Clara adalah seorang gadis yang memiliki beberapa karakter, sehingga membuat nya mudah bergaul dengan siapa saja, meskipun dia berasal dari keluarga yang berada, tak lantas membuat nya memilih siapa saja yang pantas bergaul dengan nya.
Penasaran maka nya baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pameran lukisan Rendi
Beberapa hari berlalu setelah insiden Clara di tampar oleh Saras, ya Clara di tampar sudah dua kali di tempat yang sama maksud nya di lobi hehe.. meskipun dari orang yang berbeda
dan hari ini hari di mana merupakan hal istimewah bagi Rendi termasuk Clara dan yang lain nya karna hari ini adalah hari pameran lukisan Rendi akan di adakan di hotel Buana Putri, Rendi pergi terlebih dulu karna harus menyambut tamu tamu terhormat yang telah di undang oleh Agen penyelenggara event tersebut.
kost nenek Aida..
mereka terlihat antusias untuk pergi ke acara pameran Rendi, terutama nenek yang sedari dulu sangat mendukung Rendi, dan Rendi adalah penyewa pertama di kost nya.
"kalian pada ngapain sih kenapa lama" teriak nenek Aida dari luar yang sedang menunggu yang lain nya datang
"iya iya nek, sabar dikit napa" kata Cindi
"duh nenek, tidak sabaran banget" kata Clara
"iyalah cucu kesayangan" ledek Desi
"sudah sudah.. jangan di ledek terus nenek ku, kita berangkat" kata Algi
SIAP... jawab mereka..
"tunggu kalian lupa sama aku" teriak Abi yang berlari keluar dari dalam rumah..
"oh iya hampir lupa" kata Algi
ha ha ha tawa Clara dan yang lain nya pecah seketika
"tega.." kata Abi dengan mata yang berkaca kaca
"sudah tidak usah lebay kali" kata Clara
BERANGKAT kata Algi
dalam perjalanan ke hotel...
"apa kalian tau kalau hotel tempat Rendi mengadakan pameran itu milik putri bos nya kakak loh" kata Algi
uhuk uhuk Abi ,Desi dan Cindi tersedak salivah mereka sendiri
itu artinya hotel milik Clara batin mereka
"kalian kenapa" kata nenek panik
"tidak nek jawab ketiganya lalu menoleh ke arah Clara...
Clara tau arti tatapan itu dan hanya menaikkan bahunya memajukan bibir bawah nya seakan mengatakan emang nya kenapa
"hey kalian kenapa bengong"kata Algi
"em kak apa kakak kenal sama putri bos" tanya Desi
"kennaal... (terhenti sejenak)
uhuk uhuk.. giliran Clara yang tersedak
"tapi tidak hehe..." kata Algi
"kakak apa an sih" panik Clara
"hehe, kamu kaget ya, tapi tau tidak nama nya sama kaya kamu, Clara Putri hanya saja pake Handoko kamu tidak "kata Algi
sedangkan Abi dan Cindi sudah menahan tawa mereka sedari tadi..
"Bi gimana reaksi kak Algi kalau tau Clara adalah anak bos nya pasti seru" bisik Cindi
"pasti seru hehe tidak sabar pengen ngeliat reaksi nya" bisik Abi pula
Algi melihat dari cermin mobil nya Cindi dan Abi saling berbisik dan cengengesan.
"kalian di belakang lagi ngapain" tanya Algi
"tidak kak" jawab Abi
"kayak nya mencurigakan" kata Algi tak percaya
"curiga kenapa sih kak" tanya Clara karna dia tau apa yang di pikirkan Abi dan Cindi dua sahabatnya ini kan sangat usil apa lagi sih Abi
"iya kak mereka berdua itu jomblo akut mungkin saja karena terlalu lama nge jomblo jadi stress" kata Desi
"emang situ tidak jomblo hah" kata Cindi
"yey sesama jomblo jangan saling ngebully" kata Abi
ha ha ha... Clara dan Algi tertawa renyah
"sudah sesama jomblo, kalian semua itu jomblo Sadar tidak hah, bentak nenek
seketika semua nya diam, emang kenyataan pada jomblo malah saling sindir😂😂😂
Hotel Buana Putri
mereka telah sampai di tujuan...
Clara memperhatikan sekitar nya dan meminta Desi dan yang lain nya masuk terlebih dulu.
"Des kamu masuk duluan yaa aku ada perlu sedikit, biasa mau kasih wejangan dulu sama staf ku di dalam biar mereka tidak keceplosan" bisik Clara
"oke oke" jawab Desi
"Des Cla ayo masuk" panggil nenek
"iya nek" jawab Desi
Desi dan yang lain telah masuk, Clara justru membelok ke arah ruangan nya ya ruangan nya ada di lantai dasar emang sengaja sih Clara malas naik turun hotel, dan untung nya dia menempatkan ruangan nya di lantai dasar.
"hah ada guna nya juga ya aku pilih di lantai dasar sebagai ruangan ku hehe" gumam Clara
Clara menghubungi menejer Hotel nya
"perintah kan semua staf ke ruangan saya" klek perintah Clara pada menejer hotel
tak lama semua staf masuk ke ruangan Clara hingga memenuhi ruangan nya..
sampai tidak muat lagi..
"ASTAGA... sebanyak ini," Clara memijid kening nya yang terasa pening " baiklah.. baiklah salah satu dari divisi saja yang mewakili masuk" perintah Clara
dan tinggal masing masing dari divisi yang berada di dalam ruangan Clara termasuk menejer hotel
"apa kalian sudah hadir semua" kata Clara
"iya bos, tapi ada apa bos apa ada masalah" kata menejer nya yang bernama Reza
"tidak saya hanya ingin mengatakan sesuatu dan dengar baik baik, orang yang mengadakan pameran lukis di atas adalah sahabat saya, jadi perlakukan saya seperti tamu lain nya oke, tidak ada pertanyaan, kalian patuhi saja perintahku, mengerti!!
"mengerti bos" kata Reza
"sampaikan pada bawahan kalian semua"
"baik bos" serempak
"etss ingat di atas saya adalah tamu bukan bos kalian mengerti"
MENGERTI BOS...
haiiis Clara menggelengkan kepala nya
ya Clara memang di kenal sangat ramah pada semua pegawai nya dan memandang status mereka memperlakukan mereka seperti keluarga meskipun Office sekalipun itu lah sebabnya tak ada yang merasa canggung terhadap nya..
Clara pergi menyusul Desi dan yang lain di lantai yang sedang di adakan pameran lukis tersebut,tepat nya lantai ke dua tertinggi di hotel itu karna lantai tertinggi pertama adalah kamar milik Clara jika dia datang berkunjung..
***author**
(jangan bingung ya kenapa Clara memilih kost di banding tinggal di kamar hotel nya, ya itu karna di senang berbaur di dunia yang bebas dari ke glamoran kehidupan orang kaya, bukan bosan hanya saja dia ingin merasakan kehidupan yang ada di luar sana merasakan berbagi suka dan duka tanpa orang itu memandang kekayaan nya tapi melihat Clara sebagai Clara saja bukan putri Handoko yang hidup nya bak seorang Ratu ngerti kan*.
balik ke cerita...
"Clara kamu dari mana sih" tanya Algi,
"iya Cla kamu hampir melewatkan acara nya tau" kata nenek sebal karna Rendi sedari tadi menanyakan nya
"iya nek maaf ada urusan sedikit" kata Clara
Rendi melihat kedatangan Clara, dan kembali menghampiri nenek dan para sahabat nya
"Cla kamu dari mana,"tanya Rendi
"ada urusan tadi kenapa sih Ren"
"kamu tuh ya, kalian itu keluarga aku sekarang, jadi kalau kamu tidak ada gimana mau ngambil potret keluaraga"kata Rendi panjang kali lebar
"uh terharu nya aku, ya sudah aku sudah datang sekarang"
"sudah sudah ayo kita foto sekarang" kata nenek
"yey foto bareng" sorak Cindi
Mereka pun mengabadikan Foto melalui kemera baru Abi ya beberapa foto tidak sedikit tapi banyak..
Dari kejauhan banyak mata yang memandang kebersamaan mereka..
Handoko dan Dira melihat putri mereka tertawa bahagia bersama seorang yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah..
Handoko tidak tau apa yang dia rasakan sedih bahagia dan terharu bercampur menjadi satu, melihat putri nya baik bahkan sangat baik baik saja, begitu pula dengan Dira dia bahagia melihat putri nya bahagia, ya sebagai pemegang saham di hotel tersebut tentu saja dia mendapatkan undangan dari event tersebut.
"pa apa papa tidak ingin berusaha mendekati Clara, apa papa tidak merindukan canda tawa nya di rumah kita" tanya Dira
"ma papa sangat merindukan nya ini sudah 8 bulan sejak dia meninggalkan rumah, mama bersyukur karna dia masih mau bicara dan bertemu mama, dengan papa dia bahkan tidak ingin bicara ataupun melihat papa" kata Handoko yang terlihat memendam rasa rindunya kepada sang putri
"papa yang kurang berusaha mendekati nya, kita bahkan tidak tau ternyata selama ini semua uang yang dia gunakan bukan untuk ber foya foya melainkan dia menyumbangkan nya ke panti asuhan bahkan panti jompo mama bangga pada nya" kata Dira
"papa juga sangat bangga memiliki putri seperti nya meskipun sangat bandel" Handoko kini tersenyum mengingat kenakalan Clara
*****"
Di sisi lain Angga yang memandangi kedekatan Clara dengan orang orang satu kost nya membuat nya iri, Anggi dan Dodi melihat ekspresi Angga yang sangat tidak enak di pandang lalu melihat ke arah pandangan Angga.
*apa mereka se akrab itu batin Angga
ooh ternyata itu bos lagi bete karna Clara hem eh ada Cindi juga" batin Dodi
em kayaknya aku kenal deh sama yang satu itu tapi di mana ya"batin Anggi*
"kak Angga, kak.. kakak" panggil Anggi pada Angga
"hah kamu kenapa teriak sih" kata Angga
"habis nya kakak di panggil juga tidak ngerespon liatin apa sih" tanya Anggi
"hmm emang apa sih" tanya Angga lagi
"itu loh kak,kok aku kayak kenal sama cowok yang satu itu tu" menunjuk ke arah Abi
"ya iyalah kamu kenal!! dia kan orang yang hampir kamu tabrak" kata Angga namun pandangan ke arah Clara
"hah!! kak Dodi bener ya kata kakak" tanya ke Dodi lagi
"iya emang kenapa" jawab Dodi namun pandangan tetap ke arah Cindi.
Anggi jadi bingung dengan ke dua kakak nya jawab tapi kok pandangan ke arah lain,
"huft aku tinggal saja!! mereka seperti nya sibuk sendiri" gumam Anggi dan berjalan sendiri melihat lihat lukisan yang di pajang di berbagai tempat
Lisa datang dan mencari keberadaan Clara ya karna Clara mengundang nya untuk datang.
"Clara.."panggil Lisa saat melihat keberadaan Clara dia pun menghampiri Clara
"Lisa aku pikir kamu tidak datang" kata Clara
"datang lah aku masih kangen tau sama kamu" kata Lisa
"oh ya Lis ini Rendi pemilik lukisan ini dan ini nek Aida, ini Kak Algi yang punya kost dan mereka Abi Cindi dan Desi sahabat aku di kost," Clara mengenalkan semuanya pada Lisa, "dan dia adalah Lisa sepupu aku sekaligus teman kecil ku" memperkenalkan Lisa pada yang lain nya
"hallo apa kabar, salam kenal semua" kata Lisa
"wah sepupu kamu cantik Cla"kata Abi
Rendi masih menatap Lisa tanpa berkedip dan nenek memperhatikan nya
"Ren Rendi..__-__ panggil nenek aida
"ah i.. iya nek kenapa" seketika Rendi tersadar
"kamu naksir ya" bisik nenek
"ah nenek bisa saja" jawab Rendi malu karna ketahuan oleh nenek
"kenapa Ren, ah aku tau jangan jangan kamu mmpt__-__(Rendi membekap mulut Clara dengan tangan nya)
ha ha ha seketika canda tawa mereka pecah kembali
Lisa bahagia melihat sepupunya baik baik saja dan sangat bahagia dan tanpa sengaja pandangan nya tertuju pada paman dan bibi nya yaitu mama dan papa Clara.
"Cla paman sama bibi ada di sini" bisik Lisa
"mana" kata nya sambil mencari keberadaan ke dua orang tuanya, dan dia pun menemukan mereka Dira tersenyum melihat putri nya yang sedang menatap nya, lalu pandangan Clara tertuju pada papanya.
matanya berubah sendu.. dan kembali mengalihkan pandangan nya pada Lisa
"Cla kamu tidak ingin menyapa "tanya Lisa
Namun tak terduga justru Handoko dan Dira lah yang dtang menyapa mereka
"Astaga, Presdir" gumam Algi kaget melihat bos nya datang menghampiri mereka
"apa kabar apakah salah satu dari kalian pemilik lukisan ini" tanya Dira yang memang sangat menyukai seni
"ah nyonya tuan sa.. saya Rendi pemilik lukisan ini" kata Rendi gugup pasalnya orang terkaya di negri ini datang menyapa nya, dan lagi adalah orang tua dari sahabat nya..
Lisa, Desi, Abi, Cindi dan Rendi memandang Clara bersama namun Clara hanya biasa saja, padahal dia sangat gugup aslinya namun jangan sebut Clara kalau tidak bisa mengatasi nya
"Presdir" sapa Algi
"Algi, kamu di sini juga" kata Handoko
"iya pak Rendi adalah penyewa kost saya, begitu juga denga mereka ini" menunjuk ke arah Clara dan yang lain nya
"apa Lisa juga" kata Dira "uups keceplosan" lirih Dira
"maksud nyonya" tanya Algi bingung
"ee itu eem" bingung Dira
dasar mama susah banget di ajak akting batin Handoko
"tidak nyonya Lisa adalah sepupu Clara dan tidak menyewa kost di tempat kami lagi pula kami hanya memiliki 5 kamar untuk di sewakan, dan seperti nya kalian mengenal Lisa" tanya nenek Aida
"itu anu em anu itu" bingung Dira
kriik kriik.... seketika hening semua bingung mau ngomong apa
"em itu nek saya dokter pribadi kelurga Handoko" kata Lisa akhir nya memecah ke bingungan
kok aku jadi ketularan lolanya si Dodi ya batin Clara
(haaciim... Dodi bersin karna nama nya di sebut sebut haha)
"oh begitu" kata nenek Aida
"oh iya nenek yang memiliki kost nya kan, kenalkan saya Dira panggil saja Dira jangan nyonya" kata Dira
"ah tapi nyonya__-__
"benar katanya nyonya justru andalah yang harus di panggil nyonya anda lebih tua dari kami, saya Handoko, dan panggil saja Handoko" kata nya
Nenek sangat terharu dia mengingat anak dan menantunya mereka juga serama ini dulu..
begitupun Clara dia sangat bangga kepada kedua orang tuanya mata nya menatap kagum kepada papa dan mama nya bukan hanya dia bahkan para sahabat nya
pantas saja Clara bisa sebaik dan seramah ini itu karna didikan kedua orang tua nya batin keempat sahabat nya
*aku bangga kerja di CPH GROUPS bos ku ternyata sangat ramah hanya saja seram banget kalau lagi meeting batin Algi
akhirnya suasananya terkendali batin Lisa*
________----------
hai jangan lupa ninggalin jejak ya kawan semoga hari kalian menyenagkan😘😘
aku padamu thor
salam "Dady danzel."