NovelToon NovelToon
Air Mata Shafira

Air Mata Shafira

Status: tamat
Genre:Angst / Keluarga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Gentra

Shafira adalah, seorang perempuan yang berusia 25 tahun dan sudah menikah dengan seorang pria berkepribadian keras bernama Erick. Selama menikah, ia kerap kali mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya. Namun, perempuan itu selalu sabar menghadapi kekasaran dari pria yang dinikahinya itu.

Sikap kejam Erick tidak di situ saja, ia tega selingkuh dengan rekan kerja yang merupakan cinta pertamanya, tanpa sepengetahuan istrinya.
Namun, suatu hari hal naas terjadi saat perselingkuhan itu akhirnya terbongkar.

Akankah Shafira bisa mempertahankan pernikahan mereka setelah semua yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Di saat mereka saling diam, pintu ruangan pun terbuka kembali dan orang itu berdiri di ambang pintu dengan membawa beberapa kantong di tangannya.

Shafira dan dokter Riyan pun menatap ke arah orang tersebut.

"Boleh kah aku masuk? " kata Ardan sambil tersenyum sambil menatap dua orang yang berada di hadapan nya pada saat ini.

"Kenapa balik lagi? kan aku sudah mengusir mu" Shafira balik bertanya terhadap laki-laki yang sekarang berdiri di ambang pintu.

"Bagaimana bisa aku meninggalkan mu dengan laki-laki seperti dia" jawab Ardan.

"Hai, kenapa kamu menatap ku seperti itu? " tanya Dokter Riyan karena Ardan berbicara sambil menatap nya, ia merasa bahwa Ardan tidak percaya Shafira bersama dirinya.

"Ya, bukan apa-apa. Takutnya kamu nggak bisa menjaga Shafira dari manusia macam Erick" jawab Ardan dengan nada bicara santai, dengan perlahan ia melangkahkan kakinya untuk segera mendekat ke arah mereka berdua.

"Ya, kita sebagai orang yang dekat dengan Shafira juga tidak bisa berbuat apapun. Tetap saja dia sebagai suaminya yang berhak sepenuhnya atas diri Shafira" jawab dokter Riyan.

"Sudah, lebih baik sekarang kita makan. Pasti kamu lapar kan? " kata Ardan sambil mengeluarkan beberapa makan yang ia beli, kebetulan itu makanan kesukaan Shafira.

"Aku lagi nggak mau makan" jawab Shafira dengan raut wajah yang sedih.

"Kamu harus makan, karena untuk melanjutkan hidup butuh tenaga. Bahkan untuk melamun saja butuh energi!" kata dokter Riyan dengan nada bicara pelan.

"Bener tuh kata dokter, jadi makan itu penting. Bagaimana bisa kamu melawan nya, jika keadaan kamu saja lemah seperti ini. Ayolah... kamu itu perempuan kuat pasti bisa melewati ini semua, dan ada aku dan dokter yang akan selalu membantu mu" kata Ardan sambil menyodorkan makanan ke arah Shafira.

Perempuan itu tidak langsung mengambil nya, melainkan menatap lekat wajah Ardan.

"Mengapa kamu sama dokter baik terhadap ku, padahal bukan siapa-siapa. Sedangkan dia yang jelas sebagai suami yang seharusnya menjaga ku, malah memperlakukan ku dengan kejam" kata Shafira dengan cairan bening yang mulai keluar dari ujung matanya.

"Harus berapa kali aku bilang sama kamu, sudah sewajarnya kita itu teman" jawab Ardan.

"Aku sebagai dokter sudah tugas nya menolong orang yang sakit" dokter Riyan pun ikut Menimpali.

Menurut nya, pertanyaan Shafira itu sangat tidak bermutu. Anak kecil saja pasti sudah tahu jawaban nya.

Akhirnya Shafira pun mau makan, walaupun itu hanya sedikit. Setidaknya ada makan yang masuk ke dalam perutnya.

Setelah cukup lama, dokter dan Ardan pun keluar dari ruangan Shafira dan membiarkan perempuan itu untuk istirahat.

Ardan dan Riyan sudah berada di kantin yang berada di rumah sakit, mereka juga teman dekat.

 Kebetulan dokter Riyan juga sedang kosong jadwal nya, jadi bisa mengobrol bersama Ardan.

"Bagaimana kabar anak-anak? " tanya Ardan terhadap dokter Riyan.

"Kabar mereka baik, hanya saja sering menanyakan ibu nya. Meskipun tidak pernah melihat secara langsung wajah ibunya, entah mengapa kedua anak itu selalu bertanya kapan bawa ibu pulang? dan pertanyaan itu yang membuat ku malas pulang ke rumah" jawab dokter Riyan sambil menyandarkan punggung nya di kursi.

"Kenapa nggak mencari ibu sambung, pasti lah banyak perempuan yang berlomba-lomba untuk menjadi ibu mereka, secara dari segi materi cukup mapan dan ganteng juga" kata Ardan.

"Ngga semudah itu juga, sulit kalau di ceritakan. Dan kamu nggak akan faham"

"Setelah Rania pergi aku belum bertemu lagi dengan mereka, hanya melihat lewat sosial media yang sering kamu bagikan. Asli mereka itu cantik seperti ibu nya"

"Biasanya suka datang ke sini sama, ibu. Mungkin nanti siang setelah pulang sekolah"

"Iya, kah...Ingin sekali bertemu dengan nya. Andaikan masih ada waktu banyak pasti aku akan senang hati menunggu kedatangan mereka, sayang aku harus ke kantor. Sekretaris baru saja mengirim ku pesan, ada kabar yang tidak baik soal perusahaan. Jadi aku harus pamit sekarang, oh iya nitip Shafira yah" kata Ardan.

"Baiklah, pergi lah. Hati-hati di jalan, soal Shafira jangan khawatir. Pasti baik-baik saja, hanya butuh waktu" jawab dokter Riyan.

"Aku permisi" kata Ardan, setelah berpamitan ia langsung melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan tempat ini.

Setelah kepergian Ardan, akhirnya Riyan pun kembali ke ruangan nya. Di sana ia bisa mengistirahatkan tubuh nya, sebab dari tadi malam ia belum istirahat.

Di tempat lain.

Gedung perkantoran, Erick sedang berbicara serius dengan orang kepercayaan nya.

Ia menginginkan semua perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Ardan menarik kerja samanya, entah apa yang akan di lakukan oleh Erick terhadap Ardan yang jelas. Ia menginginkan kehancuran Ardan, dan Ardan menerima akibatnya karena sudah berani ikut campur antra kehidupan nya dan Shafira.

Di saat Erick sedang berbicara serius dan merasa bahagia, karena beberapa perusahaan telah mencabut saham nya dari perusahaan Ardan. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka tanpa permisi terlebih dahulu, siapa lagi kalau bukan istri kedua nya. Yaitu Wulan, perempuan itu menatap Erick dengan sorot mata tajam, ia marah karena Erick lebih memperhatikan Shafira dan tidak pulang ke rumah terlebih dahulu, untuk menemuinya.

"Keluar sekarang! " perintah Wulan terhadap Hendra.

Akhirnya laki-laki itu bangkit dari duduknya, dan meninggalkan ruangan bos nya.

Setelah kepergian Hendra, Wulan pun melampiaskan amarahnya terhadap Erick dan ia langsung menarik kasar kemeja yang di kenakan oleh suaminya.

Sehingga kancing nya terlepas, bukan Erick namanya kalau tidak berbuat kasar.

Akhirnya ia pun menampar Wulan, karena kesal dengan perbuatan perempuan itu.

"Sekarang kamu sudah berani menamparku, demi membela perempuan ****** itu! " kata Wulan sambil mengelus pipinya yang tersa sakit akibat tamparan yang di berikan oleh Erick.

"Aku bukan membela nya, tapi kamu yang sudah keterlaluan. Bagaimana aku membiarkan dia tergeletak tak berdaya, aku menikahinya karena tidak mau di penjara karena telah menabrak orangtuanya, apakah aku harus di penjara karena membiarkan Shafira terluka seperti tadi malam. Bisa saja karena keegoisan mu bisa menghilangkan nyawa Shafira dan itu sangat berbahaya, apa kamu pernah berpikir sampai ke sana! cemburu kamu itu sangat berlebihan, aku tidak suka semua itu, jangan pernah lakukan ini lagi padaku kalau tidak! kamu akan menerima akibat nya! " kata Erick sambil menunjuk wajah Wulan, dan setelah berbicara seperti itu, Erick langsung meninggalkan wulan yang masih mematung berdiri di dalam ruangan.

"Dasar perempuan sial, kamu harus membayar semua rasa sakit yang ku terima saat ini. Tunggu pembalasan ku! " Wulan berkata dalam bayin, sambil mengepalkan kedua tangannya.

Ia pikir, Erick tidak akan berbuat kasar terhadap nya. Akan tetapi dugaan nya salah, ternyata sama saja.

1
Rusmiati Eyus
ceritany bgs dn sngt menarik
💞®²👸ᖽᐸ🅤ᘉᎿ🅘💞: Terimakasih kk🙏
total 1 replies
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️ 🌹🌹🌹
terus berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Sama² kak thor....karya yang baik
dan yang penting tetap semangat kak thor ✌️
total 2 replies
Yunerty Blessa
cerita yang menarik....ada sebahagian bisa dijadikan pelajaran..
syabas kak thor
Yunerty Blessa
sabar bu Renata... mereka adalah tamu kalian...
Yunerty Blessa
ibu mertua yang baik dan perhatian sekali....
Yunerty Blessa
tahniah buat kelahiran baby boy kalian...
Yunerty Blessa
aduh lucunya 🤣🤣
Yunerty Blessa
akhirnya Riyan dan Shafira bisa hidup bahagia lagi.... tahniah buat pernikahan kalian....
Yunerty Blessa
menyesal kan
Yunerty Blessa
maka nya isteri itu disayangi bukan disyaki
Yunerty Blessa
apa sudah jadi dengan Erick....
Yunerty Blessa
akhirnya Shafira menerima Riyan juga...
Yunerty Blessa
syabas Riyan
Yunerty Blessa
salah satu nya wasiat kedua orang tua Shafira tidak ditetapi oleh Erick 😏
Yunerty Blessa
takut pilihan nya dibeli oleh calon Ardan....
Yunerty Blessa
terima lah Shafira...
Yunerty Blessa
itulah balasan buat Erick kerana terlalu jahat sama Shafira
Yunerty Blessa
seorang anak haus akan kasih sayang seorang ibu
Yunerty Blessa
kalau memang kau tidak mahu kehilangan Shafira lagi.....nikahi dia Riyan....
Yunerty Blessa
berarti Riyan juga suka dengan Shafira....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!