Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 - Akhir Hubungan
Lucas tidak menjawab apapun ucapan sang mama, dia hanya menghela nafasnya dengan kasar coba membuang semua rasa yang mengganjal di dalam hati. Seumur hidup dia harus selalu mengerti Zen, hal ini terkadang membuatnya merasa muak.
Keluar dari rumah sakit itu Zen langsung kembali ke perusahaan, sementara Mama Sonya masih berada di dalam mobilnya dan termenung sesaat. Pada akhirnya dia mendatangi kepolisian dan melihat penyelidikan tentang kecelakaan tersebut.
Sebagai salah satu anggota korban yang mengalami kecelakaan mama Sonya memiliki hak untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi, apalagi di belakangnya dia memiliki kekuasaan yang cukup tinggi. Membuatnya cukup disegani.
"Siapa yang mengemudikan mobil hitam itu, kenapa dia terus membuntuti Zen dan menabrakkan mobilnya." Mama Sonya telah melihat rekaman CCTV yang ada di jalanan.
"Pengemudi sedang mabuk, Nyonya. Kini beliau masih belum sadarkan diri di rumah sakit."
"Aku tidak mau tau, kasus ini harus tetap dilanjutkan. Karena kelalaianmya dia membahayakan semua orang. Hukum dengan setimpal," balas mama Sonya.
Keluar dari kantor polisi tersebut mama Sonya masih belum merasa puas. Di dalam hatinya terus berbisik tak mungkin ini semua terjadi dengan alami. Sebab nampak jelas jika pengemudi mobil itu terus membuntuti Zen.
Mama Sonya menerka siapa yang memungkinkan melakukan hal ini. Kakek Jared tak mungkin segila itu mencelakai Zen, lalu siapa?
Lama berpikir akhirnya mama Sonya terbesit satu nama di dalam benaknya, yaitu Amanda.
Jadi dengan segera dia mengemudikan mobilnya dan mendatangi Amanda di tempat wanita itu kerja.
Kedatangannya ke kantor ini tentu membuat semua orang terkejut, apalagi hubungan baik keluarga Wallace dan keluarga Amanda jadi renggang sebab batalnya pernikahan.
Amanda begitu terkejut ketika melihat mama Sonya masuk ke dalam ruangan.
"Hari ini Zen mengalami kecelakaan, apa itu ulahmu?" tanya mama Sonya langsung tanpa ada basa basi.
Deg! jantung Amanda seketika berdenyut nyeri. Tuduhan yang langsung tepat tertuju padanya.
Ya, semua itu memang perbuatan Amanda. Dia lah yang telah membayar orang untuk menabrak mobil Zen. Namun sasaran utama Amanda bukanlah Zen, melainkan Rachel. Karena itulah mobil Zen sisi kanan yang ditabrak.
Tapi Amanda tak pernah tahu bahwa hari ini Zen berpergian sendiri, di dalam mobil itu tidak ada wanita yang ingin dia lenyapnya.
Amanda marah, makin cemburu saat mama Sonya memperlakukan Rachel dengan baik. Karena itulah dia megambil tindakan nekat seperti ini.
"Ya, memang aku_"
PLAK!! mama Sonya langsung melayangkan sebuah tamparan keras di wajah Amanda. Keras sekali sampai menciptakan suara yang jelas.
Amanda sampai terdiam dan merasakan sakit di pipi kirinya.
"Kamu sudah sangat melewati batas Amanda, jadi sekarang hentikan semua kegilaan mu. Hubungan keluarga kita telah benar-benar berakhir, jangan pernah menampakkan wajahmu lagi. Atau ... Aku sendiri yang akan memasukkan mu ke dalam penjara," ancam mama Sonya.
Suara yang dingin dan penuh penekanan mama Sonya membuat Amanda menangis saat itu juga, dia bahkan tak diberi kesempatan untuk menjelaskan apa alasannya sampai mengambil tindakan sejauh ini.
Mama Sonya juga langsung pergi dan menutup pintu cukup kuat, membuat Amanda terjatuh dan bersimpuh di lantai dengan harapan yang telah hancur lebur.
Tanpa mama Sonya dipihaknya dia tak akan pernah bisa kembali ke dalam keluarga Wallace.
Ini benar-benar telah jadi akhir hubungan mereka.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua