Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Pagi pagi sekali Dirga sudah mengobrak-abrik lemari pakaiannya..
Bukan untuk meeting dengan koleganya, bukan juga untuk tandatangan kontrak yang bernilai milyaran
Melainkan untuk mengajak Asha, mantan kekasihnya kencan di hari Sabtu ini.
Tepat pukul 06.00 pagi, Dirga berdiri tepat di depan pintu kamar Asha..
" Sha... Asha.. " panggil Dirga sambil mengetuk pintu kamar Asha
Asha yang masih tertidur pulas pun terganggu akan berisik yang di ciptakan oleh Dirga
" Apasih nih orang, nggak bisa biarin gue tenang apa ya hari libur " Asha menutup wajahnya dengan bantal dan mengabaikan Dirga
Dirga belum menyerah..
Ia pun kembali mengetuk pintu dan memanggil Asha
" Sha .. Asha bangun "
" Kalau hitungan ke lima kamu nggak buka pintu aku masuk ya "
Asha menghela nafasnya kasar, dan segera ia turun dari ranjangnya
" 1.. "
" 2.. "
Tepat saat Dirga akan mengatakan tiga, pintu kamar itu terbuka
" Pagi.. " sapa Dirga dengan tersenyum
" Pak Dirgantara, ini hari Sabtu.. "
" Mau kemana pagi pagi sudah rapih seperti ini ? Karena menurut jadwal, hari Sabtu dan Minggu tidak ada jadwal bekerja pak Dirga "
" Saya tidak bilang kalau saya akan bekerja, sekretaris Asha "
" Lalu ??? "
" Saya ingin mengajak kamu kencan "
Asha tertawa kecil
" Mantan ko kencan "
" Yaa anggap aja mantan yang sedang berusaha untuk balikan "
" Boleh kan ? "
" Nggak, mendingan aku tidur "
" Shaaa ayolah "
Melihat ekspresi wajah Dirga yang menggemaskan membuat Asha tertawa
" Yaudah iya "
" Aku siap-siap dulu "
" Oke, aku tunggu ya cantik "
Dengan gembira Dirga menuruni anak tangga untuk menunggu Asha bersiap
Asha pun segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi kencan dengan Dirga
Dirga menunggu Asha sambil memainkan ponselnya..
Jantung Dirga berdegup dengan kencang menunggu perempuan itu turun ke bawah
Sekitar dua puluh menit menunggu, Asha pun turun dengan dress biru selutut dan riasan tipis yang membuat Asha semakin cantik
Rasanya saat ini Dirga lupa caranya berkedip, bahkan tubuhnya pun kaku untuk beberapa saat karena perempuan cantik yang ada di hadapannya
" Dirga.. Dir.. "
" Cantik "
" Hah ?? "
" Kamu cantik Asha, lebih tepatnya cantik sekali "
" Gombal, yaudah ayo jadi pergi nggak ? "
" Jadi, ayo "
Karena rasa gugupnya, Dirga pun menjadi salah tingkah..
Dirga membukakan pintu mobil untuk Asha
" Silahkan" ucap Dirga dan Asha menggeleng sambil tersenyum
Begitu di dalam mobil, Dirga pun langsung memakaikan Asha sabuk pengaman
" Dirga, aku bisa sendiri "
" Aku tau, tapi aku mau pasangin "
Asha dibuat terkesima oleh sikap manis Dirga pagi ini
Dirga pun langsung mengemudikan mobilnya, meninggalkan halaman rumahnya tanpa tau kemana tujuannya
" Dirga "
" Ya..?? "
" Kita mau kemana ? "
" Nanti juga kamu tau "
Dirga memutar lagu di mobilnya, lebih tepatnya lagu romantis yang memang sudah ia siapkan sejak malam tadi.
" Suara kamu tuh bagus, kenapa nggak jadi penyanyi aja sih ? " ucap Asha begitu mendengar Dirga bernyanyi
" Kalau aku jadi penyanyi, takut banyak fansnya. Nanti kamu makin cemburu lagi "
" Mana ada aku cemburu sih, mantan ko cemburuan "
Asha langsung membuang wajahnya ke arah jendela, karena saat ini ucapan Dirga berhasil membuat Asha salah tingkah
Setelah menempuh perjalanan yang cukup sepi di pagi ini..
Dirga memarkirkan mobilnya di sebuah tempat..
" Taman ? " tanya Asha melihat tempat yang tidak asing
" Iyah "
Dirga pun lebih dulu turun dari mobilnya, dan ia pun membukakan pintu mobil untuk Asha
" Dirga kamu apasih, aku kan bisa sendiri "
" Aku tau "
Segera mereka pun berjalan masuk kedalam taman itu..
Asha dan Dirga berkeliling taman..
Karena hari Sabtu, kondisi taman cukup ramai dengan para pengunjung
Dirga melihat penjual es krim disana..
" Mau es krim ? " tanya Dirga
" Ini nggak ada modus lain kan ? "
" Engga ada Asha "
" Hmm oke boleh "
Dirga pun memesan dua es krim, satu rasa coklat dan satu rasa strawberry
Es krim coklat itu ia berikan kepada Asha, dan es krim strawberry untuk dirinya
Keduanya duduk di kursi kosong sambil menikmati es krim yang baru saja mereka beli
" Sha.. "
" Hmm ? "
" Cobain dong "
" Kamu kan udah punya Dirga "
" Tapi kayaknya punya kamu enak "
Belum juga Asha memberi izin, Dirga langsung memakannya
" Dirga.. "
" Punya kamu lebih enak Sha. "
" Sana jauh jauh, hush hush "
Asha menggeser duduknya..
" Pelit " ucap Dirga
" Biarin, wlee " Asha mengulurkan lidahnya
Dirga pun tersenyum..
Hal seperti ini yang Dirga dirindukan saat dulu bersama dengan Asha
Setelah es krim mereka habis, mereka pun masuk kedalam arena bermain
Disana mereka melihat permainan tembak balon..
" Sha.. "
" Apa ? "
" Aku bisa pecahin balon itu " ucap Dirga dengan nada percaya diri
" Oh ya ? "
" Iyah, nggak percaya? "
Asha menggeleng
" Liat nih "
Dirga pun lebih dulu membayar sebelum bermain..
Namun semuanya tidak sesuai dengan ekspektasinya
Tembakan pertama gagal
Tembakan kedua gagal
Tembakan ketiga gagal
Asha yang berdiri disampingnya pun tak bisa menahan tawanya
" Mana ? Ko nggak ada yang kena sih "
" Sst diem, nggak konsen nih "
Tembakan ke lima pun masih saja gagal
Asha mengambil senapan itu dan mengarahkan kedepan
Dor..
Asha pun berhasil memecahkan satu balon
" Mudah " ucap Asha sombong
Dirga memutar bola matanya
" Kebetulan aja "
Penjual memberikan boneka kecil kepada Asha..
" Buat kamu aja nih " kata Asha dan Dirga dengan senang hati menerimanya
Mereka pun berpindah ke permainan selanjutnya, Dirga melihat mesin capit boneka disana
" Aku bisa dapetin kali ini, Sha "
" Okee "
Namun seperti permainan sebelumnya..
Dirga pun tidak berhasil satu kali pun, Asha pun kembali menertawakan Dirga yang masih tidak menyerah
" Udah, kamu nggak akan berhasil Dirga "
" Kalau aku berhasil, kamu harus kasih aku hadiah" ucap Dirga
" Oke, satu kali lagi. Kalau kali ini berhasil kamu boleh minta hadiah apapun "
Merasa tertantang, Dirga pun dengan serius memainkan mesin capit itu
Dan akhirnya setelah beberapa percobaan, Dirga pun berhasil mendapatkan boneka dari mesin itu
" Lihat ?? " ucap Dirga dengan bangga
" Mesinnya kasian itu sama kamu "
Kemudian mereka pun meninggalkan mesin capit, dan beralih ke permainan lainnya
Tanpa mereka ketahui..
Ada sepasang mata yang sedang memperhatikan Dirga dan Asha
" Lapor bos, mereka sedang jalan bersama " ucap seorang yang sedang memperhatikan Asha dan Dirga