlian mereka. Dokter Belle di tempatkan pada instalasi gawat darurat, dokter Joe di poli bedah, sedangkan ners Jefry menjadi asisten perawatnya dokter Joe. Belle terpisah dengan mereka.
Belle sudah di Instalasi Gawat Darurat, dia juga sudah mendapat ruangan dokter disana yang dijadikan tempat istirahat dan ruang ganti baginya. Belle sudah tidak menggunakan seragam tentara, dia menggunakan baju khusus dokter punyanya. Karena belum ada pembagian dari rumah sakit.
Pasien pertama Belle di IGD adalah pasien denga keluahan gas lambung atau greg. Pemeriksaan darah sudah di lakukan pada sat pasien ini dibawa. Belle mulai memeriksa dan mulai memberikan treatment ketika diberi obat lewat infus oleh Belle. Pasien mulai rasa senang. Hasil EKG atau rekaman jantungnya menandakan bahwa ada masalah dengan jantungnya pasien itu.
"Ibu akan kami rawat, dan akan di tangani keluahan ibu, bersama dokter Andara, dokter spesialis Jantung."
"Baik, dokter. Saya ikut apa kata dokter."
"Baru bagaimana saya mau menghubungi keluarga ibu."
"Suami saya sedang satgas di Papua Selatan. Tetapi nanti mertua saya akan datang dokter."
Belle akhirnya tahu bahwa ibu ini adalah ibu persit, yang suaminya sedang menjalankan tugas negara, satgas di kota Merauke. Setelah catatan medisnya rampung. Ners dua orang mulai memindahkan ibu terkasih keruangan sesuai denga pangkat atau golongan suaminya.
"Ibu harus semangat untuk sembuh ya."
"Iya dokter."
Kurang lima menit lagi pukul enam belas atau jam empat sore. Saatnya akan bergantian sif kerja. Baik dokter maupun perawatnya. Hugo sudah memberitahukan bahwa dia akan datang menjemput. Belle sudah siap untuk pulang, dia sedang membuat riwayat penyakit pasien - pasien dan akan menjadi ajuan bagi dokter jaga dan ners yang jaga malam. Dua minggu ini, Belle mendapat tugas sif pagi.
"Selamat bergabung di rumah sakit ini Letda dokter Belle Ursula Allo. Selamat bertemu lagi." Kapten Yeni Christi seorang perawat dan juga tentara dengan pangkat Kapten. Senior jauh. Yang masih betah melajang. Karena laki - laki yang dia cinta lebih mencintai orang lain.
"Terima kasih." Belle membalas dan mulai bertemu dengan dokter Budi yang akan sif malam. Sikap cuek Belle, membuat Kapten Yeni Christi sangat marah. Berasa dia tidak di anggap. Sebagai senior dalam angkatan Yeni tidak bisa menghukum Belle secara sembarangan. Karena mereka ada di lingkungan rumah sakit. Posisinya Belle dokter dan dia ners.
"Kalau saya tahu dari awal ners Yeni di rumah sakit ini. Mendingan aku di tugaskan di rumah sakit tentara lain. Mungkin di Jogja saja."
"Hei... Kok cemberut. Ada apa??"
"Fans berat kakak, ners di rumah sakit ini kan??"
"Iya. Kenapa??"
"Dia lihat saya, seperti lihat bencana yang ada di depannya."
"Dia nyakitin kamu lagi."
"Mana berani, kan di rumah sakit."
Hugo menepikan mobilnya. Dia langsung memeluk kekasihnya. Saat ini apartemennya Hugo masih ada orangtua Belle.
"Kak, aku rencana mau kos aja lagi. Kasihan orangtua kakak kalau mau ke Jakarta rumahnya di tempati oleh saya."
"Kamu itu akan jadi istri saya. Semua barang punya saya akan menjadi milik kamu sayang."
"Iya, seharusnya kan?? Kalau sudah sah suami istri." Hugo hanya tersenyum.
"Nanti kita atur. Kamu sudah siap kita pengajuan sekarang seperti kata panglima tadi."
"Kak... Kamu ragu."
"Ngak!!! Kak malah mau, kalau bisa besok kita menikah."
"Menikah itu bukan bermain rumah - rumahan."
"Kakak sudah umur sayang. Dan kakak tahu itu."
Pertemuan Hugo dan Belle tadi siang ke panglima adalah silaturami biasa saja. Mengingat cerita yang beliau dengar, bagaimana pengorbanan Belle mendonorkan darahnya langsung ke tubuh Hugo saat insiden yang menimpa Hugo waktu satgas kemarin. Dan juga mendengar tentang kisah cinta mereka.
Sampai di apartemen, mamanya Belle sudah menyiapkan makanan buat mereka makan. Hugo selama ini tinggal di asrama kopasus, semenjak ada orangtua Belle. Walaupun mereka tahu bagaimana hubungan anaknya dengan perwira angkatan darat ini. Selesai makan, Hugo yang masih mempunyai baju di rumah ini, mandi dan langsung duduk santai bersama kedua orangtua Belle, calon mertuanya.
Pembahasan mereka tentang persiapan melamar Belle. Apa yang harus dia lakukan mengingat mereka tidak satu suku. Namun dari hasil pembicaraan ini hanya papanya Belle meminta menjaga anaknya. Mereka tidak punya mahar apapun.
"Kalau boleh orangtua nak Hugo datang meminang Belle baik - baik. Pemberkatan, catatan sipil. Sudah cukup buat kami."
"Siap pa, ma. Hugo ada tugas di Kalimantan tiga bulan. Selesai tugas ini orangtua saya akan ke papua melamar Belle."
Letnan Kolonel Harrell Hugo Tandean adalah anak pertama dari dua orang bersaudara, satu adek cowoknya juga seorang abdi negara polisi kesatuannya. Dia berdinas di Manado, adiknya Hugo secara umur satu tahun di atas Belle pacar dan tunangan kakaknya. Iptu Harun Hein Tandean Orangtua mereka adalah petani di Tondano. Waktu Hugo tes sekolah Akademi Militer keluarga almarhumah Natalia perna meminjamkan uang kepada orangtua Hugo, agar Hugo bisa ke pulau Jawa untuk tes terakhir dan dia lolos sekolah akademi militer angkatan darat di Magelang. Ini yang membuat, orangtuanya mau menuruti permintaan orangtua Natalia untuk menjodohkan Hugo dengan anak mereka Natalia.
Sebagai intelijen di kopasus, Letkol Harrell Hugo harus siap sedia menjalankan tugasnya. Belle sudah tahu bahwa kekasihnya akan di tugaskan ke Kalimantan. Ada operasi khusus yang harus dia lakukan selama tiga bulan maksimal waktu yang di butuhkan. Jika selesai cepat dari batas waktu, Hugo sudah bisa kembali.
Orangtua Hugo di Tondano sudah tahu tentang kedekatan Hugo dengan Belle. Meskipun mereka belum bertemu muka dengan muka. Rencananya Hein adiknya yang akan bersama orangtua mereka ke Jayapura, disana Hugo akan menunggu. Fasilitas oleh lettingnya Hugo sudah disiapkan. Semua rencana ini sudah diceritakan kepada calon mertua Hugo.
Sudah sebulan Hugo di kalimantan, orangtua Belle sudah kembali ke Jayapura. Sebenarnya Hugo berusaha menahan mereka, namun mamanya Belle masih harus menjalankan tugasnya sebagai guru.
"Kesepian ya dok??"
"Kesepian??? Saya. Emmm iya sih. Tunangan saya sedang dinas di Kalimantan."
"Tidak takut tunangannya di luar daerah??" Belle tersenyum.
"Saya lebih takut dia ada disini." Belle menjawab berbisik kepada ners Yeni. Seketika raut wajah Yeni memerah menahan amarahnya. Belle sudah berlalu. Karena jam makan siang sudah berakhir dan callingan ada pasien darurat di IGD.