Genre : Fantasi, Petualangan, Time travel, Romantis.
Haruka adalah gadis yang terlahir dari dunia modern, dia seorang pembunuh kelas dunia. Namun, pada satu malam dia terbunuh dalam satu kecelakaan yang sudah direncanakan oleh sekelompok penjahat. Ya, seharusnya saat ini dia telah tiada, tetapi dimalam yang sama itu dia telah mendapatkan keajaiban dari Dewa untuk hidup sekali lagi. Sayangnya saat dia terbangun jiwanya sudah bersemayam didalam tubuh seorang Putri yang lemah.
Hari demi hari ia lewati menjalani hari-hari sebagai seorang Putri.
Sampai pada akhirnya pembalasan dendam dari Putri Hanna berakhir, kini Haruka mendapatkan tubuhnya kembali, sayangnya dia tidak kembali kedunia modern, namun pada saat bersamaan Haruka memperoleh sebuah kebenaran dari temannya, hal itu sangat diyakinkan dengan keberadaan dari seorang pria misterius.
Lantas kebenaran apa yang akan Haruka dapatkan?
Sebuah takdir yang patut untuk dibenarkan, sebuah jiwa yang harus dipertanyakan, siapakah dirinya? Benarkah dia hanya seorang wanita dari dunia modern? Ataukah mungkin ia adalah seseorang dari masa lalu? Benarkah Reinkarnasi itu nyata??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Ovita Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
"Bangun kau ." Ucap Pangeran Rendra.
pangeran kichiro menatap dengan tajam. "Siapa yang menyuruhmu?
"Sampai mati pun aku tidak akan mengetakannya padamu! ucap Pria itu.
"Hmm rupanya kau sangat patuh pada tuanmu, tapi jika kau mati apakah tuanmu akan mengingatmu! ucap Kiciro dengan tegas.
"Meskipun tidak, tapi aku tetap setia padanya! ucap pria itu.
"Hmm benar-benar sangat mengharukan." Ucap Pangeran Rendra yang kemudia menarik pedangnya.
"Buat dia bicara kak! ucap Kichiro kepada Pangeran Rendra.
Pangeran Rendra menatap orang itu. "Aku tidak percaya, hanya demi dirimu aku harus mengeluarkan kekuatanku yang sangat berharga."
orang tidak di kenal yang terlihat tidak mau berbicara dengan sejujurnya. "Lebih baik aku mati." Menggigit lidahnya, darah keluar dari mulut.
"Lakukan saja, jika kau berani, itu hanya akan sia-sia saja." Ucap Pangeran Rendra dengan tatapan tidak perduli.
"Mau mencoba bunuh diri rupanya, jika aku belum menginginkan kau mati, maka kau tidak akan mati." Ucap Pangeran Kichiro dengan pandangan membunuh.
Orang tidak dikenal itu menatap Kichiro dan Rendra. Dalam batinnya. "Mengapa aku tidak mati? Apakah benar pangeran ini Memiliki kekuatan dapat menghidupkan orang mati, gawat harus bagaimana ini."
Cepat katakan siapa yang menyuruh mu! bentak Pangeran Rendra.
"Kau tuli atau bisu sebenarnya?! ucap Kichiro kesal.
"Sudah kukatakan aku tidak akan bicara apapun." Ucap Pria tak dikenal itu.
"Heh cukup tangguh juga kau. Tapi satu hal yang harus kau ingat, kematian menunggumu!
"Bunuh saja aku." Ucap orang tak dikenal menatap Kichiro.
"Adikku bunuh saja dia, manusia sepertinya tidak akan bicara apapun." Ucap Pangeran Rendra dengan tidak sadar.
"Bicaralah karna aku sangat ingin kau mati ditangan tuanmu." Ucap Kichiro kesal.
"Bunuh aku! ucap orang tak dikenal itu.
"Pengawal tangkap orang ini, bawa dia ke Istana." Ucap Kichiro.
"Apa yang ingin kau lakukan? ucap Pangeran Rendra.
"Aku akan membuatnya bicara." Ucap Pangeran Rendra.
"Baik, Pangeran." Ucap Pengawal Istana yang segera membawa orang itu pergi.
"Bawa orang itu ke penjara bawah tanah." Ucap Pangeran Rendra.
"Baik pangeran." Ucap Pengawal.
"Kak, kita juga harus pergi dari sini." Ucap Pangeran Kichiro.
"Baik." Ucap Pangeran Rendra.
Pangeran dan para pengawal pergi mencari tau siapa dalang di balik peristiwa malam itu.
Istana Yu.
Didalam istana. Amuya tengah merencanakan sesuatu. "Aku harus menemui permaisuri, untuk menarik perhatiaannya aku akan memberikan minuman hangat untuknya."
Amuya meracik minuman untuk Permaisuri Jian.
"Selesai, aku yakin permaisuri akan menyukai minumanku ini, aku harus segera kesana." Ucap Amuya dengan senang.
Amuya membuka pintu dan berjalan menuju kamar Permaisuri.
Zofan yang sedang menuju kamarnya menatap Amuya.
"Ah itu kaka, apa yang sedang dia lakukan di depan pintu kamar Permaisuri? ucap Zofan yang tidak sengaja melihat Amuya.
Amuya segera mengetuk pintu.
Tuk...
Tuk...
Tuk...
Didalam kamar Permaisuri.
Permaisuri yang tengah duduk dikursi menatap kearah pintu yang terketuk.
"Siapa malam-malam begini, menemuiku? ucapnya sambil berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya.
Pintu segera terbuka dengan perlahan.
Permaisuri Jian menatap Amuya yang berdiri didepannya.
"Selir amuya? Ada apa malam begini menemuiku? tanya Permaisuri Jian.
"Saya hanya ingin memberikan minuman hangat untuk ibunda." Ucap Amuya sambil memberikan minuman.
"Terimakasih Selir Amuya, kau sangat perhatian padaku." Ucap Permsisuri Jian yang kekudian mengambil minuman itu.
"Tidak masalah Ibunda." Ucap Amuya dengan senang.
Zofan yang melihat dari kejauhan "Hmm sepertinya kaka mencoba menarik perhatian Permaisuri Kaisar."
"Baiklah apa ada hal lain yang ingin kau bicarakan padaku? Jika tidak pergilah ke kamarmu, ini sudah larut." Ucap Permauisuri Jian.
"Ah tentu saja permaisuri, maaf sudah menggangu waktu istirahat anda, saya pamit undur diri." Ucap Amuya.
"Silahkan." Ucapnya sambil menatap Amuya.
judul: Sweet My Wife
penulis : Ping Chan
baru ini baca novel time travel ke jaman kuno ada jendela terbuat dr kaca.