NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUKTI KEJAHATAN MICHELLE

Patrik tersentak kaget, dia tahu betul bahwa jika seorang Alpha Alistair bisa merasakan emosi pasangannya sekuat itu, artinya sang istri memang sedang berada dalam kondisi tertekan atau bahaya besar.

"Tuan Muda, tapi Anda masih dilarang keluar dari ibu kota oleh Yang Mulia Raja Reifan sampai urusan dengan Lady Michelle ini selesai tiga hari lagi!" ucap Patrik dengan wajah memucat, mencoba menenangkan tuannya yang sudah dikuasai insting serigala buas.

"Persetan dengan larangan Kakek! Persetan dengan wanita ular itu!" bentak Lucian, langsung memukul meja kerjanya hingga kayu jati tebal itu retak menjadi dua bagian.

BRAKK

"Aku tidak peduli lagi dengan urusan di istana ini, Patrik! Istriku sedang menangis di luar sana!" lanjut Lucian berapi-api, aura menakutkannya langsung memenuhi seluruh ruangan hingga pasokan udara terasa menipis.

Patrik langsung berlutut dengan tubuh gemetar, tidak kuat menahan tekanan aura sang Duke muda yang sedang murka.

Tok

Tok

Tok

Tepat saat itu, pintu ruang kerja Lucian diketuk dengan terburu-buru dari luar.

Ceklekk

Seorang mata-mata tepercaya milik keluarga Alistair masuk dan langsung berlutut di samping Patrik.

"Melapor, Duke Muda! Informasi mengenai siapa pria yang menghamili Lady Michelle sudah berhasil kami dapatkan!" ucap mata-mata itu dengan napas terengah-engah.

Mendengar laporan dari mata-mata itu, Lucian langsung menghentikan gerakan tangannya yang hendak menyambar jubah hitam di atas kursi, mata emasnya berkilat tajam, menatap lurus ke arah pria yang berlutut di lantai tersebut.

"Katakan sekarang juga! Siapa pria bajingan itu?!" bentak Lucian dengan suara baritonnya yang menekan, membuat seisi ruangan terasa semakin mencekam.

Glek

Mata-mata itu menelan ludah dengan susah payah sebelum berani membuka suara.

"Pria itu adalah Viscount Gerald, Tuan Muda, dia adalah salah satu perwira muda di bawah komando militer Alistair, dan dia juga merupakan kaki tangan rahasia dari keluarga Kendrick untuk memata-matai pergerakan Anda," jawab pria, memberikan diri menatap Lucian.

Patrik yang mendengar nama itu langsung mendongak dengan wajah terkejut.

"Gerald?! Bukankah dia pria yang sempat meminta izin cuti panjang tepat setelah malam festival musim panas lalu, Tuan Muda?" tanya Patrik, melihat tuan muda nya.

"Benar, Patrik," desis Lucian, rahangnya mengeras sempurna dengan senyuman miring yang sangat dingin terukir di wajah tampannya.

"Jadi, mereka berdua sudah merencanakan ini sejak awal, menggunakan janin haram itu untuk menjebak ku agar keluarga Kendrick bisa naik takhta menjadi keluarga kerajaan lewat jalur pernikahan," geram Lucian, dengan mata berkilat tajam.

"Lalu, bagaimana dengan bukti nya? Mengapa Kepala Tabib Istana bisa berbohong dan mengatakan itu adalah darah dagingku?!" tanya Lucian, dingin.

"Kepala Tabib Istana telah menerima suap berupa tambang emas rahasia di wilayah barat dari Earl Kendrick, Tuan Muda, kami juga menemukan surat perjanjian tertulis di mana Earl Kendrick berjanji akan menaikkan jabatan sang tabib menjadi menteri kesehatan kerajaan jika rencana ini berhasil," jawab mata-mata itu sembari mengeluarkan sebuah gulungan kertas kecil dari balik bajunya dan menyerahkannya kepada Lucian.

Lucian menyambar gulungan kertas itu, membacanya dengan cepat, lalu tawa hambar yang sangat mengerikan lolos dari bibirnya.

"Bagus! Sangat bagus! Mereka benar-benar menyiapkan kuburan mereka sendiri di dalam istana," desis Lucian, mengeram rendah.

"Tuan Muda, dengan bukti-bukti ini, kita bisa langsung menghancurkan Lady Michelle di depan Yang Mulia Raja Reifan dan Raja Lucius sekarang juga!" ucap Patrik langsung berdiri, merapikan posisi pedangnya dengan wajah yang kini dipenuhi rasa percaya diri.

"Ya. Kita selesaikan tikus-tikus istana ini dalam satu kali pukulan," ucap Lucian tegas.

Aura membunuhnya kembali meledak hebat namun kali ini dipenuhi oleh kepuasan karena mangsanya sudah masuk ke dalam perangkap.

"Patrik, seret Viscount Gerald dari kediamannya secara paksa sekarang juga! Bawa dia ke aula istana Harper dalam kondisi hidup atau mati!" perintah Lucian tegas.

"Baik, Tuan Muda! Segera saya laksanakan!" jawab Patrik patuh, langsung melesat pergi keluar ruangan bersama si mata-mata.

Sementara itu, di istana kerjaan Costa, para pelayan berlarian ke sana kemari merapikan karpet merah dan menyiapkan hidangan terbaik untuk menyambut rombongan besar dari Kerajaan Forest.

Di dalam kamarnya, Ara berdiri di depan cermin besar dengan wajah malas nya, dia terpaksa memakai gaun kebesaran berwarna hijau emerald dengan sulaman benang emas yang sangat berat.

"Putri Arabella, mohon jangan bergerak-gerak terus, saya kesulitan memasang jepit rambutnya," keluh seorang pelayan wanita dengan wajah panik, tangannya agak gemetar merapikan rambut pirang Ara.

"Habisnya jepit ini menusuk kulit kepalaku! Gaun ini juga ketat sekali, aku sampai susah bernapas!" omel Ara, mendengus kesal sambil sesekali membetulkan posisi kerah gaunnya yang tinggi untuk memastikan liontin batu amber milik Lucian tetap tersembunyi aman di dalam sana.

Tok

Tok

Tok

Pintu kamar terbuka, dan Pangeran Xavier melangkah masuk, tapi begitu melihat wajah cemberut Ara, senyum meledeknya langsung muncul.

"Wah, wah, lihat siapa ini, adik kecilku yang biasanya bau tanah mendadak berubah menjadi putri angsa yang cantik," goda Xavier, bersandar di tiang ranjang sambil melipat tangan di dada.

"Kalau Kak Xavier ke sini cuma mau memancing emosiku, mending Kakak keluar sekarang sebelum mahkota di kepalaku ini mendarat di wajah tampanmu itu!" ucap Ara melotot tajam lewat pantulan cermin.

Xavier terkekeh renyah, melambaikan tangan memberi kode agar para pelayan keluar dari kamar terlebih dahulu. Setelah menyisakan mereka berdua, Xavier berjalan mendekati Ara dan menepuk bahunya pelan.

"Sudahlah, jangan tegang begitu, rombongan Pangeran Zain baru saja memasuki gerbang luar istana, ayah dan Ibu sudah menunggu di aula utama. Ayo, aku yang akan mengawal mu ke sana," ucap Xavier, menawarkan lengannya dengan sikap ksatria yang jantan.

Ara mengembuskan napas panjang yang terasa sangat berat, dengan terpaksa, Ara mengaitkan tangannya ke lengan Xavier, lalu melangkah keluar kamar dengan jantung yang mulai berdegup tidak karuan.

Aula utama istana tampak begitu megah dan dipenuhi oleh para bangsawan Costa.

Di atas singgasana tertinggi, Raja Costa dan Ratu Soraya duduk dengan senyuman penuh wibawa, sementara di sisi kanan tangga singgasana, Pangeran Raymond berdiri tegap dengan tangan yang bertumpu pada gagang pedangnya.

"Pangeran Zain dari Kerajaan Forest memasuki ruangan!" teriak pengawal istana dengan suara yang lantang membelah aula.

Pintu besar aula terbuka lebar, rombongan prajurit berpakaian zirah berlambang kerjaan forest melangkah masuk dengan rapi.

Di barisan paling depan, berjalan seorang pria muda bertubuh tegap dan jangkung dengan jubah beludru hitam yang berkibar anggun, dia adalah Pangeran Zain.

Ara yang baru saja berdiri di samping Raymond langsung menyipitkan matanya, memperhatikan sosok calon tunangannya dari kejauhan.

1
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
kaylla salsabella
wuhaaaaaa..... cari penyakit cari gara " lo Michelle🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭 bentar lagi bakal hancur dirimu🤣🤣🤣🤣
IG : hofi03_skrniii: takut banget si wanita licik itu berulah😣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah nanti bakal gak ketemu Ian dan ara
IG : hofi03_skrniii: kangen-kangenan dulu, biar mereka sadar kalau udah saling sukaaa😆
total 1 replies
kaylla salsabella
ayo bawa ara Ian biar obati mine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!