NovelToon NovelToon
Penunggu Pohon Jambu

Penunggu Pohon Jambu

Status: tamat
Genre:Kutukan / Persahabatan / Cintapertama / Mengubah Takdir / Horor / Tamat
Popularitas:52.8k
Nilai: 5
Nama Author: 🌹Ossy😘

Kematian Arin yang tidak disangka malah menimbulkan petaka. Padahal keluarga dan semua teman sahabat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba mereka mendapatkan teror dari makhluk yang mengaku roh dari Arin. Ikuti kisahnya . Banyak rahasia tersembunyi di balik apa yang terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Malam ini Ran terlihat tidak seperti biasanya. Bukan hanya malam ini saja sebenarnya. Semenjak Ran mengalami kejadian yang buruk dan menyeramkan Ran menjadi pendiam. Ran sering melamun. Ran merasa sangat bingung dan juga penasaran.

Sepulang kerja Ran langsung masuk kamar. Tentu setelah dia membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Bahkan Ran tidak makan malam terlebih dahulu. Ran tidak nafsu makan. Dia selalu kepikiran sosok yang selalu menemuinya. Yang selalu berkata minta tolong.

Ran tidak mengerti, kenapa sosok itu minta tolong padanya. Apa ada hubungannya dengan dia atau tidak . Ran tidak mengenali sosok tersebut. Kadangkala sosok tersebut menyerupai Arin . Namun kadang dalam bentuk orang lain yang Ran tidak kenal.

Ran ingin bercerita. Namun dia masih bingung mau bercerita pada siapa. Ran hanya tidak ingin dikatakan berhalusinasi. Dia harus bercerita pada orang yang tepat. Dan orang tersebut belum dia ketemukan.

" Aku harus cerita pada siapa ya.." Ran memegang keningnya layaknya orang yang sedang berpikir. Dia berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya.

" Kalau sama ayah, kok tidak tega ya. Apalagi sama bunda semakin tidak tega.." Ran menganggukkan kepala. Entah sudah berapa kali dia bolak balik berjalan kesana kesini.

" Atau sama Rama saja..." Ran berhenti sejenak. Tak lama dia berjalan lagi.

"Kak.. "

Ran terkejut. Suara Rama memanggil dirinya.

" Iya Ram.. Ada apa.." Ran mendekati Rama yang berdiri di pintu kamar.

" Kakak belum makan kan , dipanggil bunda disuruh makan.." Rama berkata sambil berlalu.

"Rama .. Tunggu." Ran bergegas menyusul Rama.

" Ada apa kak.." Rama berhenti kemudian menoleh ke arah Ran.

" Ran boleh minta to.. Long.." Ucap Ran ragu.

" Minta tolong apa ? Kalau Rama bisa boleh pasti.." Rama mendekati Ran yang berdiri di bibir pintu.

Ran menengok ke kanan kiri. Ran takut kalau bunda atau ayah mendengar apa yang akan dia katakan pada Rama.

" Kenapa kak..?" Rama yang melihat apa yang dilakukan Ran menjadi penasaran apa yang sebenarnya Ran inginkan.

" Ran mau bertanya sama Rama.. Tapi takut ayah apa bunda mendengar.." Ucap Ran sangat pelan.

" Ran makan dulu.." Mereka berdua terkejut mendengar suara bunda.

" Iya bund.. " Ran dan Rama saling pandang. Kemudian Ran berjalan menuju meja makan. Untung dia belum mulai bercerita.

Rama mengikuti Ran duduk di meja makan. Mereka berdua memang belum makan malam.

" Kalian berdua makanlah. Setelah itu beristirahat. Ayah sama bunda mau keluar sebentar.."

" Bunda mau kemana..?" Rama heran. Tidak biasanya ayah dan bunda pergi selarut ini. Walaupun sebenarnya baru jam sembilan malam.

" Hanya sebentar.. Baik-baik jaga rumah. Oh ya, sepertinya Nia pulang malam ini. Jadi kalian jangan tidur dulu sebelum kakakmu pulang ya.."

" Baik bunda..." Ran dan Rama menjawab bersamaan.

",Ini kesempatan " Pikir Ran. Saatnya Ran bertanya pada Rama tentang sesuatu yang belakangan ini mengganggu pikiran Ran.

"Ram.." Ran membuka percakapan. Dia sambil menyuap nasi yang tinggal suapan terakhir.

" Iya kak.. Eh tadi kakak mau bilang apa.." Rama menatap Ran. Dia juga sudah selesai makan.

" Ram, kamu ingat yang malam Fian pingsan. Sebenarnya kamu tahu ga ada apa sebenarnya ..?"

Rama diam. Dia bingung mau cerita atau tidak tapi dia merasa ada keanehan dalam kejadian tersebut.

" Kak, ..."

" Maaf kalau aku ingin tahu.." Ran memotong ucapan Rama.

" Tidak apa-apa kak."

"Ram, belakangan ini terjadi hal-hal yang tidak kita duga bukan. Dan kamu pasti sudah mendengar desas-desus dari tetangga. Bagaimana menurut kamu..?" Ran mulai memancing Rama. Ran ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya dan jika bisa ingin membantu menyelesaikan masalah yang ada.

" Iya kak . Tadi dan kemarin pas pulang sekolah, gue mendengar beberapa ibu-ibu sedang membicarakan arwah kak Arin yang gentayangan. Rama sedih. Rama ga rela..." Rama terlihat emosi . Wajahnya terlihat sedih.

" Iya Ram, sakit rasanya mendengar orang yang kita sayangi dijadikan bahan omongan yang jelek. Maka dari itu mari kita telaah semua kejadian yang kita alami belakangan ini. Siapa tahu kita bisa menemukan titik terang."

" Benar juga ya kak... Menurut kakak siapa yang menyebar desas-desus itu. Apa benar mereka melihat arwah kak Arin." Rama menjadi bersemangat mendengar perkataan Ran. Dia juga ingin mengetahui apa yang sebenarnya.

" Tidak tahu siapa. Kakak kan baru dua Minggu di sini. Belum mengenal banyak orang. "

" Iya juga sih.. Hm kak bagaimana kalau kita bicarakan semuanya dengan ayah sama bunda.."

" Jangan Ram..." Ran memotong ucapan Rama .

" Kenapa...?"

" Nanti saja kalau kita sudah mendapatkan hasilnya baru kita menceritakan semuanya pada ayah dan bunda. Biar mereka tidak sedih dan khawatir. "

" Benar juga ya... " Rama menganggukkan kepala. Dia memahami kekhawatiran Ran pada kedua orang tuanya.

" Ram, kamu ga jadi cerita apa yang kamu alami.." Ran mendesak Rama . Ran sangat ingin tahu. Bisa jadi apa yang dialami Rama bisa dijadikan petunjuk.

Rama diam. Dia sedang menimbang apa yang akan dia lakukan. Walaupun Rama sudah mengenal Ran lama, namun mereka berdua tidak dekat. Hanya sekedar saling tahu saja. Hal itulah yang membuat Rama ragu

" Kamu tidak percaya sama saya Ram." Ran menatap Rama intens. Dia ingin meyakinkan Rama bahwa dia bisa dipercaya.

Dia harus bisa mengorek semua cerita dari Rama. Bukan apa-apa, tapi hanya untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Agar segera bisa menemukan titik terang di balik semua kejadian yang dia alami dan Rama alami juga. Ran tidak mau terus didatangi hantu penasaran. Penampakan yang begitu mengerikan selalu menghantui di setiap malamnya.

" Kak, apa kakak mencurigai sesuatu." Tanya Rama hati-hati.

" Sejujurnya iya, Saya yakin ada orang yang sengaja menyebar berita dan juga sengaja membuat kampung ini ramai dengan cerita-cerita yang mengerikan seperti yang ayah bilang tadi malam." Ucap Ran berapi-api. Dia sungguh sudah merasa sangat lelah dengan semua kejadian tersebut.

" Lalu siapa yang kak Ran curigai.." Rama sepertinya sedang memancing Ran juga. Rama merasa yakin kalau Ran mengalami kejadian aneh yang seperti yang dia alami.

" Belum ada, masih dalam tahap dugaan saja. Kamu juga mencurigai seseorang kah."

Rama menggeleng. Dia belum bisa menyimpulkan apapun. Memang benar apa semua masih tanda tanya besar di kepalanya. Dia hanya sedikit mengamati dari jauh semua kejadian yang terjadi tanpa seorang pun menyadarinya.

" Kak, apakah boleh tau yang kakak alami pas pulang kerja sore di malam Jum'at itu.."

" Ram, aku didatangi sosok perempuan itu sudah berkali-kali. .." Ran menutup wajahnya seolah sosok wanita itu ada di depannya.

" Kak Ran tidak boleh takut. Kak Ran harus berani melawan sosok itu ..."

" Melawan... Maksud kamu melawan yang bagaimana.." Ran memotong perkataan Rama. Dia terkejut dengan kata melawan yang diucapkan Rama.

" Kakak bisa membaca surat dalam Al-Qur'an kan. Hanya dengan ayat-ayat Al-Qur'an lah kita bisa mengalahkan mereka."

" Iya, kakak tahu. Namun kakak tidak begitu banyak yang kakak hafal.."

" Mulai sekarang kakak harus lebih rajin menghafalkan.." Rama gantian memotong ucapan Ran. Dia harus memberi Ran semangat karena Rama tahu, Ran sering mengalami kejadian yang menyeramkan. Tanpa sepengetahuan Ran, Rama beberapa kali melihat sikap Ran yang berbeda. Beberapa kali Rama memperhatikan Ran keluar dari dapur dengan muka pucat. Rama hanya menebak. Biar Ran sendiri yang bercerita, itu yang dipikirkan Rama.

" Iya Ram, mulai besok Ran akan rajin membaca Al-Qur'an. Kakak memang butuh kekuatan untuk hal yang akan kita lakukan.." Ucap Ran dengan penuh semangat.

" Memang apa yang akan kakak lakukan.."

" Eh...." Ran terdiam. Dia terkejut dengan pertanyaan Rama. Memang benar dia akan melakukan apa. Ran tersenyum miris. Ternyata apa yang tadi dia bilang ke Rama tidak dianggap apa-apa oleh Rama. Tapi justru itu yang membuat Ran lega. Dia bisa bergerak sendiri dengan bebas menyelidiki semuanya.

" Sudah malam. Ran mau tidur. " Ran merapikan peralatan makan yang baru saja mereka pakai dan meletakkan di wastafel. Malam ini Ran ingin istirahat. Biar besok saja dia merapikan semuanya.

" Iya kak, biar Rama saja yang menunggu kak Nia pulang."

" Baiklah Rama, Ran ke kamar dulu.." Ran segera masuk kamar. Dia. Sudah mengantuk. Setelah baca doa Ran merebahkan dirinya. Berharap segera tertidur pulas. Namun apa daya. Matanya terpejam namun tidak bisa tidur juga.

Berkali-kali Ran berganti posisi. Dia merasa sangat gelisah. Kenapa selalu susah tidur belakangan ini. Selalu tidur diri hari. Matanya enggan untuk dipejamkan. Pikiran selalu kemana-mana. Rasa takut dan juga penasaran selalu meliputi hatinya.

Sebenarnya Ran sangat geram sama si pembuat onar . Seandainya dia tahu, ingin rasanya segera menguliti tubuhnya. Bukan kejam tapi jika begini akibatnya bisa merusak jiwa orang lain.

Ran kembali membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang dia hapal. Dia sungguh sangat lelah. Ingin segera bisa tidur nyenyak. Ayat-ayat Al-Qur'an dia baca berulang-ulang. Lama-lama Ran tertidur juga. Akhirnya dia bisa memejamkan mata.

Namun beberapa saat kemudian. Tubuh Ran terasa sangat berat. Seperti ada benda berat yang menindih tubuhnya. Dadanya sesak. Ran tidak bisa bernafas. Dan dia juga tidak bisa berteriak.

"Aaaaduuuuuuuhhh..."

Suara Ran terbata untuk mengucapkan satu kata. Berat sekali seperti memukul puluhan kilo. Tubuhnya juga tidak bisa digerakkan sama sekali.

" Apa lagi ini.." Gumam Ran. Dia hanya bisa berucap dalam hati.

Ran diam sejenak. Dia menenangkan hatinya. Dia juga mulai mengatur nafasnya yang terasa sangat sesak. Bahkan Ran sampai tersengal. Sungguh sangat berat rasanya.

Dengan sekuat tenaga Ran mencoba menguatkan dirinya dan juga menenangkan hatinya. Perlahan mulutnya terbuka mengucapkan Takbir.

" Allahu Akbar... Astaghfirullah aldzim.." Ran bisa berteriak.

Kemudian dengan perlahan dia bisa mengucapkan Ta'awudz. Dan kemudian membaca surat pendek yang dia hapal. Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas tak lupa ayat kursi juga dia baca.

Akhirnya tubuhnya terlepas dari beban berat tersebut. Ran bisa bernafas lega. Dia tarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan. Dia bisa menggerakkan seluruh anggota badannya lagi.

" Alhamdulillah.." Ucap Ran sangat lega.

Tapi Ran masih berpikir. Haruskah dia akan mengalami hal seperti ini terus. Sampai kapan. Ran juga merasa lelah bila terus menerus mengalami hal mengerikan. Setiap waktu setiap saat. Gangguan itu selalu datang.

" Apa salahku, apa dosaku. Kenapa dengan diriku. Sehingga selalu mengalami hal buruk ini.."

Ran menangis sesenggukan. Namun dia berusaha meredamnya dengan bantal agar tidak terdengar orang lain.

" Ibu , bapak, kalian dimana. Tolong Ran. Ran tidak sanggup kalau terus begini.."

Ran masih sesenggukan. Dia menangis sampai terlelap. Mungkin memang karena lelah dan juga takut. Sesekali terdengar suara Isak kecil di tengah tidurnya.

" Maaf..Maafkan kita. Kamu tidak seharusnya mengalami hal ini. Maafkan kami ya sayang..."

Terlihat sebuah tangan mengelus kepala Ran penuh kasih sayang. Mendekap tubuh Ran dari belakang. Memeluk dengan penuh kehangatan. Ran merasa nyaman dan tertidur pulas. Walaupun kadang-kadang masuk muncul isak yang tak sengaja keluar dari mulutnya.

Ran tidak menyadari itu. Dia hanya merasa nyaman dalam tidurnya kali ini.

" Belum saatnya kamu tahu yang sebenarnya. Sebentar lagi ya sayang, Bersabarlah. Semua akan terbuka jika saatnya tiba.."

Suara yang lain terdengar. Namun dengan nada yang penuh kesedihan.

Siapa kira-kira yang memeluk Ran. Apakah Ran bermimpi atau ini sebuah hal yang nyata.

Bersambung

Terima kasih yang sudah mampir. Love untuk kalian ❤️❤️❤️

1
estycatwoman
very nice 👍💯👋
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih 🙏🏾🙏🏾
total 1 replies
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Bagus ceritanya mbak Ossy, kalo ada waktu senggang aku ikutan baca ya 😊
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ αηтιє
iya udah langsung tamat aja ka ossy
𝐀⃝🥀Ossy: iya ..
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
penasaran baca nya lompat jauh 🤣🤣🤣
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻: Hooh penasaran sama Dokter Bara
total 2 replies
RAIN
menghibur ,
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
siapa sih yg brani bermain" sm makamnya Arin😤tuk apapula bongkar" makam orang
bakalan cerita ga ni si Ran😵😵
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
Katakan saja yg sbnrnya terjadi Ran ,ayah Yanto juga harus tau apa yg sbnrnya terjadi sm panti asuhan Pak Yusuf,,
eh eta penunggu pohon jambunya mulai nongolin diiri yaa 🙈🙈hiii ko seremm🏃‍♀🏃‍♀
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
aaa.. sapa tuh?
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
eelaaah somplak parah yusuf
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
dia pegang detonator?
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aku lagi pke Uyul, gak bisa buka pintu 😅
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
ko udah tamat sih ossy ,,blum juga Arin dan RAN menikah.
terimakasih sudah menghadirkan cerita ini sukses terus oyys.
di tunggu novel berikutnya
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰: ok siap
total 2 replies
FLA
dan kasus selesai dengan akhir yg bahagia, walau si Amel masih jadi penunggu pohon jambu yg mayan jail
FLA: haaa boleh lah
total 8 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
semoga setelah ini gk ada lagi dendam dan untuk Arin dn RAN semoga bisa melewati semua ini
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin
total 1 replies
FLA
dan ternyata yg sikopet Rizal dan yg kena virus Yusuf ish ish, tapi lega selamat semua kecuali Amel yg jadi demyt
FLA: ya boleh lah
total 6 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
karena dendam Rizal menggauli Nia yg ternyata anak kandungnya
𝐀⃝🥀Ossy: Semoga blm sampai ke situ
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
semoga mereka selamat dari reruntuhan rumah itu
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin.. selamatin ga ya 🤣🤣
total 1 replies
FLA
Rizal emang jahata parah, ahhh semoga masih selamat semua
FLA: syippp deh
total 16 replies
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aayeekk bom... aku satee 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅: bumbu rujak kek nay enak 😁
total 2 replies
FLA
uwahh makin seru ayo lanjuttt
FLA: yah sayang sekali
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!