NovelToon NovelToon
Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dark Romance / Tamat
Popularitas:24
Nilai: 5
Nama Author: Larissa Marcelle

Dijodohkan dengan putra seorang bos mafia? Fiorella Ferraz, delapan belas tahun, sudah bertekad menolak. Dia diseret dari Berlin ke Sydney untuk pesta pertunangan yang tidak pernah dia inginkan, dan di depan semua orang dia berani berkata: aku tidak mau menikah.

Satu orang tidak terima dibantah. Argo Romanov, bos mafia Australia sekaligus calon mertuanya, pria dingin yang tak pernah ditentang siapa pun. Gadis keras kepala itu langsung dia tahan di rumahnya, "sampai tahu aturan".

Namun semakin sering mereka bertengkar, semakin sulit Fiorella menjelaskan kenapa tubuhnya bereaksi setiap kali pria itu mendekat. Dan semakin keras Argo berusaha menjauh, semakin ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Di tengah peperangan antar mafia, kontrak pernikahan yang membelenggu dua keluarga, dan rahasia yang menunggu terbongkar, siapa yang sebenarnya sedang menaklukkan siapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larissa Marcelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 - Menyerah pada Hasrat

...FIORELLA FERRAZ...

Waktu dia bilang akan meniduriku, aku tidak percaya. Amarahku menguap dan memberi tempat pada gairah. Dia kelihatan serius, dia marah dan menyetir seperti orang gila. Aku tidak peduli lagi pada apa pun, aku hanya ingin dia menepati ucapannya barusan. Kalau dia menyetubuhiku dengan semarah ini, besok aku pasti hancur.

"Bisa tenang sedikit?" Aku memintanya berhenti ngebut. Kalau kami mati sekarang, dia tidak bisa menepati janjinya.

"Aku tidak akan tenang. Lihat apa yang kamu perbuat?"

"Kamu yang menembak."

"Persetan dengan penjaga itu. Aku terpaksa masuk ke tempat itu!"

"Dasar monster, kamu masuk karena mau!"

"Aku akan menghabisimu, dan jangan minta aku berhenti."

Aku siap, celana dalamku sudah basah sekali. Dia keluar dari aspal dan masuk ke jalan tanah.

"Kita mau ke mana?"

"Ke rumahku."

"Berapa banyak rumahmu?" Dia menoleh mendengar pertanyaanku dan tidak menjawab. "Sudahlah, aku juga tidak peduli." Aku memutar bola mata.

"Kalau aku minta, kamu turuti. Kalau aku perintah, lakukan tanpa berpikir, paham?"

"Ya, Tuan Argo Romanov."

"Semoga kamu sudah belajar, mungkin orang lain yang harus membayar kecerobohanmu."

Mobil berbelok ke jalan lain yang lebih sempit, dan aku sudah bisa melihat rumah besar di depan sana. Apa Loretha tahu rumah ini? Kami turun dari mobil dan masuk. Rumahnya bagus sekali, omong-omong.

"Naik!" Dia menyuruhku naik tangga dan menyusul tepat di belakangku. "Gaunmu tidak terlalu pendek, Fiorella? Aku hampir bisa melihat vaginamu."

Aku tidak menjawab, tapi diam-diam tertawa. Kenapa dia protes, sebentar lagi juga dia lihat sendiri. Begitu kami masuk ke sebuah kamar, aku mulai cemas dan gugup. Tubuhku kembali gemetar, juga tanganku. Dia melepas mantel hitam, sarung tangan, dan pistol dari sarungnya, lalu menaruhnya di atas lemari laci.

Dia berbalik menghadapku dan melahap tubuhku dengan mata, berhenti lama di belahan dadaku. Aku ingin sekali bisa membaca pikirannya.

"Kamu benar-benar mau...?" tanyaku malu-malu.

"Kamu takut, Fiorella? Aku serius waktu bilang akan meniduri kamu."

"Aku tidak takut." Kulempar tasku ke ranjang.

"Duduk di situ, kita bicara dulu." Aku duduk. "Kamu yakin?"

"Yakin."

"Kamu sadar sepenuhnya bahwa 'ini' tidak boleh keluar dari rumah ini? Besok kamu pura-pura tidak terjadi apa-apa, dan aku tidak mau ada cemburu."

"Aku sadar semuanya, Argo."

"Tuan Argo." Dia mengoreksiku.

"Mengerti, Tuan Argo."

"Bagus!" Dia membuka dua kancing kemeja hitamnya dan berdiri di depanku. "Hanya malam ini, cuma malam ini saja, dan kalau Jared tahu kamu sudah tidak perawan, kamu hadapi sendiri. Sebaiknya mulai pikirkan alasan yang bagus."

Dia mau meniduriku hanya malam ini? Sial, ini berat buatku. Dan itu belum semuanya! Suatu hari tunanganku akan tahu, dan kalau itu terjadi aku mau bilang apa?

"Setuju." Soal akibatnya, kupikirkan nanti.

"Dan terakhir, yang paling penting. Kamu jatuh cinta padaku, Fiorella?"

Jantungku berhenti mendengar pertanyaan itu. Dia menatapku, menunggu jawaban, matanya menuntut.

"Aku tidak jatuh cinta padamu, aku cuma tertarik, itu saja. Setelah malam ini, tidak akan terjadi lagi."

"Bagus. Kamu tidak boleh jatuh cinta, Fiorella, aku pria beristri dan tidak akan pernah meninggalkan Loretha."

Sesuatu di dalam diriku mulai sakit. Aku ragu apakah aku mau meneruskan ini. Aku bangkit dari ranjang, tapi dia mendorongku kembali ke sana.

"Kayaknya aku tidak mau, Tuan Argo." Si berengsek itu menatapku sambil membuka kemejanya. Dada itu membuatku menarik kembali ucapanku barusan. Pria ini luar biasa.

"Ini akan sakit. Aku tidak akan lembut padamu. Kalau sekali lagi kamu bilang tidak mau, kita pergi dari sini sekarang juga."

"Aku mau." Kalau dia kira aku akan mundur, dia salah. "Dan kurasa Tuan takut jatuh cinta padaku, makanya ada semua aturan ini."

"Mustahil, meski kamu cantik dan menggoda." Dia melirik dadaku.

"Seperti yang Tuan tahu, Tuan belum mencicipiku." Dia menggigit bibir bawahnya dan membuka kakiku lebar-lebar, tanganku dingin sekali.

"Kamu pernah menyentuh dirimu sendiri, Fiorella?" tanyanya sambil menatap vaginaku.

"Pernah, sekali."

"Pernah orgasme?"

"Apa itu?"

"Astaga, Fiorella. Sebentar lagi kamu akan mengalami yang tidak terlupakan." Dia melepas celana dalamku. "Vagina mungil sialan. Selamat, Barbie, kelihatannya enak sekali."

Aku membuka kaki, tidak malu sama sekali. Wajahnya penuh gairah menatapku, aku ingin dia menyesali ucapannya bahwa ini cuma malam ini.

Dia membaringkanku di tengah ranjang dan menyerangku dengan mulutnya. Aku memejamkan mata rapat-rapat, nikmat sekali. Ini enak, sensasi terbaik di dunia. Kucengkeram seprai, tubuhku seperti runtuh, aku ingin mengerang tapi kutahan. Argo Romanov sedang menjilatiku, kedua pahaku dicengkeramnya kuat dan ditarik ke mulutnya, kurasakan lidahnya sampai ke lubang anusku. Janggutnya menggores kulitku yang peka. Mulutnya nikmat dan lidahnya membawaku ke surga.

"Mengerang, gadis kurang ajar, aku mau dengar erangan kamu waktu aku menyetubuhimu dengan lidah." Dia mulai menggerakkan lidahnya keluar-masuk, lalu mengisap klitorisku.

"Aah..." Aku tidak tahan dan mulai mengerang. Kurasakan sesuatu yang baru di dalam diriku, luar biasa. Tubuhku ingin menggeliat, kepalaku terlempar ke belakang dan aku memohon. "Jangan... jangan berhenti, Tuan Argo."

Dia memasukkan satu jari ke dalamku, lalu jari yang lain. Aku merasa sakit, tapi detik itu juga punggungku melengkung karena tubuhku bergetar. Aku mengerang keras ketika dia mengisap sambil menusuk dengan jarinya.

Kalau ini orgasme, aku mau mengalaminya setiap hari, setiap jam. Sensasi terbaik di dunia. Kurasakan sesuatu yang hangat mengalir di antara kakiku. Dia menyerbuku dengan mulutnya, mengisap cairan itu. Kurasa dia menelannya. Aku membuka mulut dan menahan napas ketika gelombang kenikmatan yang dahsyat menguasaiku. Aku mengembuskan napas saat tubuhku melemas. Jantungku berdegup kencang, lengan dan kakiku gemetar.

"Cepat juga kamu, dan rasanya enak," katanya sementara aku menenangkan napas.

Dia menyuruhku berdiri untuk melepas gaunku.

"Vaginaku sakit," keluhku.

"Cuma dua jari? Sayang sekali, nanti jauh lebih sakit." Dia melepas ikat pinggang dan menurunkan celananya.

Ada tonjolan besar di balik celana dalamnya, akhirnya aku akan melihat penis, dan bukan sembarang penis, ini milik dia. Argo menarik kemejanya hingga lepas, mencengkeram leherku, dan mulai mengisap payudaraku. Ini luar biasa, bagian antara kakiku mulai panas. Dia bisa saja masuk ke dalamku sekarang juga. Dia berhenti mengisap dadaku dan menatapku.

"Dasar binal. Sanggup menghadapi ini?" Dia menurunkan celana dalamnya, penisnya melompat keluar.

Aku kaget, besar dan indah, kepalanya menyembul, pasti nikmat juga. Argo meraih tanganku dan menaruhnya di penisnya. Hangat dan berdenyut di jari-jariku. Dia menggerakkannya maju-mundur sambil menatapku dengan napas terengah.

"Cium aku, Tuan Argo." Dia menggeleng saat aku memohon.

"Tanpa ciuman, Fiorella." Kupegang lehernya dengan satu tangan untuk memaksanya menciumku, aku sangat butuh menciumnya.

"Aku gila ingin menciummu, kamu mau melakukannya?"

"Jangan coba-coba membayangkan apa yang akan kulakukan." Dia menyingkirkan tanganku dari penisnya dan membaringkanku menghadapnya, membuka kakiku, dan menempelkan penisnya ke kewanitaanku. "Lubang sempit, bakal mencekik kontolku." Dia mulai menggesek, mendorong supaya masuk.

Dia berhenti untuk mengambil sesuatu di laci, menaruhnya di antara gigi, lalu merobeknya.

"Kondom? Aku bersih," protesku.

"Kita cegah kehamilan," katanya. Aku protes lagi, aku ingin merasakannya sepenuhnya tanpa plastik. "Berhenti merengek!" Dia menyodorkan kondom yang sudah dibuka.

"Bagaimana cara memasangnya?" Aku bangun dan berhadapan dengan penis besar yang mengintimidasi itu.

"Buka mulut kecilmu lebar-lebar." Dia mencengkeram rambutku.

Aku membuka mulut, dia memasukkannya. Mulanya pelan, lalu makin dalam. Aku langsung tersedak, mengerang merasakan rasa pria ini di tenggorokanku, ada cairan hangat keluar dan kutelan semuanya.

"Buka mulutmu, Fiorella, kamu bisa, sialan!" Kudengar dia mengerang, sepertinya dia menikmatinya, lalu mulai menghentak ke tenggorokanku sementara aku tersedak. Dia masuk dalam dan keras lalu menarik diri. Dia memegang wajahku agar menatapnya dan membelaiku. "Lumayan untuk yang pertama." Aku terangsang luar biasa. Aku mulai memasang kondom, dia membimbing dengan tangannya. "Jangan pakai kuku," perintahnya, lalu menarik ke depan sampai terbungkus.

Dia membaringkanku di ranjang dan memasukkan satu jari ke dalamku, lalu jari kedua.

"Kuat tiga?"

"Uhum," keluhku, dua jari saja sudah sakit setengah mati!

Dia menarik jarinya dari tubuhku dan menyuruhku mengisapnya, memasukkannya ke mulutku sendiri.

"Rasakan dirimu sendiri, enak?" Aku mengangguk. "Enak sekali, Fiorella, aku bisa menjilatimu berjam-jam." Dia menggesekkan ereksinya ke pintu masukku, mendorong supaya masuk.

"Ah!" Aku mengerang ketika dia masuk setengah, ini sakit sekali, Tuan.

"Teriak, mengerang, lakukan apa saja yang kamu mau, aku akan menyetubuhimu keras-keras, Nona!"

"Kalau begitu lakukan, Tuan Argo, aku sanggup." Aku berteriak ketika dia masuk seluruhnya, kurasakan sentakan dan nyeri menusuk di daerah itu. Dia bahkan tidak menunggu dan langsung menghujamku. Aku memejamkan mata dan berteriak lagi, rasa sakitnya hebat di sana.

"Pelan-pelan," pintaku.

"Pelan-pelan apanya!" Dia memegang pinggangku dan mendudukkanku di pangkuannya. "Sudah kubilang akan sakit, mau berhenti?"

"Tidak." Ketika dia mempercepat gerakan, rasa sakit itu menghilang dan memberi tempat pada kenikmatan.

Dia menaikkan ritme sambil mencengkeram pinggangku erat dan membuatku menunggangi dirinya. Dia menampar keras bokongku.

"Hmm, pukul aku, Tuan Argo." Begitu aku mengerang, dia menampar lagi, lalu lagi. Bokongku perih, vaginaku juga, tapi sensasi di dalam adalah yang paling nikmat.

"Aku... aku mau klimaks."

"Sialan, Fiorella, tahan sebentar," keluhnya sambil membaringkanku di ranjang dan menyuruhku merangkak. "Tungging yang tinggi, seksi, aku mau lihat pantat itu memantul di kontolku."

Dia menerobos masuk lagi tanpa sedikit pun belas kasihan. Aku mengerang keras antara sakit dan nikmat. Kurasakan jarinya menyentuh anusku, dia meludah, membelai, lalu memasukkan satu jari. Aku menggeliat sementara dia menyetubuhiku di dua tempat sekaligus.

"Berhenti, aku harus pipis."

"Pipis saja di kontolku." Dia mengerang sambil mengucapkannya.

Aku memejamkan mata rapat-rapat, mengira tak ada jalan lain, aku akan mengompol di penis pria yang tak kenal ampun ini dan mempermalukan diri. Dia mempercepat dan menghujam begitu keras sampai aku menjerit, aku tidak bisa hanya mengerang. Sesuatu yang hangat mulai keluar, aku merasa lebih basah dan rileks, kudengar erangan serak dan keras dari bibirnya. Dia melambat pelan-pelan lalu menarik diri dariku, mengosongkanku, aku merasa hancur dibuatnya, dan jatuh ke ranjang seperti batu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!