Perjalan cinta seorang Elsa yang sangat rumit, berawal dari dendam orang tua angkatnya, Elsa yang harus jadi umpan untuk membalas dendam kepada keluarga Ayu, Elsa di paksa untuk mendekati anak Ayu dan di paksa pura pura mencintai anak Ayu yang bernama Leo, tapi sayang Elsa terjebak dengan cinta palsunya, ia benar benar mencintai Leo, di saat hari pernikahan Elsa dengan Leo, Elsa di paksa pergi meninggalkan Leo, hal itu membuat Leo marah dan membenci Elsa, tapi mereka di pertemukan kembali di saat Leo sudah menikah dan Elsa melamar kerja jadi pembantu di rumah Leo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
Elsa pulang dengan lesu karena lelah seharian mencari pekerjaan. Di tambah lagi mendengar gosip orang yang mencurigainya menggoda Fahrul hal itu membuat Elsa semakin terpuruk.
"Apa kamu sudah dapat pekerjaan?" tanya Mawar setelah Elsa pulang.
"Belum Nek."
"Cari kerjaan saja kamu tidak becus." kata Mawar. Ia marah karena Elsa belum dapat kerja. Elsa tidak menjawab ia segera berlalu dari hadapan Mawar. Mawar semakin gusar karena Elsa belum juga dapat pekerjaan.
Malam harinya Mawar kembali menyuruh Fikri mencuri kerumah Fahrul.
"Fik, malam ini kamu harus mengambil uang kita yang diambil Fahrul!" ujar Mawar.
"Aku ragu Ma, aku tidak terbiasa masuk kerumah orang, aku takut ketahuan."
"Kamu harus yakin! kalau kamu ragu seperti itu nanti kamu bisa tertangkap, percaya dengan Mama kamu pasti bisa mengambil uang kita." kata Mawar. Ia berusaha meyakinkan Fikri.
"Iya, Ma, nanti saja tunggu orang kampung sudah pada tidur."
"Ya, sudah, kamu harus menyiapkan alat alat! setelah itu kamu intai rumah Fahrul! Setelah mereka tidur baru kamu masuk!" kata Mawar.
"Iya, Ma," jawab Fikri. Lalu Fikri menyiapkan peralatannya, setelah itu ia pergi kerumah pak Fahrul.
Sesampai Fikri disana, ia memeriksa semua jendela rumah Fahrul, lalu ia menunggu yang punya rumah tidur, setelah rumah Fahrul sepi, Fikri mulai bereaksi, sedangkan Mawar mondar-mandir di depan rumahnya menungu Fikri yang sedang berjuang mengambil uang mereka.
Fikri akhirnya bisa masuk melalui jendela. Ia segera masuk dan memeriksa semua kamar, saat ia memeriksa kamar Fahrul, karena mendengar suara berisik Bu Miftah terbangun, melihat ada orang lain dirumahnya sontak Bu Miftah ketakutan.
Tooloong..tooloong..tooloong!
Terdengar suara Bu Miftah meminta tolong, sontak Fikri terkejut. Ia bingung harus bagaimana, Fahrul terbangun mendengar suara istrinya menjerit, begitu juga dengan anaknya langsung terbangun para tetangga juga terbangun mendengar suara orang yang meminta tolong. Fikri segera lari, tapi Fahrul dan anaknya mengejarnya sedangkan Bu Miftah kembali menjerit.
Maling..maling..maling!
Warga ikut mengejar Fikri, karena sudah dikepung Fikri akhirnya tertangkap. Ia dibawa kerumah kepala desa. Warga tidak menyangka kalau malingnya adalah Fikri. Sedangkan Fahrul merasa puas Fikri tertangkap, Ia merasa dendamnya terbalas.
"Saya tidak menyangka Bapak berbuat seperti itu," kata Pak Yusuf. Ia tidak habis pikir kenapa Fikri masuk kerumah Fahrul, padahal Fahrul sudah memberikan uang banyak kepada mereka.
"Saya melakukan itu karena uang perdamaian kemarin diambil Fahrul kembali secara diam diam dari rumah kami." jawab Fikri.
"Kamu jangan sembarangan menuduh! saya tidak mengambil uang itu, kalian yang menjebak saya, iya kan! hayo ngaku! kamu pikir saya tidak tau kalau selama ini kamu sengaja menyuruh anakmu menggoda saya agar mau pacaran dengan anakmu, kalian sengaja menjebakku kan." kata Fahrul. Ia sengaja ingin membersihkan nama baiknya.
"Kamu yang curang." jawab Fikri.
"Sudah, kalian tidak usah bertengkar! kita bisa bicara baik-baik!" kata Pak Yusuf. Ia berusaha melerai pertengkaran mereka. Setelah semua diam Pak Yusuf bertanya kepada mereka.
"Pak Fahrul, saya mau tanya, apa Bapak bersedia memaafkan Pak Fikri atas apa yang ia lakukan?" tanya Pak Yusuf.
"Maaf, Pak, saya tidak bisa memaafkan dia, karena mereka sudah membuat nama baik saya tercoreng, ditambah lagi ia ingin masuk kerumah saya, hal itu membuat saya tidak bisa memaafkan dia, saya takut kalau saya memaafkan dia ia kembali mengusik keluarga saya, karena itu saya akan menempuh jalur hukum!" jawab Fahrul tegas.
"Kalau itu sudah menjadi keputusanku Bapak saya tidak bisa melarang." kata Pak Yusuf. Sedangkan Fahrul langsung menelepon polisi.
Selang beberapa saat polisi datang, Fikri dibawa ke kantor polisi, Fikri pasrah dibawa ke kantor polisi. Ia tidak bisa mengelak karena ia tertangkap basah.
Mawar gelisah menunggu Fikri, padahal sudah hampir terang namun Fikri belum juga pulang, ia mulai takut kalau anaknya kenapa-kenapa.
"Tumben Nenek cepat bangun?" tanya Elsa.
"Nenek bukan cepat bangun, tapi Nenek belum tidur sama sekali." jawab Mawar.
"Apa Nenek sakit?" tanya Elsa. Ia jadi merasa khawatir dengan keadaan neneknya. Saat Mawar ingin menjawab suara orang ramai terdengar di depan rumah mereka.
"Siapa yang ribut diluar?" tanya Mawar.
"Tidak tau Nek." jawab Elsa.
"Ayo, kita lihat!" ujar Mawar. Lalu mereka ke depan.
"Ini mereka, ayo kita usir mereka dari kampung kita! mereka orang jahat yang suka menipu." kata salah satu warga.
"Iya, tunggu apa lagi, usir mereka!" kata warga lainnya.
"Pergi kalian dari kampung kami! gara gara kalian Fahrul dan istrinya hampir bercerai, kamu lagi Elsa muka polos mu yang kau jadikan untuk menjebak Fahrul kan, hayo ngaku!" kata warga lainnya.
"Ada apa ini? Kami tidak mengerti." Mawar merasa bingung.
"Halah, kamu lagi sudah tua masih saja berbuat curang, sudah lah lebih baik kalian pergi dari kampung kami! kami sudah tau siapa kalian, kalian adalah penipu." kata warga satunya lagi.
"Apa maksudmu bicara seperti itu? kami bukan seperti yang kalian tuduhkan." jawab Mawar.
"Masih saja belum ngaku, padahal anaknya saja sudah mengaku, atau kamu susul saja anakmu dipenjara!" kata warga satunya lagi.
Mawar terkejut mendengar perkataan warga, dalam hati ia bertanya apa Fikri dipenjara. Karena terus didesak warga, akhirnya Elsa dan Mawar pergi dari kampung itu.
"Kita mau pergi kemana Nek?" tanya Elsa. Ia sudah lelah berjalan.
"Nenek juga tidak tau, sekarang kita temui dulu papamu di penjara!" kata Mawar.
Mawar dan Elsa pergi ke penjara, sesampainya disana Fikri merengek minta di bebaskan.
"Ma, bebaskan aku dari penjara ini!" kata Fikri.
"Tunggu! Mama lagi berusaha membebaskan kamu." jawab Mawar. Ia berbohong agar Fikri tidak lagi merengek.
Setelah selesai menemui Fikri Elsa dan Mawar pergi, mereka pergi ke kota menumpang mobil pengangkat barang. Setelah sampai di kota, mereka tidur di mesjid, esok harinya Elsa mencari pekerjaan, sedangkan Mawar menungu di mesjid.
Semua tempat Elsa datangi untuk mencari pekerjaan, saat ia mendatangi kafe untuk melamar kerja tepat di tempat itu ada Rizki, Rizki memperhatikan Elsa yang tidak jauh darinya.
"Kalau tidak salah itu Elsa, aku pernah lihat fotonya di ponsel Kak Leo." gumam Rizki. Sedangkan Elsa tidak tau ada yang memperhatikannya.
Setelah lama mencari pekerjaan Elsa akhirnya mendapat pekerjaan di kafe itu. Elsa sangat bersyukur dapat pekerjaan, lalu ia pulang ke mesjid tempat Mawar berada.
"Bagaimana? Apa kamu dapat pekerjaan? tanya Mawar.
"Iya Nek."jawab Elsa.
"Syukurlah." kata Mawar.
Sedangkan Rizki kepikiran dengan Elsa. Ia bingung dan cemas, ia takut kalau Elsa kembali menggoda kakaknya karena ia tau kakaknya sangat mencintai Elsa, ia tidak mau kalau hubungan kakaknya dan Melly hancur karena kedatangan Elsa, tapi ia juga belum jelas tau yang ia lihat tadi itu adalah Elsa atau bukan.
padahal PP y Elsa adalah PP sambung Elsa
kesian nasib mu Elsa, seperti y sulit mendapatkan jodoh dirimu Elsa
ingat leo km dah Puy anak & istri 🤭
yakinlah klo yg km ambil adalah jodoh yg terbaik untukmu