Laura seorang wanita yang tumbuh di panti asuhan membuat dirinya menjadi seorang wanita yang sangat membutuhkan karih sayang seseorang, Laura begitu mencintai Gian suaminya hingga dia rela menjadi seorang yang bodoh mempertahankan pernikahan dengan orang yang mengkhianati dirinya di sisi lain baik Ibu dan Saudara Gian yang sesuaki hati pada nya membuat Laura merasa lelah dengan pernikahannya hingga satu saat ketika dia bekerja di sebuah perusahaan menjadi sekertaris seoang Gerald Graham ternyata pria itu menaruh hati padanya
"Pak Bapak tidak serius ka, bapak tahu saya sudah menikah".Laura mundur hingga tubuhnya menabrak tembok
"Aku tidak peduli Laura suamimu dan keluarganya tidak menginginkan mu tapi aku menignginkan mu lebih dari apapun yang ku ingin kan!!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Laura
Laura menutup ponselnya karena wanita itu sudah muak dengan apa yang di lakukan Gian pria itu terus menerus memarahi nya dan mengancam nya namun ketika Laura meminta sesuatu padanya pria itu akan sangat marah dan berakhir dengan pertengkaran
Wanita itu sengaja mematikan ponselnya membantingnya ke kasur, Laura mengusap-usap wajahnya membuang semua pikiran yang hinggap di kepalanya Laura berbaring di tempat idur yang empuk memandang ponselnya
Kenapa hidup ku seperti ini sih kenapa aku bisa mencintai pria egois sseperti Gian…. kenapa juga aku harus bertemu denga pria semacam itu. Laura memejamkan matanya merasakan nyaman ranjang yang dia tiduri
Hingga beberapa saat Laura kembali terlelap entah karena wanita itu lelah atau juga karena banyak pikiran pekerjaan dan rumah tangganya itu membuat wanita itu selalu lelah
Tok….Tok…Tok!!!
“ck siapa itu”. Laura terpaksa terbangun lalu berjalan menuju pintu “ya tunggu sebentar”
Laura membuka pintu itu karena beberapa kali orang di luar sana mengetuk pintu dengan cepat, wanita itu sedikit kesal dan Laura yang baru membuka pintu hanya terdiam ketika melihat siapa pelaku itu
“Pak.. Pak Gerald Maaf sa… saya ketiduran….”. Laura meminta maaf wanita itu sadar betul jika dirinya salah “Maaf pak”
Bukannya menjawab Laura Gerald malah tercengang dengan pemandangan di depannya rambut Laura masih lembap dengan wajah tanpa make up sedikit pun membuat kecantikan wanita itu terlihat sangat natural
“Pak….”. Laura memanggi lagi karena Gerald yang seperti tidak mendengarnya
“Oh ya! Kau apa kau tuli hingga tidak mendegar aku mengetuk pintu huh, kau juga mematikan ponel mu hingga aku tidak bisa menghubungi mu!”. Gerald langsung memarahi Laura begitu dia sadar dengan tujuannya yang sebenarnya di sana “Ada apa dengan mu huh!”
Gerald menatap seksama kedua mata Laura yang sedikit memerah apa wanita itu baru menangis begitu pikirannya
“Apa yang kau lakukan huh?”
“Saya ketiduran maaf saya terlalu teledor maaf…”. Laura meminta maaf untuk yang kesekian kalinya membuat Gerald tidak tega jika harus memarahi Laura lagi
“Ketiduran?”. Gerald bertanya tidak percaya mereka sudah tidur cukup lama di perjalanan dan Laura masih bisa tertidur dirinya sudah sangat segar, pria itu menelisik wajah Laura yang tampak sangat lelah. Ck apa dia sakit? Tapi dia tidak menunjukan gejala apapun dia lebih terlihat seperti orang stress saja
“Ada yang saya bisa bantu pak?”.Laura bertanya pada Gerald yang nampak diam
“Kau ada masalah?”. Bukannya menjawab pertanyaan Laura Gerald malah bertanya balik pada wanita itu “atu kau hanya suka tidur?”
“Ahk itu aku…”. Laura bingung karena Gerald yang terkesan menyindir dirinya
“Sudah lupakan saja, sekarang temani aku makan aku sangat lapar”. Gerald mengalihkan pembicaraan ‘Ayo cepat!”
Laura mengikuti Gerald berjalan menuju lift yang membawa mereka ke lantai bawah di mana mereka akan makan di restoran hotel tersebut di sana sudah ada Hanzo yang juga menunggu mereka
Ketiga orang itu duduk berhadapan Laura sendiri duduk di samping Gerald pria itu menghampirinya terlabih dahulu padahal Laura tadinya ingin duduk di samping Hanzo sebagai sesama bawahan
Hanzo memesan makanan untuk mereka bertiga sebagai orang yang sudah lama bekerja sama dengan Gerald pria itu cukup tahu apa yng di minati pria itu da untuk Laura wanita itu meminta pesanan yang sama
Mereka makan dengan cukup damai sampai seorang pria menghampiri mereka bertiga “Tuan Graham saya bisa bergabung”
Ck pria ini lagi. Gerald menatap tidak suka . Untungnya akau sudah duduk di samping Laura terlebih dahulu pengganggu sialan
William duduk di samping Hanzo sambil sesekali menatap Laura membuat Gerald semakin menatapnya tajam
“Tuan ricardo apa tujuan anda ke sini?”. Tanya Gerald
“Tidak ada hanya bergabung dengan kalian saja, apa ada masalah tn. Gerald?”.william bertanya balik membuat Gerald semakin kesal saja
“Laura cepat selesaikan makan mu, kau ingat hukuman mu kan”. Gerald menatap laura yang memakan setengah dari makanannya “kenapa kau sangat lambat”
Laura langsung mempercepat makan nya kala pria itu menatapnya tajam membuat wanita itu sedikit merinding . Ada apa dengannya kenapa dia tiba-tiba marah begini sih
“Maaf Wiliam aku harus menemui bos ku, ada beberapa pekerjaan yang akan aku lakukan”. Laura menatap William permisi dengan sopan pada pria itu sebelum dirinya pergi mengikut Gerald yang sudah berjalan menjauh “Aku duluan Han”
Hanzo mengangguk lalu menatap pria di sampingnya yang sudah nampak masam “Anda tidak apa?”.
“Tidak, kalau begitu aku duluan tuan Han”. William ikut pergi meninggalkan Hanzo yang bingung dengan makanan di hadapannya
“Sial mereka ingin membuat ku jadi babi ya”
Sementara itu Gerald dan Laura sudah sapai di depan kamar Gerald berada pria itu membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam “cepat masuk!”. Perintah Gerald pada wanita yang mematung itu
“Ta… tapi pak’. Laura merasa canggung, apa mereka akan berduaan di dalam pikirannya sudah mengingat pada Gian saja bagaimana kalau pria itu marah Laura masih memikirkan hal itu
“Apa yang kau pikirkan apa kau lihat aku ini cabul?”. Gerald tidak terima dengan tatapan wanita itu
“Tidak pak”. Laura langsung membuang pikiran negatifnya, Gerald mengunci kamar begitu Laura sudah masuk ke sana
Gerald merebahkan dirinya di tempat tidur dengan tengkurap “ahk punggung ku sangat sakit karena mu”.
memangnya apa yang ku lakukan pada mu?. Laura berguman
Laura menatap tidak mengerti dengan maksud pria itu membuat Gerald menatapnya tajam
“Kau pikir bagaimana kau tidak tidur nyenyak sepanjang perjalanan huh, kau sealu bersender di pundak ku”. Gerald menagtakan hal yang membuat Laura membulatkan matanya “Pijit aku dan itu adalah hukuman mu”
“Ta… tapi pak”. Laura tidak terima karena dirinya dan Gerald hanya berdua, Gerald seorang pria dan Laura adalah seorang wanita yang sangat waspada
“Kau membantah?”
“Tidak”
“kalau begitu lakukan dengan cepat sampai aku tertidur, baru kau bisa pergi”. Gerald menunjuk pundak nya
Laura dengan ragu berjalan menuju Gerald menatap bahu lebar itu badan Gerald lebih besar dari badan suaminya membuat Laura sedikit merinding
“Kenapa pijitan mu tidak berasa padahal kau baru saja makan”. Gerald mengeluh “Lakukan lebih keras lagi”
Laura semakin mengeraskan pijatannya tapi Gerald masih saja mengeluh hingga pria itu bangun lalu menatap Laura kesal “Apa tenaga mu memang sekecil itu huh?’
Laura hanya terdiam dengan berbagai umpatan di dalam benaknya . Badan mu saja yang keras sialan teganya kau menyuruh ku memijit sementara ini sudah malam
“Kenapa kau tidak suka aku menghukum mu seperti ini?”.Geraald seakan tahu apa yang di benak wanita itu
“Maaf pak saya memang tidak bisa memijit, badan anda terlalu keras”. Laura berbicara begitu pelan dan Gerald hanya mendengar kalimat akhir itu
“Lalu apa yang bisa kau lakukan, badan ku sangat sakit karena mu!”.
“Kerok, sa… saya bisa mengerok pakai logam…..”. Apa yang ku katakan sialan semoga pria ini tidak mengerti….
Tapi kenapa End nya aga kurang menceritakan soal bagaimana juga kehidupan Hanzo dan Rose tuhh... mkn dengan anak-anak mereka 👍🤗🤗🤗
cuma modal seksi doang, otak Nol 👎