Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Suara datar Lin Yuan menggema di ruangan tersebut bagaikan ketukan palu hakim pencabut nyawa.
Mata Zhao Tian membelalak ngeri mengenali sosok pria berseragam satpam di depannya ini.
"J-ja-jangan mendekat, atau aku akan menembakmu."
Tangan Zhao Tian yang memegang pistol bergetar sangat hebat hingga larasnya bergoyang ke kiri dan kanan.
Lin Yuan tersenyum miring dan terus berjalan maju dengan santai.
"Tarik pelatuknya, Tuan Muda Zhao, mari kita lihat apakah pelurumu lebih cepat dari pergerakanku."
Berdasarkan insting ketakutan, jari Zhao Tian refleks menarik pelatuk pistol tersebut.
Dor.
Suara tembakan meletus keras memecah keheningan rumah.
Namun peluru itu tidak pernah mengenai sasarannya.
Di saat yang bersamaan dengan suara letusan, tubuh Lin Yuan seolah menghilang dari pandangan Zhao Tian.
Hanya butuh seperseribu detik bagi Lin Yuan untuk bergerak ke samping dan memotong jarak di antara mereka.
Sebelum Zhao Tian sempat menarik pelatuk untuk kedua kalinya, sebuah tangan sekokoh baja telah mencengkeram pergelangan tangannya.
Krak.
Lin Yuan memutar pergelangan tangan Zhao Tian hingga pistol itu jatuh ke lantai.
"Arghhh."
Zhao Tian menjerit kesakitan yang memekakkan telinga.
Lin Yuan tidak melepaskan cengkeramannya, dia justru menarik tubuh lemah itu mendekat dan menatap lurus ke dalam matanya.
"Kau tahu, aku paling benci orang yang menggunakan cara pengecut untuk menyerang wanita."
Lin Yuan berbisik pelan, mengalirkan aura membunuh yang sangat pekat ke dalam pikiran Zhao Tian.
Zhao Tian merasa napasnya tercekat, seolah olah ada tangan tak kasat mata yang sedang mencekik jantungnya perlahan.
Dia tidak bisa berbicara, hanya bisa menangis ketakutan merasakan teror mental yang luar biasa.
"Ini adalah peringatan terakhir untukmu dan keluarga kotor mu."
Lin Yuan menggunakan tangan kirinya untuk mencengkeram rahang Zhao Tian.
"Jika aku melihat wajahmu di dekat keluarga Shen lagi, atau mendengar rencana bodoh lainmu..."
Krak.
Lin Yuan mematahkan bahu kanan Zhao Tian dengan sangat mudah.
Jeritan panjang kembali terdengar dari mulut tuan muda keluarga Zhao itu sebelum dia jatuh pingsan karena menahan rasa sakit yang teramat sangat.
Lin Yuan melepaskan cengkeramannya dan membiarkan tubuh Zhao Tian ambruk ke lantai.
Dia mengambil pistol yang jatuh tadi, mengeluarkan magasin pelurunya, dan membengkokkan laras pistol berbahan baja itu hanya dengan tangan kosong.
Lin Yuan meletakkan pistol rusak itu tepat di sebelah kepala Zhao Tian yang pingsan.
Pesan kematian yang sangat jelas.
Lin Yuan berbalik dan melangkah keluar dari ruangan itu melalui jendela, menghilang kembali ke dalam bayang bayang.
Penyusupan dan penyelesaian masalah ini tidak memakan waktu lebih dari lima belas menit.
Bagi Lin Yuan, ini hanyalah pemanasan kecil di sela sela waktu kerjanya.
Namun bagi keluarga Zhao, ini adalah akhir dari arogansi mereka.
Mimpi buruk mereka yang paling menakutkan baru saja meninggalkan tanda peringatan yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan seumur hidup.
Sementara itu, di ruang kerja CEO Grup Shen.
Shen Yuxuan mencoba fokus membaca dokumen di hadapannya, namun pikirannya terus melayang kepada Lin Yuan.
Sudah tiga jam pria itu tidak terlihat di kantor.
Su Mengting yang sedang merapikan jadwal pertemuan pun menyadari kegelisahan bosnya.
"Nona Shen, apa Anda sedang mencari Penjaga Lin?"
Su Mengting bertanya dengan polos, membuat Shen Yuxuan terkejut sedikit.
"Ti-tidak, siapa yang mencarinya? Aku hanya merasa ruangan ini terlalu sepi."
Shen Yuxuan memberikan alasan yang sangat tidak masuk akal sambil mengalihkan pandangannya.
"Tapi Nona sudah bolak balik melihat jam tangan dan melirik ke arah pintu sejak tadi."
Su Mengting tersenyum geli melihat bosnya yang biasanya dingin kini bertingkah seperti remaja yang sedang kasmaran.
Wajah Shen Yuxuan kembali merona merah menahan gengsi.
"Aku hanya ingin memastikan pengawal pemalas itu tidak sedang tidur siang di area parkir."
Shen Yuxuan membantah keras, mencoba mempertahankan harga dirinya.
Tepat pada saat itu, pintu ruangan didorong terbuka.
Lin Yuan melangkah masuk dengan senyum santai dan seragam yang sedikit berdebu.
"Apak kau mencariku, sayang? kau sudah merindukanku?"
Lin Yuan langsung melontarkan godaan mautnya begitu melihat Shen Yuxuan.
Hati Shen Yuxuan terasa sedikit lega melihat pria itu kembali dengan selamat, namun mulut tsunderenya berkata lain.
"Dari mana saja kau? Jam kerja belum selesai dan kau sudah keluyuran."
Shen Yuxuan melempar pulpennya ke arah Lin Yuan, yang ditangkap dengan mudah oleh pria itu.
"Aku baru saja menyelesaikan urusan kecil untuk memastikan kau bisa tidur nyenyak malam ini."
Lin Yuan berjalan mendekat dan meletakkan pulpen itu kembali ke atas meja.
Meskipun Lin Yuan tidak mengatakan apa yang sebenarnya dia lakukan, Shen Yuxuan entah kenapa merasa sangat aman mendengar kalimat tersebut.
Sikap dingin keluarga Zhao selama beberapa hari ke depan akan membuktikan kebenaran ucapan pria berandalan ini.
Perang dingin di kediaman keluarga Shen mungkin masih berlanjut, tapi di medan tempur melawan musuh, Lin Yuan telah menancapkan bendera kemenangannya dengan sangat mematikan.